Kamis, 13 Oktober 2011

Rumah Idaman “5 Langkah Pasti Sebelum Membeli Rumah” plus 2 more

Rumah Idaman “5 Langkah Pasti Sebelum Membeli Rumah” plus 2 more


5 Langkah Pasti Sebelum Membeli Rumah

Posted: 14 Oct 2011 04:21 AM PDT

KOMPAS.com - Memilih rumah untuk kemudian dibeli itu gampang-gampang-susah. Tersedianya dana tak berarti serta-merta persoalan selesai.

Memang, karena terkadang ada kebutuhan spesifik yang harus dipenuhi. Sebut saja, misalnya, bagi keluarga muda yang memiliki anak kecil, tentu rumah yang dekat dengan sekolah menjadi salah satu pertimbangan utama.

Seiring dengan semakin macetnya lalu lintas di kota-kota besar, Anda juga pasti menginginkan lokasi rumah yang tidak terlalu jauh dengan kantor. Atau, setidaknya memiliki banyak alternatif jalan sehingga tidak mesti selalu terjebak kemacetan lalu lintas.

Namun, di samping pertimbangan-pertimbangan spesifik demikian, ada juga hal-hal yang secara umum patut dipertimbangkan. Lima langkah berikut ini dapat membantu Anda memutuskan untuk membeli rumah di mana:

- Lokasi rumah yang hendak dibeli haruslah memiliki akses jalan yang mudah dicapai. Jangan mudah tergiur janji-janji manis pengembang yang mengatakan bahwa perumahan tersebut hanya lima menit dari pintu tol. Siapa tahu, lima menit yang dimaksud hanya terjadi pada tengah malam dan jalan lengang.

- Untuk memastikannya, ada baiknya jika Anda melakukan uji coba pada jam-jam sibuk, seperti pagi dan sore hari. Pastikan, bahwa lingkungan calon rumah tinggal memiliki suasana dan tetangga yang menyenangkan, karena di sanalah nantinya Anda akan banyak menghabiskan waktu. Biar bagaimanapun, nantinya tetangga adalah orang pertama yang akan dimintai tolong jika ada sesuatu yang terjadi, bukan?

- Pastikan pula, bahwa kompleks perumahan yang Anda pilih memiliki infrastruktur, seperti akses kendaraan umum, luas jalan, listrik, air, keamanan, kebersihan, pasar, minimarket, klinik, sarana olahraga, pusat hiburan, dan sebagainya yang bisa dijangkau dengan mudah.

- Pastikan rumah yang Anda incar tersebut tidak berada pada daerah rawan banjir. Terakhir, perhatikan kondisi dan kualitas bangunan secara detail. Bila perlu, buat daftar untuk melakukan cek terhadap kondisi atap, tembok, kusen, jendela, kamar mandi saluran air, serta lubang angin.

Jika lima langkah ini sudah dilakukan, niscaya rumah yang dibeli akan memberikan kenyamanan bagi Anda sekeluarga. Selamat memilih! (AYA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

2015, Pelaku Industri Jangan "Pelit" Praktikkan Konsep Hijau

Posted: 14 Oct 2011 04:07 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Seharusnya para pelaku industri telah siap dengan produk-produknya yang ramah lingkungan. Kesiapan para pelaku industri ini berperan besar untuk masyarakat mempraktikkan gaya hidup hijau pada 2015 nanti.

Sebetulnya sudah banyak para pelaku industri dengan produk ramah lingkungannya, tapi tidak diajarkan dan tidak disosialisasikan kepada masyarakat.

-- Naning Adiwoso

Demikian dikatakan Naning Adiwoso, Chairperson Green Building Council Indonesia (GBCI), di acara pencanangan "Greenright 2012" di Jakarta, Kamis (13/10/2011). Harusnya, lanjut dia, pada 2015 pihak industri sudah siap.

"Sebetulnya sudah banyak para pelaku industri dengan produk ramah lingkungannya, tapi tidak diajarkan dan tidak disosialisasikan kepada masyarakat," kata Naning.

Akibatnya yang terjadi, kata Naning, ketika pelaku industri mengeluarkan produk ramah lingkungan, justru dijual ke luar negeri untuk mendapat keuntungan.

"Masak Indonesia tidak memiliki pasar industri produk ramah lingkungan, padahal beberapa perusahan telah memproduksi itu. Pengusaha jangan hanya memikirkan keuntungan, dan para profesional kita sebaiknya mengajarkan kepada kliennya tentang produk ramah lingkungan," katanya.

Peran Arsitek dan desainer interior

Dalam mensosialisasikan produk-produk ramah lingkungan, Naning mengatakan, pentingnya peranan para profesional, seperti arsitek dan desainer interior. Mereka adalah agen perubahan, yang harus mampu memberi pemahaman kepada kliennya tentang produk-produk ramah lingkungan itu.

Karena itu, lanjut Naning, baik arsitek dan desainer interior harus memahami produk mana saja yang ramah lingkungan, untuk direkomendasikan kepada para pengguna jasa mereka.

"Kalau orang lantas mengeluh menggunakan produk ramah lingkungan masih mahal, saya rasa ia harus melihat dari sisi jangka panjangnya. Karena nantinya akan lebih hemat energi," jelasnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tetap Cantik dengan Pola Simetris

Posted: 14 Oct 2011 02:53 AM PDT

KOMPAS.com - Bagaimana Anda menata interior rumah Anda? Menyerahkannya pada jasa penata interior atau Anda mengaturnya sendiri?

Menyerahkan urusan menata bagian dalam rumah memang lebih gampang jika diserahkan kepada penyedia jasa penataan interior, tetapi biaya yang dibutuhkan tentunya lebih tinggi. Hasil tampilannya pun berbeda jika dibandingkan dengan mengatur ruangan sendiri.

Namun, Anda pun bisa mengatur bagian dalam rumah secara menarik, asalkan tahu kuncinya. Salah satunya adalah menerapkan prinsip pola tata ruang yang simetris. Dengan pola ini, posisi perabot, seperti kursi, meja, dengan lemari pajangan atau hiasan dinding dalam posisi segaris atau sejajar membuat tampilan ruang menjadi terlihat lebih rapi dan tertata.

Komposisi yang tepat antarperabotan pun akan menimbulkan kesan tersendiri. Tak heran, menata interior secara simetris menjadi pola yang digemari banyak orang.

Pada pelaksanaannya, penataan ruang dengan pola yang simetris juga tak sulit untuk diterapkan. Kelebihan lainnya, pola simetris dianggap "aman". Sebab, berbagai furnitur, lampu, dan penghias ruangan lainnya juga akan tampil lebih menarik jika ditata secara simetris. Sebagai contoh, sofa diapit dengan dua meja sudut dengan dua table lamp atau meletakkan guci yang sama.

Bisa juga dengan meletakkan bench yang menjadi pembatas antara ruang duduk dan ruang makan. Usahakan posisinya berada segaris dengan meja makan. Untuk mempercantik ruangan, Anda tinggal memadukan dengan perabot lainnya.

Kesimetrisan dalam ruangan memang membuat rumah terlihat lebih atraktif. Meskipun pola ini bisa diterapkan pada seluruh ruangan, tetapi Anda tidak harus menerapkannya ke seluruh sudut ruangan. Anda bisa bebas mengkreasikan salah satu sisi ruangan yang diatur tidak simetris atau asimetris.

Untuk mengisi bidang yang kosong dalam ruangan, Anda bisa meletakkan lukisan, patung, rak buku, atau yang lainnya pada bagian tersebut. Penerapan pola simetris memang akan lebih optimal jika perabotan dalam ruang termasuk berbentuk kotak. Berbagai bentuk perabot seperti oval dan bulat pun bisa ditata dalam bentuk yang simetris.

Namun, yang tak boleh dilupakan adalah ukuran dan proporsi perabot yang Anda tata. Pastikan penataan perabot atau furnitur terlalu memenuhi ruang dan membatasi gerak para penghuni rumah. (MIL)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar