Jumat, 14 Januari 2011

Rumah Idaman “Siapa Berani Mandi di Kamar Mandi Ini?” plus 2 more

Rumah Idaman “Siapa Berani Mandi di Kamar Mandi Ini?” plus 2 more


Siapa Berani Mandi di Kamar Mandi Ini?

Posted: 14 Jan 2011 08:27 AM PST

KOMPAS.com - Mandi di sini serasa mandi di alam bebas. Ditemani semilir angin dan hangat sinar matahari. Bagaimana dengan privasinya?

Sebagian dari Anda mungkin akan membelalakkan mata karena terkejut, saat memasuki kamar mandi ini. Bagaimana tidak? Area shower-nya bukan di dalam, melainkan di area luar, alias terbuka. Tidak salah, kamar mandi ini menerapkan konsep transparan dan terbuka.

Selain menempatkan area shower di luar, di kamar mandi Anda juga akan menemukan banyak sekali aplikasi kaca.

Kita bahas dari yang paling "menantang", area shower di ruang luar. Area shower memang ditempatkan di luar, kalau dilihat-lihat, serupa area balkonlah. Dindingnya dilapisi batu alam dan dibuat setinggi lebih dari 1,5 meter.

Dan satu hal yang paling penting, yang kiranya membuat sang pemilik cukup percaya diri membuat kamar mandi seperti ini, adalah bahwa kamar mandi ini ada di ketinggian, lantai dua atau lebih. Dengan demikian, hampir mustahil ada orang yang bisa mengintip.

Keuntungan membuat area shower seterbuka ini, apalagi kalau bukan pertukaran udara yang jauh lebih baik, dibandingkan kamar mandi biasa. Sinar matahari pun lebih leluasa masuk, jadi kamar mandi lebih sehat.

Tak ketinggalan kesan alami dari minimalnya batas antara ruang dalam dan luar, yang tentunya jadi alasan sang pemilik membuat kamar mandi seperti ini. Serasa mandi di alam bebas, bukan?

Antara area shower dengan area lain dibatasi pintu geser yang terbuat dari kaca berbingkai kayu. Balok-balok kaca es terlihat menghiasi area bathtub , sekaligus menjadi pembatas antara bathtub dan jalur sirkulasi orang.

Jadi, bagaimana? Berani mandi di kamar mandi ini? (Anissa Q. Aini/iDEA)

 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Menyatukan yang Berbeda untuk Hasil Memesona

Posted: 14 Jan 2011 08:16 AM PST

KOMPAS.com Semboyan Bhinneka Tunggal Ika terbukti manjur menciptakan keindahan, paling tidak untuk ruang makan ini. Menyatukan yang berbeda, asal berani dan tahu caranya, hasilnya memesona.

Kalau melihat ruang makannya, sepertinya pemilik rumah ini antikebakuan atau antikeseragaman. Banyak perbedaan ditemukan di sini. Kursi, meja, hingga lampu dan aksesorinya. Apakah salah? Jelas tidak.

Menyukai perbedaan, kemudian mengaplikasikannya pada dekorasi ruangan, justru ide kreatif. Kita buktikan bahwa perbedaan yang disandingkan secara benar akan menghasilkan tampilan yang indah.

Hal pertama yang kita lihat saat memasuki ruang makan pasti set meja dan kursi makannya. Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan kursi dan meja makannya. Akan tetapi, karena sang pemilik sepertinya gatal kalau melihat segala sesuatunya seragam, diciptakanlah berbagai variasi di sana.

Pertama, dari kursi. Empat kursi dibiarkan seragam, tapi di antara dua kursi yang seragam—berwarna coklat dan hitam—ditempatkan sebuah kursi yang desain dan warna kontras berbeda, putih.

Begitu pula di atas meja, tidak cukup satu buah taplak. Ditempatkan tiga kain taplak di sana. Semuanya beda warna, kuning, hitam, dan bermotif bunga merah. Tak ketinggalan sebuah vas lengkap dengan rangkaian bunga.

Beralih ke bagian bawah, lantainya tidak dibiarkan polos. Ada sebuah karpet berwarna abu-abu dengan motif sulur di sana. Ke bagian atas, plafon, ada lampu gantung silinder berwarna hitam bermotif floral. Dari atas ke bawah terjadi perpaduan motif-motif yang berbeda.

Itu belum semuanya. Coba lihat di dinding, ada piring-piring porselen menghiasinya. Di salah satu sudutnya ditempatkan sebuah sofa tunggal ber-upholstery kuning, serupa dengan warna salah satu taplak, dengan cushion merah, semerah motif bunga, juga pada taplak. Di sudut lain ditempatkan standing lamp berkap silinder motif bulat berwarna biru. Meriah sekali, bukan?

Mau tahu rahasianya? Tidak ada rahasia, kok. Yang penting, jangan biarkan ada satu warna yang berdiri sendiri tanpa partner. Warna yang berbeda sendiri tanpa ada pasangan akan terlihat aneh dan merusak tampilan. Mau berapa banyak pun motif yang dipadukan, asal warnanya ngeblend, tak masalah,. Dijamin tampilannya tetap rapi. Mau mencoba prinsip Bhinneka Tunggal Ika juga? Silakan mencoba. (Anissa Q Aini/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Ruang Makan: Banyak Warna dan Motif Buat Suasana Ceria

Posted: 14 Jan 2011 08:07 AM PST

KOMPAS.com - Ceria, unik, dan akrab adalah tiga karakter yang pas menggambarkan ruang makan di foto ini. Anda pun pribadi yang pas digambarkan dengan ketiga kata tadi? Maka ruang makan ini untuk Anda.

Meja makan harus satu set dengan kursinya. Kursi-kursi tadi pun harus seragam, supaya tampilannya rapi. Ini, sih , zaman dulu. Sekarang gaya penataan ruang sudah lebih bebas, sesuai karakter dan selera pemiliknya.

Ingin membuat ruang makan yang "hidup", serba bervariasi bentuk, warna, dan motif, bukan masalah. Contoh saja ruang makan yang satu ini. Kalau bicara gaya, mungkin akan pusing menentukannya. Modern iya, eklektik pun iya. Kita sebut saja "campur-campur", setuju?

Si ruang makan "campur-campur" ini, tak bisa dipungkiri, memang menarik. Baru melihat fotonya saja, mata sudah tertawan. Salah satu alasannya, bisa jadi karena tatanannya yang tidak baku. Kita mulai dengan furnitur utama di ruang makan, set meja dan kursi makan. Jauh dari kata seragam, meja dan kursi makan tidak berasal dari gaya desain yang sama. Keempat kursinya pun punya tampilan yang berbeda.

Meja makan memiliki hiasan mozaik di permukaannya, begitu pula di sekeliling top table -nya. Bentuk seperti ini, walaupun tidak sama persis seperti ini, kerap kita jumpai di meja-meja gaya Maroko. Beranjak ke kursi. Dua buah kursi bergaya klasik, dengan sandaran elips dan berornamen lengkung. Dua kursi lainnya bergaya modern, dengan upholstery bermotif kotak.

Perhatikan dindingnya, pun dilabur dengan warna berbeda. Ada kuning kehijauan seperti jeruk limau, ada pula bidang yang diwarnai biru muda. Bidang dinding lain dilapisi cermin, atau dilabur cat putih.

Sekian banyak motif dan warna dilebur jadi satu, tapi tampilannya toh tetap rapi. Apa pasal? Karena pengaplikasiannya tidak dominan. Dominasi putih pada plafon dan beberapa dinding, juga krem pada lantai, tetap memberikan kesan netral. Di antara "lautan" warna netral inilah, sang pemilik "menghiasinya" dengan sedikit paduan warna dan motif berbeda. Hasilnya, bisa Anda lihat sendiri, unik dan beda! (Anissa Q. Aini/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar