Selasa, 27 September 2011

Rumah Idaman “Nyamannya Bekerja di Rumah” plus 2 more

Rumah Idaman “Nyamannya Bekerja di Rumah” plus 2 more


Nyamannya Bekerja di Rumah

Posted: 28 Sep 2011 04:58 AM PDT

KOMPAS.com - Akibat tuntutan pekerjaan, banyak orang membawa tugas-tugas kantornya ke rumah untuk segera diselesaikan. Bahkan, tak sedikit yang memilih berkantor di rumah karena waktunya lebih fleksibel.

Saat bekerja, tentu kita membutuhkan kenyamanan untuk dapat berkonsentrasi dan mendapatkan ide-ide inspiratif. Maka, tak pelak lagi, inilah saatnya menciptakan ruang kerja yang nyaman di rumah.

Ruang ini tidak harus membuat tambahan ruang baru. Anda bisa menghemat anggaran dengan berkreasi memakai ruang yang ada, misalnya mendekorasi garasi, gudang, atau area sudut rumah. Berikut beberapa tips bisa diikuti untuk menghadirkan ruang kerja nyaman di rumah Anda:

1. Perhatikan tata letak ruangan

Anda perlu mencermati letak-letak perabot kerja dengan detail yang sesuai dengan bentuk ruangan. Letak meja komputer, misalnya, usahakan agar monitor tidak langsung menghadap jendela atau sumber cahaya lainnya agar tidak menyilaukan mata saat bekerja.

2. Memilih perabot fungsional dan efisien

Ruang kerja tidak akan lepas dari kebutuhan meja kerja dan kursi yang ergonomis Sebaiknya Anda memilih kursi dengan roller di bawahnya untuk kemudahan beraktivitas.

3. Warna cat tembok favorit

Karena bekerja di rumah sendiri, maka berkreasilah "menyulap" ruang kerja versi Anda. Pilihlah warna-warna cat favorit Anda. Warna biru langit atau hijau lemon bisa dicoba untuk membangun mood inspiratif Anda.

4. Aksen warna dekoratif

Tidak hanya dari cat tembok, warna-warna kesukaan Anda pun bisa hadir dalam bentuk pernak-pernik ruangan. Misalnya saja, dekorasi tembok dapat disiasati dengan pajangan foto, jam dinding berdesain unik atau poster film atau pemandangan dengan aksen cerah. Warna-warni pelapis sofa, atau bantal kursi pun mampu menambah semarak ruang kerja Anda.

5. Tempat penyimpanan

Ada baiknya Anda tidak meletakkan berbagai tempat penyimpanan barang berukuran besar-besar di ruang kerja Anda. Seperti rak buku, rak CD, ataupun tempat menaruh file-file kertas. Pilihlah perabot yang bentuknya minimalis sekaligus estetis, seperti berbahan besi ringan atau plastik dan manfaatkan setiap laci di ruang kerja itu.

6. Ruang yang sehat

Ruang kerja Anda harus mempunyai kecukupan cahaya, yaitu dengan memaksimalkan jendela dan lampu kerja. Di samping itu, diperlukan aliran udara yang baik untuk mendukung konsentrasi. Usahakan agar ada ventilasi, jendela, dan pintu yang mampu melancarkan sirkulasi udara di dalam ruangan. (AJG)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Pahami Kamar Tidur yang Menyenangkan Anak

Posted: 28 Sep 2011 04:30 AM PDT

KOMPAS.com - Beranjak usia sekolah, sang anak mulai berkembang menjadi individu kecil yang mencoba mandiri, mengenal rasa kepemilikan dan teritorial. Mereka menghendaki area pribadi yang menjadi kekuasaannya. Itulah sebabnya anak usia ini lebih senang tidur terpisah dari orangtuanya.

Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan agar kegiatan tidur menjadi pengalaman menyenangkan bagi anak-anak. Perhatikan letak kamar tidur. Dan bayangkan, sebaiknya letak tempat tidur, meja belajar, dan isi kamar lainnya, serta apa yang akan menjadi pusat perhatian ketika si kecil masuk ke "daerah kekuasaannya". Misalnya, memberikan tema luar angkasa beserta bintang dan planet pada salah satu sisi kamar dapat memicu keingintahuan anak tentang antariksa.

Pahami juga selera masing-masing anak. Seorang anak adalah individu yang berbeda dengan anak lainnya, sekalipun bersaudara. Menggunakan warna berbeda sesuai dengan warna kesukaannya membuat anak merasa nyaman untuk berada di dalam kamar. Atau, menggunakan motif yang berbeda sesuai selera anak.

Anda juga bisa memberikan area privasi bagi anak untuk mengerjakan hal-hal yang menjadi hobi mereka. Karena itu, hendaknya mereka disediakan tempat tidur masing-masing supaya tidak saling mengganggu satu dengan lainnya dalam menjalankan hobinya.

Namun, apabila terpaksa harus berbagi tempat tidur, hendaknya sediakan area belajar yang terpisah. Hal ini penting untuk memberikan rasa tanggung jawab si anak. Jika menggunakan tempat tidur tingkat, sarankan agar yang berusia lebih besar menggunakan ranjang yang berada di atas.

Anda juga harus selalu bersikap adil. Apa pun yang diberikan pada salah satu anak, hendaknya diberikan pula pada saudaranya, misalnya lampu belajar yang unik dan menarik, bangku belajar beralaskan sofa, dan lain sebagainya. Dengan memiliki barang-barang tersebut secara pribadi, tidak satu pun dari mereka merasa dianaktirikan. (BYU)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Alasan Membiarkan "Carport" Gantikan Garasi

Posted: 28 Sep 2011 04:07 AM PDT

KOMPAS.com - Dewasa ini kebutuhan ruang-ruang dalam rumah terus mengalami pergeseran. Perubahan ini bukan hanya oleh lahan yang semakin terbatas, tapi juga perbedaan gaya hidup masyarakat perkotaan.

Perubahan ini termasuk di dalamnya adalah kebutuhan menyimpan mobil bergeser dari garasi ke carport. Menurut arsitek Her Pramtama dari US & P Architects, untuk menyimpan mobil orang lebih memilih carport ketimbang garasi.

"Bahkan, di rumah dengan lahan luas juga malas memiliki garasi, karena mobil hanya disimpan saat malam hari, sementara sebagian aktivitasnya ada di luar rumah," katanya.

Pramtama mengatakan, memiliki garasi artinya membatasi kebutuhan ruang. Sebabnya, lahan tersebut seharusnya dapat digunakan untuk kebutuhan ruang lain.

"Jadi, orang memilih menyimpan mobil di carport. Tinggal pasang pergola di atasnya, mereka sudah dapat melindungi mobil. Kalau mobil keluar, carport bisa dialihkan fungsi jadi tempat menjemur pakaian," jelasnya.

Pada dasarnya, carport adalah ruang terbuka sehingga mobil bisa terkena angin, udara, cahaya matahari, hujan, dan asap. Namun, seiring perkembangan desain, carport sendiri kini banyak desainnya. Untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang tidak terduga, maka carport diberi naungan agar mobil terhindar panas maupun dingin.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar