Kamis, 29 September 2011

Rumah Idaman “Mengukur Lagi Nilai Investasi Rumah dan Tanah” plus 2 more

Rumah Idaman “Mengukur Lagi Nilai Investasi Rumah dan Tanah” plus 2 more


Mengukur Lagi Nilai Investasi Rumah dan Tanah

Posted: 30 Sep 2011 06:04 AM PDT

KOMPAS.com - Setiap orang yang akan membeli rumah atau tanah cenderung mengedepankan perhitungan investasi masa depan atas kedua properti tersebut. Lantas, hal apa saja yang dapat memengaruhi pertumbuhan nilai investasi atas tanah atau rumah yang kita beli?

Hal pertama bisa kita amati adalah aktivitas pembangunan di sekitarnya, semisal adanya pembangunan rumah sakit, hotel, mal, sekolah, dan pasar. Pembangunan sejumlah fasilitas umum tersebut dapat mendorong naiknya nilai investasi kita.

Harga jual suatu properti dapat pula terangkat bila jalan masuk utama dan jalan-jalan lain di sekitarnya memiliki lebar yang cukup. Setidaknya bisa untuk berpapasan dua mobil secara leluasa.

Rencana pembangunan infrastruktur yang lebih besar, seperti jalan tol atau penambahan kapasitas jalan utama di dekat properti kita juga akan mendongkrak keuntungan investasi.

Selain itu, bila kita membeli rumah di sebuah kompleks perumahan, pengalaman dan nama pengembang juga turut berpengaruh. Pengembang yang bonafid umumnya memberikan komitmen jangka panjang atas properti yang mereka bangun.

Faktor warga asing yang bermukim di sekitar rumah atau tanah yang kita beli juga menyumbang kenaikan nilai investasi pada masa depan. Warga asing cenderung membangun paradigma prestisius terhadap suatu lokasi.

Di Pulau Bali, misalnya, daerah yang banyak dihuni warga asing memiliki harga jual tanah yang cukup tinggi. Hal itu terkait dengan prospek bisnis yang dapat diusahakan.

Terakhir, kesesuaian luas tanah dan bangunan dengan pemukim lain di suatu lingkungan juga memberi dampak pada investasi. Namun, Anda disarankan agar tak berinvestasi tanah atau rumah yang luasnya jauh melebihi properti di sekitarnya. Hal itu akan memicu kesenjangan sosial. (TYS)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tiga Langkah agar Tak Dicap Tuan Rumah yang Jorok

Posted: 30 Sep 2011 04:58 AM PDT

KOMPAS.com - Mengundang orang ke rumah tentu menyenangkan. Selain keramahan si tuan rumah dan keapikan interior, hal utama yang akan menjadi perhatian tamu adalah kebersihan ruangan.

Salah satu tolak ukur yang menentukan kebersihan ruangan adalah kebersihan kamar mandi. Apabila bau pesing dan apek langsung menyeruak, ditambah banyaknya kerak di lantai dan dindingnya, tamu bisa "mencap" Anda sebagai pemilik rumah yang jorok. Kalau sudah begini, tak ada kata lain untuk kembali rutin menjaga kebersihan kamar mandi.

Tak ada kata sulit, sebenarnya. Anda cukup meluangkan waktu Anda sejenak, dan mengikuti tiga tips praktis berikut ini:

Atasi saluran mampet

Bau dan kotoran sering timbul akibat saluran air yang mampet, baik di lantai maupun wastafel. Agar kembali lancar, cobalah menyiasatinya dengan menaburkan setengah cangkir garam dan satu cangkir baking soda ke dalam saluran, lalu diamkan semalaman.

Esok paginya, Anda tinggal menyiramkan dengan dua hingga tiga cangkir air mendidih. Niscaya, setelah itu saluran air di rumah Anda akan lancar kembali.

Hilangkan kerak membandel

Kloset dan wastafel yang berkerak di sana-sini, tentu tak sedap dipandang mata. Biasanya, walaupun sudah dibersihkan dengan air, kerak tersebtu tetap susah dihilangkan.

Jangan khawatir. Ada cara praktis, yaitu Anda cukup menggunakan cuka dapur. Caranya, siramkan dua gelas cuka dapur ke area yang berkerak, lalu biarkan selama satu jam. Sesudahnya, gosok kerak hingga habis terkikis dan bilas dengan air bersih.

Kerak juga sering terdapat pada lantai kamar mandi. Untuk yang satu ini, Anda bisa menggunakan belimbing wuluh sebagai alat pembersih. Caranya, hancurkan belimbing wuluh dan sebarkan di area lantai yang kotor atau berkerak, dan biarkan semalaman. Keesokan paginya, Anda tinggal membersihkan sisa-sisa belimbing wuluh tersebut dan menyiram lantai dengan air bersih.

Bersihkan noda bekas sabun

Noda yang satu ini seringkali dijumpai di dinding bathtub atau di pegangan atau kepala shower, serta keran wastafel. Untuk membersihkannya, Anda bisa memakai cairan sabun pencuci piring. Caranya, semprotkan cairan itu ke tempat kotor, gosok dengan merata, dan tuntaskan memakai air bersih dan lap kering.

Cara lebih praktis dan cepat juga ada, yaitu dengan dengan menggunakan tisu basah. Kondisi tisu yang lembap dapat membantu membersihkan area-area yang terkena noda bekas sabun, yaitu dengan menyapukan tisu basah. Selain bersih, aroma wangi pun segera merebak di kamar mandi Anda. (AJG)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

UU Rumah Susun Ditunggu Sampai November

Posted: 30 Sep 2011 04:39 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia segera memiliki Undang-Undang Rumah Susun pada 2011 menyusul selesainya pembahasan Rancangan UU tersebut oleh Komisi V DPR dengan pemerintah. Setelah pembahasan di tingkat I atau komisi itu selesai, RUU itu selanjutnya akan disahkan di tingkat II atau paripurna bulan depan atau Oktober.

Artinya, RUU Rusun akan resmi menjadi UU pada November tahun ini.

-- Suharso Monoarfa

Demikian diungkapkan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, saat menghadiri Indonesia Property & Bank Award 2011, di Jakarta, Kamis (28/9/2011) malam tadi. Menurut dia, jika RUU Rusun disahkan di tingkat paripurna pada Oktober, paling cepat dalam satu bulan sudah bisa diundangkan.

"Artinya, RUU Rusun akan resmi menjadi UU pada November tahun ini," katanya.

Keberadaan UU Rusun itu, lanjut Suharso, sangat strategis karena akan melengkapi UU lain yang juga lahir pada 2011, yakni UU Nomor 1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Dengan demikian, katanya, pada 2011 Indonesia sudah memiliki dua UU di sektor perumahan.

"Kita berharap, sektor properti di Indonesia makin semarak," katanya.

Melalui kedua UU itu, katanya, maka untuk mengatasi ketersediaan rumah untuk warga negara Indonesia sudah ada acuannya, khususnya untuk golongan masyarakat menengah ke bawah. Pasar jenis itu, katanya, lebih banyak ditentukan oleh para pengembang atau supply market. Pasar menengah ke atas lebih banyak ditentukan oleh para pembeli sektor properti itu sendiri atau buyers market.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar