Jumat, 12 November 2010

Rumah Idaman “Ruang Keluarga: Sajian Pemandangan dari Jendela Super Lebar” plus 3 more

Rumah Idaman “Ruang Keluarga: Sajian Pemandangan dari Jendela Super Lebar” plus 3 more


Ruang Keluarga: Sajian Pemandangan dari Jendela Super Lebar

Posted: 12 Nov 2010 02:25 PM PST

KOMPAS.com - Ruang keluarga berikut ini dikelilingi kaca, praktis setiap sisi ruang menyajikan pemandangan hijau luar biasa. Mau tahu lebih banyak tentang ruang keluarga ini? Masuk, yuk!

Ruang keluarga di foto ini terletak di lantai dua rumah keluarga Budi Faisal. Beruntungnya, rumah ini berada di area dataran tinggi, di Bandung, yang pastinya memiliki pemandangan hijau yang menarik. Kelebihan ini tidak disia-siakan oleh Budi. Akses terhadap pemandangan ini dibuat seluas-luasnya, itu sebabnya ia membuat ruang keluarga di lantai dua berdinding kaca, dan berjendela super lebar.

Dinding kaca transparan membuat ruangan seolah tidak punya batas dengan ruang luar. Jarak pandang juga jadi lebih jauh, itu sebabnya ruang keluarga terasa lebih lapang. Jendela super lebar dibuat serupa pintu geser. Saat pagi datang, jendela dibuka selebar-lebarnya, sehingga udara pagi yang segar memasuki seluruh ruangan. Saat hari menjelang gelap, jendela bisa ditutup.

Coba bayangkan kita duduk di ruangan ini, menghadap jendela yang terbuka lebar, disuguhi pemandangan alam yang cantik. Belum lagi sejuknya udara luar rumah, yang dengan lancar mengalir ke dalam. Nyaman sekali, kan?

Kalau di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, mungkin tidak, ya, membuat jendela super lebar begini?

Menurut Budi, sangat mungkin. Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, misalnya arah hadap jendela. Jangan sampai membuat jendela lebar yang menghadap rumah di seberangnya, menantang matahari pula. Jendela seperti ini jelas tidak nyaman. Mengapa tidak mencoba membuat jendela lebar menghadap innercourt  atau taman belakang?

Tidak ada ruginya, deh, membuat jendela lebar di rumah. Mau?  (Anissa Q. Aini/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Eksplorasi Warna Putih di Apartemen 62m2

Posted: 12 Nov 2010 02:14 PM PST

KOMPAS.com - Didominasi warna putih mulai dari furnitur hingga dinding, hunian terlihat bersih dan terang. Perabot rumah tangga pun tertata rapi di dalam

Terasa nyaman dan menyenangkan berada di hunian ini. Tak hanya secara visual, tetapi juga pengalaman ruangnya. Bahkan, bisa dibilang kesan itu bisa dirasakan di setiap sudut rumah ini.

Dominasi sapuan warna putih diaplikasi mulai dari furnitur hingga dinding bangunan, memberi kesan interior yang terang. Tak hanya itu, warna putih pun membuat setiap elemen tampil proporsional tanpa perlu "berlomba" untuk terlihat. Warna putih itu berpadu serasi dengan furnitur dan elemen bangunan yang berdesain modern berbentuk geometris. Paduan itu memberi kesan desain yang elegan.

Pada ruang keluarga terdapat satu love seat berwarna merah marun dengan sandaran rendah yang dibalut kain warna putih. Sebuah coffee table berukuran kecil dan kursi berbentuk lingkaran yang berdesain modern ikut menemani. TV kabinet di depan area itu menjadi ruang simpan audio-video. Sapuan warna putih kental terasa pada ruang ini.

Bersebelahan dengan ruang keluarga adalah, ruang makan. Satu set kursi dan meja makan dengan desain masa kini menjadi elemen interior ruang itu. Kesan ruang yang lapang terwujud dengan penempatan kaca cermin yang hampir menutup seluruh dinding ruang makan.

"Etalase" ruang lainnya yang memberi kenyamanan secara visual, adalah pantry putih dengan back panel motif mozaik. Pantry berdesain i-line ini memiliki kabinet atas dan bawah yang memberi ruang simpan maksimal.

Kenyamanan ruang ini tak lepas dari renovasi kecil yang dilakukan. Bermula dari memindahkan dapur ke sudut kiri, lalu membuat dinding partisi pada rung keluarga sebagai penghalang pandangan langsung saat pintu utama terbuka.

Renovasi lainnya, adalah "membuka" kamar tidur yang menghadap ruang keluarga menjadi ruang belajar. Langkah ini membuat ruang keluarga dan ruang makan jadi memiliki view keluar. Lebih dari itu, sinar matahari dapat dengan leluasa menerangi setiap sudut ruang.

Pengalaman ruang yang berbeda akan didapatkan ketika memasuki area privat berupa ruang tidur utama dan ruang tidur anak. Sentuhan personal tampil lewat warna cokelat yang hangat. Warna itu hadir lewat wallpaper yang membuat suasana lebih bersantai.  (Johny H. Kakiay/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tahukah Anda? Posisi Duduk Menentukan Letak Sofa

Posted: 12 Nov 2010 02:09 PM PST

KOMPAS.com - Duduk tegak atau bersandar santai berpengaruh terhadap penempatan sofa di sebuah ruangan. Perhatikan benar hal ini, agar duduk lebih nyaman.

Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam menata ruangan. Penempatan sofa pun tidak boleh sembarangan. Ternyata posisi duduk dan kebiasaan Anda berpengaruh terhadap letaknya di dalam ruangan.

Lazimnya sofa ditata membentuk huruf "L". Penataan yang demikian itu rata-rata diaplikasikan pada ruang keluarga atau ruang-ruang santai. Pasalnya di ruangan seperti itu, biasanya orang menyibukkan diri dengan berbagai hiburan. Baik dengan menonton televisi, mendengarkan musik, atau membaca. Di sana jarang sekali terjadi diskusi penting atau yang bersifat resmi.

Pada ruang keluarga, orang cenderung duduk dalam posisi santai. Punggung bersandar dengan posisi tubuh rendah dan agak tenggelam ke dalam sofa. Kaki pun biasanya diluruskan ke depan.

Posisi duduk yang seperti itu berpengaruh terhadap penentuan jarak antara sofa dan coffee table . Karenanya, tempatkan coffee table  dengan jarak kurang lebih 50 cm dari sofa. Dengan demikian, ruang antara keduanya cukup untuk meluruskan kaki.

Berbeda halnya dengan penataan sofa pada ruang-ruang yang bersifat lebih resmi. Seperti ruang tamu, ruang kerja, atau lobi kantor. Di ruangan-ruangan seperti ini, biasanya orang duduk dengan sikap resmi.

Posisi tubuh lebih tegak, otomatis kaki pun dalam posisi tegak lurus. Jarak yang dibutuhkan untuk posisi duduk seperti ini, kurang lebih 40 cm. Tata letak sofa pun sebaiknya tidak dalam posisi "L", melainkan berhadapan. Dengan demikian orang-orang yang sedang berbicara dapat saling menatap. (iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Sasando Kupang Lirik Bisnis Properti di NTT

Posted: 12 Nov 2010 11:01 AM PST

KUPANG, KOMPAS.com - PT Sasando Kupang, segera melirik bisnis properti sebagai salah satu bisnis yang dapat dikembangkan di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut.

Direktur PT Sasando Kupang Yusak Meok di Kupang, Selasa mengatakan, semua potensi bisnis yang ada di wilayah Kota Kupang akan diselami, di dalami dan dijadikan sebagai proyeksi usaha ke depan, demi meningkatkan laba perusahaan.

Dia menyebutkan, sejumlah potensi bisnis lainnya selain properti yang bisa dilakukan dan merupakan peluang bisnis bagus untuk PT Sasando adalah usaha penambangan mangan, rumput laut dan bisnis perikanan.

Kendati memiliki sejumlah potensi bisnisnya, lanjut dia, semua potensi bisnis tersebut masih perlu disurvei dan dilanjutkan dengan sejumlah kajian untung-rugi bagi perusahaan. "Baru akhirnya ditentukan mana yang terbaik dan paling cocok untuk dikembangkan di Kota Kupang.

Saat ini, lanjut dia, PT Sasando sedang menginventarisir sejumlah potensi bisnis yang ada, sambil menunggu saatnya untuk dilakukan survey yang melibatkan sejumlah tim pakar masing-masing bidang usaha.

Menurut dia, dari aspek bisnis dengan kondisi Kota Kupang yang merupakan kota jasa dan perdagangan, bisnis properti merupakan bisnis yang menjajikan dan memiliki prospek usaha yang baik dan bisa menghasilkan keuntungan. 

Kendati demikian, dia mengatakan, masih harus melakukan kajian ekonomis, teknis dan dampaknya bagi masyarakat di wilayah ini, termasuk bagi perusahaan sendiri.

Dikatakannya, hampir 85 persen perusahaan daerah berbentuk apa saja di seluruh Indonesia sedang 'sekarat'. 

Untuk itu, kata dia, melalui komitmen manajemen di PT Sasando, setiap keputusan harus dilakukan dengan kajian yang memadai, sehingga tidak menjadi penghambat investasi di daerah yang merugikan perusahaan dan masyarakat

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar