Selasa, 11 Januari 2011

Rumah Idaman “Proyek Apartemen Baru Agung Podomoro di Pos Pengumben” plus 2 more

Rumah Idaman “Proyek Apartemen Baru Agung Podomoro di Pos Pengumben” plus 2 more


Proyek Apartemen Baru Agung Podomoro di Pos Pengumben

Posted: 11 Jan 2011 03:00 PM PST

JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Agung Podomoro Land bakal meluncurkan proyek baru dari lahan di kawasan Pos Pengumben seluas 8 hektar yang telah diakuisisi November tahun lalu.

Pembangunan residensial vertikal di Pos Pengumben diperkirakan bakal memakan waktu 3-4 tahun.

-- Prisca Andriessen

"Kita akan bangun residensial di sana," ujar Corporate Secretary Agung Podomoro Land Prisca Andriessen usai Peresmian Serah Terima Central Park Office Tower Podomoro City, Selasa, (11/1).

Menurut Prisca untuk pembangunan residensial vertikal di Pos Pengumben diperkirakan bakal memakan waktu 3-4 tahun. Selain merencanakan pembangunan residensial di Pos Pengumben, Agung Podomoro Land juga masih akan fokus pada pengembangan lahan yang sudah ada. Termasuk areal Podomoro City.

"Penyelesaian central park akan menggunakan 30 persen dari dana IPO kami," ujar Prisca. Sebagaimana diketahui, Agung Podomoro Land melakukan IPO pada November 2010 dimana 35 persen dana IPO digunakan untuk pembayaran utang, 35 persen untuk capital expenditure, dan sisanya pengembangan usaha. Adapun dana IPO yang berhasil diraih sebesar Rp 2,24 triliun.

"Sebetulnya kami masih punya rencana akuisisi lahan lagi, tapi belum bisa kami sampaikan dulu. Yang jelas untuk saat ini fokusnya masih di Jakarta. Proyek yang on going seperti Central park tetap dilanjutkan. Kami akan terus cari peluang untuk maks dana IPO," paparnya. (Astri Karina Bangun/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Dikeluhkan, Selisih Bunga Ditanggung Pengembang

Posted: 11 Jan 2011 02:49 PM PST

BANDUNG, KOMPAS.com -  Selisih bunga fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dengan komersil menjadi beban bagi para pengembang. Beban bunga itu harus ditanggung pengembang sejak pembangunan hunian hingga proses serah terima.

Selisih bunga sebesar tiga persen itu harus kami tanggung sejak realisasi akad kredit hingga hunian ditempati konsumen. Masa itu bisa berlangsung delapan bulan hingga setahun sebelum selisih bunga diganti pemerintah.

-- Harry M Harnandi

Senior Vice President Marketing PT Menara Karsa Mandiri Harry M Harnandi di Bandung, Selasa (11/1), mengatakan, suku bunga yang ditanggung penerima FLPP sebesar sembilan persen per tahun sementara komersil sebesar 12 persen per tahun.

"Selisih bunga sebesar tiga persen itu harus kami tanggung sejak realisasi akad kredit hingga hunian ditempati konsumen. Masa itu bisa berlangsung delapan bulan hingga setahun sebelum selisih bunga diganti pemerintah," katanya.

Menurut Harry, selisih bunga itu di apartemennya sekitar Rp 300.000 per konsumen. Karena itu, FLPP dianggap belum sesuai harapan. Sepertinya FLPP hanya menjadi program setengah hati. Selisih bunga seharusnya tidak di bebankan kepada pengembang, katanya.  (Dwi Bayu Radius)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Grup Ciputra Bangun Enam Menara Apartemen Mewah

Posted: 11 Jan 2011 02:45 PM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan pengembang, PT Ciputra Property Tbk berencana membangun enam menara apartemen mewah di Jl Prof Dr Satrio Kaveling 11, Jakarta Selatan, mulai semester dua tahun ini. Investasi yang disediakan untuk pembangunan ini sebesar 1,8 triliun.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Ciputra Properti Tbk Artadinata Djangkar bilang, dana pembangunan sebesar itu bersumber dari kas internal perusahaan. Proyek ini akan dibangun dalam tiga tahap.

Pembangunan tahap pertama akan dimulai pada pertengahan tahun ini. Sementara tahap kedua dan ketiga akan menyusul. Yang pasti, untuk dua tahun pertama, Ciptura akan membangun dua tower. Sementara pembangunan keempat tower lainnya, akan disesuai dengan situasi. "Pembangunan dua tower tahap pertama ini berkapasitas 700 unit, masing-masing tower memiliki 350 unit," ujarnya, Selasa (11/1).

Pembangunan tower ini diperkirakan membutuhkan waktu lima tahun, dan dipastikan pada tahun 2015 pembangunan enam menara tersebut telah rampung. Luas tanah yang disediakan untuk pembangunan tower tersebut 3,1 hektar. Diperkirakan satu menara berketinggian 40 lantai.

Menurut dia, lima dari enam menara tersebut akan dijual secara strata title dengan total luas area yang dijual mencapai 155.000 meter persegi. Semetara jumlah unit keseluruhan dari enam menara belum bisa dipastikan karena masih dalam proses. (Noverius Laoli/KONTAN)

 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar