Rabu, 13 Oktober 2010

Rumah Idaman “Sewa Perkantoran Grade A di Puxi Shanghai Naik Pesat” plus 1 more

Rumah Idaman “Sewa Perkantoran Grade A di Puxi Shanghai Naik Pesat” plus 1 more


Sewa Perkantoran Grade A di Puxi Shanghai Naik Pesat

Posted: 13 Oct 2010 08:06 AM PDT

 

Permintaan dari perusahaan-perusahaan multinasional terus tumbuh karena banyak di antara perusahaan tersebut melanjutkan ekspansi setelah dua tahun.

-- Anthony Couse

SHANGHAI, KOMPAS.com - Perkantoran grade A di kawasan Puxi, Shanghai, China mengalami kenaikan tercepat pada kuartal ketiga tahun 2010 dibandingkan dua tahun sebelumnya, menyusul permintaan yang besar untuk memperluas dan meng-upgrade perusahaan-perusahaan multinasional.

Rata-rata harga sewa gedung perkantoran grade A di Puxi naik 6 persen, menjadi 7 yuan atau 1,05 dollar AS per meter persegi per hari pada periode Juli-September. Ini merupakan pertumbuhan tercepat sejak awal tahun 2008 lalu. Demikian diungkapkan perusahaan penyedia layanan real estate internasional, Jones Lang LaSalle, Rabu.

"Permintaan dari perusahaan-perusahaan multinasional terus tumbuh karena banyak di antara perusahaan tersebut melanjutkan ekspansi setelah dua tahun," kata Anthony Couse, Managing Director Jones Lang LaSalle Shanghai. "Para peritel asing aktif dalam pasar sehingga mereka memperluas ruangan dan meningkatkan kualitas kantor mereka untuk mendukung ekspansi perusahaan di China," kata Anthony.

Perusahaan internasional yang bergerak di bidang pakaian olahraga, Puma, menyewa 3.000 meter persegi ruang perkantoran di The Headquarters Building di dekat People's Square, sementara peritel asing lainnya menyewa kantor seluas 2.900 m2 di Henderson Metropolitan di Nanjing Road East, Shanghai. Kedua perusahaan multinasional itu meng-upgrade kantor mereka dari sebelumnya grade B ke grade A.

D kawasan Jing'an Temple, gedung perkantoran 1788 Eco City yang dibangun grup Sunpower dari Taiwan, dijadwalkan selesai pada April 2011. Lebih dari setengah ruangan perkantoran itu sudah disewa sejak akhir bulan lalu, dan sebagian besar penyewa potensial itu para perusahaan multinasional.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Kebijakan Properti di Hong Kong Diperketat

Posted: 13 Oct 2010 06:51 AM PDT

Properti di Hong Kong. Foto diambil pekan pertama bulan Juli 2010

 

Banyak warga yang takut pada harga properti di Hong Kong yang terus naik setiap tahun. Sulit bagi warga Hong Kong untuk membayar uang mukanya sekali pun.

-- Donald Tsang

HONG KONG, KOMPAS.com - Kebijakan properti di Hong Kong diperketat, menyusul melambungnya harga properti. Ini merupakan langkah mendinginkan harga properti yang sudah overheating.

Chief Executive Hong Kong Donald Tsang, Rabu (13/10/10) mengatakan, Hong Kong akan meningkatkan suplai rumah dan membatasi perpindahan penduduk (imigrasi) berdasarkan investasi properti. 

Dalam pengumuman kebijakan tahunannya, Donald Tsang mengatakan pemerintah akan menyuplai lebih banyak lahan untuk sekitar 20.000 unit apartemen pribadi dalam setahun. Sekitar 61.000 rumah pribadi akan masuk ke pasar properti Hong Kong dalam 3 tahun sampai 4 tahun mendatang.

Tsang juga menyebutkan pemerintah untuk sementara akabn membatasi perpindahan penduduk karena investasi properti.

Saham-saham perusahaan properti Hong Kong langsung jatuh 3,2 persen setelah Donald Tsang menyampaikan pengumuman. Saham perusahaan pengembang proeprti terbesar di Asia, Sung Hung Kai Properties Ltd, juga jatuh 5,4 persen.

"Banyak warga yang takut pada harga properti di Hong Kong yang terus naik setiap tahun. Sulit bagi warga Hong Kong untuk membayar uang mukanya sekali pun," kata Tsang. "Warga mengharapkan pemerintah membantu mereka mewujudkan aspirasi tentanh kepemilikan rumah," sambung Tsang lagi.

Harga properti di Hong Kong naik 15 persen sejak awal tahun 2010 ini. Kenaikan ini terutama akibat suku bunga bank yang rendah dan pembelian properti oleh orang-orang kaya China daratan. Inilah yang menyebabkan kebijakan soal properti di Hong Kong diperketat.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar