Kamis, 14 Oktober 2010

Rumah Idaman “LotteMart Bakal Buka di Tiga Lokasi” plus 3 more

Rumah Idaman “LotteMart Bakal Buka di Tiga Lokasi” plus 3 more


LotteMart Bakal Buka di Tiga Lokasi

Posted: 15 Oct 2010 04:52 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada tahun 2011, PT Lotte Shoping Indonesia akan memfokuskan diri untuk mengembangkan bisnis supermarket. Rencananya, tahun depan, Lotte Mart akan menambah tiga supermarket lagi setelah dibukanya Lotte Mart di Gandaria City dan Ratu Plaza tahun 2010 ini.

"Untuk yang grosir kami mengembangkan yang sudah ada saja dulu," kata Joseph V. Buntaran, Direktur Komersial PT Lotte Shoping Indonesia di Jakarta, Kamis (14/10). Joseph mengatakan untuk supermarket, perusahaan menargetkan kalangan konsumen dari semua kalangan.

Tahun depan, Lotte Mart akan mengincar tiga lokasi lagi terutama di wilayah Jawa. Joseph menyebutkan, fokus untuk tahun 2011 tersebut tidak akan meninggalkan bisnis grosir yang sudah ada.

Mengenai perbandingan harga, Joseph menjelaskan tentu akan ada perbedaan antara harga di supermarket dan gerai grosir. Ia menambahkan, untuk lokasi gosir pihaknya akan menjual secara lebih banyak sehingga harga juga akan lebih menguntungkan sehingga cocok untuk kalangan pebisnis. "Maka untuk grosir kami tetap target pelanggan dari horeka (hotel, restauran dan juga katering)," jelasnya. (Asnil Bambani Amri/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Medialand: Allianz Tower Tersewa 100 Persen Awal 2011

Posted: 15 Oct 2010 04:35 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Medialand International akan melakukan topping off (penutupan atap) proyek green building-nya tanggal 28 Oktober 2010 mendatang. Ini adalah proyek gedung perkantoran setinggi 32 lantai, yang berlokasi di daerah Kuningan, Jakarta.

Medialand memposisikan proyek senilai Rp 500 miliar tersebut sebagai gedung perantoran berkonsep green building terbaik di Indonesia. "Isu lingkungan akan meningkatkan permintaan sewa kantor bernuansa hijau," ujar Teddy Surianto, Presiden Direktur Medialand.

Gedung tersebut dinamai Allianz Tower lantaran perusahaan asuransi PT Asuransi Allianz Indonesia telah membeli naming rights-nya. Dus, Allianz juga merupakan penyewa utama dengan menyewa 60 persen dari kapasitas ruang sewa yang tersedia. Sampai September 2010, tingkat ruang yang sudah disewa sudah mencapai 75 persen. "Saya optimistis, awal tahun 2011 nanti okupansi sudah 100 persen," imbuh Teddy.

Allianz Tower berdiri di atas lahan seluas 8.000 meter persegi (m²) milik PT Kompas Gramedia, induk usaha Medialand. Dari luasan tersebut hanya 30 persen yang dimanfaatkan untuk area gedung. Sisanya menjadi area penghijauan.

Medialand mengklaim, gedung tersebut memenuhi semua kriteria green building yang ramah lingkungan sekaligus hemat energi. Patokan harga sewanya Rp 150.000 per m² per bulan, belum termasuk service charge.

Masih di kawasan Kuningan, Ciputra Property (CTRP) juga mulai merampungkan proyek green building-nya. Nilai investasi proyek perkantoran, apartemen dan mal ini sebesar Rp 2,1 triliun. Proyek tersebut adalah superblok Ciputra World.

Saat ini, 88 persen dari ruang di gedung perkantorannya sudah memperoleh penyewa. Sementara tingkat penjualan apartemennya kini sudah mencapai 80 persen dan mal sudah 90 persen. "Sebelum akhir tahun, ruang sewa perkatoran bakal penuh," kata Direktur Grup Ciputra Artadinata Djangkar.

Kepala Riset Jones Lang Lasalle Anton Sitorus menilai, konsep green building merupakan salah satu alternatif pilihan dari berbagai konsep pembangunan properti yang tersedia. Ia berharap, konsep ini akan menaikkan jumlah penyewaan ruang perkantoran, apartemen serta ruang ritel tahun depan.  (Ardian Taufik Gesuri/Ario Fajar/KONTAN)

Medialand memposisikan proyek senilai Rp 500 miliar tersebut sebagai gedung perantoran berkonsep green building terbaik di Indonesia. Isu lingkungan akan meningkatkan permintaan sewa kantor bernuansa hijau.

-- Teddy Surianto

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Permintaan Gedung Perkantoran di Jakarta Melesat

Posted: 15 Oct 2010 04:19 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring pertumbuhan ekonomi yang mulai laju, permintaan ruang perkantoran tahun ini meningkat. Bahkan, permintaan ruang perkantoran akan jauh melebihi tahun lalu.

Hasil riset PT Cushman and Wakefield, perusahaan konsultan dan riset properti menyebutkan, sampai September 2010 lalu, permintaan ruang perkantoran di Jakarta sudah mencapai 153.700 meter persegi (m²). Ini sudah melebihi permintaan sewa ruang perkantoran di sepanjang tahun 2009 yang mencapai 109.600 m². Dengan demikian, realisasi permintaan ruang perkantoran di tiga kuartal 2010 lebih tinggi 40 persen ketimbang di 2009. 

Berdasarkan riset tersebut, permintaan ruang perkantoran terbanyak datang dari perusahaan tambang dan perbankan yang menambah ruang kantornya. "Kebanyakan mereka memperluas ruang kantor di satu gedung, jarang yang pindah atau relokasi karena membutuhkan waktu dan biaya besar," kata Nurdin Setyawan, Asisten Manager Bidang Perkantoran Cushman and Wakefield.

Menurut Nurdin, permintaan terbesar terjadi di kuartal III. Selama kuartal III lalu, permintaan ruang perkantoran mencapai 57.400 m², naik 10 persen dibanding kuartal II sebesar 52.200 m². Di sepanjang kuartal III, pasokan gedung perkantoran mencapai 4 juta m² dengan okupansi 80 persen. Lokasi penyerapan gedung perkantoran itu menyebar di kawasan Mega Kuningan, Sudirman, Gatot Subroto, Jalan Satrio, dan Thamrin.

Di kawasan Mega Kuningan, contohnya, gedung perkantoran Bakrie Tower mendominasi penyewaan ruang kantor.Beroperasi Juni 2010, tingkat okupansi (hunian) gedung seluas 60.000 m² ini mencapai 80%. "Kebanyakan tenant adalah anak perusahaan grup Bakrie, tapi ada juga dari perbankan dan tambang," ujar Leani Kusdiandi, Kepala Divisi Humas PT Bakrieland Development, pengembang Bakrie Tower

Tarif sewa naik
Sesuai dengan hukum ekonomi, permintaan tinggi selalu diimbangi dengan kenaikan harga jual. Tak terkecuali di bisnis sewa ruang kantor. Di tengah tingginya permintaan, beberapa pengelola gedung menaikkan tarif sewa ruang kantor.

Dalam pantauan Cushman and Wakefield, geliat tarif sewa ruang kantor itu sudah terlihat selama tiga bulan terakhir. Selain karena permintaan tinggi, kenaikan tarif dasar listik (TDL) Oktober lalu ikut memicu naiknya tarif sewa.

Menurut Nurdin, tarif sewa kini naik menjadi Rp 144.760 per m² per bulan. Tarif itu tumbuh 1,1% dibanding kuartal sebelumnya yang hanya Rp 143.100 per m² per bulan.

Kenaikan tarif diyakini tidak akan mempengaruhi tingkat penyerapan perkantoran. Cusman & Wakefield memprediksi, permintaan ruang kantor akan terus meningkat hingga kuartal IV-2010. "Kami prediksi hingga akhir tahun penyerapan akan naik dua kali lipat dibanding tahun 2009," ujar Nurdin.

Apalagi, kata Nurdin, pasokan ruang perkantoran di kuartal IV-2010 masih akan bertambah. Saat ini ada beberapa gedung perkantoran sedang dibangun. Di antaranya gedung SCBD Lot 18 di kawasan Sudirman, Sentral Senayan 3 di Senayan dan K Link Tower di Gatot Subroto.

Anton Sitorus, kepala riset lembaga konsultan properti Jones Lang LaSalle, memprediksi, pasokan ruang perkantoran baru itu akan langsung diserap pasar. Ia mengatakan, saat ini tren permintaan ruang perkantoran memang meningkat dibanding tahun lalu. "Gedung perkantoran di tempat strategis masih menjadi incaran," ujar Anton. (Ario Fajar/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Salah Lokasi, Gedung Perkantoran di Dubai Tak Diminati

Posted: 15 Oct 2010 04:10 AM PDT

DUBAI, KOMPAS.com - CB Richard Ellis Group Inc merilis laporan mengenai properti Dubai. Institusi penelitian itu menulis, beberapa gedung pekantoran di Dubai memiliki konstruksi bangunan yang sangat buruk dan memiliki lokasi yang salah. Kemungkinan besar, gedung-gedung tersebut tidak akan pernah ditempati.

"Beberapa gedung tidak akan pernah ditempati karena lokasi yang salah, kualitas rendah atau memiliki struktur legal tempat yang salah," jelas Nicholas Maclean, Middle East Managing Director US property broker.

Sebelumnya, spekulasi merebak di pasar properti Dunai setelah Pemerintah Emirat memperbolehkan asing untuk membeli real estate pada kawasan itu di tahun 2002. Kondisi itu, lanjut Maclean, mendorong para pembeli yang tidak memiliki pengalaman di manajemen properti untuk ikut mendulang keuntungan bisnis properti gedung pekantoran. Hasilnya cukup mengecewakan, di mana gedung-gedung tampak tidak banyak selesai dan lokasi yang buruk.

Belum lagi tingkat persaingan yang tinggi di kawasan tersebut membuat gedung dengan lokasi yang tidak strategis tidak dilirik oleh calon pembeli. "Semakin jauh lokasinya dari Sheikh Zayed Road, semakin cepat harganya jatuh," kata Maclean. (Bloomberg/Barratut Taqiyyah/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar