Jumat, 15 Oktober 2010

Rumah Idaman “Angkasa Pura I Kembangkan Lima Bandara” plus 1 more

Rumah Idaman “Angkasa Pura I Kembangkan Lima Bandara” plus 1 more


Angkasa Pura I Kembangkan Lima Bandara

Posted: 15 Oct 2010 12:17 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I akan mengembangkan lima bandara dalam dua-tiga tahun ke depan dengan investasi mencapai Rp4 triliun.

Lima bandara itu yakni adalah Ngurah Rai Denpasar, Sepinggan Balikpapan, Adi Sutjipto Yogyakarta, Juanda Surabaya dan Ahmad Yani Semarang.

-- Tomy Sutomo

"Lima bandara itu yakni adalah Ngurah Rai Denpasar, Sepinggan Balikpapan, Adi Sutjipto Yogyakarta, Juanda Surabaya dan Ahmad Yani Semarang," kata Dirut PT AP I, Tomy Sutomo kepada pers usai Penandatangan Perjanjian Kerja Bersama 2010-2012 antara Direksi PT AP I dengan Asosiasi Karyawan dan Serikat Pekerja di Jakarta, Jumat.

Pengembangan lima bandara itu, kata Tomy, untuk meningkatkan pelayanan di lima bandara itu. Secara umum, tegasnya, kelima bandara itu rata-rata mengalami kelebihan kapasitas sehingga level pelayanannya menurun.

Dia memberikan contoh, Bandara Ngurah Rai, saat diresmikan disainnya untuk 1,5 juta penumpang per tahun, tetapi saat ini malah lebih dari 9,5 juta penumpang per tahun. Jumlah itu terdiri 4,5 juta penumpang domestik dan lima juta penumpang internasional.

Dikatakannya, bandara yang paling awal dikembangkan adalah Bandara Ngurah Rai pada awal tahun depan. "Kementerian BUMN selaku pemegang saham dan Kementerian Perhubungan sudah memberikan izin," katanya. Dokumen tender untuk beberapa pekerjaan sudah disiapkan dan diharapkan semuanya selesai tahun 2013.

Dia menyebutkan, untuk Ngurah Rai diperlukan dana sekitar Rp2 triliun  terdiri Rp1,25 triliun dari pinjaman dan sisanya dari kas internal. Angkasa Pura I juga akan menggandeng Pemerintah Provinsi Bali untuk membantu membebaskan 129.000 meter lahan untuk pengembangan bandara tersebut.

Tahun ini AP I menargetkan pendapatan Rp2,361 triliun dengan laba bersih sekitar Rp500 miliar. Hingga kuartal III 2010, BUMN Pengelola Bandara di kawasan timur Indonesia itu sudah mengantongi pendapatan Rp1,79 triliun.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Surabaya Plaza Hotel Kembangkan Konsep Green Hotel

Posted: 15 Oct 2010 11:10 AM PDT

SURABAYA, KOMPAS.com - Manajemen Surabaya Plaza Hotel terus mengembangkan konsep "Green Hotel" sebagai wujud kepedulian mendukung gerakan pelestarian dan perbaikan lingkungan yang saat ini kondisinya semakin menurun.

Konsep berwawasan lingkungan yang akan dijalankan itu, meliputi penghematan air, energi listrik dan pengelolaan sampah atau limbah. kami menjadi satu-satunya hotel di Surabaya serta Jawa Timur yang mengembangkan konsep berwawasan lingkungan.

-- Yusak Ans

General Manager Surabaya Plaza Hotel (SPH) Yusak Anshori kepada wartawan di Surabaya, Jumat, mengatakan konsep berwawasan lingkungan yang akan dijalankan itu, meliputi penghematan air, energi listrik dan pengelolaan sampah atau limbah.

"Arah dari kebijakan ini adalah perbaikan lingkungan dan kami menjadi satu-satunya hotel di Surabaya serta Jawa Timur yang mengembangkan konsep berwawasan lingkungan," katanya di sela-sela ulang tahun ke-17 SPH.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, lanjut Yusak, pihaknya meminta bantuan konsultan dari Australia untuk pembenahan manajemen pengelolaan sampah atau limbah.

Ia mengatakan penerapan konsep "Green Hotel" akan berdampak positif terhadap penghematan biaya, tanpa mengurangi pelayanan kepada pelanggan.

"Dari program dan konsep ini, kami juga ingin memberikan edukasi kepada para tamu hotel untuk ikut peduli terhadap masalah lingkungan. Beberapa hotel di Indonesia juga sudah mulai menerapkan konsep serupa," tambah Yusak.

Sebelumnya pada awal Agustus 2010, SPH telah meraih penghargaan nasional "Best Indonesia Green Hotel 2010" atas kebijakan hijau berwawasan lingkungan sehat, yakni bebas asap rokok di hotel atau yang dikenal 100 persen bebas rokok sejak 2009.

Selain SPH, penghargaan dari Majalah Bisnis & CSR dengan dukungan DPD RI dan "The La Tofi School of Corporate Social Responsibility" tersebut, juga diberikan kepada 54 entitas lain di seluruh Indonesia.

"Penghargaan itu membuat motivasi kami untuk mengembangkan hotel berwawasan lingkungan makin tinggi. Kami juga berharap bisa mendapatkan sertifikat ramah lingkungan dari konsep yang baru nanti," ujar Yusak Anshori.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar