Senin, 22 November 2010

Rumah Idaman “Taiwan Bangun Gedung Pencakar Langit Mirip Pohon” plus 2 more

Rumah Idaman “Taiwan Bangun Gedung Pencakar Langit Mirip Pohon” plus 2 more


Taiwan Bangun Gedung Pencakar Langit Mirip Pohon

Posted: 23 Nov 2010 04:46 AM PST

KOMPAS.com - Ketinggian bukanlah satu-satunya hal yang membuat pencakar langit memesona. Adalah soal diferensiasi desain yang juga berpengaruh terhadap penilaian keindahan sebuah pencakar langit.

Stefan Dorin, seorang arsitek asal Rumania, tengah merancang pencakar langit yang memiliki desain menyerupai pohon. Rencananya, pencakar langit berdesain futuristik itu akan dibangun di kota Taichung, kota terbesar ketiga di Taiwan yang baru saja memenangkan penghargaan desain.

Pencakar langit itu akan dirancang memiliki bangunan utama yang berbentuk menyerupai batang. Bangunan utama ini akan berfungsi sebagai perkantoran, restoran, "taman urban" dan museum.

Yang unik, bagian utama pencakar langit juga akan dilengkapi dengan struktur menyerupai daun yang bisa bergerak naik turun, persis seperti daun yang melambai karena tertiup angin. Rencananya, struktur menyerupai daun yang dinamai "Floating Observatories" itu akan berfungsi sebagai lift yang mampu mengangkut hingga 80 orang.

Dorin mengatakan, "Bermula dari visualisasi geografis Taiwan yang akan terwujud dalam Floating Observatories yang berbentuk pulau-pulau (yang ada di Taiwan), kita telah membangun konsep pohon teknologi ini dengan dilengkapi 8 floating observatories." Jumlah delapan dipilih karena melambangkan nomor keberuntungan yang dipercaya masyarakat Taiwan.

Pembangunan pencakar langit ini juga memiliki semangat cinta lingkungan. Pencakar langit nantinya akan dilengkapi turbin, sel surya dan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang akan mensuplai kebutuhan pemanasan.

Pembangunan akan dimulai pada tahun 2012. Ketinggian bangunan nantinya tak akan mencapai 1.000 kaki, jadi takkan mengalahkan gedung Taiwan 101 yang berketinggian 1671 kaki dan menjadi gedung tertinggi di negara itu. Meski begitu, Dorin mengatakan bahwa gedung ini akan menambah dimensi vertikal baru pada gedung-gedung di Taiwan.

Pencakar langit ini dinamai sama dengan struktur uniknya, "Floating Observatories". Pembangunan gedung akan seluruhnya ditanggung oleh Pemerintah Taiwan. (Daily Mail/Yunanto Wiji Utomo)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tampil Elegan dengan Ungu dan Motif Floral

Posted: 23 Nov 2010 03:58 AM PST

KOMPAS.com - Warna dan motif, dua hal tak terpisahkan yang jitu menyulap ruangan jadi luar biasa. Ingin kamar mandi elegan? Aplikasikan ungu. Jangan lupakan aksen motif floral.

Kamar mandi bergaya klasik, tidak melulu harus berhias cermin berornamen lengkung, berbingkai keemasan. Tidak perlu juga dengan menempatkan bathtub  bergaya Victorian. Cukup dengan paduan warna dan motif, kesan elegan dari si klasik bisa kita dapat. Contohnya kamar mandi di foto ini.

Ungu adalah salah satu warna yang banyak digunakan pada era Victorian, selain marun. Untuk mendapatkan sentuhan era ini, maka ungu diaplikasikan di sini. Kalau semua ungu, bisa-bisa kamar mandi jadi terlalu pekat dan terasa berat, maka dipadukanlah dengan si putih yang lebih ringan, dan bersifat netral.

Cuma ungu dan putih yang polos, kurang menarik rasanya, maka dipadukanlah dengan motif floral. Bunga berukuran besar paling cocok untuk tampilan klasik yang elegan. Tidak repot untuk mendapatkan tampilan warna dan motif seperti ini, cuma dengan keramik, kok .

Meski ada cat atau wallcover  yang bisa diaplikasikan di kamar mandi, tapi rasanya keramik masih jadi primadona sebagai pelapis dinding dan lantai di kamar mandi. Beruntung, kini produsen keramik sudah menyediakan banyak sekali varian warna, bahkan motif, yang bisa disesuaikan dengan selera kita. Memadupadankan warna dan motif jadi lebih menyenangkan. Seperti main puzzle  saja.

Kalau sudah semudah ini, mengapa menunggu? Ayo wujudkan kamar mandi elegan idaman Anda! (Anissa Q. Aini/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Yuk Tanam Lengkuas Merah di Taman

Posted: 23 Nov 2010 03:51 AM PST

KOMPAS.com - Berbunga indah, mudah dipelihara, dan bisa digunakan untuk obat.  Yuk , tanam lengkuas merah di taman rumah Lengkuas merah (Alpinia purpurata ) memang istimewa. Selain dapat mempercantik taman, tanaman cantik ini juga bisa digunakan untuk obat dan bumbu masak. Lengkuas merah termasuk tanaman semak tinggi. Ukurannya bisa mencapai 2m.

Tanaman ini biasa digunakan pada taman bergaya tropis atau gaya bali. Ditanam berkelompok sebagai border  atau dipadukan dengan tanaman lain yang lebih pendek. Daun tanaman lengkuas merah berbentuk memanjang dan berwarna hijau terang. Bunganya berukuran kecil dan berwarna kuning. Terletak diantara seludang daun. Seludang berwarna merah ini termodifikasi membentuk sisik. Bagian ini menjadi daya tarik utama lengkuas merah.

Lengkuas merah tidak membutuhkan pemeliharaan khusus. Tanaman ini menyukai tanah yang gembur dan sinar matahari penuh. Pemupukan cukup dilakukan di awal penanaman, dengan pupuk kandang. Penyiraman cukup dilakukan sekali sehari.

Perbanyakan lengkuas merah secara vegetatif dapat dilakukan dengan pemisahan anakan atau rimpang. Secara generatif perbanyakannya dilakukan dengan biji.

Jika Anda sedang berencana membangun taman, menambah tanaman, atau mungkin mengganti beberapa tanaman lama, Anda mungkin bisa mencoba lengkuas merah. (Tigor C Siahaan/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar