Rabu, 12 Januari 2011

Rumah Idaman “Sharon: Lippo Serius Kembangkan Properti "Healthcare"” plus 2 more

Rumah Idaman “Sharon: Lippo Serius Kembangkan Properti "Healthcare"” plus 2 more


Sharon: Lippo Serius Kembangkan Properti "Healthcare"

Posted: 12 Jan 2011 01:47 PM PST

KOMPAS.com — Lippo makin agresif dan serius mengembangkan properti healthcare. Dalam lima tahun ke depan, Lippo berambisi membangun dan mengoperasikan 25 rumah sakit di berbagai kota di Indonesia, termasuk Papua.

Sharon Tjokrorahardjo (26) adalah salah satu generasi ketiga keluarga Riady. Cucu taipan Mochtar Riady ini sebelumnya aktif dalam dunia hospitality di Hotel Aryaduta. Sejak tahun 2010, Sharon aktif di Siloam Hospitals.

"Saya ingin mengaplikasikan dunia hospitality ke dunia hospital," kata Sharon. Grup Lippo menargetkan membangun dan mengoperasikan 25 rumah sakit dalam lima tahun ke depan ini. Lippo tidak hanya melayani masyarakat kelas menengah atas, tetapi juga masyarakat menengah bawah yang membutuhkan layanan kesehatan.

"Komitmen kami di bidang kesehatan adalah memberikan layanan kesehatan berkualitas dan berkesinambungan berdasarkan konsep patient safety. Dengan tele-medicine, pasien-pasien kritis di daerah-daerah terpencil di Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan layanan kesehatan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Saya berharap pembangunan dan pengembangan Siloam Hospitals Group dapat berperan dan mendukung program pemerintah Indonesia khususnya dalam upaya pencapaian pelayanan kesehatan yang efisien, bermutu, merata, serta terjangkau," ujar Sharon.

Berikut ini wawancara khusus Robert Adhi Ksp dengan Sharon Tjokrorahardjo, Corporate Network and Communication General Manager Siloam Hospitals di sebuah resto di Siloam Hospitals Lippo Village, Selasa (11/1/11).

Grup Lippo kini makin agresif membangun dan mengoperasikan rumah sakit di berbagai kota di Indonesia. Mengapa Lippo mengembangkan rumah sakit?
Tiga unsur penting yang menentukan perkembangan suatu kota adalah pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Ketika Lippo Village dibangun tahun 1990-an, yang dibangun kali pertama adalah sekolah dan rumah sakit.

Selain itu, kami melihat kesenjangan kesejahteraan yang sangat besar yaitu kebutuhan kesehatan yang sangat besar dibandingkan dengan jumlah layanan kesehatan yang tersedia. Kami ingin mengambil peran dalam program pemerintah khususnya di transformasi sosial di bidang pendidikan dan kesehatan.

Kami berharap ke depan layanan kesehatan di Indonesia mendapatkan kepercayaan dari penduduk Indonesia sehingga mereka tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.

Apa visi Lippo dalam mengembangkan rumah sakit?

Sejalan dengan visi Lippo Group, visi kami adalah impacting lives through creating accessibility and affordability for world class healthcare experience.

Seperti Anda ketahui, Siloam Hospitals Lippo Village adalah rumah sakit pertama di Indonesia yang mendapat akreditasi JCI (Joint Commission International), fokusnya adalah patient safety and patient comfort.

Kami berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang terjangkau dan dekat bagi semua lapisan masyarakat dengan fasilitas perlengkapan medis terkini dan termodern, dan juga kampanye kesehatan yang mendorong masyarakat untuk lebih aware terhadap kesehatan.

Salah satu contoh adalah kampanye Heart Attack: The Silent Killer yang selama tiga bulan telah menarik lebih dari 15.000 pasien dari seluruh Indonesia untuk memeriksakan kondisi jantung mereka.

Dengan menerapkan prinsip dasar economics of scale kami menjalin kerja sama dengan berbagai pihak termasuk perusahaan perusahaan obat, alat kesehatan, dan jaminan kesehatan seperti Askes, Jamsostek, Jamkesmas dan lain sebagainya.

Kerja sama ini sangat penting dan kami lakukan terutama karena kami ingin melayani dengan lebih baik. Kami ingin berada bersama mereka di saat-saat paling kritis agar kami bisa memberikan solusi terbaik bagi mereka dan anggota keluarga mereka.

Apa tantangan terbesar dalam pengelolaan rumah sakit? Bagaimana Lippo mengatasinya?
Yang paling sulit adalah sumber daya manusia. Lippo Group adalah grup usaha swasta pertama di Indonesia yang memiliki keunggulan dalam bidang pendidikan (Yayasan Pendidikan Pelita Harapan), pelayanan kedokteran (Siloam Hospitals Group), dan penelitian (Mochtar Riady Institute of Nano Technology).

Saat ini kami sedang membangun Rumah Sakit Pendidikan dengan kapasitas 2.000 tempat tidur, tepat di sebelah rumah sakit Siloam Lippo Village. Rumah sakit ini akan menjadi rumah sakit praktik mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Keperawatan Universitas Pelita Harapan (UPH).

Setiap tahun kami mengembangkan kemampuan intelektual dan teknik dengan berinvestasi pada sumber daya manusia yang andal. Sinergi antara MRIN dan Universitas Pelita Harapan School of Medicine dan School of Nursing menyediakan tenaga medis cakap yang dibutuhkan oleh Siloam Hospitals Group.

Seperti apa wajah Siloam Hospitals ke depan?

Misi kami adalah to become the trusted destination of choice for holistic world class healthcare, health education and research.

Masing-masing rumah sakit regional Siloam Hospitals akan diperkuat oleh empat pilar dasar. Pertama, Pusat Trauma Darurat yang efektif akan dijaga oleh GP (dokter umum) terlatih dalam perawatan trauma dan mampu menangani pasien stroke, serangan jantung, dan kecelakaan.

Kedua, perlengkapan medis terkini dan termodern sesuai standar internasional terbaik. Ketiga, tele-medicine atau format lain dari komunikasi digital yang memungkinkan rumah sakit mengakses sumber daya spesialisasi klinis terbaik di pusat kompetensi Siloam Hospitals dan juga jaringan internasional yang dimiliki.

Keempat, SDPDP, atau program kemitraan dokter dengan fokus pada pemberdayaan tenaga spesialis untuk menangani pasien dengan baik serta pembagian dividen dari laba Siloam Hospitals.

Tahun 2011 ini, Siloam Hospitals akan dibuka di kota mana saja?
Kami sedang mempersiapkan tahap akhir pembukaan rumah sakit ketujuh kami, Siloam Hospitals MRCCC Semanggi. MRCCC akan menjadi pusat pengobatan penyakit kanker swasta pertama di Indonesia.

Selain di ibu kota Jakarta, kami juga merencanakan pembangunan khususnya di kawasan timur Indonesia, yaitu Makassar dan Manado. Sumber daya manusia dan alam yang dimiliki wilayah Indonesia timur sangat besar.

Kami berharap rumah sakit Siloam yang dibangun di Makassar tidak hanya akan memberikan benefit kesehatan bagi masyarakat Indonesia timur, tetapi juga memperkuat status Makassar sebagai pintu masuk Indonesia bagian timur.

Di Sumatera, Rumah Sakit Siloam Palembang sedang kami genjot pembangunannya untuk menyediakan jasa kesehatan bagi peserta SEA Games di bulan November 2011. (Robert Adhi Ksp)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Tiga Investor Ikut Tender KA Bandara

Posted: 12 Jan 2011 11:21 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga investor berminat ikut dalam proses tender kereta api (KA) bandara yang akan digelar pada pertengahan tahun 2011 ini. Ketiganya merupakan peserta yang sudah lolos tahap prakualifikasi tender proyek yang sama pada tahun 2009 lalu.

Investor yang berminat mengikuti tender KA bandara adalah Mitsui dari Jepang, China Harbour dari China dan Railink yang merupakan perusahaan patungaan antara PT Angkasa Pura II dan PT Kereta Api Indonesia.

-- Bambang Susantono

Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono mengatakan investor yang berminat mengikuti tender KA bandara adalah Mitsui dari Jepang, China Harbour dari China dan Railink yang merupakan perusahaan patungaan antara PT Angkasa Pura II dan PT Kereta Api Indonesia. "Kita sedang mulai lakukan persiapan prakualifikasi dalam rangka tender," ungkap Bambang, Senin (11/1).

Bambang mengatakan proyek senilai Rp 10,2 triliun itu sedang dalam tahap penghitungan ulang nilai investasinya oleh Bappenas. Nilai proyek itu masih perlu dihitung ulang seiring dengan perubahan desain yang dilakukan. Rencananya proyek KA bandara itu akan menggunakan double track, elevated dan dedicated sehingga hanya dipergunakan angkutan ke bandara saja.

Dengan adanya penghitungan ulang itu diperkirakan awal semester II-2011, proses prakualifikasi tender baru bisa dilaksanakan. Dari total nilai proyek Rp 10,2 triliun, pemerintah menyiapkan dana Rp 3,2 triliun.

Dana itu sebesar Rp 1,5 triliun akan dipergunakan untuk pembebasan lahan dan Rp 1,7 triliun untuk konstruksi dari Manggarai-Angke. Sementara proyek yang akan ditawarkan ke investor swasta nilainya Rp 7 triliun. "Kami berharap 2013 sudah tuntas seluruhnya," ungkap Bambang.

Keberadaan KA bandara memang sangat dibutuhkan oleh Bandara Soekarno Hatta. Direktur Angkasa Pura II Tri S. Sunoko berharap proyek kereta api itu menjadi alternatif transportasi yang ada. Maklum saat ini lalu-lintas kendaraan di sana sudah sangat padat. "Kami berharap proyek ini bisa segera berjalan," ungkapnya. (Sofyan Nur Hidayat/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Lapang dan Rapi Si Kamar Tidur Putih

Posted: 12 Jan 2011 11:07 AM PST

KOMPAS.com Aplikasi putih di kamar tidur menampilkan kesan bersih dan lapang. Namun, untuk menciptakan kenyamanan, tidak cukup hanya dengan lapang, tetapi harus rapi. Itu sebabnya, kamar tidur terasa nyaman karena lapang dan rapi.

Pemilik kamar tidur ini pasti punya banyak sekali barang. Namun, hebatnya, kamarnya selalu rapi, lho. Ternyata sang pemilik memang memiliki area penyimpanan yang cukup banyak. Pertanyaan berikutnya, mana lemari atau raknya, kok tidak kelihatan? Itulah kehebatan kedua. Semua lemari dibuat built in dan tertutup rapi tanpa pegangan (handle).

Karena tanpa handle, lemari-lemari penyimpanan itu terlihat seperti dinding biasa saja saat tertutup. Setelah dibuka, barulah Anda akan menemukan tumpukan pakaian dan barang-barang lain.

Tampilan rapi yang hadir juga didukung pengaplikasian warna putih. Selain memperkuat kesan rapi, si putih juga memberikan kesan lapang dan terang. Membuat kamar tidur terasa makin nyaman. Sinar matahari yang masuk melalui jendela dipantulkan ke seluruh sudut ruangan oleh si putih.

Jadi, bukan semata-mata aplikasi putih yang membuat ruangan tampil bersih dan lapang, tetapi juga harus diikuti kebiasaan kita merapikan barang-barang yang kita punya. Setuju? (Anissa Q Aini/iDEA)

 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar