Jumat, 19 November 2010

Rumah Idaman “35 Karya Desain Interior Terbaik Dibukukan” plus 2 more

Rumah Idaman “35 Karya Desain Interior Terbaik Dibukukan” plus 2 more


35 Karya Desain Interior Terbaik Dibukukan

Posted: 19 Nov 2010 12:18 PM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) menerbitkan sebuah buku yang bertajuk "Buku Karya HDII 2010" dengan tebal 300 halaman. Buku ini hadir untuk menambah pengetahuan publik akan karya para desainer lokal yang tak kalah dengan desainer mancanegara.

Kadang banyak yang tidak tahu profesi kami sebagai desainer interior, publik tidak paham dan tidak sadari bahwa interior desainer salah satu profesi yang penting. Banyak yang tahunya kami hanya pasang gorden padahal lebih dari itu.

-- Rina

"Kadang banyak yang tidak tahu profesi kami sebagai desainer interior, publik tidak paham dan tidak sadari bahwa interior desainer salah satu profesi yang penting. Banyak yang tahunya kami hanya pasang gorden padahal lebih dari itu," ucap Wakil Sekjen HDII Rina, Jumat (19/11/2010), di Alun-alun Indonesia, Grand Indonesia, Jakarta.

Ia mengungkapkan masyarakat perlu sadar bahwa desain interior itu tak melulu hanya mendekor tapi juga mensiasati pemanfaatan ruang sehingga lebih efisien dan memiliki nilai estetika. "Banyak karya desainer Indonesia yang bagus-bagus tapi tidak terekspos, jadi HDII memfasilitasi itu," ucapnya.

Ia melanjutkan ada sebanyak 800 desainer yang tergabung dalam HDII. Kebanyakan desainer tersebut memang lebih banyak memiliki proyek untuk interior bangunan komersial maupun perkantoran.

"Pembangunan masih tumbuh terus bahkan kenapa kami berani untuk mulai eksis. Itu disosialisasikan jangan sampai terlibas desainer luar jadi mereka memanfaatkan pembangunan di indonesia, harus diprotektif," tandas Rani. Adapun, buku ini akan mulai dirilis pada Desember 2010 dan dijual dengan harga Rp 150.000. (Sabrina Asril)
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Grup Ciputra Garap Lima Proyek Properti di Luar Jawa

Posted: 19 Nov 2010 10:32 AM PST

SURABAYA, KOMPAS.com - Pasar properti luar Pulau Jawa diyakini potensial bagi para pengembang nasional karena belum optimalnya pengerjaan perumahan di kawasan tersebut.

Grup Ciputra akan mengembangkan proyek-proyek Citra Grand City Palembang, Citra Garden Lampung, Citraland City Samarinda, Citra Garden Banjarmasin, Citra Bukit Indah Balikpapan, dan Citraland Celebes Makassar.

"Mulai tahun depan, kami siap mengembangkan tiga sampai lima proyek properti ke pasar luar Jawa," kata Direktur PT Ciputra Development Tbk, Tulus Santoso di Surabaya, Jumat.

Menurut dia, pengembangan proyeknya dengan membidik pasar luar Jawa, dipicu kebijakan otonomi daerah di sana memberikan pengaruh positif. "Kondisi itu menimbulkdan dampak yang baik terhadap pertumbuhan ekonomi di luar Jawa, sehingga terus meningkat," ujarnya.

Terkait besarnya potensi pasar luar Jawa, jelas dia, seperti Pekanbaru, Jambi, Pontianak, Kendari, Ambon, dan Kupang.

"Di sisi lain, kami telah mengembangkan enam proyek perumahan di sejumlah kota di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi," katanya.

Ia mencontohkan, di antaranya Citra Grand City Palembang, Citra Garden Lampung, Citraland City Samarinda, Citra Garden Banjarmasin, Citra Bukit Indah Balikpapan, dan Citraland Celebes Makassar. 

"Luar Jawa tetap jadi sasaran para pengembang khususnya di ibu kota provinsi dan kabupaten," paparnya.

Di samping itu, ia mengaku, tidak akan meninggalkan perluasan pasar properti di Jawa misalnya di Tegal, Pekalongan, Semarang, dan Yogyakarta. "Sejumlah wilayah itu difokuskan untuk pengembangan perumahan kelas menengah," katanya.

Terkait pencapaian total penjualannya, lanjut dia, per Oktober 2010 ada kenaikan sebesar 30 persen atau menjadi Rp1,8 triliun.  "Padahal, targetnya tahun ini Rp1,3 triliun," katanya

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Grup Para Batal Akuisisi Carrefour Asia Tenggara

Posted: 19 Nov 2010 10:18 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah membatalkan penjualan unit bisnis di Malaysia dan Thailand, PT CT Corporation alias Grup Para tak berkecil hati. Ishadi SK, Komisaris PT Trans Corporation mengatakan, sebetulnya perusahaan sudah mengetahui sejak dua pekan belakangan perihal pembatalan penjualan tersebut. "Sekitar dua minggu lalu kami berhubungan via telepon dengan Carrefour SA," kata Ishadi kepada KONTAN.

Namun Ishadi membantah bahwa pembatalan tersebut disebabkan harga penawaran yang terlalu murah. Menurutnya, pembatalan itu ialah proses bisnis biasa. "Itu biasa dalam bisnis. Selama belum ada kesepakatan, pembatalan di menit terakhir juga tidak apa-apalah," lanjut Ishadi.

Meski batal mengepakkan sayap bisnis hipermarket di luar negeri, Grup Para tetap akan mengembangkan Carrefour Indonesia. Pada saat mengakuisisi 40 persen saham Carrefour Indonesia Mei silam, Grup Para berniat mengembangkan minimarket. Waktu itu bos Grup Para, Chairul Tanjung (CT) bilang, bakal membuka 10.000 gerai minimarket.

Terkait dengan hal itu, Ishadi mengatakan perusahaan melihat persaingan yang ketat di minimarket membuat perusahaan enggan masuk ke bisnis itu sekarang. Di sisi lain, minimarket termasuk salah satu daftar negatif investasi (DNI) yang harus dimiliki perusahaan lokal sepenuhnya. "Grup Para belum masuk karena kompetisi yang ketat, lalu kami juga masih konsolidasikan Carrefour ke grup. Jadi bukan karena DNI," kata Ishadi.

Secara terpisah, Satria Hamid Ahmadi, Manajer Senior Hubungan Publik Carrefour enggan berkomentar soal pembatalan penjualan Carrefour Singapura dan Malaysia. Yang jelas, dirinya menyambut baik keberadaan Carrefour di kedua negara Sebagai sesama Carrefour di Asia Tenggara, kami mendukung keberadaan Carrefour di Malaysia dan Singapura," ujar Satria

Menurutnya, pertumbuhan bisnis di kedua negara tersebut signifikan. Ini menyebabkan Carrefour di Malaysia keluar sebagai peritel ketiga terbesar. Adapun di Singapura, Carrefour menempati posisi kedua.

Satria melihat, bisnis hipermarket di Asia Tenggara sangat prospektif. Hal ini ditunjang pula oleh potensi penyerapan tenaga kerja yang besar. Soal rencana Grup Para mengembangkan bisnis minimarket, menurut Satria hal itu tidak mungkin dilakukan dengan merek Carrefour.

Hal ini tersandung DNI yang tidak memungkinkan hal itu. Saat ini Carrefour Indonesia memiliki 84 gerai. Terakhir, Carrefour membuka gerai baru di Kepri Mal, Riau, Senin silam. Ini sekaligus menjadi gerai baru terakhir dibuka Carrefour tahun ini. Sepanjang sembilan bulan 2010 total penjualan Carrefour Indonesia mencapai Euro 823 juta. (Gloria Haraito/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar