Senin, 17 Oktober 2011

Rumah Idaman “Beda Ruangan, Beda Lampunya” plus 2 more

Rumah Idaman “Beda Ruangan, Beda Lampunya” plus 2 more


Beda Ruangan, Beda Lampunya

Posted: 17 Oct 2011 09:09 PM PDT

shutterstock

Pencahayaan dalam ruangan merupakan hal mutlak untuk menghadirkan rumah sehat. Selain pencahayaan alami, rumah tak lepas dari pencahayaan buatan lewat pemakaian lampu.

shutterstock

Di ruang keluarga, gunakan cahaya yang cukup dari lampu halogen yang berasal dari lampu gantung atau lampu tanam dalam langit-langit ruang.

shutterstock

Di atas meja makan, Anda dapat menempatkan lampu spotlight yang digantung pada rel lampu. Selain membantu penerangan, lampu ini juga berfungsi menambah nilai estetis ruang makan

shutterstock

Pencahayaan lampu terbagi tiga bagian, yakni pencahayaan umum mencakup lampu utama untuk keseluruhan ruang, pencahayaan lokal seperti lampu meja, standing lamp, dan lampu dinding, serta pencahayaan aksen untuk menciptakan efek dramatis.

KOMPAS.com — Pencahayaan dalam ruangan merupakan hal mutlak untuk menghadirkan rumah sehat. Selain pencahayaan alami, rumah tak lepas dari pencahayaan buatan lewat pemakaian lampu.

Pemakaian lampu tentu berbeda-beda untuk berbagai ruangan karena hal itu tergantung efek yang ingin Anda tampilkan di dalamnya. Menurut Keiza Amorani dalam bukunya, Ide-Ide Segar Menata Rumah yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, pencahayaan dengan lampu terbagi menjadi tiga bagian, yakni pencahayaan umum mencakup lampu utama untuk keseluruhan ruang, pencahayaan lokal seperti lampu meja, standing lamp dan lampu dinding, serta pencahayaan aksen untuk menciptakan efek dramatis.

Ternyata, pemakaian lampu untuk ruang-ruang di dalam rumah berbeda. Simak perbedaannya:

Ruang keluarga

Ruangan ini paling sering digunakan untuk beraktivitas. Karena itu, gunakan cahaya yang cukup dari lampu halogen yang berasal dari lampu gantung atau lampu tanam dalam langit-langit ruang.

Gunakan lampu portabel atau spotlight sebagai tambahan jika kita memiliki sudut untuk bekerja di ruangan ini.

Ruang makan

Ruang ini memerlukan nuansa yang fleksibel sehingga Anda bisa memakai lampu chandelier yang cukup terang dengan dimmer untuk meredupkan cahayanya bila sedang tak digunakan.

Di atas meja makan, Anda dapat menempatkan lampu spotlight yang digantung pada rel lampu. Selain membantu penerangan, lampu ini juga berfungsi menambah nilai estetis ruang makan.

Ruang tidur

Gunakan lampu halogen sebagai lampu utama. Pilih yang mempunyai dimmer sehingga dapat diredupkan saat Anda hendak tidur. Di bagian nakas, tambahkan lampu dinding atau lampu meja. Jangan lupa, lampu tambahan pada kaca rias.

"Void"

Void memerlukan cahaya yang cukup terang. Gunakan lampu gantung atau spotlight dengan rel yang mudah digeser-geser. Selamat mencoba!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Waah... Empat Bank Berminat Biayai FLPP!

Posted: 17 Oct 2011 04:58 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perumahan Rakyat mengatakan, empat bank nasional menyatakan berminat menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Keempat bank tersebut antara lain Bank Mandiri, BRI Syariah, Bank CIMB Niaga, dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah.

Demikian diungkapkan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (17/10/2011). Sebelumnya, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) telah menggandeng sejumlah bank, baik bank swasta nasional maupun Bank Pembangunan Daerah dalam penyaluran program KPR dengan cicilan murah dan suku bunga rendah. Menurut dia, pihaknya berharap hal itu semakin memudahkan masyarakat luas membeli aset rumah sehingga meningkatkan kesejahteraan.

FLPP ke depan diharapkan juga bisa menjadi housing provident fund (HPF) seperti di Singapura.

-- Suharso Monoarfa

Selain penandatanganan kesepakatan bersama antara keempat bank dan Kemenpera, juga dilaksanakan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) antara Pemimpin Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU-PPP) Margoestineny Oemar Ali serta Direktur PT BRI Syariah Ari Purwandono dan Dirut PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Hariyono.

Suharso mengungkapkan, FLPP merupakan salah satu program Kemenpera untuk mengurangi jumlah kebutuhan rumah di Indonesia yang semakin bertambah setiap tahun. Selain itu, melalui program ini, Kemenpera juga ingin membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar bisa memiliki rumah dengan cicilan murah dan suku bunga rendah di bawah 10 persen selama masa cicilan.

Lebih lanjut, Suharso menerangkan, Kemenpera dalam pelaksanaan program ini juga telah menghemat uang APBN sebesar Rp 21 triliun hingga 2014.

"FLPP ke depan diharapkan juga bisa menjadi housing provident fund (HPF) seperti di Singapura sehingga bisa menyediakan dana investasi perumahan jangka panjang dan murah," kata Suharso, sebelum akhirnya menyatakan pamit dari tugasnya sebagai menteri.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Empat Pilihan Penutup Lantai yang Murah dan Menarik

Posted: 17 Oct 2011 03:53 PM PDT

shutterstock

Bahan ini kerap disebut laminate floor. Cara memasangnya cukup mudah, yaitu dengan diletakkan di atas lantai lama, lalu dikunci dengan sistem quick lock.

shutterstock

Di area publik seperti ruang tamu, ruang duduk, dapur, dan ruang makan sebaiknya digunakan penutup lantai antigores.

shutterstock

Kini, keramik hadir dengan beragam desain cantik. Ada yang menyerupai material kayu, marmer, granit, metal, dan lainnya.

KOMPAS.com - Menata interior bisa diawali dari lantai rumah Anda. Kini, Anda bisa menentukan sendiri nuansa yang hendak ditampilkan lewat pemilihan penutup lantai.

Namun, sebelum menentukan pilihan, ada baiknya Anda memperhatikan kekuatan bahan penutup lantai. Di area publik seperti ruang tamu, ruang duduk, dapur, dan ruang makan sebaiknya digunakan penutup lantai antigores. Sementara bahan yang rentan goresan, cocok digunakan di dalam kamar tidur. Berikut empat material penutup lantai yang murah dan menarik untuk Anda pertimbangkan:

1. Batu Alam

Menggunakan taburan batu kali dan batu hias untuk teras atau kamar mandi tentu cukup menarik karena nuansa alamiah akan muncul di sini. Sebagai dasar, cukup acian semen yang dihaluskan. Lalu, taburkan bebatuan tersebut pada seluruh permukaan lantai. Jangan lupa, buat pijakan kaki dari batu alam datar seperti batu candi atau granit potong.

2. Mozaik Marmer

Mozaik Marmer atau granit pecah yang tak terpakai dapat menjadi lantai berpola mozaik. Biasanya, pecahan batu alam ini dijual dalam partai besar, bukan per meter atau per potong.

Tempelkan pecahan-pecahan batu tersebut dan bentuk dengan motif nan unik. Mozaik yang diciptakan melalui keramik khusus pola mozaik saat ini banyak dijual di pasaran.

3. Lantai kayu sintetis

Bahan ini kerap disebut laminate floor. Cara memasangnya cukup mudah, yaitu dengan diletakkan di atas lantai lama, lalu dikunci dengan sistem quick lock.

Tampilan lantai jenis ini serupa dengan parket kayu dan memiliki beberapa jenis warna atau motif serat. Harga juga lebih murah ketimbang parket kayu, namun ketahanannya lebih rendah. Namun, laminate floor perlu dirawat dengan cairan khusus, dan jangan sembarang gunakan cairan pembersih lantai.

4. Keramik

Kini, keramik hadir dengan beragam desain cantik. Ada yang menyerupai material kayu, marmer, granit, metal, dan lainnya. Keunggulan keramik ialah kekuatannya yang tahan lama, mudah dibersihkan, serta harganya lebih murah daripada batu alam asli.

(Sumber: Keiza Amorani dalam Buku Ide-Ide Segar Menata Rumah/Gramedia Pustaka Utama)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar