Rabu, 14 September 2011

Rumah Idaman “Teras Nyaman, Kocek Tetap Aman” plus 2 more

Rumah Idaman “Teras Nyaman, Kocek Tetap Aman” plus 2 more


Teras Nyaman, Kocek Tetap Aman

Posted: 15 Sep 2011 05:04 AM PDT

shutterstock

Teras juga bisa berfungsi maksimal secara fungsional, yakni sebagai tempat berinteraksi yang nyaman dan menyenangkan.

shutterstock

Tak perlu tampak "wah" untuk membuat tamu nyaman berlama-lama berada di teras, melainkan rasa teduh dan kesegaran berkat tanaman hijau di sekitarnya.

shutterstock

Meskipun bukan area formal untuk berbincang dan bercengkerama, bukan berarti privasi Anda sebagai pemilik rumah dan tamu Anda terganggu saat berada di sini, terutama teras yang menghadap langsung ke jalan di depan rumah.

KOMPAS.com - Teras juga bisa berfungsi maksimal secara fungsional, yakni sebagai tempat berinteraksi yang nyaman dan menyenangkan. Jadi, dengan kondisi rumah mungil, fungsi teras bukan hanya untuk mempercantik tampilan fasad rumah.

Banyak cara bisa dilakukan agar teras nyaman tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam. Bahkan, kalau mau lebih kreatif, tak perlu keluar uang sama sekali. Berikut beberapa langkah bisa Anda ikuti:

Teduh

Tak perlu tampak "wah" untuk membuat tamu nyaman berlama-lama berada di teras, melainkan rasa teduh dan kesegaran berkat tanaman hijau di sekitarnya. Jika luas lahan sedikit, pemakaian pot dengan tanaman bunga tentu memberi kesegaran tersendiri.

Akuarium

Dengan lahan yang sempit, Anda tak perlu memaksakan diri mempunyai kolam ikan hias untuk mempercantik area ini. Akuarium dengan ikan-ikan warna-warni sudah cukup. 

Sampah

Ini yang seringkali dilupakan sehinga membuat tidak nyaman siapapun berada di area ini, yaitu meletakan tempat sampah di area ini atau persis di depan teras. Jika bukan karena pemandangan dan aroma tak sedap, lalat dari bak sampah juga sangat mengganggu kenyamanan.

Tontonan

Meskipun area ini bukan area formal untuk berbincang dan bercengkerama, bukan berarti privasi Anda sebagai pemilik rumah dan tamu Anda terganggu saat berada di sini, terutama teras yang menghadap langsung ke jalan di depan rumah. Bukan tak mungkin, siapa pun yang berada di teras bisa jadi "tontonan" para lalu lalang di jalan.

Untuk itu, ada baiknya Anda memasang pagar yang sedikit lebih tertutup, terutama pada lubang-lubang pagar dengan fiber berwarna. Bisa juga, Anda mengakalinya dengan tanaman rambat yang bisa menghalau pandangan bebas dari luar pagar ke dalam area teras.

Lampu

Selain lampu utama dengan cahaya terang, Anda bisa memasang lampu temaram di satu atau dua sudut teras jika enggan bercengkrama dalam suasana benderang. Apalagi, kini semakin banyak desain lampu taman yang bisa digunakan sebagai penerang teras, baik untuk diletakkan menempel pada dinding atau digantung di pilar area ini.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Ngebut... Alam Sutera Siap Akuisisi Dua Superblok!

Posted: 15 Sep 2011 03:49 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) terus berlari menggelar ekspansi. Pengembang besar di kawasan Tangerang ini berniat mengakuisisi satu superblok di Jakarta, dan satu lagi di Bali.

Manajemen menargetkan, akusisi berlangsung tahun ini. Dengan akuisisi ini, perusahaan memperkirakan, pendapatan berulang atau reccuring income bakal bertambah. Soalnya, pembangunan proyek yang diincarnya ini sudah mulai berjalan.

"Sekitar Rp 200 miliar pertahun pada tahap pertama, tapi selanjutnya bisa jauh melebihi itu," kata Hendra Kurniawan, Sekretaris Perusahaan ASRI, ke KONTAN, Rabu (14/9/2011) kemarin.

Hendra mengatakan, akusisi tersebut akan berdampak mengubah seluruh anggaran dan proyeksi perusahaan. Sebelum rencana akusisi, ASRI menargetkan reccuring income sebesar Rp 200 miliar per tahun, dalam dua tahun mendatang. Sebagian besar pendapatan berulang itu datangnya dari superblok tahap I milik ASRI.

Adapun superblok tahap I tersebut terdiri dari Mall Alam Sutera, gedung perkantoran Alam Sutera Office Tower serta komplek apartemen Silkwood Residences. Ketiga proyek ini yang sedang dibangun ini diproyeksikan selesai pada 2012. Saat ini perseroan sudah menandatangani perjanjian negosisiasi tahap awal proses akusisi.

Namun, manajemen ASRI belum bisa memberikan detilnya. Untuk mendanai akuisisi tersebut ASRI berencana untuk menerbitkan obligasi. Rencananya, Kamis (15/9/2011), manajemen ASRI akan ke lembaga pemeringkat Pefindo untuk meminta rating. Perusahaan berniat menerbitkan obligasi Rp 2 triliun yang ditargetkan terbit pada November hingga Desember.

Seperti diberitakan kemarin di Kompas.com, Alam Sutera hingga akhir Agustus 2011 lalu membukukan angka penjualannya senilai Rp 1,959 triliun. Perolehan tersebut menjadikan Alam Sutera mencapai target marketing sales 2011 sebesar Rp 1,7 triliun.

Menurut Hendra, keberhasilan meraih Rp 1,9 triliun tersebut merupakan pencapaian positif mengingat perseroan masih memiliki waktu empat bulan untuk meningkatkan kembali pendapatan. (Raka Mahesa Wardhana)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

2012, Target Alam Sutera Bisa Sampai Rp 2,2 Triliun

Posted: 14 Sep 2011 10:58 AM PDT

SERPONG, KOMPAS.com - PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) hingga akhir Agustus 2011 lalu membukukan angka penjualannya senilai Rp 1,959 triliun. Perolehan tersebut menjadikan Alam Sutera mencapai target marketing sales 2011 sebesar Rp 1,7 triliun.

Kami berpotensi melakukan revisi target, tapi saat ini belum bisa menyebutnya secara pasti. Kemungkinan besar target tahun ini akan berubah menjadi sekitar Rp 2,2 triliun.

-- Hendra Kurniawan

"Keberhasilan meraih Rp 1,9 triliun tentu merupakan suatu pencapaian positif mengingat perseroan masih memiliki waktu empat bulan untuk meningkatkan kembali pendapatan," papar Hendra Kurniawan, Sekretaris Perusahaan PT Alam Sutera Realty Tbk  dalam siaran persnya kepada Kompas.com, Rabu (14/9/2011).

Hendra menambahkan, keberhasilan tersebut ditopang kinerja perseroan yang berhasil memasarkan produk-produk properti Alam Sutera, baik residensial maupun komersial. Berbagai proyek-proyek terbaru seperti Ruko The Prominence, sub-claster Pelangi dan Jingga, hingga penjualan Alam Sutera Office Tower memberikan kontribusi signifikan dalam perolehan penjualan.

Khusus untuk periode Agustus, Alam Sutera memperoleh penjualan unit properti sekitar Rp 629 miliar. Tingginya pendapatan bulan ini sebagian besar diperoleh dari penjualan kompleks komersial terbarunya, yaitu The Prominence, yang mencapai Rp 444 miliar. Ruko 3 lantai tersebut berhasil terjual seluruhnya hanya dalam waktu 3 jam sejak awal diluncurkan.

Target 2012

Terlampauinya target Rp 1,7 triliun di bulan Agustus ini, lanjut Hendra, membuat Alam Sutera berpotensi merevisi target penjualannya di 2011 sejalan dengan tingginya peningkatan penjualan.

"Kami berpotensi melakukan revisi target, tapi saat ini kami belum bisa menyebutnya secara pasti. Namun, kemungkinan besar target tahun ini akan berubah menjadi sekitar Rp 2,2 triliun," kata Hendra.

Ia menambahkan, keberhasilan meraih target tahun ini juga ditunjang kondisi makro ekonomi yang positif, serta tingkat suku bunga yang rendah. Hal ini membuat sektor properti terus tumbuh positif seiring tingginya permintaan masyarakat terhadap produk residensial dan komersial ke depan.

Direktur Pemasaran PT Alam Sutera Realty Tbk, Lilia Sukotjo menambahkan, fokus Alam Sutera yang tengah mengembangkan mega proyek Superblok Alam Sutera tahun ini, diproyeksikan dapat terus meningkatkan perolehan penjualan perseroan di tahun 2011.

"Tahun ini perseroan sedang fokus menyelesaikan proyek superblok Alam Sutera. Hadirnya beberapa proyek residensial maupun komersial seperti penjualan Silkwood Residences, Alam Sutera Office Tower serta sub-cluster terbaru membuat kami optimis dapat terus meraih kesuksesan di tahun ini," ujar Lilia.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar