Sabtu, 22 Oktober 2011

Rumah Idaman “Sekuat Apa Lemari Besi Anda?” plus 2 more

Rumah Idaman “Sekuat Apa Lemari Besi Anda?” plus 2 more


Sekuat Apa Lemari Besi Anda?

Posted: 21 Oct 2011 11:10 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Beratnya beban lemari besi dengan penempatan yang salah di lantai atas gedung bertingkat sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kerusakan pada konstruksi bangunan. Selain kerusakan konstruksi, mobilisasi lemari besi pada gedung bertingkat juga sangat menyulitkan penggunanya.

Kami melakukan tes ketahanan lemari besi kami terhadap ledakan bom berbahan TNT.

-- Atmodjo Santoso

Demikian dikatakan Atmodjo Santoso, Business Area Manager Secure Storage PT Indolok Bakti Utama, di Jakarta, Jumat (21/10/2011), saat memperkenalkan inovasi terbaru DuoGuard dari Chubbsafes. Lemari besi ini menawarkan inovasi berupa perlindungan ganda terhadap bahaya pembongkaran dan kebakaran.

"Begitu banyak penghuni yang luput memerhatikan peletakan lemari besi di dalam gedung bertingkat dan sebuah fakta bahwa beban berat dengan penempatan yang salah di lantai atas rumah atau gedung bertingkat sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kerusakan pada konstruksi bangunan," kata Atmodjo.

Tidak cukup hanya kekuatan, lanjut Atmodjo, karena inovasi pada lemari besi seperti DuoGuard juga dijamin dengan sertifikasi dari ECB-S untuk ketahanan terhadap pembongkaran (Grade 0 & I) dan perlindungan kebakaran selama satu jam.

"Dengan berat yang lebih ringan sekitar 60 persen dibandingkan lemari besi sejenis yang ada di kelasnya, inovasi ini layak dijadikan pilihan untuk penggunaan dalam gedung bertingkat," kata Atmodjo.

Chubbsafes merupakan pabrikan lemari besi tertua di dunia. Khazanah (vault) di Bank Indonesia Kota yang kini berubah menjadi Bank Indonesia sudah dibangun sejak 1935 oleh Chubb Lips dan sampai saat ini masih dapat digunakan. Salah satu pintu khazanah tertebal yang pernah ada di dunia ini dibuat oleh Chubbsafes UK dengan ketebalan mencapai 900 mm. 

Tahun ini, Chubbsafes juga meluncurkan produk DataGuard, yang merupakan lemari besi pertama yang diproduksi lokal di Indonesia dan telah mendapatkan sertifikasi NT Fire 017-120 Diskette.

"Lemari ini mampu memberikan perlindungan terhadap bahaya kebakaran selama dua jam untuk data media atau aset-aset digital," kata Atmodjo.

"Kami melakukan tes ketahanan lemari besi kami terhadap ledakan bom berbahan TNT," tambahnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Khusus yang Sibuk, Kedua Taman ini Boleh Dicoba

Posted: 21 Oct 2011 06:54 PM PDT

KOMPAS.com - Keberadaan taman begitu penting sebagai elemen kesegaran dan sentuhan hijau di lingkungan rumah. Jika Anda memang termasuk orang yang super sibuk, dua jenis taman ini bisa Anda pilih untuk menyegarkan hunian.

Taman Minimalis

Taman Minimalis erat kaitannya dengan rumah minimalis yang terkendala oleh lahan terbatas. Bagi Anda yang sibuk bekerja, taman ini mudah perawatannya sebab tak memerlukan aktivitas tinggi karena konsep taman ini hanya bersih dan rapi.

Untuk jenis tanamannya, Anda bisa menggunakan jenis tanaman tropis. Namun, agar terkesan menarik, jangan menambah banyak material hardscape.

Tanaman yang ringan, tidak rimbun, dan dengan ranting teratur cocok untuk jenis taman minimalis. Jenis-jenisnya seperti Bambu Buda Belly (Bambusa tuldoides 'Ventricosa'), Mimosa Silver (Acacia podalyriifolia), Tabebuia (Tabebuia aurea), Smak/Per.du Carrubean Copper Plant (Euphorbia cotinifolia), Siklok (Agave attenuata).

Taman Kering

Seperti namanya, taman ini tidak membutuhkan banyak air. Taman kering merupakan alternatif taman dalam rumah pengganti taman "basah" atau bersentuhan langsung dengan tanah dengan perawatan seperti pengairan rutin.

Taman ini cocok untuk Anda yang tak sempat melakukan perawatan dan penyiraman rutin setiap hari. Karena cenderung kering, taman ini bisa diletakkan di dalam rumah, seperti di sebelah ruang makan, dekat dapur, samping ruang keluarga, juga sebagai taman belakang rumah.

Taman seperti ini bisa dibuat dengan menempatkan material seperti batu-batu alam, kerikil, koral sebagai pengganti rumput. Adapun tanaman yang tepat untuk taman kering ini disarankan jenis tanaman yang kuat dengan paparan banyak sinar matahari, minim siraman air setiap hari, serta memiliki kelembaban yang cukup, seperti Agronema, Diffen, Pandan Bali, Palem kuning, Anthurium, berbagai jenis kaktus dan lidah mertua.

Agar semakin menambah eksotika taman, Anda bisa menambahkan aksesoris seperti bangku taman, pot unik, atau pancuran dari bambu.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Siap-siap, Harga Rumah Murah Ini Rp 25 Juta Per Unit!

Posted: 21 Oct 2011 05:32 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 23 kabupaten/kota menandatangani perjanjian pembangunan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pegawai negeri sipil (PNS). Rumah murah ini akan dijual seharga Rp 25 juta per unit.

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) baru, Djan Faridz, menyatakan bahwa rumah murah seharga Rp 25 juta per unit bagi MBR dan PNS merupakan salah satu program pemerintah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah dalam rangka mengatasi backlog.

"Ini juga memberikan kesempatan kepada MBR untuk memiliki aset dalam bentuk tanah dan rumah yang memenuhi persyaratan, yaitu luas kavling minimal 60 meter persegi di Jawa dengan luas lantai 36 meter persegi," katanya di Jakarta, Jumat (21/10/2011).

Adapun 23 pemerintah kabupaten/kota yang ikut menandatangani kesepakatan pembangunan rumah murah itu meliputi Kabupaten Tapanuli, Nias, Temanggung, Purworejo, Malang, Banyuwangi, Karangasem, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Palu, Pohuwato, Gorontalo Utara, Tojo Una-Una, Mataram, Manggarai Timur, Asmat, Dogiyai, dan Kabupaten Nduga.

Saat ini, dengan kesanggupan 23 kabupaten/kota tersebut, berarti telah ada 37 pemerintah kabupaten/kota yang menyatakan siap membangun rumah murah. Sebelumnya, pada 23 Agustus 2011, Kemenpera juga melakukan kesepakatan terkait pengadaan rumah murah dengan 14 pemerintah daerah, yaitu Pemerintah Kabupaten Pidie, Aceh Tenggara, Pasaman Barat, Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, Majalengka, Pacitan, Paser, Timor Tengah Selatan, Dogiyai, Bengkulu Selatan, Seluma, dan Pemerintah Kota Kupang.

Pada kesempatan yang sama, Djan Faridz mengimbau dukungan pemerintah kabupaten/kota untuk menyediakan tanah dan menetapkan lokasi pembangunan rumah murah dengan mengacu pada RTRW dan perkembangan kabupaten/kota 15-20 tahun ke depan.

"Kelambatan pemerintah daerah (pemda) dalam proses penyediaan tanah, pengukuran, dan penerbitan sertifikat tanah, kelambatan penerbitan IMB, dan kelambatan dalam pencairan kredit konstruksi akan berpengaruh terhadap kemampuan suplai dan percepatan penyediaan rumah murah dan hilangnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, pemda, dan perbankan," ungkapnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar