Kamis, 04 November 2010

Rumah Idaman “Munas ke-13 REI Digelar 8-11 November” plus 3 more

Rumah Idaman “Munas ke-13 REI Digelar 8-11 November” plus 3 more


Munas ke-13 REI Digelar 8-11 November

Posted: 04 Nov 2010 10:59 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Musyawarah Nasional ke-13 Real Estat Indonesia (REI) akan digelar di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, 8-11 November pekan depan. Munas ini akan diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari seminar nasional, penyerahan penghargaan Prix d'Excellent Indonesia, sampai pemilihan Ketua Umum REI yang baru periode 2010-2013.

Demikian diungkapkan Ketua Umum REI 2007-2010 Teguh Satria, Ketua Penyelanggara Alwi Bagir Mulachela, Ketua Panitia Pengarah Djoko Slamet Utomo, Ketua Panitia Pelaksana Eddy Hussy, dan Ketua Panitia FIABCI Indonesia BNI Prix dExcellence Johannes Tulung, hari Kamis (4/11/10).

Munas REI direncanakan dibuka oleh Wapres Boediono pada hari Selasa (9/11/10) pagi. Lalu siang harinya dilanjutkan dengan seminar nasional akan digelar di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski hingga hari Rabu.

Seminar nasional pada sesi pertama membahas "Perundang-undangan yang Mendukung Pembangunan Perumahan dan Permukiman" dengan pembicara Ketua DPR Marzuki Alie (Produk Undang-undang yang Berpihak Pada Pertumbuhan Ekonomi, Kesempatan Kerja, dan Kesejahteraan Masyarakat), Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi (Menekan Ekonomi Biaya Tinggi dalam Bidang Perizinan), dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo (Penyediaan Pembiayaan yang Berkelanjutan).

Pembicara ke-4 dan ke-5 adalah Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa (Pemenuhan Kebutuhan Rumah Bagi Seluruh Rakyat Indonesia) dan Kepala BPN Joyo Winoto (RUU Pertanahan yang Mendorong Pembangunan Perumahan dan Permukiman). Moderator pada sesi pertama adalah Ketua Umum DPP REI Teguh Satria.

Selasa petang hingga sore, seminar sesi kedua mengupas "Peluang Baru Bisnis Perumahan" dengan pembicara Menakerstrans Muhaimin Iskandar (Perumahan Pekerja dan Transmigrasi), Menpora Andi Mallarangeng (Perumahan Atlet), Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad (Perumahan Nelayan), dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono (Perumahan Prajurit TNI).

Selasa malam, acara dilanjutkan dengan penyerahan FIABCI Indonesia - BNI Prix d'Excellence Awards 2010.

Hari Rabu (10/11/10) pagi, Munas diisi dengan seminar sesi ketiga yang mengupas "Dukungan Stakeholder dalam Pembangunan Perumahan Nasional yang Berkelanjutan". Para pembicaranya adalah Deputi Menpera Bidang Pembiayaan Tito Murbaintoro (KPR Sejahtera - FLPP), Dirjen Pajak Muhammad Tjiptardjo (Sinkronisasi Aturan Perpajakan untuk Rumah Bersubsidi), dan Dirut PLN Dahlan Iskan (Pola Kebijakan Penyambungan Listrik untuk Rumah Bersubsidi).

Siang hingga malam hari, Munas REI menggelar sidang paripurna yang membahas tata tertib munas dan laporan pertanggungjawaban DPP REI 2007-2010.

Kamis (11/11/10) pagi hingga petang hari dimulai pemilihan Ketua Umum DPP REI 2010-2013, sedangkan malam harinya Ketua Umum terpilih memberikan sambutan. Ada empat orang calon Ketua Umum REI 2010-2013 yang sudah ditetapkan yaitu Alwi Bachir Mulachela, M Nawir, Setio Muharso, dan Djoko Slamet Utomo. Pemilihan akan digelar tanggal 11 November.

Jumlah anggota REI hingga 2 November 2010 tercatat 2.246 orang dari 33 provinsi. Namun belum semua anggota mendaftarkan diri sebagai peserta Munas. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Taman dengan Paduan Kucai dan Batu Templek

Posted: 04 Nov 2010 10:03 AM PDT

KOMPAS.com - Lantai taman ini terlihat unik. Lembaran batu templek purwakarta beragam ukuran ditempatkan hampir menutup seluruh lantai taman. Celah antarbatu itu diisi tanaman kucai mini . Kombinasi yang serasi.

Anda bisa meniru ide kombinasi batu templek dan kucai ini untuk taman rumah Anda. Khususnya jika taman rumah sulit ditanami rumput karena kurang mendapat sinar matahari.

Berbeda dengan rumput, kucai mini bisa tumbuh baik di area teduh maupun panas. Selain itu, sesuai namanya, kucai mini tidak akan tumbuh besar dan memanjang. Anda tak perlu repot memangkas.

Untuk membuat lantai taman seperti ini, terlebih dahulu tutup lantai dengan batu templek. Beri jarak sekitar 5cm-10cm antarbatu untuk ruang tanam kucai mini. Di pasaran Anda bisa menemukan batu templek dengan bentuk tidak beraturan maupun yang sudah dipotong kotak menyerupai keramik. Yang tidak beraturan terlihat lebih alami.

Setelah batu disusun, tanam kucai mini. Usahakan untuk menanamnya dengan rapat hingga tak ada permukaan tanah yang terlihat. Kucai mini tak membutuhkan perawatan khusus, cukup dengan penyiraman teratur sekali sehari.

Mudah, kan ? Selamat mencoba.  (Tigor C Siahaan/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tips Memilih Hunian di Jabodetabek (3)

Posted: 04 Nov 2010 09:39 AM PDT

oleh: Alois Wisnuhardana

Kasus-kasus semacam ini ratusan, bahkan mungkin ribuan. Hanya segelintir saja yang terekspos ke permukaan karena pada umumnya warga malas mengadukannya, atau putus asa, atau sebenarnya ingin mengadu tapi tak tahu mengadu ke mana

Sudah banyak kasus calon konsumen rumah dirugikan akibat buruknya komitmen pengembang dan sering ingkarnya mereka atas janji-janji yang dulu dipaparkan saat menawarkan produk.

Seorang calon pembeli rumah sudah membayar tak kurang dari Rp.50 juta sebagai uang muka bakal rumahnya. Dalam perjalanan, lokasi calon rumahnya itu ternyata akan dilewati oleh proyek jalan tol. Ratusan orang mengalami hal yang sama dan menuntut pengembang mengembalikan uang yang sudah disetor plus bunganya. Pengembang ingkar dan kasusnya berlarut-larut.

Warga di perumahan lain juga dibuat kesal, karena janji pengembang yang akan membangun arena pusat kebugaran (sports club ) cuma tinggal janji. Belakangan malah sebuah sekolah menengah atas berdiri di atas lahan yang tadinya dijanjikan untuk arena sports club  itu. Akibatnya, lalu lintas dan ketenangan warga jadi terganggu karena munculnya sekolah baru di perumahan mereka.

Di tempat lain, seorang pembeli rumah harus marah-marah ke developer  gara-gara jalan umum yang menuju lokasi rumahnya tidak segera diperkeras sekalipun sudah banyak warga yang menghuni. Akibatnya, jalanan menuju rumah sudah layaknya sungai. Bergelombang di kala kemarau, dan menggenang di musim hujan.

Kasus-kasus semacam ini ratusan, bahkan mungkin ribuan. Hanya segelintir saja yang terekspos ke permukaan karena pada umumnya warga malas mengadukannya, atau putus asa, atau sebenarnya ingin mengadu tapi tak tahu mengadu ke mana.

Pelanggaran Komitmen Terbanyak

Kasus yang paling banyak terjadi yang mengakibatkan konsumen dirugikan adalah jadwal serah-terima kunci yang meleset dari yang sudah dijanjikan. Melesetnya pun tidak pernah lebih cepat dari jadwal. Selalu lebih lambat. Bahkan sudah menjadi sebuah kelaziman bahwa serah terima kunci seolah-olah memang harus terlambat.

Hampir tidak ada developer  yang memberikan garansi tertulis yang disertai kompensasi-kompensasi yang jelas bilamana bangunan yang sudah dibeli konsumen telat waktu penyerahan kuncinya. Betapa menariknya dan tergodanya konsumen bila ada developer  yang melakukan hal ini dan barangkali jika itu dilakukan dapat menjadi sebuah tools marketing  yang dahsyat.

Pelanggaran lain yang tak kalah banyak adalah penanganan komplain yang tidak memadai manakala ada bangunan yang cacat (retak, bocor, tidak sesuai spesifikasi yang dijanjikan, dan sebagainya). Garansi biasanya diberikan selama kurun waktu 100 hari atau 3 bulan sejak serah terima kunci.

Yang banyak terjadi, sebelum 3 bulan bangunan memang berfungsi baik, tapi setelahnya mulai muncul masalah. Masalah lain, bagaimana bila rumah diserahkan pada musim kemarau, sementara hujan yang pertama kali mengguyur setelah rumah dihuni baru baru terjadi setelah masa 100 hari itu habis.

Alangkah hebatnya dan akan menjadi sebuah sarana promosi yang hebat jika garansi terhadap kebocoran rumah misalnya, diberikan setelah rumah tersebut diterpa hujan.

Maka, calon konsumen sudah seharusnya sangat cermat memperhatikan dan mencermati komitmen yang diberikan secara tertulis maupun lisan oleh pengembang saat mereka menawarkan produknya.

Jika komitmen tertulis dengan mudah didapat, bagaimana membuktikan komitmen yang disampaikan secara lisan oleh tenaga marketing pengembang tersebut? Kita bisa memanfaatkan ponsel yang memiliki kemampuan rekam sangat memadai untuk mendokumentasikan janji-janji ini. Bisa direkam secara terbuka maupun sembunyi-sembunyi.

Namun yang lebih penting dari itu, komitmen pengembang dalam membangun sebuah kawasan atau perumahan dapat terlihat secara fisik dari infrastruktur yang disediakan di situ, sampai dengan hal-hal remeh-temeh seperti bagaimana pepohonan dirawat.

Kita bisa menilik bagaimana sarana jalan yang ada, apakah cukup luas atau cuma sedikit lebih lebar dari gang senggol. Bagaimana drainase diatur, bagaimana dan seperti apa fasilitas umum yang disediakan, juga secara mudah gampang dinilai.

Bahkan bagaimana tampilan fisik kantor pemasaran, cara karyawannya melayani konsumen, sampai dengan bagaimana pepohonan dan taman dirawat akan menunjukkan filosofi dan komitmen pengembang dalam membangun kawasan atau kompleks hunian tersebut secara keseluruhan.

Pengembang yang sekadar "menjual unit" akan berbeda dengan pengembang yang berkomitmen membangun kawasan atau menawarkan hunian nyaman yang terkonsep matang. Pengembang yang sekadar mengeruk untung akan berbeda dengan pengembang yang memiliki perspektif dan menawarkan sebuah nilai investasi bagi konsumen.

Mereka yang sekadar menjual unit umumnya tak akan memperhatikan segala sesuatu yang berada di luar kawasan. "Bagaimana sarana jalannya, bagaimana sarana transportasinya, bagaimana interaksinya dengan lingkungan sekitar, bukanlah urusan kami," begitu kurang lebih kalau diterjemahkan.

Nah, untuk mengetahui dan mengukur komitmen semacam ini, mau tak mau konsumen harus mengeluarkan tenaga ekstra dengan melihat langsung ke lokasi, mengamati dan mencermati semua hal yang ada di sepanjang jalan menuju lokasi. Sangat mustahil mencium komitmen ini hanya dari brosur yang dicetak, apalagi kata-kata memikat dari tenaga pemasarnya yang rapi jali atau cantik rupawan.

Padahal, dengan kunjungan ke lokasi, calon konsumen akan dapat menilai komitmen pengembang tersebut, dan kemudian dapat memastikan, apakah investasi yang kita lakukan atas calon rumah tersebut akan berprospek atau ngehek. (iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Menpera: Persingkat Birokrasi Perizinan Pembangunan Rumah

Posted: 04 Nov 2010 08:56 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com -  Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa meminta pemerintah daerah (Pemda) baik Pemda DKI Jakarta maupun  di daerah untuk mempersingkat birokrasi perizinan pembangunan rumah bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.

Perizinan pembangunan rumah tidak boleh menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) mengingat kebutuhan masyarakat akan hunian semakin meningkat setiap tahunnya.

-- Suharso Monoarfa

Selain itu, Menpera juga berharap perizinan pembangunan rumah tidak boleh menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) mengingat kebutuhan masyarakat akan hunian semakin meningkat setiap tahunnya.

"Saat ini saya sedang meneliti tentang perizinan khusus di lingkungan pengembang dan pengadaan perumahan di Jakarta dan beberapa kota besar. Saya melihat masalah perizinan kebanyakan memang orioentasi untuk meningkatkan PAD semata," ujar Menpera saat  saat memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah di Ruang Rapat Prambanan, Kantor Kemenpera, Jakarta, Kamis (4/11).

Menpera menambahkan, ketika dirinya ketika ikut melakukan reformasi birokrasi yang bersih salah satu tujuannya adalah bagaimana perijinan tidak menjadi sumber PAD. Kalau memang perijinan memang jadi bagian dari penerimaan daerah, ungkapnya, maka tentunya orang-orang dapat bertanya terkait pekerjaan dan pemberian gaji PNS selama ini.

"Jika perijinan ada biaya yang dikeluarkan maka transaksi pemerintah dan masyarakat ada ongkosnya. Apa pajak yang dibayarkan oleh masyarakat masih kurang," tandasnya.

Lebih lanjut, Menpera menuturkan, selama 2 - 3 hari ini dirinya telah membaca rentetan perijnan untuk pembangunan rumah yang dilakukan pengembang. Setidaknya ada 48 langkah yang harus dilewati untuk mengurus perijinan. Hal itu tentunya tidak efektif dan efisien mengingat banyaknya instansi atau dinas yang mengurus hal perizinan.  

Untuk dapat mempersingkat birokrasi perizinan, kata Menpera, setidaknya harus ada regulasi yang sifatnya Undang-undang. Jika diperlukan juga diteliti lagi apakah ada Perda yang bertentangan atau yang bersifat high cost economy.

Salah satu yang menjadi perhatian Menpera adalah perizinan tentang penambahan jumlah lantai oleh pengembang. Dalam peraturan tidak diperbolehkan, akan tetapi Pemda akan memperbolehkan penambahan lantai kalau pengembang dapat membayar penalti.

"Itu kan aneh namanya. Di DKI perijinan mulai dari SP3L, SIPPT dan kemudian disyarakatkan untuk dapat Amdal dan tata letak ada instansinya semua dan disebutkan retribusinya berapa. Kalau  lewat 3 tahun SIPPT harus diperbarui termasuk IMB di dalamnya. Kalau memang Perdanya memang high cost economy tentunya harus dibatalkan," terangnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar