Senin, 17 Januari 2011

Rumah Idaman “Lantai Spiral Pada Rumput di Taman Atap” plus 2 more

Rumah Idaman “Lantai Spiral Pada Rumput di Taman Atap” plus 2 more


Lantai Spiral Pada Rumput di Taman Atap

Posted: 17 Jan 2011 11:58 AM PST

KOMPAS.com - Inilah sebuah kreativitas mengolah lantai taman, menghadirkan bantuk baru yang unik.

Taman dengan hamparan rumput selalu menyenangkan. Secara instan kita akan menyukai dan merasa rileks melihat hijaunya rumput yang membentang di halaman. Tapi sesungguhnya, Anda bisa memperoleh lebih banyak dari itu.

Lantai taman Anda juga bisa tampil artistik. Seperti yang dilakukan desainer taman Andie (desainer taman, X-otic garden) pada taman atap salah satu kliennya.

Memperkaya tekstur lantai taman dengan menambah koral atau pasir sudah biasa. Andie membentuk lantai taman seperti sebuah pusaran air dengan sebuah bola kaca sebagai pusatnya. Untuk membuat ini, tanah dibentuk dahulu sebelum ditanami rumput golf.

Susunan batu andesit menjadi pembatas yang mempertegas bentuk spiral. Desain yang kreatif ini memberi kekuatan visual tersendiri bagi taman.

Secara umum, taman ini didesain dengan konsep tropis. Di sekeliling 'pusaran rumput' tadi ditanam beragam tanaman tropis. Seperti pacing (Costus sp), kuping gajah (Alocasia macrorrhiza), dan hanjuang (Cordyline terminalis). Tanaman tadi ditata dengan komposisi menarik, sesuai dengan ukuran dan jenis tanaman.

Anda terinspirasi? Ambil sekop, sarung tangan, dan gunting tanaman. Kita berkebun, yuk!  (Tigor C. Siahaan/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Harga Rumah Naik, Bunga Acuan Swiss Diprediksi Naik

Posted: 17 Jan 2011 11:33 AM PST

KOMPAS.com - Harga rumah di Swedia naik dalam waktu 20 bulan pada Desember 2010 silam. Kondisi ini membuat pasar memprediksi bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan bulan depan.

Harga rumah rata-rata naik 4 persen per tahun dalam tiga bulan hingga Desember, setelah pada November naik hingga 5 persen. Riskbank bulan lalu menaikan repo bunga acuan 0,25 persen menjadi 1,25 persen. Hal tersebut menjadi tanda bahwa ada upaya melawan ketidakseimbangan antara kredit dan pasar perumahan.

Harga rumah rata-rata pada periode Desember adalah 2.045.000 kronor setara dengan US$ 305.000. Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg pertumbuhan pinjaman rumah tumbuh 9 persen tahun lalu.

Dalam pernyataan terpisah yang diterbitkan hari ini, Layanan Pekerjaan Umum Swiss mengatakan tingkat pengangguran non-musiman naik menjadi 4,5 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 4,3 persen. (Dyah Megasari/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Menpera: Jumlah Backlog Perumahan Dievaluasi

Posted: 17 Jan 2011 11:16 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Menpera Suharso Monoarfa mengungkapkan, Kemenpera ke depan akan melakukan evaluasi terkait kekurangan kebutuhan (backlog) perumahan di Indonesia. Oleh karena itu, dirinya berharap setiap pemerintah provinsi di seluruh Indonesia dapat memiliki data mengenai jumalah kebutuhan rumah yang ada di daerahnya masing-masing.

Adanya kepastian data kebutuhan rumah dari setiap provinsi tentunya akan menghasilkan data jumlah yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam skala nasional. Dengan demikian, pertambahan jumlah perumahan setiap tahun bisa dipastikan

"Kami akan mengevaluasi backlog perumahan per provinsi. Kalau bisa setiap provinsi dapat memiliki data berapa jumlah kebutuhan perumahan bagi masyarakat di wilayahnya masing-masing," ujar Menpera, Suharso Monoarfa saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Kemenpera Tahun 2011 bertemakan Memantapkan Good Governance Dalam Menghadapi Perubahan Lingkungan Strategis Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman di Hotel Mercure, Jakarta, Senin (17/1).

Menurut Suharso Monoarfa, adanya kepastian data kebutuhan rumah dari setiap provinsi tentunya akan menghasilkan data jumlah yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam skala nasional. Dengan demikian, pertambahan jumlah perumahan setiap tahun bisa dipastikan.

Saat ini, ungkap Suharso Monoarfa, angka kebutuhan rumah di Indonesia berkisar pada angka 7,1 juta hingga 8 juta unit rumah. Namun demikian, berdasarkan data dari Kementerian Sosial ada sekitar 22 juta unit rumah dengan kualitas rendah dan tidak layak huni. "Hal-hal terkait data perumahan inilah yang harus dipastikan dan perlu sinkronisasi. Jika data yang kita miliki keliru tentunya pelaksanaan program bisa keliru juga," ungkapnya.

Program pengentasan kawasan kumuh di Indonesia yang terus bertambah dari 54.000 ha hingga 57.000 ha tentunya juga menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dengan segera. Jika dalam MDG's pengentasan kawasan kumuh, termasuk di dalamnya program perumahan bagi masyarakat tidak tuntas pada tahun 2015 mendatang, maka bisa saja Indonesia dianggap sebagai negara yang tidak fokus pada masalah perumahan dan permukiman.

"Mungkin kami akan menggunakan data yang dimiliki oleh BPS dalam hal data-data terkait masalah perumahan dan permukiman layak huni. Namun demikian, sesuai UU Perumahan dan Kawasan Permukiman pemerintah daerah berhak menetapkan suatu kawasan kumuh di daerahnya masing-masing," tandasnya.

Suharso Monoarfa menambahkan, Pemda ke depan juga harus mampu memanfaatkan BPHTP sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan daerah. Oleh karena itu, sudah sepatutnya Pemda di setiap daerah segera membuat Peraturan Daerah terkait pengutipan BPHTB dari masyarakat.

"Apabila Perda BPHTB belum di buat maka Pemda tidak bisa mengutipnya dari mari masyarakat. Jika hal itu terjadi maka Pemda dan masyarakatlah yang akan dirugikan sebab transaksi di bidang properti akan terhenti," imbuhnya.

Selain itu, Menpera juga meminta Pemda dapat menyediakan lahan serta bank tanah untuk kawasan perumahan dan permukiman masyarakat. Bank tanah, kata Suharso pada dasarnya dapat memperkaya ataupun menambah PAD. "Pemda yang sudah memiliki bank tanah dapat membuat obligasi daerah sehingga dapat meningkatkan PAD-nya masing-masing," katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar