Senin, 12 September 2011

Rumah Idaman “Yuk, Menahan Panas dengan "Green Wall"!” plus 2 more

Rumah Idaman “Yuk, Menahan Panas dengan "Green Wall"!” plus 2 more


Yuk, Menahan Panas dengan "Green Wall"!

Posted: 13 Sep 2011 05:16 AM PDT

shutterstock

Saat musim panas panjang seperti akhir-akhir ini, rumah terkena dampaknya karena sengatan matahari. Dinding rumah merupakan bagian tampak depan rumah yang paling banyak terkena panas.

shutterstock

Jenis kedua adalah tanaman rambat yang membutuhkan pijakan untuk perambatannya. Artinya, tanaman jenis ini butuh bantuan perambatan seperti kawat.

shutterstock

Namun, jenis tanaman rambat ini tak dapat menutup secara sempurna permukaan dinding. Keuntungannya, ia tidak akan merusak dinding karena akarnya tidak melekat dalam.

KOMPAS.com - Saat musim panas panjang seperti akhir-akhir ini, rumah terkena dampaknya karena sengatan matahari. Dinding rumah merupakan bagian tampak depan rumah yang paling banyak terkena panas.

Untuk mengurangi panas tersebut, Anda bisa menyiasati dengan green wall atau tanaman hijau sebagai pelapis dinding. Caranya cukup sederhana, yaitu dengan merambatkan tanaman pada dinding.

Tentunya, tanaman yang digunakan haruslah tanaman rambat. Tanaman ini ada dua jenis. Pertama, tanaman rambat yang bisa merambat sendiri. Tanaman jenis ini dapat menutup dinding secara rapat dan sempurna.

Namun, tanaman ini memiliki kelemahan. Tanaman rambat jenis ini mampu memanjang di dinding dan akar-akarnya akan tertanam di dinding sebagai pengikat. Bila kurang diawasi dan disiangi, tanaman ini dapat menghancurkan dinding. Untuk jenis pertama ini, contohnya seperti Sirih Belanda, Ficus Repens, Philodendron selloum.

Jenis kedua adalah tanaman rambat yang membutuhkan pijakan untuk perambatannya. Artinya, tanaman jenis ini butuh bantuan perambatan seperti kawat.

Namun, jenis tanaman rambat ini tak dapat menutup secara sempurna permukaan dinding. Keuntungannya, ia tidak akan merusak dinding karena akarnya tidak melekat dalam. Jenisnya ada yang berdaun indah, berbunga, atau berbuah.

(Johana Erly Widyartanti)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

"Foyer" Cantik, Penambah Semangat di Rumah

Posted: 13 Sep 2011 04:40 AM PDT

KOMPAS.com - Saat Anda masuk ke rumah, suasana segarlah yang Anda harapkan. Foyer tentu bisa memberi sentuhan suasana baru yang menghilangkan kejenuhan di luar rumah.

Waktu terus berputar dan menuntut kita terus mengisi makna pada setiap kesempatan yang kita lalui. Tak terkecuali di rumah, ruang indah di dalamnya pun hendaknya memberi makna.

Makna pada ruang bisa terasa saat suasana ruang bisa memaksimalkan kelima indera kita. Begitu juga saat kita berada di rumah. Makna kenyamanan berada di rumah sebaiknya kita ciptakan sendiri. Caranya gampang, buatlah ruang-ruang perantara yang membuat kelima indera dipancing untuk bekerja, merasakan, dan mengirimkannya menjadi kesan di otak kita.

Membuat foyer di area belakang pintu masuk adalah salah satu cara cerdik untuk membangkitkan rasa nyaman. Foyer bisa Anda olah dengan simpel dan kreatif.

Anda juga bisa memberi sentuhan nuansa alam dengan memanfaatkan keramik bermotif bunga. Elemen alam memang selalu sukses untuk menarik alam bawah sadar kita menjadi lebih reaktif. Kenyamanan akan Anda dapatkan, saat kita bisa memaknai sensasi alami yang kita rasakan melalui kelima indera. (Indra Zaka Permana)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Mengemas Kamar Tidur Makin Romantis

Posted: 13 Sep 2011 04:05 AM PDT

shutterstock

Nuansa romantis juga didukung aspek pencahayaan. Karenanya, pemakaian lampu dengan cahaya redup lebih disarankan.

shutterstock

Pemakaian aroma terapi juga disarakan agar kamar tidur senantiasa harum. Tak lupa, tambahkan bunga segar pada salah satu sudut kamar atau di atas meja rias.

shutterstock

Selain pemakaian lampu dengan cahaya redup yang disarankan, Anda juga bisa menggunakan lilin-lilin yang ditata menerangi kamar tidur.

KOMPAS.com - Kamar tidur merupakan tempat istimewa bagi pasangan suami-istri untuk menambah keintiman. Nah, bagaimana mengemas kamar tidur agar nuansa kedekatan itu semakin nyata dalam suasana romantis?

Desainer interior Patricia Herdita dari Ruang kaRya mengatakan, suasana romantis bisa dilakukan dengan langkah-langkah simpel. Langkah-langkah itu dimulai dengan mendesain ranjang ditambah kelambu dengan tiang tambahan. Untuk pilihan warna kelambu, Anda bisa memakai warna ungu lavender yang memberi efek menenangkan.

Suasana romantis semakin terdukung lewat pemilihan bed cover beserta sprei. Anda bisa memakai sprei berbahan jatuh seperti satin. Bahan ini akan sangat menambah kenyamanan saat pasangan berada di atas kasur.

Namun, usahakan pilihan motifnya tidak berbentuk geometris karena terkesan maskulin. Pilihan motif seperti sulur akan lebih mendukung romantisme.

Patricia menambahkan, nuansa romantis juga didukung aspek pencahayaan. Karenanya, pemakaian lampu dengan cahaya redup lebih disarankan.

Atau, pakailah lilin-lilin yang ditata menerangi kamar tidur. Romantisme tak selalu berbentuk tampilan visual, namun bisa dibangun lewat indera penciuman.

Pemakaian aroma terapi juga disarakan agar kamar tidur senantiasa harum. Tak lupa, tambahkan bunga segar pada salah satu sudut kamar atau di atas meja rias. Sebagai penawar daya ingat dan nostalgia, hadirkan foto-foto pre wedding Anda di salah satu bagian kamar tidur.

Selamat mencoba!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar