Senin, 11 Oktober 2010

Rumah Idaman “Summarecon Targetkan Raup Pendapatan Rp 1,9 Triliun” plus 3 more

Rumah Idaman “Summarecon Targetkan Raup Pendapatan Rp 1,9 Triliun” plus 3 more


Summarecon Targetkan Raup Pendapatan Rp 1,9 Triliun

Posted: 11 Oct 2010 02:26 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar properti yang terus menggeliat membuat PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) kian agresif menjual produknya. Maklum, hunian yang ditawarkan perusahaan pengembang properti ini mendapat sambutan baik dari pasar.

Direktur Keuangan Summarecon Agung Michael Wong memperkirakan, sampai akhir tahun ini, SMRA bisa meraup pendapatan Rp 1,9 triliun. Ini naik sekitar 60 persen ketimbang perolehan tahun lalu, sebesar Rp 1,2 triliun. "Di awal tahun ini, target penjualan kami sebenarnya hanya Rp 1,6 triliun," ujarnya ketika dihubungi KONTAN, akhir pekan lalu.

Penjualan dua klaster senilai total Rp 400 miliar di Gading Serpong, Tangerang, merupakan pendapatan terbaru yang diraup Summarecon Agung pada Agustus lalu. Dua klaster itu adalah klaster Canary berjumlah 300 unit dengan harga jual rata-rata Rp 700 juta per unit, dan klaster Grisea berjumlah 150 unit seharga Rp 1,3 miliar per unit.

Pada akhir Juli, Summarecon Agung juga telah menjual seluruh unit rumah di kawasan hunian Royal Orchard, Kelapa Gading. Dari hasil penjualan 90 unit rumah dengan harga jual rata-rata Rp 4 miliar per unit tersebut, penjualan Summarecon Agung bertambah sekitar Rp 400 miliar.

Pada akhir Oktober nanti, Summarecon akan menjual lagi satu klaster di kawasan Bekasi. Di kawasan ini, Summarecon akan menawarkan 200 unit rumah di atas lahan 5 hektare. "Potensi pendapatan dari kluster Bekasi sekitar Rp 200 miliar," taksir Michael.

Selain membidik pertumbuhan pendapatan, Michael mengatakan, Summarecon menjaga margin laba kotornya sama dengan tahun lalu, yakni 50 persen. Alhasil, dia berharap, laba bersih Summarecon tahun ini pun akan terdongkrak sekitar 30 persen dari Rp 160 miliar di 2009 menjadi Rp 208 miliar,

Jumat (8/10) lalu, saham Summarecon Agung bertengger di Rp 1.120 per saham. Harga tersebut naik 21,73 persen ketimbang harganya di awal September yakni Rp 920 per saham. (Ade Jun Firdaus/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Lima Peritel Global Diajak Kerja Sama Kembangkan Hypermart

Posted: 11 Oct 2010 02:19 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah ditunjuk PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) sebagai penasihat keuangan, Merrill Lynch terus bergerak cepat. Sumber KONTAN mengungkapkan, lembaga keuangan asing itu telah mengundang beberapa peritel global untuk bertemu dan menjajaki kerja sama dengan MPPA, mengembangkan bisnis Hypermart. "Sudah ada lima calon investor yang diundang oleh Merrill Lynch," ungkap si sumber pekan lalu.

Kelima investor global itu adalah Tesco asal Inggris, Walmart dari Amerika Serikat, Lotte Mart dari Korea Selatan, serta Dairy Farm dan Casino asal Prancis.

Kelima investor tadi disinyalir Tesco asal Inggris, Walmart dari Amerika Serikat, Lotte Mart dari Korea Selatan, serta Dairy Farm dan Casino asal Prancis.

Meski telah mengundang para raksasa ritel dunia, MPPA kabarnya belum mengambil keputusan soal rencananya untuk berkongsi dengan para pemodal asing tersebut. Si sumber tadi menyatakan, manajemen MPPA masih mengkaji kelanjutan dari bisnis Hypermat yang mereka kelola.

Ketika dikonfirmasi, Presiden Direktur MPPA Benjamin Mailool mengakui bahwa Merryll Lynch telah mengundang sejumlah raksasa ritel asing untuk kerja sama pengembangan Hypermart milik MPPA. Tapi, Benjamin belum bisa menjelaskan detail kerjasama itu. "Yang jelas, bukan dalam bentuk akuisisi," tegasnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Rudi Sumampouw pernah menyebut, Tesco dan Walmart akan meramaikan bisnis eceran di Indonesia. Menurut Rudi, Walmart mungkin akan kembali ke Indonesia dengan menggandeng jaringan baru setelah gagal membangun usahanya pada tahun 1998.

Benjamin menambahkan, di kuartal III-2010, penjualan MPPA naik sekitar 18 persen dibanding tahun lalu. Dengan asumsi pendapatan di kuartal III-2009 sebesar Rp 5,08 triliun, maka per September lalu, pendapatan MPPA mencapai sekitar Rp 6 triliun. "Selama Lebaran penjualan mencapai Rp 850 miliar," tambahnya.

Hingga akhir Juni 2010, MPPA telah memiliki 50 Hypermarket, 25 supermarket, 53 outlet farmasi, 90 pusat hiburan keluarga, 18 toko buku internasional, serta 91 department store di 50 kota. (Abdul Wahid Fauzie/Amailia Putri Hasniawati/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tol Bawen-Solo, Solo-Kertosono, Medan-Kualanamu Segera Dikerjakan

Posted: 11 Oct 2010 02:08 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - RUU Pengadaan Lahan menjadi angin segar bagi Kementerian Pekerjaan Umum. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan, bila aturan itu selesai dibahas maka bakal ada tiga proyek tol yang segera bisa dikerjakan.

Ketiga proyek tol itu adalah Bawen-Solo, Solo-Kertosono, dan Medan-Kualanamu. "RUU ini sangat penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tol di Indonesia," ujar Djoko saat dihubungi KONTAN, Senin (11/10).

Djoko mengatakan, banyak proyek tol yang terhambat akibat pengadaan lahan ini. Dia mencatat setidaknya ada 24 paket proyek tol.

Bila tak ada aral melintang, pemerintah akan mengajukan draf RUU Pengadaan Lahan pada awal November mendatang. RUU ini akan mengatur ketersediaan lahan bagi proyek infrastruktur. (Ragil Nugroho/KONTAN)

Ketiga proyek tol itu adalah Bawen-Solo, Solo-Kertosono, dan Medan-Kualanamu. RUU ini sangat penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tol di Indonesia.

-- Djoko Murjanto

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Empat Investor Asing Berminat Kelola Bandara Soekarno-Hatta

Posted: 11 Oct 2010 02:02 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mengungkap, ada empat investor yang berminat untuk terlibat mengelola bandara Soekarno Hatta. Menurut Mustafa, empat investor itu berasal dari Prancis, Singapura, Belanda, dan Korea Selatan.

Namun, kata Mustafa, pemerintah belum menyikapi tawaran kerja sama itu. Sebab, saat ini pemerintah fokus pada rehabilitasi bandara Soekarno-Hatta yang dikelola PT Angkasa Pura II. "Angkasa Pura II kita beri kesempatan untuk menyelesaikan grand design peremajaan dan pemugaran bandara," kata Mustafa usai menghadiri pengarahan Presiden kepada peserta program pendidikan reguler Lemhanas angkatan XLIV di Istana Negara, Senin (11/10).

Menurutnya, setelah grand design selesai, pemerintah akan menilai sejauh mana tingkat kebutuhan pemugaran bandara, seberapa jauh dukungan manajemen yang dibutuhkan, serta berapa besar modal yang dibutuhkan untuk mengelola bandara. Mustafa menjelaskan, setelah itu baru menentukan apakah perlu kerjasama dengan pihak swasta lokal atau asing.

Mustafa menambahkan, jika Kementerian BUMN memutuskan membagi pengelolaan bandara Soekarno Hatta antara Angkasa Pura II dan pihak investor, tentu saja ada kurun waktu kerjasama tertentu yang akan ditetapkan. "Itu akan diset nanti, presentasi kepemilikan, dan sistem konsesi sehingga ini hanya ada dalam kurun waktu kerjasama," kata mantan Direktur utama Perum Bulog itu.

Dengan demikian, menurut Mustafa, akan ada join manajemen dalam mengelola bandara Soekarno Hatta dalam kurun waktu tertentu. "Habis kurun waktu itu sepenuhnya diambil alih dan dilanjutkan tenaga kita sendiri," terangnya.

Namun, Mustafa menegaskan, hingga saat ini Kementerian BUMN belum sedikit pun membagi pengelolaan bandara Soekarno Hatta dari tangan Angkasa Pura II kepada para investor itu. (Hans Henricus/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar