Jumat, 22 Oktober 2010

Rumah Idaman “Santika Bengkulu Mulai Dibangun” plus 3 more

Rumah Idaman “Santika Bengkulu Mulai Dibangun” plus 3 more


Santika Bengkulu Mulai Dibangun

Posted: 23 Oct 2010 02:08 AM PDT

BENGKULU, KOMPAS.com - Hotel Santika Bengkulu mulai dibangun. Pembangunan hotel berbintang ini mendukung program tiga pilar karena menyerap ratusan tenaga kerja. 

"Pembangunan hotel berbintang dapat meningkatkan perekonomian yang merupakan salah satu dari program tiga pilar," kata Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedi saat peletakan batu pertama pembangunan Hotel Santika, hotel berbintang tiga di kawasan Sawah Lebar, Kota Bengkulu. Pembangunan hotel berbintang di daerah ini dapat membuka peluang kerja bagi ratusan warga Bengkulu yang kompeten di bidang perhotelan dan pariwisata.

"Hotel dengan konstruksi lima tingkat dan 80 kamar ini pasti membutuhkan tamatan Sekolah Menengah Kejuruan dari daerah ini karena bila mengambil dari daerah lain tentu membutuhkan pengeluaran yang banyak," katanya. Dengan demikian dapat berdampak positif bagi perekonomian Bengkulu dan menjadi hotel berkelas dengan klasifikasi bintang tiga.

Selain itu pajak yang dikeluarkan pun tinggi sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bengkulu.  "Kami yakin hotel berbintang yang dibangun di Bengkulu dapat memaksimalkan potensi Daerah ini," katanya.

Sementara itu Cita Dewantoro, General Manager Hotel Santika mengatakan, pihaknya akan berusaha agar hotel dapat bertaraf internasional. "Hotel ini akan menjadi kebanggaan Bengkulu dan kami berharap dapat bertaraf internasional," katanya.

Ia berharap agar pembangunan hotel tersebut dapat berjalan dengan lancar sehingga mewujudkan harapan Bengkulu dalam peningkatan perekonomian. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Kuartal III, Sektor Properti Jakarta Tumbuh 15 Persen

Posted: 23 Oct 2010 01:12 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsultan properti, Coldwell Banker Commercial mencatat, pada kuartal III tahun ini, sektor properti Jakarta secara umum tumbuh 10-15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. "Ini dipicu membaiknya kondisi ekonomi makro Indonesia," kata Senior Vice President Coldwell Banker Commercial, Tommy Bastamy, kepada pers di Jakarta, pekan ini.

Pasar properti yang paling tinggi adalah sektor perkantoran, baru setelah itu kondominium dan residensial (hunian) dan lainnya.

-- Tommy Bastamy

Menurut dia, indikasinya pertumbuhan ekonomi hingga kuartal kedua 2010 telah mencapai sebesar 6,2 persen dan tingkat konsumsi juga naik lima persen.

Sementara itu, sejak kuartal II 2009 pasar properti di Jakarta menunjukkan perkembangan positif. Dampak krisis global akhir 2008-2009 hanya untuk negara lain, sedang di Indonesia, pasar properti relatif tak terpengaruh," katanya.

Dijelaskan, pasar properti yang paling tinggi adalah sektor perkantoran, baru setelah itu kondominium dan residensial (hunian) dan lainnya. "Sektor perkantoran tumbuh sebesar 20 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu dengan peningkatan permintaan menjadi 54 ribu meter persegi  dibandingkan 2009 sebesar 45 ribu meter persegi," katanya.

Luas area baru pun untuk perkantoran di Jakarta, juga meningkat menjadi 6.000 meter persegi sehingga total hingga ini mencapai 6.141.335 meter persegi dengan rincian kawasan primer seluas 3.836.765 meter persegi dan area sekunder seluas 2.304.570 meter persegi.

Setelah sektor perkantoran, ia melanjutkan, sektor kondominium mengalami pertumbuhan signifikan karena suku bunga Kredit Perumahan Rakyat (KPR) untuk kondominium relatif terjaga rendah, yakni masih sekira sembilan persen. "Di bawah dua sektor tadi ditempati oleh sektor ritel," katanya.

                                                   Bergeser ke selatan 
Pada bagian lain, Tommy mengakui, pembangunan kawasan perkantoran di daerah Jakarta semakin bergeser ke daerah Selatan Jakarta seperti sepanjang Jalan TB Simatupang. "Pusat pemerintahan sering kena demonstrasi sehingga bisa merugikan perusahaan yang berkantor dekat kawasan pemerintahan," katanya.

Selain itu, menurut Tommy, perkembangan Jalan TB Simatupang dalam lima tahun terakhir meningkat pesat. Infrastruktur di sepanjang jalan ini telah siap menunjang pembangunan kawasan perkantoran. "Untuk ritel saja sudah ada Citos (Cilandak Town Square), Pejaten Village dan Poins Square," katanya.

Ditunjang dengan akses Jalan tol dan kemudahan transportasi, yaitu tiga terminal yang mengelilingi Jl TB Simatupang, Terminal Kampung Rambutan, Lebak Bulus dan Blok M membuat jalan ini siap menjadi kawasan pusat daerah bisnis (CBD) baru. "Apalagi nanti akan ada koridor Busway yang melintasi jalan TB Simatupang," katanya.

Posisi Jalan ini merupakan kawasan strategis namun harganya masih jauh lebih murah dibandingkan dengan kawasan yang telah menjadi kawasan CBD. Harga tanah strata title di sini baru mencapai Rp 8-12 juta per meter persegi sedangkan di kawasan CBD harganya sudah mencapai Rp 16-18 juta per meter persegi.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tegal Ajak Investor Kembangkan Properti

Posted: 23 Oct 2010 01:05 AM PDT

TEGAL, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah, terus mendorong para investor mengembangkan usaha di berbagai sektor, termasuk bidang properti.

"Kami telah banyak memfasilitasi dan memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi investor untuk mengembangkan bisnis di berbagai bidang, termasuk bidang properti," kata Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya, saat menghadiri Grand REI Expo 2010, di Tegal, pekan ini.

Dia mengatakan, kehadiran investor lokal yang hadir membangun kompleks perumahan di kawasan Kota Tegal menunjukkan bahwa investor lokal saat ini memang sudah banyak yang tertarik dan terpanggil untuk berinvestasi di kampung halamannya.

Pengembangan properti di Kota Tegal, lanjutnya, tidak lagi terbatas pada pengembangan perumahan tetapi juga pusat perekonomian baru.

Menanggapi masalah perizinan, Ikmal mengatakan bahwa untuk perizinan di Kota Tegal sudah menerapkan sistem "One Stop Service", sehingga dalam pelayanan perizinan cukup di satu tempat saja. Diharapkan dengan sistem tersebut para pengembang bisa berinvestasi di Kota Tegal karena lokasinya yang cukup strategis, katanya.

Sementara Komisaris Real Estate Indonesia (REI) Tegal, Drajat Adi Prayitno, mengatakan mulai awal tahun 2011, pemerintah memberlakukan ketentuan, tidak ada lagi perumahan tipe rumah sehat sederhana (RSH), istilah tersebut akan diganti dengan rumah sejahtera.

Perubahan ini, lanjutnya, diikuti dengan perubahan harga rumah yang naik dari Rp55 juta per unit menjadi Rp80-an juta per unit, dengan besaran subsidi yang juga naik dari Rp8,5 juta, menjadi Rp19,5 juta per unit, jangka waktu pinjaman dibatasi maksimal 15 tahun.

Dia mengatakan, acara REI Expo ini diprakarsai para pengusaha yang tergabung dalam REI Jateng Cabang Tegal diikuti anggotanya berasal dari  Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes dengan memamerkan semua jenis tipe rumah, mulai dari rumah sederhana hingga kelas menengah ke atas.

Keanggotaan REI di Tegal saat ini bertambah menjadi 22 anggota, sebelumnya hanya empat anggota pada tahun 2009. Transaksi yang ditargetkan dari kegiatan ini sebesar Rp9 miliar, atau lebih besar dari tahun lalu yang hanya Rp7 miliar, katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tiga Tol Dibangun di Palembang

Posted: 23 Oct 2010 12:51 AM PDT

Sorry, Readability was unable to parse this page for content.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar