Senin, 29 November 2010

Rumah Idaman “Ruas Tol Semarang-Ungaran Beroperasi 16 Desember 2010” plus 2 more

Rumah Idaman “Ruas Tol Semarang-Ungaran Beroperasi 16 Desember 2010” plus 2 more


Ruas Tol Semarang-Ungaran Beroperasi 16 Desember 2010

Posted: 30 Nov 2010 05:48 AM PST

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, pelaksana proyek Jalan Tol Semarang-Solo mendatangkan tiga unit alat berat untuk meratakan salah satu bukit di bagian ruas tol untuk mempercepat penyelesaian konstruksi.

Percepatan pengeprasan bukit ini terus dilakukan agar pada pertengahan Desember 2010, Tol Semarang-Solo untuk ruas Kota Semarang-Ungaran, dapat dioperasikan.

-- Bibit Waluyo

"Tiga alat berat didatangkan dari Kalimantan Timur (Kaltim) dan sudah dioperasikan sejak dua hari lalu," kata Bibit di Semarang. Menurut dia, tiga alat berat ini akan digunakan untuk mempercepat proses pengeprasan salah satu bukit di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang.

Ia menuturkan, upaya percepatan pengeprasan bukit ini terus dilakukan agar pada pertengahan Desember 2010, Jalan Tol Semarang-Solo untuk ruas Kota Semarang-Ungaran, Kabupaten Semarang dapat dioperasikan. "Kalau selesai 100 persen belum mungkin, tetapi kalau pengeprasan bukit dipastikan bisa tuntas," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Hadi Prabowo menyatakan proyek Jalan Tol Semarang-Solo ruas Kota Semarang-Ungaran, Kabupaten Semarang, direncanakan akan dioperasionalkan mulai 16 Desember 2010.

"Ruas Kota Semarang-Ungaran rencananya akan dioperasionalkan pada 16 Desember 2010. Tidak perlu dilakukan penjadwalan ulang pengerjaan proyek ini," kata Hadi.

Ia mengakui, penyelesaian pengerjaan konstruksi proyek ini menghadapi sejumlah kendala seperti cuaca ekstrem serta ketersediaan bahan baku. "Sejak terjadi erupsi Gunung Merapi, pasokan pasir untuk pembangunan konstruksi ikut terganggu," katanya. Meski demikian, pengerjaan proyek konstruksi ini tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

52.000 Ha Lahan di Bekasi Tak Boleh Jadi Perumahan

Posted: 30 Nov 2010 05:38 AM PST

CIKARANG, KOMPAS.com  - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, segera menetapkan peruntukan lahan abadi pertanian di wilayah setempat seluas 52.000 hektare di penghujung tahun 2010.

Lahan di tujuh kecamatan di Kabupaten Bekasi dikhususkan untuk lahan abadi kawasan pertanian, dan tidak bisa diubah menjadi kawasan industri atau perumahan

"Kami sudah mengkonsultasikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ini kepada Provinsi Jawa Barat. Sebelum akhir tahun ini harus sudah disahkan," ujar anggota DPRD Kabupaten Bekasi Budhiyanto, di Cikarang, Bekasi.

Ia mengatakan, lahan tersebut akan dipergunakan sebagai lahan pertanian irigasi teknis. Lahan basah ini akan menjadi lahan abadi yang tidak bisa diubah kecuali untuk kepentingan nasional.

Menurut Budhiyanto, tidak ada perubahan yang signifikan dalam RTRW Kabupaten Bekasi pada 2010. Wilayah selatan, tetap dikhususkan untuk kepentingan industri nasional. Wilayah tengah untuk pemukiman, wilayah Bekasi Utara yang meliputi Muara Gembong dan Tarumajaya untuk pengembangan Terminal Petikemas dan kawasan industri.

"Sedangkan, untuk lahan pertanian dipusatkan di Kecamatan Kedungwaringin, Pabayuran, sebagian Cabangbungin, Suka Karya, Karang Bahagia, Suka Tani, Tambelang dan Suka Wangi," katanya.

Ketujuh kecamatan tersebut akan dikhususkan untuk lahan abadi kawasan pertanian, dan tidak bisa diubah menjadi kawasan industri atau perumahan. Kecuali untuk kepentingan nasional seperti pengeboran Migas dan sebagainya.
"Jika mau mengubah peruntukan lahan tersebut, maka harus merevisi Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2008 tentang Tata Ruang Wilayah Jabotabekpunjur," katanya,

Dengan penetapan tujuh kecamatan menjadi lahan abadi pertanian tersebut, Budhy berharap pembangunan di Kabupaten Bekasi tetap berorientasi pada sektor pertanian dan argobisnis sesuai dengan visi daerah. "Para petani harus diberi ruang untuk tetap menggarap sawahnya. Kabupaten Bekasi harus tetap menjadi daerah swasembada beras," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Bekasi, lahan pertanian terus mengalami penyusutan setiap tahunnya. 

Dari total wilayah Kabupaten Bekasi seluas 127.388 hektare, luas lahan pertanian pada tahun 2003-2004 tercatat 55.989 hektare. Namun pada tahun 2005 menyusut menjadi 55.354 hektare.

Sementara, daerah pertanian yang paling banyak mengalami alih fungsi adalah Kecamatan Cikarang Barat, Cikarang Selatan, Cibarusah dan Bojong Mangu. "Kami berharap, pengesahan lahan abadi ini tidak diganggu gugat lagi untuk kepentingan industri, perumahan dan lainnya. Sebab, hal ini sudah menjadi kesepakatan bersama." katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Rusunawa Leuwigajah Cimahi Selesai Juni 2011

Posted: 30 Nov 2010 05:31 AM PST

CIMAHI, KOMPAS.com - Pemkot Cimahi (Jabar) menargetkan pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi akan selesai pada Juni 2011 mendatang. 

Kebutuhan rumah di Kota Cimahi cukup tinggi. Berdasarkan jumlah penduduk, setidaknya diperlukan sekitar 78.000 unit rumah untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini.

-- Yusi Karim

"Kebutuhan rumah di Kota Cimahi cukup tinggi. Berdasarkan jumlah penduduk, setidaknya diperlukan sekitar 78.000 unit rumah untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini," kata Kepala Bidang Pembangunan dan gedung pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Cimahi, Yusi Karim, Minggu. 

"Sedangkan untuk rusunawa II di Melong diupayakan pada awal tahun 2011 akan bisa segera dihuni. Untuk waiting list rusunawa Melong sudah ada sekitar 300 orang dengan harga sewa mulai dari Rp140 ribu hingga Rp175 ribu per bulan," kata Yusi.

Menurut dia, setelah membangun sebanyak tujuh twin block di Kelurahan Cigugur Tengah dan Kelurahan Cibeureum, kini tiga twin block rumah susun sewa (rusunawa) akan segera dibangun di Kelurahan Leuwigajah.

Menurut Yusi, progres pembangunan rusunawa di Kota Cimahi saat ini terkendala pembebasan lahan. Padahal tawaran dari Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) terhadap pembangunan Rusunawa terus mengalir.

"Rencananya akan ada kembali 2 pembangunan rusunawa di Cimahi. Hanya saja, kita masih harus mencari lahan yang tepat, sebab lahan yang kosong yang ada di Cimahi saat ini sangat kurang," ujarnya.

Menurut Yusi, pada tahun 2011 pun Kota Cimahi kembali mendapat tawaran dari Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk kembali mendirikan rusuna dengan 5 twin block (blok kembar) yang dibiayai oleh pemerintah pusat sedangkan pembebasan lahan ditangani oleh Pemkot Cimahi. 

Karena keterbatasan lahan yang ada, membuat Pemkot Cimahi mempertimbangkan penawaran tersebut. Belum lagi tawaran yang sama datang untuk 3 twin block rusunawa, bedanya, lanjut Yusi, rusunawa dengan 3 twin block ini pusat hanya membiayai anggaran pembangunannya.

"Pemkot sendiri telah mengusahakan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk pembebasan lahan. Kita sambut baik dengan tawaran dari pemerintah pusat itu, tapi kita belum tahu nantinya rusunawa itu akan dibangun dimana. Terlebih pembangunan itu harus dilaksanakan pada tahun 2011.  Tapi sejauh ini sudah ada incaran lahan yang akan digunakan untuk pembangunan rusunawa 5 twin blok yakni di Kelurahan Utama," jelasnya.

Pihaknya mengakui tidak mudah mencari lahan untuk pembangunan rusunawa, terlebih jika lahan tersebut dihuni oleh warga. Untuk itu, dijelaskannya, selama ini lahan yang dipilih untuk pembangunan rusunawa adalah lahan milik Pemkot ditambah oleh lahan kosong milik warga dan bukan lahan hunian padat penduduk. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar