Minggu, 11 September 2011

Rumah Idaman “Mau Hemat Energi? Mulai Dulu Hemat Lampu” plus 2 more

Rumah Idaman “Mau Hemat Energi? Mulai Dulu Hemat Lampu” plus 2 more


Mau Hemat Energi? Mulai Dulu Hemat Lampu

Posted: 12 Sep 2011 05:13 AM PDT

KOMPAS.com - Mau menghemat energi? Mulailah dengan mengubah kebiasaan buruk, seperti memboroskan pemakaian lampu di dalam rumah. Bila ruangan tidak dipakai, padamkanlah lampu dengan segera.

Selain itu, Anda bisa memilih lampu hemat energi, sehingga efisien saat mengonversi energi listrik menjadi cahaya, bukan membuangnya sebagai panas. Selain itu, lampu hemat energi mampu memberikan pencahayaan lima kali lebih terang ketimbang lampu pijar atau bohlam.

Saat siang hari, lampu sebaiknya dimatikan. Manfaatkan pencahayaan di rumah dengan bukaan. Bila di rumah tidak cukup memiliki jendela, siasati dengan mengganti beberapa genteng rumah dengan fiberglass. Tepat di bawah fiberglass, Anda bisa memasang kaca untuk memasukkan cahaya matahari.

Atur juga posisi furnitur agar tidak menghalangi cahaya lampu dalam ruangan. Kemudian, penerangan yang berlebihan sewajarnya dikurangi.

Besar daya lampu yang digunakan dengan besar ruangan serta fungsi ruang juga harus disesuaikan. Misalnya, untuk ruang baca pakai lampu dengan daya lebih besar dibanding kamar tidur.

Secara berkala, bersihkan bila lampu atau tabung lampu beserta reflektornya hingga bersih. Tujuannya agar tidak mengurangi intensitas cahaya yang dipancarkan. Meski telah dibersihkan namun cahayanya tetap redup, sebaiknya segera diganti baru. Ini akan menghemat energi, karena daya listrik yang dikeluarkan sama besarnya pada lampu baru atay lampu redup. (AJG)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Es Batu, Trik Menyiram Tanaman di Pot Gantung

Posted: 12 Sep 2011 05:01 AM PDT

KOMPAS.com - Pot gantung dapat menjadi alternatif menghijaukan lahan sempit. Selain sedap dipandang mata, pot gantung tak memerlukan lahan luas.

Hanya, masalah kerap timbul pada perawatan, terutama saat kita menyiram. Air siraman biasanya terus menetes ke bawah sehingga mengotori lantai.

Penyelesaiannya, Anda bisa menggunakan es batu sebagai pengganti air siram. Es batu akan mencair secara perlahan, dan meresap ke dalam tanah juga secara perlahan, sehingga tidak menetes-netes ke lantai. Soal jumlah es batu yang dibutuhkan, Anda bisa memperkirakannya sesuai pot di rumah Anda! (Wy Erlangga/Gianyar)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Trik agar Rumah "Hoek" Tampil Menawan

Posted: 12 Sep 2011 04:42 AM PDT

shutterstock

Anda tidak diperkenankan mendirikan bangunan masif di rumah jenis ini, melainkan manfaatkan lahan dengan membuat taman untuk mempercantik tampilan wajah bangunan.

shutterstock

Keamanan di rumah hoek artinya peduli dengan keselamatan pengguna jalan. Apalagi, bila jalan tersebut merupakan area dengan aktivitas padat. Satu hal yang wajib diketahui adalah jangan membuat pagar solid.

shutterstock

Apabila pagar Anda memakai tanaman, usahakan jangan memilih yang lebat karena akan menutupi pandangan para pengguna jalan.

KOMPAS.com - Memiliki rumah dengan letak di sudut atau hoek, sering menjadi pusat perhatian. Pasalnya, rumah jenis ini memiliki dua dinding menghadap jalan.

Keberadaan posisi di hoek tentu menguntungkan. Agar tampil menawan, berikut beberapa trik dalam memaksimalkan tampilannya:

Memaksimalkan tampilan

Untuk tampil menawan, Anda bisa mengeksplorasi fasad yang sangat dibutuhkan demi kualitas bangunan. Pastikan fasad dan kualitas memiliki satu kesatuan konsep jelas dan terencana. Walaupun keduanya memiliki peran penting, Anda wajib menentukan hierarki pada keduanya.

Mana yang lebih utama? Biasanya, area pintu masuk utama dibuat lebih menonjol dibandingkan sisi lainnya. Sementara dari sisi fungsi, kedua muka dimaksimalkan dengan memberbanyak bukaan agar rumah sehat dan nyaman.

Garis sempadan

Anda harus memperhatikan Garis Sempadan Bangunan (GSB) dan Garis Sempadan Jalan (GSJ) yang merupakan batas dinding terdepan rumah pada sebuah persil. Lebih mudahnya, ukuran GSB adalah setengah jalan di depan rumah.

Karena posisinya di hoek, GSB harus diperhatikan kedua mukanya, sedangkan GSJ adalah batas terdepan pagar yang boleh didirikan. Dengan memperhatikan GSB dan GSJ, Anda akan menciptakan lahan atau ruang terbuka antara dinding rumah dan pagar rumah dengan baik.

Di lahan ini, Anda tidak diperkenankan mendirikan bangunan masif. Potensi ini dapat Anda manfaatkan dengan membuat taman. Keberadaan taman dapat mempercantik tampilan wajah bangunan

Peduli keamanan

Keamanan di rumah hoek artinya peduli dengan keselamatan pengguna jalan. Apalagi, bila jalan tersebut merupakan area dengan aktivitas padat. Satu hal yang wajib diketahui adalah jangan membuat pagar solid.

Anda memang harus memaksimalkan ketinggian pagar 80 sentimeter. Ini untuk memudahkan para pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan untuk melihat jalanan. Apabila pagar Anda memakai tanaman, usahakan jangan memilih yang lebat karena akan menutupi pandangan. (Johana Erly dan Irfan Hidayat)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar