Jumat, 08 Oktober 2010

Rumah Idaman “Aston Operasikan favehotel MEX Building di Surabaya” plus 2 more

Rumah Idaman “Aston Operasikan favehotel MEX Building di Surabaya” plus 2 more


Aston Operasikan favehotel MEX Building di Surabaya

Posted: 08 Oct 2010 01:54 PM PDT

SURABAYA, KOMPAS.com – Aston International terus mengembangkan pelayanan terpilih grup favehotel dengan dibukanya favehotel MEX Building di Surabaya.

favehotel MEX Building - Surabaya, menempati beberapa lantai dari gedung MEX, sebuah kompleks hiburan terkenal dan modern yang terletak di daerah pusat bisnis Surabaya, hanya berjalan kaki ke Tunjungan Plaza, salah satu tempat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara.

favehotel baru ini menawarkan 78 kamar modern namun penuh gaya, nyaman dan fungsional dengan harga kamar yang sangat kompetitif dan ruang pertemuan yang dapat menampung hingga 30 tamu. Tamu hotel akan mendapatkan keuntungan dari keunggulan favehotel seperti tempat tidur yang luar biasa, akses internet gratis berkecepatan tinggi, dan desain terkini serta kenyamanan dari berbagai fasilitas hiburan yang terletak di dalam gedung MEX seperti berbagai restoran dan klub malam yang paling popular di Surabaya "Blowfish."

Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Aston International, Mr Norbert Vas, mengatakan, "Kami sangat gembira untuk membuka favehotel baru, dan merupakan yang pertama di Surabaya. Lokasi di dalam gedung MEX sesuai bagi favehotel yang ditujukan untuk menyediakan hotel berbujet yang menyenangkan dan membawa gaya serta desain menarik untuk segmen hotel bintang 2 lainnya."

favehotel MEX Building merupakan salah satu dari dua favehotel baru yang sedang dibangun di Surabaya dan dimiliki oleh Grup Maspion, salah satu perusahaan konglomerat terbesar dan paling dihormati di Indonesia. favehotel kedua milik Maspion untuk Surabaya yang sedang dalam tahap perencanaan awal dan akan memiliki sekitar 100 kamar tidur dan café shop eklektik serta beberapa tempat pertemuan. 

favehotel merupakan brand pilihan terbaru yang diluncurkan Aston International, grup hotel terbesar di Indonesia, ditujukan untuk menawarkan pilihan menginap dengan harga terjangkau, baru, menarik. Ini merupakan hotel bintang dua kontemporer bagi para pelancong berbujet.

Sejak diluncurkan Juli 2009, favehotel telah menjadi yang terdepan bagi sektor hotel berbujet sehingga menjadikannya sebagai standar industri dalam hotel pilihan dengan desainnya yang menarik, ditujukan bagi kelas menengah.  

Aston memasuki pasar Indonesia pada akhir tahun 1990-an dan saat ini menjadi perusahaan pengelola keramahtamahan terdepan di Indonesia yang menawarkan jaringan hotel, kondotel, resort, serviced apartments, dan villa.

Aston International mengelola hotel bintang 5 (Grand Aston), bintang 4 (Aston) dan bintang 3 (Aston City Hotel dan Quest) serta bintang 2 (favehotel). Aston International juga menawarkan resor villa mewah dengan brand Royal Kamuela dan Kamuela serta beberapa pilihan properti eklektik yang memiliki standar berbeda dan unik. 

favehotel baru ini menawarkan 78 kamar modern namun penuh gaya, nyaman dan fungsional dengan harga kamar yang sangat kompetitif dan ruang pertemuan yang dapat menampung hingga 30 tamu

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Jalan Tol Manado-Bitung Didukung Penuh

Posted: 08 Oct 2010 12:28 PM PDT

Lokasi Kota Manado dan Kota Bitung di Sulawesi Utara.Pemerintah berencana membangun jalan tol sepanjang 53,5 km antara Manado-Bitung

BITUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung  mendukung pembangunan jalan tol sebagai penghubung antara Kota  Manado- Kota Bitung.

Pemkot Bitung Sangat mengharapkan jalan tol ini dibangun karena Bitung kota pelabuhan memiliki beragam kekayaan alam, termasuk aneka obyek wisata.

-- Hanny Sondakh

Wali Kota Bitung Hanny Sondakh mengatakan, jalan tol merupakan solusi baik dalam mengatasi masalah kemacetan di ruas jalan Manado-Bitung, di Bitung, Jumat. "Untuk mengurangi kemacetan di jalan trans Manado-Bitung, maka jalan tol merupakan solusi terbaik, hingga Pemkot Bitung bersama DPRD kota tersebut prinsipnya sangat mendukung, "kata Sondakh.

Sampai saat ini Pemkot Bitung masih menunggu petunjuk Gubernur Sulut SH Sarundajang. Pastinya Pemprov akan mengundang Pemkot Bitung membicarakan rencana tersebut. Pemkot Bitung harus mengikuti rencana kerja dari Pemprov Sulut sehingga akan terwujud suatu kesatuan dalam membangun, terutama Kota Bitung agar menjadi lebih baik.

Sondakh mengakui jalan tol sangat diharapkan karena Bitung sebagai kota pelabuhan memiliki beragam kekayaan alam, termasuk aneka obyek wisata

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulut Alex Wowor ketika melakukan kunjungan kerja bersama anggota DPD RI, Rabu lalu di Bitung mengatakan rencana pembangunan jalan tol Manado-Bitung. 

Pembangunan jalan tersebut awalnya disetujui panjangnya sekitar 53 km dari titik nol Kota Manado ke arah Minahasa Utara dan Bitung dengan anggaran Rp 4,7 triliun. Namun ada pengurangan menjadi Rp1,3 triliun setelah melalui kajian ulang studi kelayakan pembangunan jalan tol Manado menuju Bitung.

Anggaran jalan tol tersebut sudah dikaji kembali sehingga disahkan oleh pemerintah pusat anggarannya sebesar Rp1,3 Triliun, dan saat ini sedang melakukan lobi pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol," kata Wowor.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tol Manado-Bitung Dukung Kawasan Ekonomi Khusus di Sulut

Posted: 08 Oct 2010 10:58 AM PDT

MANADO, KOMPAS.com - Rencana pembangunan jalan tol Manado-Bitung tahun 2011 mendatang, merupakan solusi tepat mendukung program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sulawesi Utara.

Proyek jalan tol akan dibangun sepanjang 53 km dengan anggaran sekitar Rp1,3 triliun dalam waktu dekat ini

"Salah satu penunjang KEK tentunya kehadiran jalur transportasi pendukung, karena itu bisa menggerakkan roda perekonomian di daerah," kata Koordinator Gerakan Peduli Rakyat Sulut (GPRS) Taufik Tumbelaka, di Manado, Jumat. Apalagi dua daerah itu, Manado dan Bitung merupakan wilayah industri dan jasa yang akan berpengaruh pada kemajuan sektor perekonomian di daerah.

Pelabuhan laut di Kota Bitung sudah ditingkatkan menjadi Internasional Hub Port (IHP) kemudian meningkatnya status Bandara Udara Sam Ratulangi Manado yang melayani penerbangan hingga luar negeri, membutuhkan sarana transportasi darat secara memadai seperti jalan tol.

"Berdasarkan informasi dari pemerintah bahwa mega proyek jalan tol akan dibangun sepanjang 53 km dengan anggaran sekitar Rp1,3 triliun dalam waktu dekat ini," kata pria lulusan Doktor UGM itu. Hanya saja pembangunan jalan tol itu diharapkan tidak merugikan kepentingan lain, seperti pembebasan lahan tanah harus proporsional serta memperhatikan analisa dampak lingkungan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulut Alex wowor, mengatakan pembangunan jalan tersebut awalnya disetujui panjangnya sekitar 53 km dari titik nol Kota Manado ke arah Minahasa Utara dan Bitung dengan anggaran Rp4,7 triliun, namun ada pengurangan menjadi Rp1,3 triliun.

Pemprov Sulut melakukan kajian ulang studi kelayakan pembangunan jalan tol Manado-Bitung dengan anggaran sekitar Rp1,3 triliun agar tetap diminati para investor. "Anggaran pembangunan mega proyek sudah dimasukan di APBN tahun 2010, namun pelaksana proyek harus melibatkan lobi dari investor dengan modal besar," ujarnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar