Kamis, 06 Januari 2011

Rumah Idaman “Kemenpera Siap Bangun 9.600 Unit Rusun TNI” plus 2 more

Rumah Idaman “Kemenpera Siap Bangun 9.600 Unit Rusun TNI” plus 2 more


Kemenpera Siap Bangun 9.600 Unit Rusun TNI

Posted: 06 Jan 2011 09:56 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com -  Kemenpera hingga tahun 2012 mendatang siap membangun sebanyak 9.600 unit rumah bagi anggota TNI di seluruh Indonesia. Selain itu, Kemenpera ke depan juga akan memprioritaskan pembangunan perumahan bagi prajurit TNI di daerah perbatasan sebanyak 1.000 unit.

Rumah bagi prajurit TNI itu berbentuk rumah susun sebanyak 100 menara. Rusun TNI akan dibangun di atas lahan milik TNI sehingga dapat menjadi percontohan bagi masyarakat bagaimana tinggal di hunian vertikal mengingat keterbetasan lahan.

-- Suharso M

Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa mengungkapkan, Kemenpera ke depan akan terus melakukan kerja sama dengan Kementerian Pertahanan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi prajurit TNI.

"Kami akan membangun 9.600 unit rumah untuk prajurit TNI," ujar Suharso Monoarfa kepada wartawan seusai acara penandatangan Kesepakatan Bersama antara Kemenpera dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengenai Penyediaan Rumah Umum, Rumah Negara dan Rumah Khusus untuk Prajurit, PNS, Purnawirawan/ Warakawuri dan Janda/Duda PNS di Lingkungan Kemhan dan TNI, di Jakarta, Kamis (6/1/11).

Penandatanganan kesepakatan kerja sama Nomor SKB/ 02/I/ 2011 dan Nomor 01/ SKB/ SM/ 2011 antara Kemenpera dan Kemhan itu ditandantangani Sesmenpera Dr Ir Iskandar Saleh, MCP, MA dan Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto, M.A. Tujuan dilaksanakannya kesepakatan bersama ini adalah terpenuhinya kebutuhan tempat tinggal atau hunian untuk Prajurit, PNS, Purnawirawan/Warakawuri dan Janda/Duda PNS di Lingkungan Kemhan dan TNI sehingga terwujud peningkatan kesejahteraan.

Ruang lingkup kesepakatan bersama ini meliputi penyediaan rumah umum, rumah negara dan rumah khusus berupa dukungan bantuan FLPP untuk kredit/ pembiayaan pemilikan rumah umum yang berbentuk tunggal atau deret atau rumah susun umum beserta prasarana, sarana, utilitas lingkungan bagi MBR termasuk di dalamnya prajurit, PNS, Purnawirawan/ Warakawuri dan Janda/Duda PNS serta penyediaan rumah susun negara untuk prajurit dan PNS di lingkungan Kemhan dan TNI dan rumah khusus yang berbentuk tunggal atau deret beserta PSU lingkungan di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar.

Suharso Monoarfa menerangkan, rumah bagi prajurit TNI itu nantinya berbentuk rumah susun sebanyak 100 menara. Rusun TNI tersebut akan dibangun di atas lahan milik TNI sehingga diharapkan dapat menjadi percontohan bagi masyarakat bagaimana tinggal di hunian vertikal mengingat keterbatasan lahan yang ada saat ini.

Terkait masalah perumahan prajurit di daerah perbatasan, Menpera menyatakan bahwa pihak Kemenpera juga akan membangun 1.000 unit rumah. Program pembangunan tersebut, kata Menpera, sebenarnya sudah dimulai pada tahun 2010 akan tetapi masih menunggu lokasi yang ditentukan oleh Kemenhan dan TNI.

Suharso menjelaskan, kerja sama antara Kemenpera dan Kemenhan ini tidak hanya dalam hal pembangunan perumahan saja melainkan juga terkait pembiayaan perumahan prajurit. Untuk membantu prajurit TNI dalam pembiayaan perolehan perumahan akan dikerjasamakan antara BLU Pusat Pembiayaan Perumahan dan ASABRI dan YKPP. "Adanya kerja sama ini nantinya akan membuat harga rumah lebih terjangkau bagi prajurit TNI," harapnya. (KSP)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Lippo Karawaci Mulai Bangun Siloam Makassar

Posted: 06 Jan 2011 09:40 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com- Pengembang properti Lippo Karawaci mulai membangun RSU Siloam Makassar senilai 26 juta dollar AS di kota Makassar, Sulawesi Selatan, ibukota provinsi yang menjadi gerbang Indonesia Timur, dan daerah dengan pertumbuhan tercepat di negeri ini.

Rumah sakit ini akan menjadi rumah sakit Lippo Karawaci kedelapan dan akan berfungsi sebagai pusat rumah sakit rujukan untuk mendukung jaringan rumah sakit di provinsi-provinsi bagian timur Indonesia, dari Sulawesi, Maluku, NTT dan Papua.

Rumah sakit ini akan menjadi rumah sakit Lippo Karawaci kedelapan dan akan berfungsi sebagai pusat rumah sakit rujukan untuk mendukung jaringan rumah sakit di provinsi-provinsi bagian timur Indonesia, dari Sulawesi, Maluku, NTT dan Papua. RS Siloam Makassar dijadwalkan beroperasi Desember 2011 dan akan menjadi rumah sakit paling modern di seluruh kawasan Indonesia Timur, serta akan mengubah layanan kesehatan dan kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.

Peletakan batu pertama Siloam Makassar dijadwalkan dilakukan hari Jumat (7/1/11) oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPHn Dr. PH dan Gubernur Sulawesi Selatan, DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH, dihadiri masyarakat, kalangan bisnis dan pejabat pemerintah. Pada saat yang sama dilakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) perjanjian kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, fakultas kedokteran terbesar dan ternama di Indonesia Timur.

Investasi LPKR akan meliputi perlengkapan medis yang akan mengubah kualitas layanan kesehatan di wilayah ini. Perlengkapan tersebut mencakup MRI 1,5 Tesla terbaru, CT-Scan 128-slice, Cath-Lab dan mesin Ultrasound 4D terbaru. Rumah sakit ini akan dilengkapi Trauma Darurat dan Medivac (evakuasi medis) dengan layanan ambulans Hospital On-Wheels lengkap dengan layanan hemodialisa dan kemoterapi.

Selain itu, rumah sakit ini akan diakui secara internasional dan memiliki protokol berbasis evidence pada layanan klinis dan pengendalian infeksi, serta tele-medicine atau format lain dari komunikasi digital yang memungkinkan rumah sakit mengakses sumber daya spesialisasi klinis terbaik pada pusat kompetensi Siloam Hospitals dan juga jaringan internasional yang dimiliki.

Rumah sakit ini akan dibangun dalam dua tahap dan ketika selesai pembangunannya akan memiliki total 750 dokter, spesialis dan staf klinis, dengan 350 tempat tidur, 56 Out-Patient Suites, 6 Operating Theater, and spesialisasi di bidang Kardiologi, Neurologi, Onkologi dan Ortopedik. Luas tanah dan bangunan rumah sakit ini masing-masing 10.000 dan 12.000 meter persegi, seluruhnya dimiliki rumah sakit dan memiliki ruang yang cukup untuk ekspansi selanjutnya. (KSP)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Lesehan Santai Sambil Baca Buku di Beranda

Posted: 06 Jan 2011 08:49 AM PST

KOMPAS.com - Membaca buku sambil duduk selonjor. Ditambah tiupan angin sepoi-sepoi. Siapa tak suka? Kita juga bisa mendapatkan suasana kaya gini . Buat yuk di beranda belakang.

Biasanya dimanfaatkan untuk apa sih beranda rumah? Kalau tidak untuk tempat duduk-duduk, ya untuk tempat pot-pot tanaman. Padahal beranda belakang rumah, bisa dimanfaatkan untuk area baca, lho. Seperti di rumah Indri Gono di foto ini.

Cukup gelar karpet, kemudian tempatkan sebuah rak buku mungil di sana. Mau baca buku sambil rebahan atau sekedar duduk santai meluruskan kaki sambil ngobrol , semua bisa dilakukan di sini."Saya paling senang kalau banyak teman yang datang berkunjung. Biasanya mereka langsung saya persilakan ke beranda belakang. Suasananya lebih enak dan santai," ujar Indri.

Area beranda belakang ini, selain dimanfaatkan sebagai area baca, juga jadi tempat "pamer" kreativitas sang pemilik rumah. Indri senang bereksperimen dengan desain furnitur. Tak jarang ia membuat sendiri desain furnitur di rumahnya. Coba lihat rak bukunya, tebak terbuat dari apa?

Rak buku ini, jelas Indri, semula adalah lesung. Pertama-tama, lesung dibelah menjadi dua bagian, masing-masing direkatkan pada sebuah bidang kayu. Selebihnya tinggal menambahkan papan-papan kayu, sebagai pintu dan rak. Lesung terbuat dari kayu jati, pas sekali untuk ditempatkan di luar ruangan. Bentuk yang unik, membuatnya menjadi elemen penarik perhatian pada beranda.

Sore tiba, saatnya melepas lelah setelah seharian beraktivitas. Habiskan waktu di beranda, sambil membaca majalah atau buku, ditemani teh hangat. Jangan lupa berikan penerangan yang cukup. Jangan heran kalau Anda tak sadar sudah menghabiskan berjam-jam di tempat ini. (Annisa Q. Aini/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar