Selasa, 05 Oktober 2010

Rumah Idaman “Hypermart Bakal Buka Banyakk Gerai di Indonesia Timur” plus 2 more

Rumah Idaman “Hypermart Bakal Buka Banyakk Gerai di Indonesia Timur” plus 2 more


Hypermart Bakal Buka Banyakk Gerai di Indonesia Timur

Posted: 06 Oct 2010 01:36 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com -  Grup Lippo sudah merumuskan langkah konkret untuk memfokuskan bisnis di Indonesia Timur lewat tentakel bisnisnya. Tengoklah Hypermart milik PT Matahari Putra Prima Tbk yang berniat membuka lebih banyak gerai di Indonesia Timur.

Benjamin Mailool, Presiden Direktur Matahari mengatakan, sumber daya alam yang berlimpah di luar Jawa serta sumber daya manusia yang semakin maju menjadi salah satu alasan Hypermart mau ekspansif ke luar Jawa. Di sisi lain, persaingan hipermarket di luar Jawa pun tak seketat Jawa.

Untuk itulah, dalam beberapa tahun ke depan Matahari berniat membuka puluhan gerai lagi di luar Jawa, khususnya di Indonesia Timur. Saat ini Hypermart sudah memiliki hampir 50 gerai. Empat di antara gerai itu dibuka tahun 2010. Tahun ini, perusahaan menargetkan akan mengoperasikan delapan sampai 12 gerai. Berarti, ada sekitar empat sampai delapan gerai tambahan yang akan dibuka di sisa tahun ini.

"Kami sudah punya satu gerai di Ambon, sementara Maluku masih sangat luas, kami berniat buka lagi di sana dan Nusa Tenggara," lanjut Benjamin. Sejauh ini, gerai Hypermart yang ada di luar Jawa antara lain terletak di Sumatera, Manado, Makassar, Ambon, Denpasar, dan Jayapura. Luas gerai Hypermart ini mencapai 6.000-8.000 meter persegi (m2).

Dalam membuka jaringan gerai baru, Matahari akan lebih dulu mensurvei kondisi demografis di sekitar gerai. Meski melakukan penetrasi di luar Jawa, namun Matahari akan menyesuaikan lokasi gerai dengan tingkat ekonomi yang sesuai dengan segmen Hypermart. Dengan strategi ini, Hypermart optimistik pendapatan tahun ini bisa tumbuh 16,9 persen menjadi Rp 7,6 triliun.

Total pendapatan Hypermart tahun lalu mencapai RP 6,5 triliun. Sebanyak 40 persen dari pendapatan ini masih disumbang oleh Pulau Jawa. Sementara luar Jawa memberikan kontribusi 60 persen. "Meski satu pulau, namun Jawa memberikan porsi 40 persen, ini angka cukup besar sehingga menandakan luar Jawa berpotensi untuk ditingkatkan," kata Benjamin. (Gloria Haraito/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Sol Melia, W Hotels, Shangri-La, Alrov Buka Hotel di London

Posted: 06 Oct 2010 01:30 AM PDT

LONDON, KOMPAS.com -  Kota London bersiap disesaki hotel-hotel baru, jelang olimpiade musim panas tahun 2012. Pekan lalu, grup hotel terkemuka asal Spanyol, Sol Melia mengumumkan rencananya untuk membuka hotel baru di London tahun 2012 mendatang.

The ME London Hotel berlokasi di Aldwych, di sebuah gedung yang sebelumnya ditempati BBC dan Marcony Company. Dengan jumlah 172 kamar, arsitek Norman Foster berada dibelakang desain The ME London. Foster sendiri merupakan arsitek yang merancang Hongkong International Airport, Beijing Capital's International Terminal, dan gedung Gherkin London.

Pengelolaan bangunan senilai 52 juta itu berada di tangan ME by Solia, merek premium dari Sol Melia.

ME tidak sendiri, beberapa jaringan hotel terkemuka juga tengah menyiapkan hotel baru di London. Sebut saja grup W Hotels yang sudah menyiapkan hotel barunya untuk tahun depan, kemudian Shangri-La yang rencananya dibuka tahun 2012. Jaringan hotel asal Israel, Alrov, juga merenovasi hotelnya dan menyiapkannya dengan nama baru, Cafe Royale tahun 2012 mendatang. (The Independent/Agung Ardyatmo/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Ace Hardware Buka Toys Kingdom di Gandaria City

Posted: 06 Oct 2010 01:22 AM PDT

Anak perusahaan Ace Hardware, Toys Kingdom, akan membuka gerai baru di Gandaria City, November 2010

JAKARTA, KOMPAS.com -  Bisnis ritel mainan modern semakin gencar ekspansi. Pada 13 November nanti, PT Toys Games Indonesia akan mengoperasikan gerai Toys Kingdom di mal Gandaria City. Anak usaha PT Ace Hardware Indonesia Tbk ini nantinya akan terintegrasi dengan gerai Ace Hardware dan Index.

Teresa Wibowo, Manajer Iklan dan Promosi Toys Games mengatakan, bisnis gerai mainan memang semakin berkembang seiring dengan peran orangtua memilihkan mainan yang positif dan mendukung perkembangan pendidikan anak. "Orang tua yang mendorong anak-anak untuk bermain sambil belajar mempengaruhi mainan yang dipilih juga edukatif," ujar Teresa kepada KONTAN.

Saat ini Toys Kingdom sudah memiliki tiga gerai yang terletak di Grand Indonesia, Living Plaza Semarang, dan Living Plaza Bekasi. Living Plaza ialah mal setinggi tiga sampai empat lantai yang berisi gerai modern Grup Ace Hardware. Toys Kingdom membagi produk menjadi enam kategori, yakni mainan edukatif, outdoor, perempuan, laki-laki, bayi, dan binatang. Sepanjang tahun ini Toys Kingdom menargetkan membuka lima gerai dengan investasi Rp 2 miliar per gerai.

Meski pemain baru, namun Toys Kingdom tak gentar menghadapi gerai mainan yang sudah lama ada. Sebab, selain menyajikan mainan, suasana toko juga dirancang agar anak-anak nyaman bermain. Sebab, setiap anak boleh mencoba mainan sebelum membeli.

Teresa mengatakan, sebagian besar mainan di Toys Kingdom merupakan mainan bermerek internasional. Beberapa merek yang disajikan di Toys Kingdom antara lain rumah boneka produksi Lunby Gothenburg Dollhouse, asal Swedia. Produk lain yang menyesaki gerai Toys Kingdom misal yang diproduksi oleh Mattel Inc, Hasdro Inc, dan Nickelodeon Inc. Ada pula beberapa merek internasional yang diproduksi di China.

Jenis mainan ini biasanya memiliki kelas premium sehingga tidak berkompetisi langsung dengan mainan China yang dijual di pasar tradisional. "Itu sebabnya kami tidak merasakan dampak berarti dari impor mainan China yang menyasar kelas menengah ke bawah," ujar Teresa. (Gloria Haraito/KONTAN)

sebagian besar mainan di Toys Kingdom merupakan mainan bermerek internasional. Beberapa merek yang disajikan di Toys Kingdom antara lain rumah boneka produksi Lunby Gothenburg Dollhouse, asal Swedia.

-- Teresa Wibowo

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar