Sabtu, 13 November 2010

Rumah Idaman “Lazy Boy, Sofa Bisa Bergoyang seperti Kursi Malas” plus 2 more

Rumah Idaman “Lazy Boy, Sofa Bisa Bergoyang seperti Kursi Malas” plus 2 more


Lazy Boy, Sofa Bisa Bergoyang seperti Kursi Malas

Posted: 13 Nov 2010 10:40 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com — LA. Z Boy atau yang dibaca Lazy Boy merupakan sofa single yang dapat diselonjorkan hingga posisi tidur. Sofa ini juga dapat bergoyang seperti kursi malas sehingga kita yang duduk tentu bisa tertidur di sofa ini.

Dalam Furniture Fair 2010 yang diadakan sejak hari Sabtu (13/11/2010) hingga 21 November di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, ini, Lazy Boy, produsen LA. Z Boy memberikan penawaran penjualan bagi para konsumennya.

Dalam pembelian satu unit LA. Z Boy, pembeli akan mendapatkan satu kursi LA. Z Boy lagi secara gratis. "Ini harganya Rp 36 juta, tapi kami diskon jadi Rp 21,6 juta dan kalau beli satu dapat gratis satu sofa lagi," ujar Erika, salah satu staf pemasaran LA. Z Boy.

LA. Z Boy ini memiliki beberapa keunggulan seperti bahan kulitnya yang halus dan bantalannya yang sangat empuk. Saat kita ingin tiduran, kita cukup mendorong senderan sofa tersebut ke belakang dengan punggung kita. Dengan demikian, sofa langsung berubah datar seperti tempat tidur. Untuk mengangkat bagian kaki, itu hanya dilakukan dengan menarik tuas kayu yang ada di sebelah sofa ini; sangat mudah.

Kelebihan lain dari LA. Z Boy adalah terdapatnya rak pendingin minuman di bawah hendel kiri LA. Z Boy. Adapun di bagian hendel sebelah kanan, jika kita buka, akan terdapat 2 cup holder untuk menaruh gelas minuman.

"Nanti kami kasih kabelnya, jadi tinggal colok seperti kulkas biasa saja. Yang ada kulkasnya ini malah yang jadi bonus," ucap Erika.

Dalam Furniture Fair 2010 ini juga terdapat berbagai macam tempat tidur, kitchen set, dan pernak-pernik hari raya Natal dengan model dan harga yang sangat variatif. (Remigius Septian Hermawan)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tempat Tidur Minimalis Masih Jadi Incaran

Posted: 13 Nov 2010 09:58 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Tempat tidur dengan model minimalis masih menjadi pilihan utama masyarakat, terutama dalam menyambut Hari Raya Natal Desember mendatang. Tempat tidur ini memiliki model yang polos, tidak memiliki banyak ukiran-ukiran rumit layaknya tempat tidur klasik.

Menurut Herry, staf pemasaran Inno Latex Bed Gallery, tempat tidur yang tidak berwarna terlalu mencolok masih menjadi incaran sebagian besar konsumennya. Hal ini menyesuaikan dengan model rumah minimalis yang saat ini masih menjadi tren.

"Yang banyak dibeli itu yang head boardnya datar dan ada rak kecil buat menaruh sesuatu. Kalau kasur-kasurnya masih lebih laku kasur latex yang medium dan soft," jelasnya saat ditemui Kompas.com di Furniture Fair 2010 di JCC, Senayan, Jakarta Pusat (13/11/2010).

Di Inno Latex Bed Gallery ini, perusahaannya memberi garansi 12 tahun untuk tiap kasur. Sedangkan untuk tempat tidur dan head board-nya perusahaannya hanya menyediakan jasa servis.

"Kalau dalam 12 tahun kasurnya jeblok, kempes, melengkung bisa diklaim, nanti kita ganti gratis. Kalau head board dan foundation-nya kita tidak ada garansi," ujarnya. Sedangkan untuk model sofa dan kursi yang masih dan akan tetap digandrungi adalah sofa dengan model klasik.

Menurut Anton, staf pemasaran Magna, sofa dengan kulit asli yang berlekuk-lekuk masih banyak dicari oleh konsumen. "Kalau klasik itu elegan. Kulitnya kita pakai kulit asli dari Italia. Warnanya yang paling banyak dicari ya yang berwarna merah marun dan warna-warna gelap," ungkapnya. Sofa jenis ini dilepas dengan kisaran harga Rp 30 juta sampai Rp 50 juta rupiah per setnya.

Dalam Furniture Fair 2010 yang digelar mulai tanggal 13 November hingga 21 November ini juga dijajakan aneka pohon natal dalam berbagai ukuran. Pohon natal pun tidak hanya berbentuk pohon cemara saja, tapi juga terdapat pohon natal dari ranting pohon jati.

Selain ranting pohon, juga terdapat replika pohon cemara berwarna-warni. Pohon natal dijual dalam berbagai harga, mulai dari ratusan ribu hingga Rp 5 juta. "Yang 5 juta ini tingginya sekitar 2 meteran dan daun-daunnya tidak mudah rontok," jelas Irwan, salah satu pedagang. (Remigius Septian Hermawan) 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Mengapa BSD Master Plan Perkotaan Terbaik?

Posted: 13 Nov 2010 09:18 AM PST

oleh Robert Adhi Ksp

Kota Mandiri Bumi Serpong Damai atau sering disebut dengan nama BSD meraih penghargaan Master Plan terbaik dalam FIABCI Indonesia - BNI Prix d'Excellence Awards 2010. Penghargaan itu diserahkan dalam rangkaian acara Munas ke-13 REI 2010 belum lama ini. Setelah mencapai penghargaan di Indonesia, BSD bakal ikut berkompetisi di FIABCI tingkat dunia tahun 2011.

Master Plan dan township seperti apa yang membuat BSD mencapai penghargaan real estat bergengsi di Indonesia ini? Direktur BSD Ignesjz Kemalawarta mengatakan semua persyaratan yang menjadi ukuran dewan juri, dipenuhi oleh BSD, mulai dari luas kota, populasi, kelengkapan kota, infrastruktur sampai kehidupan kota.

Embrio kota mandiri BSD ini sudah terbentuk seluas 1.300 hektar, dan masih ada lahan seluas 4.700 hektar lagi yang akan dikembangkan hingga tahun 2035 mendatang.

BSD memang berbeda dengan perumahan skala kecil dan sedang yang dikembangkan sejumlah pengembang. BSD serius mempersiapkan diri menjadi kota mandiri secara sungguh-sungguh, mulai dari akses jalan tol, stasiun kereta api, sampai jalan regional yang dibangun lebar-lebar dan lengkap dengan trotoarnya. Di kawasan CBD dan perumahan klaster terbaru, tempat pejalan kaki mulai disediakan.

Selain membangun jalan penghubung antara BSD dan Gading Serpong yang dijadwalkan selesai Maret 2011, BSD juga membangun baru Stasiun KA Cisauk yang dilengkapi dengan pertokoan dan gedung parkir kendaraan 6 lantai. Tampaknya ini mengantipasi perkembangan baru karena di Cisauk akan dibangun kampus baru Universitas Katolik Atmajaya di lahan seluas 20 hektar.

BSD mengembangkan semua aspek perkotaan yang dibutuhkan secara serentak, mulai dari perumahan sederhana, menengah, menengah atas, sampai fasilitas pendidikan dan kawasan industri dan pergudangan yang menciptakan lapangan kerja. Fasilitas-fasilitas ini dibangun secara bersamaan.

Fasilitas seperti pasar modern dan pusat jajan kaki lima menyemarakkan kehidupan kota di BSD. Kehidupan di BSD juga makin berkembang. Puluhan komunitas tumbuh di kota ini, mulai dari komunitas milis sampai komunitas penggemar musik jazz (Jajan Jazz).

BSD memperhatikan keseimbangan antara produk bangunan fisik dan lingkungan hijau. Saat ini BSD memiliki dua taman kota masing-masing seluas 2,5 hektar dan 9 hektar yang dikunjungi warga yang ingin meningkatkan kualitas hidup dengan berolah raga. BSD juga membangun 9 danau buatan, memiliki sistem drainase dan septic tank yang baik, dan sumur-sumur biopori di perumahan.

Beberapa tahun terakhir ini, di BSD juga dibangun gedung ramah lingkungan, seperti Sekolah Internasional Jerman atau DIS yang menggunakan panel surya untuk energi dan Gedung BCA menggunakan double glass. Grup Sinar Mas sedang membangun gedung ramah lingkungan Sinar Mas Land 6 lantai dengan dua menara di kawasan Green Office Building. Gedung ini akan menjadi kantor pusat BSD dan Duta Pertiwi. Bangunan ramah lingkungan ini akan di-rating oleh Green Building Council.

Sementara di sebelah Wisma BCA (kantor cabang utama Serpong), segera dibangun gedung perkantoran regional Bank BNI setinggi 12 lantai, yang akan melengkapi kawasan CBD BSD. Selain Wisma BCA, yang sudah beroperasi di kawasan ini adalah gedung perkantoran German Center, ruang pamer mobil Honda, pusat gaya hidup Teras Kota yang dilengkapi dengan Hotel Santika, Rumah Sakit Eka Hospital (yang akan diperluas dalam waktu dekat ini), Giant Hipermarket, dan segera beroperasi pusat kuliner BSD Square. Tak jauh dari lokasi ini, ada Ocean Park, tempat wisata petualangan air. 

Setelah 21 tahun berlalu, BSD yang kini dikembangkan oleh grup Sinar Mas makin berkibar. Brand BSD sudah bagus sebagai kota mandiri dengan perencanaan yang matang. Untuk memasarkan perumahan dan fasilitas pendukungnya, pengembang ini tidak mengalami kesulitan lagi.

Yang difokuskan BSD saat ini adalah meningkatkan populasi orang yang bekerja di kota mandiri ini dan mereka yang mengenyam pendidikan di kawasan ini. Di Edutown seluas 50 hektar, BSD mengajak perguruan tinggi ternama membangun kampus mereka di sini. Saat ini sudah dibangun kampus Universitas Prasetiya Mulya untuk pendidikan S1, Swiss German University untuk pendidikan S1 dan S2, Universitas Katolik Atmajaya untuk pendidikan S1. BSD sedang menjajaki pembangunan kampus untuk pendidikan perhotelan, teknologi informasi, seni budaya, dan komunikasi.

Universitas-universitas ini tampaknya menjemput bola, mencari lulusan sejumlah SMA yang sudah beroperasi di BSD dan wilayah Serpong lainnya sebelumnya, seperti SMA Santa Ursula, SMA Al Azhar, SMA Santa Laurensia, SMA Stella Maris, SMA BPK Penabur, SMA Tarakanita dan beberapa lainnya.

Di kawasan Edutown, sedang dipersiapkan shopping mall baru BSD. Ini untuk mengantisipasi perkembangan jumlah penduduk dari sektor pekerja dan siswa serta mahasiswa. Tahun 2010 ini, jumlah penduduk BSD sekitar 200.000, dan diproyeksikan menjadi 1 juta pada tahun 2035.

BSD juga sedang mempersiapkan Galeri Seni Budaya di dekat Edutown. Saat ini pun BSD acapkali menjadi lokasi sepeda santai yang digelar berbagai komunitas. Jalan yang lebar dan suasana yang sejuk dan tenang menjadi pertimbangan memilih BSD

Singkat kata, BSD mempersiapkan diri menjadi kota mandiri yang ideal untuk mengurangi beban Ibu Kota Jakarta yang sudah sesak.

Tak heran jika banyak pengusaha properti dan pengamat properti mengakui Serpong saat ini memang kawasan properti terbaik di antara kawasan di Jabodetabek. Empat pengembang besar, BSD, Alam Sutera, Summarecon Serpong, dan Paramount Serpong, semuanya mencatat pendapatan tahunan yang melesat dan meraup laba berlipat ganda. 

*) Robert Adhi Ksp, News Editor, Property Editor and Columnist Kompas.com, penulis buku "Panggil Aku King" (2009) dan "Banjir Kanal Timur Karya Anak Bangsa" (2010)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar