Senin, 10 Januari 2011

Rumah Idaman “Bandara Kuala Namu Batal Ditender Awal 2011” plus 2 more

Rumah Idaman “Bandara Kuala Namu Batal Ditender Awal 2011” plus 2 more


Bandara Kuala Namu Batal Ditender Awal 2011

Posted: 10 Jan 2011 12:01 PM PST

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembangunan bandara yang sangat dinantikan masyarakat Sumatera Utara di kawasan Kuala Namu dipastikan tidak akan ditender dalam semester I tahun 2011 karena masalah pembebasan lahan yang berlarut-larut. Dengan demikian, hanya empat dari lima proyek infrastruktur yang dikerjasamakan antara pemerintah dan swasta atau menggunakan mekanisme PPP (public private partnership) yang akan dilaksanakan pada semester I/2011 ini.

Kami perlu koordinasi pusat dan daerah. Sebab, untuk memasarkan proyek jalan tol (Medan-Kuala Namu), perlu kepastian dan optimisme mengenai pengadaan tanah.

-- Gita Wirjawan

"Kami perlu penyikapan lebih lanjut karena masih ada satu dan dua hal yang perlu disisir, tetapi lebih pada koordinasi pusat dan daerah. Sebab, untuk memasarkan proyek jalan tol (Medan-Kuala Namu), perlu kepastian dan optimisme mengenai pengadaan tanah dan saat ini undang-undangnya sedang dibahas," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan di Jakarta, Senin (10/1/2011).

Menurut Gita, dari lima rencana proyek PPP yang disiapkan pemerintah, kemungkinan hanya empat proyek yang siap untuk ditawarkan kepada swasta pada tahun ini. Keempat proyek tersebut meliputi proyek air minum Umbulan-Jawa Timur, proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Jawa Tengah, proyek jalan kereta api Manggarai-Bandara Soekarno Hatta, serta Pelabuhan Tanah Ampo di Bali.

"Prakualifikasi dua proyek, yaitu proyek Umbulan dan Cruise terminal di Bali, itu bisa kami lakukan pada kuartal I/2011. Tender untuk PLTU-Jawa Tengah itu mungkin Februari. Untuk proyek di Manggarai, prakualifikasinya pada semester I, tapi bukan pada kuartal I," ujarnya.

Sebelumnya, penyelesaian proyek pembangunan Bandar Udara Kuala Namu di Sumatera Utara dipastikan mundur. Paling cepat setahun atau paling lambat hingga tahun 2012. Padahal, proyek ini dijadwalkan selesai tahun 2010.

Tidak hanya itu, biaya pembangunan proyek juga membengkak dari perkiraan Rp 2 triliun menjadi Rp 4,2 triliun walaupun akhirnya bisa ditekan lagi menjadi Rp 3,3 triliun. Terminal penumpang secara fisik akan rampung 2010, tetapi itu baru bangunannya, isinya belum rampung. Pada tahun 2010 juga akan diselesaikan apron dan taxiway. Adapun runway belum selesai tahun 2010 (Kompas, 21/8/2010). (Orin Basuki)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Penerapan FLPP Masih Hadapi Kendala

Posted: 10 Jan 2011 11:47 AM PST

BANDUNG, KOMPAS.com — Penerapan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) masih mengalami kendala karena belum dikeluarkannya aturan perpajakan. Para pengembang berharap, pemerintah segera mengeluarkan aturan tentang FLPP yang baru itu agar penjualan semakin bergairah.

Pengembang sedang kesulitan karena harga bahan bangunan terus naik. Kalau ketentuan baru bisa mendukung, kondisi akan lebih baik untuk kami dan konsumen.

-- Fery Sandiyana

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (Apersi) Fery Sandiyana di Bandung, Senin (10/1), mengatakan, sebelumnya, pemerintah membebaskan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk harga rumah hingga Rp 55 juta.

"Sekarang, FLPP berlaku untuk harga rumah hingga Rp 80 juta, tetapi soal pajak belum diatur. Saya dengar, Februari nanti peraturannya akan keluar," katanya. Jika konsumen dapat diringankan dari sisi pajak, minat mereka membeli rumah akan kian tinggi.

"Pengembang sedang kesulitan karena harga bahan bangunan terus naik. Kalau ketentuan baru bisa mendukung, kondisi akan lebih baik untuk kami dan konsumen," katanya.

Menurut Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah S Thaib, para pengembang masih mengalami kendala soal FLPP. "Contohnya mengenai rumah sejahtera susun. Sebelumnya, terjadi masa transisi antara kebijakan lama dan baru," katanya.

Namun, transisi itu tak berjalan mulus. Kebijakan mengenai subsidi itu seharusnya paralel. Kenyataannya, kebijakan lama sudah dihentikan, tetapi  program baru ternyata tak berjalan lancar. Hiramsyah menambahkan, sejumlah konsumen rumah susun sejahtera belum bisa menikmati FLPP.

Konsumen rumah susun sejahtera di Pulogebang, Jakarta, misalnya, belum menerima fasilitas tersebut. Sektor properti akan jauh lebih baik jika kendala mengenai kebijakan dapat diatasi. Selain itu, ada pihak perbankan belum paham mengenai peraturan yang memang menghambat tersebut. Kebijakan pemerintah pusat dan daerah juga masih sering tumpang-tindih. (Dwi Bayu Radius)

 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Pakai Ranjang Lipat Biar Hemat Tempat

Posted: 10 Jan 2011 10:16 AM PST

KOMPAS.com — Ruang servis dan kamar pembantu jadi satu, apa mungkin? Mungkin saja. Asal pintar mengelola ruangan, dua fungsi tadi bisa berjalan sempurna.

Ruang servis di foto ini boleh jadi contoh. Sebagai ruang servis, di sini ditempatkan kabinet-kabinet dinding, storage. Masih untuk storage, ditempatkan pula beberapa buah boks. Dengan area penyimpanan yang memadai, tidak akan ada barang-barang yang berserakan. Boks bisa digunakan juga sebagai pengganti meja, untuk televisi. Seperti yang Anda lihat di foto.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, selain sebagai ruang servis, ruangan ini juga difungsikan sebagai kamar pembantu. Menempatkan tempat tidur di sini rasanya hampir tidak mungkin. Ruangan ini berukuran tak lebih dari 6 meter persegi. Tapi keadaan ini tak lantas membuat mati akal. Tak bisa tempatkan tempat tidur konvensional, tempatkan yang tidak biasa. Ranjang lipat misalnya.

Tempat tidur yang Anda lihat di sini tak setiap saat ada. Ketika tidak digunakan, tempat tidur ini "disembunyikan" dengan cara melipatnya ke arah dinding. Dengan demikian, ruangan pun lebih lega dan rapi.

Terbukti kan , asal direncanakan dengan baik, tak ada yang tak mungkin. (Annisa Q. Aini/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar