Jumat, 29 Juli 2011

Rumah Idaman “Properti Cirebon Naik, Pertanian Tercekik” plus 2 more

Rumah Idaman “Properti Cirebon Naik, Pertanian Tercekik” plus 2 more


Properti Cirebon Naik, Pertanian Tercekik

Posted: 30 Jul 2011 04:57 AM PDT

CIREBON, KOMPAS.com - Bisnis dunia properti di Kabupaten Cirebon menunjukan geliat peningkatan signifikan selama tiga tahun terakhir. Selain karena lokasi lahan terbuka lebar dengan posisi strategis, program subsidi perumahan dari pemerintah juga menjadi indikator peningkatan tersebut.

Peningkatan ini selain karena kondisi wilayah Cirebon yang strategis, terlebih karena di sini sudah dibangun jalan Palikanci dan Tol Kanci-Pejagan.

-- Abdul Tolib

Data dari Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Cirebon, per-Juli tahun 2011, BPPT sudah mengeluarkan 32 izin pembangunan perumahan. Menurut Kepala BPPT Kabupaten Cirebon Abdul Tolib, jika saja selama enam bulan ke depan juga mengeluarkan izin dengan jumlah sama, maka akan melampui tahun sebelumnya.

Sebagai gambaran, pada 2007 pelaku usaha di bidang perumahan yang berminat berinvestasi di Kabupaten Cirebon hanya dua. Setahun kemudian jumlah tersebut naik menjadi 16, dan pada 2009 menunjukan peningkatan menjadi 29, sementara pada 2010 naik secara signifikan menjadi 58 perusahaan.

"Peningkatan ini selain karena kondisi wilayah Cirebon yang strategis, terlebih karena di sini sudah dibangun jalan Palikanci dan Tol Kanci-Pejagan," kata Abdul Tolib didampingi Kasubsi Pelayanan Administrasi Perijinan, Dede Sudiana, Jumat (29/7/2011).

Meski menjadi primadona perumahan, pihaknya tidak serta merta memberikan izin setiap pengajuan yang masuk. Koordinasi dengan instansi terkait akan tetap dilakukan. Misalnya berkoordinasi dengan Dinas Pertaniana.

"Jangan karena ada investor masuk lalu kemudian mengesampingkan kepentingan yang lebih besar. Intinya kami akan selalu mengacu terhadap RUTR yang ada," tegasnya.

Pertanian terancam

Terkait menjamurnya lokasi-lokasi perumahan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Efendi mengatakan, pada satu sisi dirinya merasa bangga melihat banyaknya investor masuk ke Kabupaten Cirebon. Hal ini menunjukan, Cirebon dinilai semakin bagus di mata investor. Namun di sisi lain sempat muncul kekhawatiran, bahwa peningkatan itu akan semakin menyempitkan lahan pertanian karena terus "termakan" oleh lokasi perumahan.

Untuk itulah, lanjut dia, untuk mempertahankan Kabupaten Cirebon sebagai salah satu lumbung padi (beras) di Jawa Barat, dirinya mengharapkan agar wilayah utara dan barat Cirebon tidak diganggu pembangunan.

"Kita tahu kalau dari utara dan barat, misalnya Panguragan dan Kapetakan, selama ini sebagai lahan pertanian. Sebab wilayah barat dan utara memang menghasilkan produk pertanian handal. Karena itu, silahkan dibangun tapi jangan di kedua kecamatan itu," kata Ali tanpa merinci angka pasti jumlah produksi pertanian di kedua wilayah tersebut.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

"Tipuan" yang Menawan, Dinding Makin Rupawan

Posted: 30 Jul 2011 03:54 AM PDT

KOMPAS.com - Kaya akan tekstur yang unik dan tiada duanya memang menjadi keunggulan kayu. Karena itulah, kayu begitu diminati baik sebagai fasad maupun interior rumah.

Natural, unik, dan hangat adalah sifat-sifat yang bisa didapatkan dengan mengaplikasikan kayu dalam hunian. Namun, semakin banyaknya penebangan pohon-pohon untuk kayu, banyak arsitektur maupun desainer mengakali dengan cara-cara lain namun tetap mempertahankan agar nuansa kayu kental terasa.

Sebut saja, misalnya, dengan memilih furnitur dengan pelapis laminate bertekstur kayu. Pelapis laminate berbahan fiber ini dibuat dengan motif kayu dengan tampilan cenderung glossy.

Pelapis laminate bertekstur kayu tak hanya untuk lantai, tetapi juga pada furnitur lainnya. Seperti pada dinding ruang tamu di rumah contoh Melia Garden, perumahan Graha Raya, Serpong, Tangerang, ini. Dinding ditutup dengan pelapis laminate bertekstur kayu berwarna coklat gelap dari atas sampai bawah.

Sebagai tambahannya, ada ambalan dan laci gantung yang berguna sebagai tempat penyimpan. Meskipun bukan terbuat dari kayu solid, ruangan tetap berkesan hangat dan nyaman karena satu dindingnya bertekstur unik, seperti tekstur kayu. Ruangan pun jadi lebih santai, lebih sejuk, serta "seolah-olah" kembali ke alam.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Sssttt... Yuk, Mandi di Bawah Tangga!

Posted: 29 Jul 2011 12:05 PM PDT

KOMPAS.com - Keberadaan ruang bawah tangga acapkali tidak efektif. Padahal, area ini bisa dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan, bahkan kamar mandi.

Seperti rumah contoh Melia Garden, di Perumahan Graha Raya, Serpong, Tangerang, ini misalnya. Di rumah terdiri dari dua lantai ini terdapat tangga untuk naik-turun. Agar mengoptimalkan ruangan di bawahnya, dibuatlah kamar mandi yang bisa digunakan oleh tamu.

Letak kamar mandi ini dibuat semi level dengan posisi langit-langit tetap memiliki ketinggian rata-rata dan tidak menyulitkan orang ketika masuk. Karena bertujuan mengoptimalkan ruang bawah tangga, kamar mandi di ruang tamu ini dibuat menyesuaikan sisa ruang.

Bentuk kamar ini memanjang dan tidak memberi space yang melebar. Di dalamnya, terdapat satu kloset dan perlengkapan kamar mandi lainnya meskipun tidak terlalu banyak.

Sebagai sebuah saran, kamar mandi di bawah tangga dapat dibuat bila level rumah terletak cukup jauh dengan ketinggian jalan raya. Ini terkait dengan saluran pembuangan yang efektif.

Pencahayaan dan sirkulasi udara juga cukup penting untuk diperhatikan. Pasalnya, di bawah tangga pemakaian exhaust fan bisa menjadi solusi untuk perputaran udara.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar