Selasa, 11 Oktober 2011

Rumah Idaman “Trik Cerdas Menyimpan Barang” plus 2 more

Rumah Idaman “Trik Cerdas Menyimpan Barang” plus 2 more


Trik Cerdas Menyimpan Barang

Posted: 12 Oct 2011 03:00 AM PDT

KOMPAS.com - Kesibukan terkadang membuat rumah Anda menjadi sangat berantakan lantaran banyak barang-barang berserakan tidak semestinya. Bisa dimaklumi, karena mungkin Anda memiliki waktu yang sangat terbatas untuk menatanya.

Tetapi, ruangan yang berantakan tentunya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi para penghuni rumah. Agar tak terulang, mulailah menyiasati dengan bijak menyimpan barang-barang di rumah Anda.

Keiza Amorani lewat bukunya "Ide-Ide Segar Menata Rumah" terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama menyampaikan beberapa trik cerdas menyimpan barang di rumah.

Kelompokkan barang berdasarkan jenis atau fungsi.

Misalnya jenis mainan anak, atau koleksi buku, dan lainnya. Untuk mewadahi barang-barang yang sudah Anda kelompokkan ini, sebaiknya tidak memakai kontainer-kontainer kecil di supermarket. Tumpukan kontainer dengan aneka warna malah membuat rumah menjadi sempit. Pakai saja lemari kayu dengan pintu, atau pakai rak terbuka dengan ukuran satu dinding penuh. Agar memudahkan saat pemasangan, saat memesan atau membeli pilihlah yang bersistem modular.

Buatlah walk in storage atau ruang gudang kecil.

Di gudang kecil ini, bagian dalamnya bisa dibuat rak di bagian kiri dan kanan, sementara bagian tengah digunakan untuk sirkulasi. Susun barang-barang dengan urutan paling sering dipakai berada digunakan pada bagian paling atas. Belilah boks ukuran besar untuk wadah pernik-pernik berukuran mungil, tempelkan label agar mudah saat melakukan pencarian.

Pilih furnitur yang memiliki fungsi penyimpanan

Terakhir, bila rumah Anda relatif bertipe mungil, pilihlah furnitur yang memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan. Contohnya coffee table yang memiliki laci penyimpanan, atau tempat tidur dengan laci-laci pada bagian kanan dan kirinya. Anda juga bisa menyiasati tempat penyimpanan dengan membuatnya pada anak tangga.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Padukan Furnitur Warna Hitam, Ruang Jadi Berkarakter

Posted: 12 Oct 2011 02:53 AM PDT

KOMPAS.com - Pada umumnya, orang enggan menggunakan warna hitam karena berkesan gelap, suram, dan berat. Namun, dengan memadukan furnitur tematik warna hitam dengan unsur-unsur seimbang akan menjadikan ruangan jadi lebih berkarakter.

Agar berkarakter, ciptakan kesan elegan modern yang dramatis di sudut-sudut interior rumah Anda. Dengan furnitur hitam berpadu emas ditambah sedikit aksen kaki ukir emas, akan menjadikan point of interest di dalam ruangan.

Seperti terlihat pada gambar, tiga furnitur tersebut bisa menjadi inspirasi ruangan Anda:

1. Accent Display Cabinet in Black and Gold Finish

Sebagai furnitur yang berdiri sendiri, rak display sekaligus "buffet cabinet", dibalut finishing warna hitam untuk menciptakan kesan modern. Sebagai top coat dipakai lacquer dimana karakter finishing ini glossy sehingga cocok untuk jenis furniture modern.

Kombinasi warna emas pada bingkai profil pintu dan rak terbuka, memberi kesan tersendiri bagi suatu ruang, baik bertemakan minimalis modern maupun klasik. Warna hitam pekat, menjadikan kabinet sebagai point of view ruangan.

Furnitur ini dapat ditempatkan di sudut ruangan manapun, seperti ruang keluarga, ruang baca, atau sebagai pembatas ruangan untuk ruang yang butuh sekat namun tidak bersifat masif.

2. Accent Credenza in Black and Gold Finish

Sama halnya dengan cabinet display diatas, masih dalam balutan warna hitam (lacquer finish glossy look) dan sentuhan emas sebagai detail dalam furnitur ini, credenza ini dapat diletakkan sebagai aksen furnitur pada suatu ruangan. Bisa di ruangan keluarga, foyer, ataupun kamar tidur utama.

Bagi Anda pecinta koleksi benda-benda seperti piring ataupun gelas, aksen credenza ini dapat ditempatkan sebagai point of view pada ruang makan. Dengan desain 3 laci dan 2 pintu sebagai area simpan, diharapkan credenza ini tetap bisa tampil unik dan modern dalam hunian Anda.

3. Accent Book Dresser in Black and Gold Finish

Desain ketiga ini, merupakan satu rangkaian tema furniture dengan finishing hitam (lacquer finish glossy look) dan aksen profil emas sebagai pemanisnya. Kabinet buku ini dirancang dengan ketinggian rendah dan dilengkapi dua laci serta berpintu kaca. Furnitur ini bisa sebagai salah satu pemanis ruangan, terutama pada ruang baca.

Umumnya, ruangan di ruang baca didesain penuh dengan rak-rak. Namun, dengan kabinet buku ini kebiasaan umum ruang baca bisa dirubah, menjadi tidak monoton dan fungsional dengan rak-rak buku saja.

Nah, bila Anda tertarik, silakan berkreasi dan jangan takut menggunakan warna hitam. Selamat mencoba!

(Yosephin Indriati/Desainer Interior)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Jangan Lupa Diri, Lebih Cerdaslah Belanja Furnitur

Posted: 11 Oct 2011 09:29 PM PDT

KOMPAS.com - Belanja adalah kegiatan menyenangkan, bahkan terkadang anggaran pun "melebar" karena saking senangnya melakoni kegiatan satu ini. Tak heran, saat Anda dan pasangan hendak mengisi rumah baru, rasanya semua perabotan begitu menggoda dan sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Namun, belanja furnitur tak bisa dilakukan dengan alasan "lapar mata" seperti berburu kuliner. Anda harus memperhatikan banyak faktor.

Keiza Amorani, dalam bukunya "Ide-Ide Segar Menata Rumah" terbitan PT Gramedia Pustaka Utama, mengatakan, sebelum membeli furnitur atau aksesori interior, ada baiknya Anda melakukan survei ke beberapa tempat terlebih dahulu. Atau, bisa juga dengan membuka katalog, mendatangi pameran, atau mencari informasi lewat internet untuk membandingkan harga.

Sebelum membeli, catatan penting pertama adalah memperhatikan luas rumah Anda. Pastikan, bahwa furnitur yang Anda beli muat untuk ditempatkan di rumah. Karena itulah, tak salah jika terlebih dulu mengukur ruang-ruang di rumah dengan seksama.

Selain itu, jika Anda hendak melakukan pengecatan ulang pada dinding, belanjalah saat proses pengecatan selesai. Hal ini agar Anda bisa menyesuaikan warna furnitur dengan warna dinding rumah.

Begitu juga saat Anda hendak membeli sofa. Ada baiknya Anda menyempatkan diri mengecek lapisan dalam sofa. Duduki sofa selama 15 menit, kemudian cek bekas dudukan Anda melendut atau rata. Jika melendut, sebaiknya urungkan niat Anda membeli sofa itu.

Periksa juga kain penutup sofanya, terutama seratnya mudah robek atau tidak, mudah dibersihkan bila terkena noda atau sulit. Jangan lupa, cek juga bagian kaki, ukuran, serta kekuatan sofa.

Untuk furnitur lainnya, cek lapisan luarnya. Misalnya, saat hendak membeli furnitur berlapis vinyl, cek kekuatan lem atau perekatnya, mudah terlepas atau tidak. Anda juga disarankan untuk mengecek kekuatan dan kekerasan tiap bagian furnitur yang satu ini.

Selamat berbelanja! 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar