Kamis, 20 Januari 2011

Rumah Idaman “Pengembangan Perumahan Ikuti Pembangunan Infrastruktur” plus 2 more

Rumah Idaman “Pengembangan Perumahan Ikuti Pembangunan Infrastruktur” plus 2 more


Pengembangan Perumahan Ikuti Pembangunan Infrastruktur

Posted: 21 Jan 2011 05:54 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebutuhan akan perumahan di pinggir kota penyangga Jakarta semakin tinggi, terutama di kawasan Tangerang. Perkembangan infrastruktur yang lebih baik di kawasan ini, dirasa menjadi salah satu pemicunya, di satu sisi harga tanah di kawasan ini pun semakin mahal. Kawasan lain mulai dilirik pengembang, seperti kawasan Bekasi.

Pertumbuhan perumahan di Jakarta sebenarnya mulai ke Barat (kawasan Tangerang) dan Timur (kawasan Bekasi). Pertumbuhan perumahan selalu mengikuti infrastrukturnya. Infrastruktur ke arah barat lebih baik daripada di timur.

-- Utami Prastiana

"Pertumbuhan perumahan di Jakarta sebenarnya mulai ke Barat (kawasan Tangerang) dan Timur (kawasan Bekasi). Pertumbuhan perumahan selalu mengikuti infrastrukturnya. Infrastruktur ke arah barat lebih baik daripada di timur," kata Utami Prastiana, Head of Strategic Advisory Procon kepada wartawan, Selasa ( 18/1/2011 ) lalu.

Menurut Utami, perbaikan infrastruktur di barat lebih baik dengan dibangunnya jalan tol seperti tol TB Simatupang dan tol Merak. "Karena ada akses tol maka ini akan mempermudah. Barat itu tanahnya masih luas, Tangerang saja masih sekitar 4.000 hektar lahannya. Jadi perkembangan akan tetap ada," katanya.

Karena semakin banyak dicari pengembang, harga tanah pun meroket. Utami mengatakan, menyingkapi harga tanah yang mahal di Tangerang, pengembang mulai melirik kawasan lainnya seperti Bekasi. "Contohnya Sumareccon mengembangkan kawasan baru ke timur. Apalagi sekarang ditambah adanya tol JORR, jadi kawasan Bekasi menjadi prospek baru," ujarnya. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Teras Menggoda dengan Artwork dan Taburan Koral

Posted: 21 Jan 2011 03:13 AM PST

KOMPAS.com - Teras, area yang satu ini seringkali luput dari perhatian. Padahal fungsinya yang "mengantarkan" orang dari halaman ke dalam rumah, memiliki potensi untuk memberi kesan pertama yang unik. Tidak neko-neko, kok , menghiasnya. Simpel saja, seperti foto berikut ini.

Tidak seperti kebanyakan orang yang mungkin enggan menempatkan artwork di teras rumah, pemilik rumah yang satu ini justru menyediakan coakan khusus, untuk menempatkan dua artwork koleksinya. Bahkan dinding backdrop-nya dilabur cat berwarna cerah, sebagai aksen. Otomatis membuat mata setiap orang yang lewat, tertuju ke coakan tersebut.

Tidak cuma artwork, di bagian depan, berpadu dengan stepping stone hadir pula taburan koral putih. Si putih tampil kontras dengan lantai teras yang berwarna hitam. Taburan koral ini pun menjadi salah satu elemen yang membuat teras ini tampil menarik.

Dilihat-lihat, teras ini - tanpa artwork dan taburan koral - sebenarnya biasa-biasa saja. Ukurannya pun tak terlalu luas. Tapi sang pemilik tidak kemudian menerima dan diam saja. Untuk rumah-rumah mungil, teras pun harus bisa dibuat menakjubkan, sehingga tercipta kesan yang "menggoda". Kan jika kesan pertama sudah begitu menggoda, selanjutnya makin penasaran dengan isi rumahnya.

Bagaimana dengan teras rumah Anda? Sudah cukup "menggoda"? (Anissa Q. Aini/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Carport Atap Tanaman: Perlu Usaha untuk Hasil Luar Biasa

Posted: 21 Jan 2011 03:06 AM PST

KOMPAS.com -  Iri melihat carport tetangga lebih hijau dari carport sendiri? Untuk mendapatkannya memang perlu usaha dan kesabaran ekstra. Tapi segala usaha nanti akan terbayar kok setelah melihat hasilnya. Siap?

Yang dimaksud carport hijau di atas, adalah carport beratap tanaman hijau. Carport model ini seringkali bikin iri. Apalagi melihat milik orang lain, yang sudah rimbun dan teduh.

Sayangnya, banyak orang yang menginginkan atap carport seperti ini, lantas menyerah di tengah jalan. Maklum saja, kita tidak bisa mendapatkannya dengan instan, seperti saat memasang atap polikarbonat atau kaca.

Untuk mendapatkan atap tanaman, kita perlu menyiapkan rangka dan tanaman rambat. Menunggu tanaman rambat menutupi seluruh bagian rangka carport inilah yang perlu kesabaran ekstra, dan ketekunan merawat si tanaman. Soal pilihan tanaman rambat, Anda bisa memilih sirih, alamanda, dan berbagai tanaman rambat lainnya.

Memang, sih, selama carport masih "gundul", mau tidak mau area ini jadi panas, karena tak ada perlindungan dari sinar matahari. Untuk masalah yang satu ini ada solusinya. Sementara tanaman rambat masih jarang - belum lebat, pasang saja atap polikarbonat.

Paling tidak, bisa melindungi kendaraan Anda dari terpaan cahaya matahari yang terik. Nanti, setelah tanaman rambat mulai lebat, lepas polikarbonat.

Bagaimana? Siap "memuaskan" rasa iri, dengan menyaingi atap carport tetangga yang lebih hijau? (Anissa Q. Aini/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar