Selasa, 26 Oktober 2010

Rumah Idaman “'Garden Party' dengan Kursi dan Meja Beton” plus 3 more

Rumah Idaman “'Garden Party' dengan Kursi dan Meja Beton” plus 3 more


'Garden Party' dengan Kursi dan Meja Beton

Posted: 26 Oct 2010 12:20 PM PDT

KOMPAS.com — Sebuah garden party yang berkesan mungkin akan sempurna bila dilengkapi perabot yang dibeli dari toko furnitur khusus taman. Namun, dengan kursi dan meja beton saja, pesta taman kita tetap bisa berkesan, kok.

Rumah di kawasan Kebayoran Village ini memiliki taman rumput di halaman belakang. Taman ini diisi calathea, bambu jepang, tagetes, zodia, kamboja dan pucuk merah. Di salah satu sudut taman terdapat area khusus untuk membuat pesta taman yang sederhana. Dua kursi dan dua meja yang ada di sana terbuat dari cor beton yang ditanam di atas permukaan lantai. Bentuknya simpel, hanya berupa bidang geometris yang disusun tegak lurus menjadi meja dan kursi.

Dua kursinya berukuran tinggi 40 cm, panjang 100 cm, dan lebar 30 cm. Bagian dudukan kursi dilapisi kayu merbau yang di-finishing melamik doff berwarna coklat natural. Sementara itu, dua mejanya, yang disediakan sebagai meja untuk menyajikan makanan dan minuman, memiliki tinggi berbeda: 60 cm dan 40 cm. Lebar setiap meja itu 40 cm, sedangkan panjangnya 80 cm. Permukaan meja ditutup batu andesit abu-abu. Meja dan kursi beton itu berdiri di atas lantai yang ditutup keramik eksterior berdesain rustik.

Meski sederhana, meja dan kursi taman ini tampil cukup menarik di antara hijau tanaman di sekitarnya. Anda pun dapat membuat meja dan taman taman seperti ini, tentu saja dengan bantuan tukang yang berpengalaman. Jangan lupa untuk memberi jalan setapak menuju ke sana agar rumput dan tanaman tidak rusak terinjak.

Sekarang, menjamu sahabat dalam suasana rileks bisa dilakukan di taman rumah Anda sendiri. (Dewi Kartini/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Empat Hal Penting Membangun Kolam Ikan Koi

Posted: 26 Oct 2010 12:08 PM PDT

KOMPAS.com — Ukuran tubuh koi dewasa relatif besar. Warna-warni pada tubuhnya membuat kolam ikan semarak. Tak heran, makin banyak orang yang jatuh cinta memelihara ikan koi.

Jika Anda juga tertarik memelihara ikan koi, maka beberapa persiapan mesti dilakukan. Persiapan ini perlu dilakukan agar ikan koi yang harganya ratusan hingga jutaan rupiah per ekor itu dapat hidup sehat. Kira-kira begini persiapan yang mesti dilakukan:

Mempersiapkan dimensi kolam. Ketika memutuskan untuk memelihara koi, perhatikan dimensi kolamnya. Volume air sangat memengaruhi kesehatan ikan koi. Jika ikan tidak terlalu besar, maka buatlah kolam ikan yang tidak terlalu dalam, begitu pula sebaliknya. Kemudian, perhatikan pula jumlah populasinya di dalam kolam. Seimbangkan luasnya kolam dengan jumlah koi yang akan dipelihara. Kolam yang terlalu besar bisa menyulitkan koi untuk mencari makan.

Pasang aerator di dalam kolam. Selain berfungsi untuk mengalirkan oksigen ke dalam kolam, aerator juga berguna untuk menciptakan arus. Gelembung arus yang ditimbulkan aerator membuat koi sering bergerak. Hal itu bagus untuk koi sebab, makin besar ototnya, makin gendut pula tubuhnya.

Haluskan dinding kolam. Sifat koi yang gemar menggesekkan tubuhnya ke dinding kolam perlu diwaspadai. Dinding kolam yang bertekstur kasar bisa membuat sirip ikan koi terluka. Oleh karena itu, pilih jenis material yang halus untuk dinding kolam ikan. Keramik, misalnya.

Penyinaran. Sinar matahari berperan penting pada kesehatan ikan koi. Dalam sehari, koi membutuhkan hangatnya sinar matahari minimal tiga jam, apalagi untuk jenis koi hikari atau bersisik mengilap. Kekurangan cahaya matahari membuat warna pada tubuh koi memudar. Maka dari itu, ciptakan kolam yang cukup terang. Bila kolam ikan berada di dalam ruangan, maka Anda bisa menyinarinya dengan lampu pijar. (Astri Diana/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

9 Cara Penting Memilih Media Tanam

Posted: 26 Oct 2010 12:02 PM PDT

KOMPAS.com - Bagi tanaman, media tanam memliki banyak peran. Bahan ini merupakan tempat bertumpu agar tanaman bisa berdiri tegak. Di dalamnya juga terkandung hara, air, dan udara yang dibutuhkan oleh tanaman. 

Tiap jenis media tanam memiliki kapasitar menyimpan hara, air dan udara yang berlainan. Demikian pula dengan tanaman, tiap jenis butuh persyaratan hidup yang berbeda. Berikut 9 petunjuk praktis memilih media tanam.

Ada banyak jenis media tanam yang bisa dibeli. Tiap jenis memiliki bentuk, ukuran dan sifat yang berlainan. Media tanam berbentuk serpihan mampu menyimpan air lebih lama dan dalam jumlah banyak. Contohnya humus bambu. Sebaliknya, media tanam berbentuk silindris dan bulat bersifat mudah melepas air, semisal akar pakis dan coco fiber . Sedangkan media tanam berbentuk bulat diantaranya adalah pasir malang dan tanah. Ukuran butiran juga menentukan kemampuan benda tersebut menyimpan air. Semakin kecil diameternya, kian besar kemampuannya menyimpan air.

  • Sesuaikan dengan jenis tanaman

Tiap jenis tanaman butuh jenis media tanam berlainan. Tanaman penghuni daerah kering seperti Kaktus , Adenium , Euphorbia , dan Pachipodium sebaiknya ditanam menggunakan media tanam yang bersifat porus dan mudah membuang air. Tanaman seperti itu dicirikan oleh jumlah daun sedikit dan berukuran kecil. Sebaliknya, jenis tanaman penyuka kondisi lembap harus ditanam menggunakan media tanam yang mampu menyimpan air secara baik. Flora ini dicirikan oleh ukuran daunnya yang lebar. Semisal Aglaonema , Philodendron , dan Anthurium .

  • Perhatikan kondisi lingkungan

Pemilihan media tanam juga harus disesuaikan dengan keadaan lingkungan. Bila cuaca di tempat Anda berhawa panas dan kering, disarankan memilih jenis media tanam yang memiliki kemampuan menyimpan air yang kuat. Sebaliknya, bila kondisi cuaca tempat tinggal sering berkabut dan lembap, disarankan agar memilih media tanam yang porus. Media tanam seperti ini mudah mengaliirkan air. Sehingga membuat sistem perakaran tidak terlalu lembap dan menjadi busuk.

  • Kenali pertumbuhan tanaman

Umumnya, tanaman muda yang masih dalam persemaian belum butuh pasokan hara dari luar karena masih memiliki cadangan makanan. Pada saat itu, Anda cukup menggunakan pasir malang, akar pakis atau coco peat sebagai media tanam. Media tanam dengan campuran pupuk yang kaya zat hara baru disuguhkan setelah daun lembaga telah gugur. Atau setelah daun asli yang pertama telah tumbuh.

Tanaman yang ditaruh di luar ruangan butuh pasokan air lebih banyak dari pada tanaman yang ditaruh di dalam ruangan. Sebab, tanaman di luar ruangan melangsungkan proses fotosintasa lebih cepat dibandingkan dengan tanaman yang berada di dalam ruangan. Selain itu, tiupan angin dan intensitas matahari di luar ruangan membuat laju penguapan lebih cepat dibandingkan dengan di dalam ruangan. Dengan demikian, tanaman yang ditaruh di luar ruangan sebaiknya di tanam memakai media tanam yang mampu menyimpan air dalam jumlah banyak dan dalam waktu lama.

Pot berbahan plastik memiliki pori-pori lebih sedikit dibandingkan dengan pot gerabah. Sehingga pot plastik mampu menahan kelembapan media tanam lebih baik dibandingkan dengan pot gerabah. Namun, jumlah pori-pori sedikit itu membuat aerasi di dalam pot plastik tidak sebaik aerasi dalam pot gerabah. Bila Anda memilih pot plastik, disarankan agar media tanam yang digunakan adalah jenis yang mudah mengalirkan air dan porus. Sementara media tanam untuk pot gerabah dipilih yang memiliki kemampuan menyimpan air dalam waktu lama.

  • Pertimbangkan potensi penyakit

Media tanam yang telah dicampur dengan pupuk kandang atau mengandung hara biasanya lebih mudah mengundang bibit penyakit. Campuran media tanam dengan pupuk kandang paling rawan mengundang bibit penyakit penyebab busuk akar. Media tanam tersebut cocok digunakan untuk menanam jenis tanaman yang menyukai kondisi kering. Misal Adenium , Pachipodium , dan Euphorbia .

Jangan lupa pertimbangkan pula usia pakainya. Media tanam bertekstur lunak dan mengandung hara biasanya lebih mudah melapuk dan terurai. Sedangkan media tanam bertekstur keras umumnya bersifat awet. Contoh media tanam berusia pendek adalah humus bambu, humus kaliandra dan coco peat. Sedangkan media tanam berusia panjang diantaranya akar pakis dan sekam padi. Bila Anda menggunakan media tanam berumur pendek, Anda harus lebih rajin melakukan repotting dibandingkan dengan memakai media tanam berumur panjang.

Anda juga bisa memilih media sintetis. Media tanam seperti ini bersifat lebih bersih dan bebas kuman dibandingkan dengan media tanam alami. Contoh media sintetis yang banyak diperjualbelikan adalah media gel. Benda ini banyak diterapkan dalam sistem hidroponik Harga media tanam sintetik tentu lebih mahal bila dibanding dengan media tanam alami. Anda juga harus rajin menambahkan larutan hara dengan dosis tepat menuju media tanam ini. (Teguh/Garden)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Angkasa Pura I Cari Mitra Bisnis Hotel di Bandara Hasanuddin

Posted: 26 Oct 2010 11:29 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I tengah mencari mitra untuk memulai bisnis perhotelan di Bandara Hasanuddin Makassar.

Direktur Operasi dan Teknik AP I Harjoso Tjatur Prijanto menjelaskan, bisnis perhotelan sebenarnya bukan barang baru bagi perseroan. Sebelumnya, AP I sudah bekerjasama dengan PT Sepinggan Sarana Utama untuk menggarap Hotel Santika di lingkungan Bandara Sepinggan Balikpapan.

Namun, karena tahun depan bisnis air traffic services (ATS) diambil alih oleh institusi baru yang dibentuk Ditjen Perhubungan Udara maka AP I harus mencari peluang bisnis lain yang akan menambah pendapatan non aeronautikanya. Soalnya, ATS selama ini menyumbang pendapatan aeronautika perseroan.

"Dalam waktu dekat kami akan mengoptimalkan aset tanah seluas 2,5 hektare di sekitar Bandara Hasanuddin untuk dijadikan hotel transit. Skemanya sedang dibahas Direktorat Komersial, intinya kerjasama dengan pihak ketiga," kata Harjoso, Selasa (26/10).

Sayangnya, Harjoso enggan menyebut berapa investasi yang dibutuhkan untuk membangun hotel tersebut. Untuk menemukan calon mitra tersebut, AP I akan menggelar tender terbuka.

"Sesuai permintaan pemerintah, kami harus merestrukturisasi bisnis aeronautika karena tahun depan ATS tidak lagi kami tangani. Makanya AP I akan coba mengembangkan bisnis properti," jelasnya.

Dalam waktu dekat kami akan mengoptimalkan aset tanah seluas 2,5 hektare di sekitar Bandara Hasanuddin untuk dijadikan hotel transit. Skemanya sedang dibahas Direktorat Komersial, intinya kerjasama dengan pihak ketiga.

-- Harjoso Tjatur Prijanto

Pemisahan pembukuan pendapatan

Sembari menunggu institusi baru tersebut terbentuk, AP I menurut Harjoso sudah melakukan pemisahan pembukuan pendapatan ATS dari pendapatan AP I lainnya.

"Intinya sampai pemerintah ketok palu, ATS masih kami tangani. Namun pembukuan dan asetnya sudah dipisahkan, sehingga sewaktu-waktu ditarik pemerintah kami sudah siap," pungkas Harjoso.

Sebagai informasi, tahun lalu pendapatan aeronautika mencapai Rp 1,41 triliun atau 62,1% dari total pendapatan 13 bandara yang dikelola AP I sebesar Rp 2,46 triliun. Sementara pendapatan lainnya terdiri dari pendapatan non aeronautika sebesar Rp 519,9 miliar, pendapatan operasional Rp 2,05 triliun dan pendapatan lain-lain Rp 405,3 miliar.

"Karena itu, kami sudah mengkomunikasikan dengan Kementerian BUMN selaku pemegang saham untuk bisa memahami kondisi kehilangan pendapatan ini. Sehingga diharapkan tahun depan Kementerian BUMN tidak menargetkan pertumbuhan pendapatan yang terlalu tinggi," pungkasnya.

Sementara, Direktur Utama AP II Tri S Sunoko mengaku tidak terlalu khawatir bahwa bisnis ATS akan dicabut dari pos pendapatan perusahaannya tahun depan. AP II akan lebih fokus untuk mengembangkan bisnis terminal kargo di Bandara Soekarno-Hatta untuk meningkatkan pendapatan non aeronautikanya.

"Pendapatan aeronautika yang akan hilang dari pos pendapatan AP hanyalah Pelayanan Jasa Penerbangan (PJP) yang besarnya sekitar Rp 415 miliar tahun depan. Sementara jenis pendapatan aeronautika lainnya masih dikelola AP," jelas Tri.

Secara garis besar pendapatan di bandara terbagi menjadi dua, yaitu aeronautika atau pelayanan lalu lintas udara dan non aeronautika atau pelayanan kebandarudaraan. Beberapa jenis pendapatan aeronautika yaitu PJP, JP4U (Jasa Pelayanan, Penempatan dan Penyimpanan Pesawat Udara), JP2U (Jasa Pelayanan Penumpang Udara), dan pemakaian counter.

Sementara pendapatan non aeronautika diantaranya penyewaan gudang, lahan, ruangan, serta fasilitas lainnya; kegiatan konsesioner; parkir kendaraan; pas bandara; penyediaan lahan bangunan, lapangan, dan industri, serta bangunan yang berhubungan dengan kelancaran angkutan udara; periklanan; pergudangan dan kargo; ground handling; usaha lainnya yang terkait dan yang akan menggunakan fasilitas dan pelayanan bandara. (Gentur Putro Jati/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar