Selasa, 12 Oktober 2010

Rumah Idaman “Hotel Ibis, Sheraton, Sofyan, Aston Bakal Beroperasi di Palembang” plus 3 more

Rumah Idaman “Hotel Ibis, Sheraton, Sofyan, Aston Bakal Beroperasi di Palembang” plus 3 more


Hotel Ibis, Sheraton, Sofyan, Aston Bakal Beroperasi di Palembang

Posted: 13 Oct 2010 02:38 AM PDT

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kota Palembang dalam waktu dekat  akan memiliki empat hotel baru, karena pihak investor telah menyatakan siap untuk membangun tempat penginapan tersebut.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Sumsel, Iwan Setiawan di Palembang, Rabu mengatakan, pihak investor kini sedang melaksanakan penjajakan lokasi termasuk izin untuk mendirikan hotel di kota tersebut.

Hotel yang akan dibangun tersebut yakni Hotel Ibis, Hotel Sheraton, Hotel Sofyan dan Hotel Aston yang berbintang lima dengan total kamar diperkirakan mencapai 1.000 unit.

Ketika ditanya tentang pelaksanaan pembangunan hotel tersebut, ia mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti, karena investor masih melakukan pendekatan terutama masalah perizinan.  

Menurut dia, secara persis pihaknya belum mengetahui kapan pelaksanakan pembangunannya, namun manajemen hotel tersebut tengah mencari beberapa lokasi strategis untuk dijadikan tempat pembangunan.

Dengan dibangunan empat hotel baru tersebut diharapkan tamu yang berkunjung ke Sumatera Selatan semakin ramai.

"Memang, sekarang ini ada beberapa hotel berbintang di Palembang seperti Aryaduta, Horison dan Novotel, namun dengan ditambahnya  yang baru nanti, para tamu dapat leluasa memilih sesuai selera dan lebih nyaman," kata Iwan.

Sehubungan itu, para manajemen hotel diharapkan semakin meningkatkan pelayanan, supaya tamu betah tinggal lebih lama menikmati fasilitas yang disajikan.

Menurut Iwan, bukan saja hotel berbintang lebih memprioritaskan pelayanan, tetapi juga yang kelas melati, karena sekarang tamu sudah banyak pilihan.

Kenyamanan dan keamanan  hotel merupakan hal yang utama, terlebih lagi menyongsong pelaksanaan SEA Games tahun 2011 akan banyak tamu datang membutuhkan tempat bermalam di kota ini, sehingga pelayanan harus menjadi skala prioritas manajemen.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Semarang Kaji Pembangunan Monorel di Pusat Kota

Posted: 12 Oct 2010 02:08 PM PDT

KA Bandara di Beijing Capital International Airport, Beijing, China. Foto diambil akhir Juni 2010

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Semarang mengkaji rencana pembangunan monorel di pusat kota untuk menjadi penyokong Ibu Kota Jawa Tengah itu sebagai kota perdagangan dan jasa.

Pembangunan monorel akan ditempatkan di pusat kota, seperti Jalan Pemuda, Jalan Gajah Mada, dan kawasan Simpang Lima.

-- Hadi Purwono

"Masih kami kaji kemungkinan di Kota Semarang ada monorel," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang Hadi Purwono, di Semarang, Selasa.

Wacana pembangunan monorel tersebut muncul dalam pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2010-2015

Terkait dengan lokasi, Hadi menjelaskan pembangunan monorel akan ditempatkan di pusat kota, seperti Jalan Pemuda, Jalan Gajah Mada, dan kawasan Simpang Lima. "Ini masih kajian, belum pasti," katanya.

Terkait dengan adanya kasus pembangunan monorel yang diperuntukkan moda transportasi berbasis rel di daerah lain yang terkesan mandek bahkan tidak sedikit tiang pancang yang sudah dibangun akan tetapi terhenti pembangunannya, Hadi mengatakan bahwa Pemkot Semarang akan serius. "Jika jadi pembangunan monorel, tentu akan serius. Daerah lain boleh mandek, kita tidak," katanya.

Dalam kesempatan terpisah Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Kota Semarang, Ngargono, menilai bahwa wacana pembangunan monorel tersebut kurang tepat.

"Seharusnya Pemkot Semarang menata moda transportasi yang ada, yakni bus rapid transit (BRT). BRT seharusnya dioptimalkan. BRT jangan terus disubsidi," katanya.

Menurutnya jika moda transportasi yang ada tidak dimaksimalkan, kemudian muncul ide baru seperti pembangunan monorel, maka akan semakin tidak jelas sistem transportasi yang ada.

Padahal Kota Semarang, lanjut Ngargono, telah mendapat penghargaan Wahana Tata Nugraha karena dinilai mampu mengembangkan transportasi di bidang angkutan umum, seperti BRT. Oleh karena itu, tentu kualitas angkutan umum terutama BRT harus dioptimalkan.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Jasa Marga Akuisisi Tol Waru-Tanjung Perak dan Gempol-Pandaan

Posted: 12 Oct 2010 07:48 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) bakal merealisasikan janjinya untuk melaksanakan akuisisi. Perusahaan jalan bebas hambatan ini menargetkan akan menuntaskan akuisisi dua jalan tol pada tahun ini.

"Untuk Waru-Tanjung Perak, negosiasinya sudah selesai," kata Direktur Utama JSMR Frans S Sunito. Namun, akuisisi ini masih dalam proses pembicaraan untuk kepastian koridor jalan tol dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan menunggu Peraturan Pemerintah (PP).

Sayang, Frans enggan mengatakan berapa nilai akuisisi jalan tol ini. Yang pasti, Frans bilang ia akan memiliki saham mayoritas pada perusahaan tersebut, yakni diatas 50 persen. "Kami targetkan tahun ini bisa mengakuisisi dua jalan tol," tegasnya.

Menurut Frans, selain Waru-Tanjung Perak, ia juga sedang melakukan negosiasi dengan PT Margabumi Adhikarya untuk mengakuisisi jalan tol Gempol-Pandaan. "Untuk yang akuisisi jalan tol di Jabodetabek, kemungkinan masih panjang dan baru selesai pada tahun depan," cetusnya. (Abdul Wahid Fauzie/KONTAN)

 

 

 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Perumnas Bangun 20.000 Rumah Pada Tahun 2011

Posted: 12 Oct 2010 07:40 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang pelat merah, Perum Perumahan Nasional (Perumnas), menargetkan pembangunan 20.000 rumah di tahun 2011. Target ini naik 33,3 persen dibandingkan target tahun ini sebanyak 15.000 unit rumah.

Untuk mencapai target, Perumnas meminta bantuan dana dari pemerintah dalam bentuk public service obligation (PSO). "Untuk tahun depan kami butuh dana PSO sekitar Rp 300 miliar," kata Direktur Utama Perumnas Himawan Arief.

Dengan dana PSO sebesar itu, Perumnas akan menyediakan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Menurut Himawan, baru tahun ini Perumnas mendapatkan dana PSO sebesar Rp 300 miliar. Dan, dana tersebut sangat berguna bagi Perumnas sebagai tambahan modal.

Pemerintah sendiri sudah menyanggupi permintaan Perumnas soal dana PSO. Tahun depan, Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan memberikan bantuan dana dalam bentuk PSO sebesar Rp 300 miliar. "Dana itu dipakai untuk membebaskan lahan dan menyediakan rumah bagi PNS, TNI/Polri dan karyawan Jamsostek," ujar Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera Zulfi Syarif Koto.

Tahun ini, Perumnas menggarap beberapa proyek besar. Salah satunya proyek apartemen murah atau rumah susun milik (rusunami) di Malaka Green Klender, Jakarta Timur. Dalam proyek ini, Perumnas telah menunjuk perusahaan kostruksi pelat merah, PT Wijaya Karya menjadi kontraktor proyek. Perumnas menargetkan, pengerjaan proyek senilai Rp 100 miliar ini selesai tahun depan.

Selain rusunami, Perumnas juga menggarap proyek pengadaan rumah murah bagi pegawai negeri sipil (PNS). Proyek ini melibatkan pemerintah daerah setempat. "Kami akan membangun 2.800 unit rumah bagi PNS di tujuh daerah," cetus Himawan.

Sejauh ini, pangsa pasar properti yang dikembangkan Perumnas di Indonesia memang belum begitu besar. Dari kebutuhan 180.000 rumah per tahun, Perumnas memasok sekitar 10% saja. Meski begitu, Perumnas menargetkan akan menjadi pemasok rumah terbesar pada tahun 2015.

Demi mencapai target tersebut, Perumnas fokus membidik konsumen berpenghasilan rendah. Menurut Himawan, pasokan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah masih sangat minim. Jumlahnya hanya berkisar 150.000-200.000 unit per tahun. (Fitri Nur Arifenie/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar