Rabu, 06 Oktober 2010

Rumah Idaman “Kemenpera Segera Wujudkan Tabungan Wajib Perumahan” plus 2 more

Rumah Idaman “Kemenpera Segera Wujudkan Tabungan Wajib Perumahan” plus 2 more


Kemenpera Segera Wujudkan Tabungan Wajib Perumahan

Posted: 06 Oct 2010 02:42 PM PDT

SURABAYA, KOMPAS.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) segera mewujudkan tabungan wajib perumahan bagi masyarakat karena dapat mempercepat pembangunan rumah sejahtera tapak bagi kalangan menengah bawah. 

Untuk kalangan pegawai negeri sipil realisasi tabungannya bisa melalui Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS) sedangkan kalangan pekerja swasta dengan dukungan Jamsostek.

-- Suharso Monoarfa

"Untuk kalangan pegawai negeri sipil realisasi tabungannya bisa melalui Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS) sedangkan kalangan pekerja swasta dengan dukungan Jamsostek," kata Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, saat menghadiri Musyawarah Daerah Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim di Hotel Shangri-La Surabaya, Rabu.

Menurut dia, pengadaan tabungan wajib perumahan merupakan tindak lanjut diterapkannya fasilitas likuiditas pembangunan perumahan (FLPP) yang diberlakukan sejak 3 Oktober ini. "Kami yakin, dengan cara ini kebutuhan rumah di Indonesia yang saat ini mencapai sekitar 8 juta unit dapat berkurang," ujarnya.

Selain itu, pria asal Gorontalo tersebut, menilai, lambannya realisasi pembangunan unit rumah sederhana sehat (RSh) di Jatim. Dari target 20 ribu unit yang direncanakan selesai akhir 2010, kini hanya terwujud 12 ribu unit. "Sisanya sebanyak 8 ribu unit baru akan diselesaikan per akhir tahun 2011," katanya.

Untuk itu, ia menyarankan, pemerintah daerah meningkatkan sinergi antarpemangku kebijakan. Contohnya, PT Asabri (Persero) memberikan jaminan kredit dan Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP) memberikan bantuan dalam bentuk uang muka.

"Dukungan percepatan ini karena harga jual rumah sederhana sehat senilai Rp55 juta per unit yang dipatok pemerintah sekarang ini dinilai sudah tidak sesuai untuk wilayah Jawa, Papua, Maluku Utara, dan Gorontalo," katanya.

Di samping itu, ia meminta, pemerintah daerah memberikan kebijakan seperti penghapusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kebijakan itu sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Bekasi. "Kami harap Surabaya dapat mengikuti jejak mereka. Kalau bisa perizinan (perumahan) dalam satu atap misal yang diterapkan di Sragen dan Solo," katanya.

Sorotan Menpera tersebut, dibenarkan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Rasiyo, mewakili Gubernur Soekarwo. Ia melanjutkan, Apersi Jatim harus berperan dalam sisi ketersediaan rumah. "Upaya percepatan pembangunan rumah sederhana sehat bisa dilakukan dengan sinergi para pemangku kebijakan untuk melaksanakan percepatan pembangunan perumahan," katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Dwight C. Schar, Pengusaha Sukses Properti AS

Posted: 06 Oct 2010 12:44 PM PDT

KOMPAS.com - Masa depan adalah sebuah misteri yang hanya mampu terkuak seiring perjalanan waktu. Misteri tentang masa depan ini juga dilalui oleh Dwight C. Schar. Pria asal Ohio, Amerika Serikat (AS) ini semula bercita-cita menjadi seorang pengajar. Takdir membawanya menjadi pengusaha properti yang sukses.

Saat ini, pria kelahiran 68 tahun silam tersebut adalah pemimpin perusahaan properti NVR Inc. Perusahaannya masuk peringkat tujuh besar dari 500 perusahaan di AS yang memiliki pertumbuhan pendapatan tertinggi. Tahun lalu, NVR mampu mencatat penjualan senilai US$ 2,75 miliar. Jumlahnya meningkat 25,8 persen dari tahun sebelumnya.

Adapun laba bersih NVR sepanjang tahun lalu mencapai US$ 192,2 juta. Jumlah ini melonjak 90,5 persen dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun 2008. Laba yang besar itu disokong rata-rata penjualan rumah sebesar 15.000 unit tiap tahun di seluruh Amerika. Rumah yang dijual NVR ini bervariasi mulai dari rumah hunian atau klaster, town house hingga kondominium dengan ukuran berbeda-beda.

Ukuran rumah yang dijual mulai dari luas 1.000 meter persegi hingga 7.300 meter persegi. Sedangkan kisaran harga jualnya US$ 56.000 - US$ 2 juta per unit. Selain penjualan, NVR melayani jasa kredit perumahan dan jasa properti lain.

Saat ini, NVR beroperasi di 18 area metropolitan yang tersebar di 11 negara bagian AS, yang meliputi Maryland, Virginia, West Virginia, Pennsylvania, New York, New Jersey, Delaware, Ohio, North Carolina, South Carolina dan Tennessee.

NVR juga memayungi beberapa perusahaan properti lain, seperti Ryan Homes, Fox Ridge Homes, Rymarc Homes, dan NVHomes. Namun, Schar tak mau hanya menanamkan duitnya di bisnis properti. Ia memiliki 15 persen saham di klub sepakbola Washington Redskins. Untuk mendapatkan porsi saham itu, dia harus merogoh kantong sebesar US$ 70 juta.

Schar juga menguasai 40 persen saham di perusahaan hiburan, Flags Inc. Perusahaan itu memiliki banyak program acara hiburan televisi, seperti The American Music Awards, The Academy of Country Music Awards, Dick Clark's New Year's Rocki'n Eve, dan berbagai acara komedi spesial, serta program anak-anak.

Dengan hartanya, Schar banyak membeli villa mewah dari para selebriti dan miliuner lain. Misalnya, pada enam tahun lalu, dia membeli rumah di Palm Beach senilai US$ 70 juta. Rumah mewah itu dibelinya dari pemilik perusahaan kosmetik Revlon Inc, Ron Perelman, dan istrinya yang berprofesi aktris, Ellen Barkin.

Harga rumah itu merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah AS untuk penjualan sebuah rumah hunian. Sebelumnya, penjualan rumah tertinggi senilai US$ 50 juta di wilayah Lake Tahoe.

Rumah Schar di Palm Beach seluas 26.000 meter persegi, dengan pemandangan tepi pantai. Rumah itu memiliki tujuh kamar tidur, 18 kamar mandi, dan bioskop pribadi. Di sana juga ada kolam renang besar, beberapa guest house, spa, dan gym modern. Ia juga membangun tiga garasi mobil, memperpanjang jalan masuk, dan mendirikan balkon di sebuah jembatan dari ruangan tamu ke rumah utama.

Dalam satu abad ini, Palm Beach merupakan wilayah hunian favorit bagi orang-orang kaya. Kini, Schar bertetangga dengan pemilik Netscape, Jim Clark, pemilik Sotheby's, Alfred Taubman, dan pemilik Tampa Bay Buccaneers, Malcolm Glazer.

Berkat pencapaian bisnis dan berbagai aset tersebut, Schar menjadi orang terkaya ke-399 di seantero Amerika Serikat versi majalah Forbes. Harta kekayaannya senilai US$ 1 miliar.  (Rizki Caturini/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Intiland Luncurkan Ngoro Industrial Park 2 dan Graha Natura di Jatim

Posted: 06 Oct 2010 09:27 AM PDT

SURABAYA, KOMPAS.com  – Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kinerja usaha, khususnya dari pasar properti di
Surabaya. Langkah ini ditempuh melalui upaya peningkatan penjualan secara agresif dari proyek-proyek yang sudah ada maupun dengan meluncurkan proyek-proyek baru.

Lennard Ho Kian Guan, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Intiland mengakui pasar properti di Surabaya sangat potensial dan tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tren kebutuhan masyarakat terhadap produk-produk properti, baik sektor perumahan, perkantoran, dan kawasan industri mengalami peningkatan.

"Kami telah menyiapkan strategi ekspansi secara agresif untuk pasar Surabaya. Pada tahun ini kami akan meluncurkan sejumlah proyek baru berskala besar, termasuk Ngoro Industrial Park 2 di Mojokerto," kata Lennard di Surabaya.

Upaya ekspansi ini, diakuinya, menjadi bagian dari proses transformasi perusahaan yang dilakukan setahun terakhir. Penjualan cepat terhadap sisa inventori yang kurang menguntungkan, penambahan modal melalui rights issue, akuisisi lahan-lahan potensial, serta peluncuran proyek-proyek besar menjadi bagian dari strategi utama menciptakan pola pertumbuhan berkelanjutan dan nilai tambah perusahaan di masa depan.

Salah satu proyek baru berskala besar yang segera diluncurkan adalah pengembangan kawasan perumahan Graha Natura. Proyek perumahan yang lokasinya berada di kawasan Surabaya Barat ini merupakan kawasan pemukiman terpadu yang memiliki potensi pengembangan seluas 100 hektar. Peluncuran Graha Natura ini menyusul kesuksesan perseroan dalam mengembangkan Graha Famili sebagai barometer kawasan perumahan ideal di Surabaya.

Manurut Lennard, Intiland sangat optimistik proyek Graha Natura akan menjadi salah satu key project atau proyek utama yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kinerja Intiland di masa depan. Proyek ini memiliki skala pengembangan cukup luas dan terpadu serta diperkirakan akan selesai dalam lima tahun ke depan.

"Kami telah melakukan investasi awal untuk pembebasan lahan dan pembangunan sarana infrastruktur kawasan. Kami yakin Graha Natura akan menjadi salah satu perumahan paling favorit bagi masyarakat Surabaya yang menginginkan hunian yang modern dan asri serta menjadi sarana investasi yang menguntungkan," kata Lennard lebih lanjut.

Perumahan Graha Natura didesain untuk membidik segmen pasar menengah ke atas. Untuk pengembangan tahap pertama, perseroan telah menyediakan lahan seluas 32 hektar yang akan dikembangkan untuk 492 kavling rumah tinggal yang terbagi ke delam empat kluster. 

Sinarto Darmawan, Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer Intiland mengungkapkan proyek Graha Natura rencananya diluncurkan pada Desember 2010. Untuk penjualan tahap pertama, Intiland
akan memberikan harga sangat kompetitif yakni Rp3 juta per meter persegi.

"Kami telah memulai pembangunan infrastruktur dan 16 unit rumah contoh karya arsitek ternama Indonesia, antara lain seperti Denny Gondo dan Vincent Hadi," kata Sinarto.

Rencana induk atau masterplan pengembangan Graha Natura dikerjakan oleh firma arsitek terkemuka
Peddle Thorp Indonesia. Sementara untuk desain arsitektural lanskap dipercayakan kepada Karl
Prinsic, sebuah firma arsitektur yang banyak mengerjakan desain lanskap hotel-hotel di Bali.

Sebagai perumahan baru di Surabaya, menurutnya, Graha Natura menawarkan konsep dan nilai lebih sebuah kawasan hunian ideal. Graha Natura dibangun tidak hanya untuk menjadi kawasan perumahan modern yang asri dan nyaman, tetapi juga sangat memperhatikan aspek kesehatan bagi para penghuninya sebagai salah satu perhatian utama.

Konsep tersebut diterjemahkan antara lain dengan merancang sistem infrastruktur limbah rumah tangga (septic tank) yang terpadu untuk semua kawasan. Infrastruktur septic tank tidak ditempatkan di masing-masing rumah, namun disalurkan ke pusat pengolahan untuk didaur ulang.

"Penempatan septic tank yang ditanam di area rumah sangat rawan dan tidak baik bagi kesehatan karena ada resiko kebocoran yang bisa menyebabkan bakteri berkembang di mana-mana. Di Graha Natura infrastruktur septic tank disalurkan ke pusat pengolahan terpadu, sehingga aman bagi lingkungan dan memenuhi aspek kesehatan bagi para penghuninya," tutur Sinarto.

Pembangunan infrastruktur pengolahan limbah terpadu di Graha Natura ini mendapatkan bantuan dari Meinhardt asal Australia. Meinhardt merupakan perusahaan konsultan ahli infrastruktur untuk pengolahan limbah septic tank, jaringan serat optik, dan daur ulang air secara terpadu.

Proyek baru lainnya adalah pengembangan tahap selanjutnya dari Intiland Tower Surabaya. Berlokasi persis disebelah Intiland Tower Surabaya, rencananya dibangun proyek mixed-use development di area seluas 1,1 hektar.

"Di area tersebut, Kami akan membangun gedung perkantoran strata title, hotel, dan ritel. Kami akan meluncurkan proyek ini pada awal tahun 2011," kata Sinarto.

Pengembangan proyek baru Intiland berikutnya adalah pembangunan jaringan Whiz Hotels di Surabaya. Di kota Pahlawan ini Whiz Hotel Surabaya rencanannya dibangun di jalan Mayjen Sungkono dengan ketinggian bangunan 14 lantai dan memiliki 147 kamar. Pembangunan Whiz Hotel Surabaya saat ini dalam tahap finalisasi desain dan rencananya mulai dibangun akhir 2010.

Pembangunan Whiz Hotel Surabaya ini menyusul kesuksesan perseroan meluncurkan Whiz Hotel Yogyakarta. Hotel pertama dari jaringan Whiz Hotels ini telah beroperasi dan akan melakukan grand opening pada 10 Oktober 2010. Hotel ini berada di Jalan Dagen, Malioboro, sebuah kawasan wisata utama di Yogyakarta.

Bersamaan dengan rencana pembangunan Whiz Hotel Surabaya, Intiland juga telah memulai pembangunan Whiz Hotel Semarang, dan akan disusul kota-kota lain seperti Jakarta, Bali, dan Balikpapan.

Intiland terus menjajaki potensi pengembangan Whiz Hotel di berbagai kota besar di Indonesia. Peluang pengembangan hotel tersebut akan dilakukan melalui skema kerjasama strategis dengan pemilik tanah, build-operate-transfer, maupun sebagai manajemen operator hotel. 

"Kami akan mengeksplorasi sejumlah peluang baru bersama beberapa investor potensial yang memungkinkan jaringan Whiz Hotels tumbuh dengan cepat secara signifikan," kata Sinarto yang juga merupakan presiden komisaris PT Intiland Infinita, anak usaha Intiland yang menjadi induk usaha untuk divisi perhotelan.

Selain proyek-proyek baru yang segera diluncurkan, Intiland juga mendapatkan kemajuan yang pesat dalam pengembangan kawasan industri Ngoro Industrial Park tahap kedua (NIP 2). Pembangunan proyek seluas 225 hektar ini tengah dalam tahap pengerjaan infrastruktur seluas 100 hektar yang diperkirakan selesai pada 2011.

Selain NIP 2, Intiland saat ini sedang mengeksplorasi peluang untuk pengembangan kawasan industri lainnya. Perseroan tengah mencari peluang untuk mengembangkan lahan di lokasi lainnya di Surabaya. Upaya ekspansi ini menjadi wujud komitmen Intiland untuk menjadikan kawasan industri sebagai salah satu mesin bisnis di masa depan.

Selain proyek-proyek tersebut, Intiland sedang menyiapkan sedikitnya tiga proyek baru di Surabaya. Proyek-proyek baru ini sedang dalam tahap finalisasi perencanaan dan segera diluncurkan dalam waktu dekat. 
 
Intiland adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan pengalaman hampir 40 tahun. Mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia sejak 1992, Intiland dikenal sebagai inovator dan penggagas trend di industri properti Indonesia. Dalam beberapa tahun, Intiland mengembangkan banyak gedung yang menjadi ikon nasional, melalui Intiland Tower dua gedung kebanggaan di Jakarta dan Surabaya yang dirancang oleh Paul Rudolph dan The Regatta, kondominium tepi pantai yang mewah di Pluit, Jakarta Utara yang dirancang oleh Tom Wright (perancang Burj Al Arab).

Kami telah menyiapkan strategi ekspansi secara agresif untuk pasar Surabaya. Pada tahun ini kami akan meluncurkan sejumlah proyek baru berskala besar, termasuk Ngoro Industrial Park 2 di Mojokerto.

-- Lennard Ho

Pengembangan kawasan pemukiman utama di Surabaya, Graha Famili telah menjadi salah satu kawasan perumahan paling prestisius. Saat ini, Intiland memiliki portofolio produk properti beragam, termasuk kawasan pemukiman, gedung perkantoran, apartemen, pengelolaan gedung, kawasan industri, serta pengelolaan sarana olah raga dan golf. Intiland telah menjadi pengembang properti dengan konsep gaya hidup yang terkemuka.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar