Kamis, 08 September 2011

Rumah Idaman “Beton dan Rumput, Paduan Kuat Menutup Tanah” plus 2 more

Rumah Idaman “Beton dan Rumput, Paduan Kuat Menutup Tanah” plus 2 more


Beton dan Rumput, Paduan Kuat Menutup Tanah

Posted: 08 Sep 2011 01:34 PM PDT

KOMPAS.com - Untuk menutup tanah di halaman rumah, biasanya kita menggunakan media pengeras beton atau rumput. Kedua materi ini memiliki kelemahan, namun apabila keduanya dipadukan hasilnya akan kuat dan ramah terhadap lingkungan.

Menggunakan perkerasan (beton) sebagai penutup tanah terkesan lebih praktis dan mudah dibersihkan. Namun, memakai perkerasan memiliki kelemahan menghambat air meresap ke dalam tanah.

Sementara itu, memanfaatkan rumput untuk menutup tanah dapat menyerap air, menghadirkan sentuhan alami, serta memasok oksigen sehingga ramah lingkungan. Namun demikian, rumput membutuhkan perawatan khusus. Rumput juga mudah rusak dan kemudian apabila kerap terinjak-injak.

Kini, dengan memadukan keduanya, kelemahan perkerasan dan rumput bisa diatasi. Rumput lebih awet karena ada perkerasan, sementara air bisa dengan mudah terserap masuk ke dalam tanah dan permukaan tanah tetap keras karena perkerasan beton.

Dengan teknik kombinasi seperti ini, halaman rumah akan tertutup tanah yang kuat dan tetap ramah lingkungan. Tanpa rasa khawatir rusak, tanah yang tertutup oleh keduanya dapat juga berfungsi sebagai tempat parkir mobil atau aktivitas berat lainnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Membawa Suasana Alam ke Ruang Keluarga

Posted: 08 Sep 2011 07:59 AM PDT

KOMPAS.com - Di mana biasanya Anda menempatkan air terjun dan pot-pot tanaman? Paling lazim, tentu di taman. Bisa di taman depan, samping, atau belakang. Bagaimana kalau di ruang keluarga, sudah pernah coba?

Berada di ruang keluarga ini terasa nyaman dan segar. Suara gemericik air dan deretan pot-pot tanamanlah sumber kesegaran tadi. Jarang kita menemukan rumah yang menempatkan air mancur dan pot-pot tanaman di ruang keluarga. Biasanya di taman, yang kemudian diberi bukaan, sehingga berhubungan langsung dengan ruang dalam rumah.

Ruang keluarga ini boleh jadi membuat kita terinspirasi untuk lebih berani bereksperimen, yaitu membawa lebih banyak elemen-elemen alam ke dalam rumah. Menyatukan area luar dan dalam rumah, merupakan salah satu solusi jitu menciptakan suasana segar dan nyaman.

Untuk membuatnya, Anda cukup menyisihkan sedikit lahan ruang keluarga untuk dibuat taman. Lapisi salah satu bidang dinding area tersebut dengan batu alam.

Buat kolam kecil di bagian bawahnya, untuk menampung air yang keluar dari air mancur mini. Untuk sentuhan akhir, tempatkan beberapa tanaman pot.

Jika ingin tampilan lebih manis, boleh juga menempatkan tanaman bunga. Tertarik membuatnya di ruang keluarga Anda di rumah? (Annisa Q Aini)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Menyiasati Hadirnya Ruang Tamu di Rumah Mungil

Posted: 08 Sep 2011 06:46 AM PDT

shutterstock

Menggabungkan fungsi ruang tamu dan keluarga bisa Anda terapkan karena terkadang kunjungan tamu relatif rendah. Kedatangan tamu ke rumah bukanlah aktivitas yang dilakukan setiap hari.

shutterstock

Bila tidak ada tamu, ruang tamu dapat diubah fungsinya menjadi ruang keluarga. Aktivitas berkumpul bersama keluarga dapat dilakukan seperti sekedar menghabiskan malam di depan televisi, bercengkrama dan saling berinteraksi.

shutterstock

Anda bisa memanfaatkan teras depan rumah untuk menerima tamu dengan kunjungan singkat. Teras tidak terlalu luas, namun harus tetap nyaman bagi tamu yang berkunjung.

KOMPAS.com - Rumah Anda tergolong mungil dengan tipe 21, 36, atau tipe 45, namun ingin tetap memiliki ruang tamu? Anda memerlukan strategi untuk menyiasatinya. Dua cara berikut bisa menjadi solusi keberadaan ruang tamu di rumah mungil Anda.

Pertama, Anda bisa menggabungkan fungsi ruang tamu dan ruang keluarga. Cara kedua, Anda perlu memanfaatkan teras rumah untuk ruang tamu.

Menggabungkan fungsi ruang tamu dan keluarga bisa Anda terapkan karena terkadang kunjungan tamu relatif rendah. Kedatangan tamu ke rumah bukanlah aktivitas yang dilakukan setiap hari.

Biasanya, tamu yang berkunjung adalah orang-orang terdekat, seperti sanak famili. Bila tidak ada tamu, ruang tamu dapat diubah fungsinya menjadi ruang keluarga. Aktivitas berkumpul bersama keluarga dapat dilakukan seperti sekedar menghabiskan malam di depan televisi, bercengkrama dan saling berinteraksi.

Kini, karena memiliki dua fungsi, setidaknya penempatan furnitur dan aksesoris di ruangan ini mampu menjawab kebutuhan. Rasa nyaman dan menyenangkan perlu dijadikan kunci menempatkan perabotan berikut aksesoris pemanis ruangan di sini.

Cara kedua, Anda memanfaatkan teras depan rumah untuk menerima tamu dengan kunjungan singkat. Teras tidak terlalu luas, namun harus tetap nyaman saat tamu berkunjung, sehingga sebaiknya Anda menciptakan teras dengan sentuhan berbeda. Misalnya, menciptakan kesan natural dan alamiah, pemakaian warna-warna kayu pada furnitur, atau lantai dengan parket bisa. Tambahkan beberapa tanaman dalam pot, baik itu digantung atau diletakkan di depan meja kursi agar teras tampil lebih segar.

Selamat mencoba!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar