Jumat, 28 Oktober 2011

Rumah Idaman “Biaya yang Perlu Disiapkan untuk Membeli Rumah” plus 2 more

Rumah Idaman “Biaya yang Perlu Disiapkan untuk Membeli Rumah” plus 2 more


Biaya yang Perlu Disiapkan untuk Membeli Rumah

Posted: 28 Oct 2011 10:05 AM PDT

KOMPAS.com - Melaksanakan niat membeli rumah bisa dimulai dengan langkah-langkah yang sederhana. Apa saja kira-kira?

Hal pertama bisa Anda lakukan adalah mencatat sejumlah kebutuhan yang dapat diakomodasi dalam rumah yang akan kita beli. Semisal, luas halaman, jumlah kamar tidur, dan kamar mandinya, perlukah garasi atau cukup car port.

Selanjutnya, Anda bisa segera mengunjungi pameran-pameran properti. Biasanya, di arena pameran itulah ditawarkan banyak pilihan tipe dan harga rumah.

Tahapan selanjutnya adalah menyiapkan pendanaan. Uang yang pertama kali Anda keluarkan dalam membeli rumah umumnya terkait dengan uang muka (DP), biaya pemesanan bila membeli dari pengembang, dan biaya pengurusan surat atau legalitas calon rumah Anda. Berikut ini beberapa jenis biaya tersebut:

Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Sesuai Pasal 5 UU Nomor 21/1997, tarif pajak BPHTB adalah 5 persen dari Nilai Perolehan Objek Kena Pajak (NPOKP). NPOPKP adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) dikurangi dengan Nilai Perolehan Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Akta Jual Beli (AJB).

Perlu dicatat, bahwa tanpa AJB, Anda akan kesulitan dalam mengurus sertifikat di Kantor Pertanahan. AJB juga menjadi bukti autentik secara hukum, bahwa Anda telah membeli tanah atau bangunan secara tunas.

Bea Balik Nama (BBN)

Biaya ini adalah untuk proses balik nama sertifikat properti dari penjual ke pembeli. Untuk rumah yang dibeli dari pengembang, BBN biasanya sudah diurus oleh pengembang dan Anda tinggal membayarnya saja. Besarnya biaya BBN biasanya berbeda di setiap daerah.

Provisi

Saat membeli rumah dengan KPR, Anda akan dikenai biaya provisi guna mendapatkannya dari bank. Biaya ini dipungut pihak perbankan dari debitur (pembeli).

Besarnya biasa provisi berbeda di setiap bank dengan menggunakan persentase dari besarnya nominal yang dicairkan. Biaya ini umumnya digunakan untuk keperluan administrasi dan lain-lain.

Asuransi

Anda juga diwajibkan membayar biaya asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan biaya perjanjian kredit. Asuransi amat dibutuhkan dalam proses pinjaman guna menjamin agar di kemudian hari tidak terjadi kredit macet.

Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT)

Akta ini merupakan jaminan pelunasan hutang debitur (pembeli) kepada kreditur (bank), terkait dengan perjanjian kredit.

Dilihat sekilas, tampaknya memang tak mudah mewujudkan sebuah rumah impian. Butuh dana yang tidak sedikit dalam realisasinya. Untuk itu, rencanakan tujuan Anda secara matang.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Panduan Beli Rumah untuk Pasangan Muda

Posted: 28 Oct 2011 09:20 AM PDT

KOMPAS.com - Membeli rumah pertama memang tak mudah. Apalagi, jika Anda termasuk pasangan muda. Karena beberapa alasan, sering terjadi, maksud hati ingin membeli rumah impian, apa daya sulit terwujud.

Biasanya, pasangan muda lebih memilih rumah yang berlokasi di pinggir kota Jakarta. Namun, hal ini bisa diakali jika Anda memilih daerah pinggir yang sarana transportasinya cukup memadai. Plus, dambaan hidup tenang, segar, dan nyaman akan didapat.

Selain itu, para pasangan mudah yang akan membeli rumah pertama sebaiknya lebih memperhatikan perhitungan biaya penghasilan antara suami-istri untuk angsuran per bulan. Biasanya, usia di bawah 30 tahun, bank memungkinkan KPR hingga 15 tahun. Pun, sebaiknya mereka memperhatikan fasilitas di sekitar kawasan tersebut, seperti pendidikan dan mal.

Ketua Umum REI 2010-2013 Setyo Maharso pernah menyarankan, sebaiknya pasangan muda mencari rumah pertama membeli melalui pengembang yang ikut organisasi. Selain itu, sebaiknya mereka juga memilih lokasi dekat dengan usaha yang tentu sesuai dengan isi kantungnya.

Bantuan bank

Memang, bicara isi kantung dengan keinginan membeli rumah tak ada habisnya. Penghasilan tetap berjalan lambat, sedangkan harga rumah terus berlari kencang. Akhirnya, banyak orang yang memilih membeli rumah dengan bantuan bank.

Seperti pernah dipaparkan dalam artikel di Kompas.com berjudul 8 Tips Lebih Jeli Memilih Rumah, meminjam uang di bank memang masih merupakan cara mendapatkan rumah impian. Hanya, cara ini tak akan pernah terwujud jika nama Anda telah "dicoret" dalam daftar calon peminjam oleh salah satu bank tempat Anda pernah meminjam dana sebelumnya. Maka, sebelum menjemput rumah impian, pastikan tak ada informasi yang salah tentang alur pinjaman kredit Anda, atau tak ada kekeliruan nilai kredit.

Selain itu, sebaiknya Anda pun tak ragu bertanya kepada teman atau saudara anda yang pernah menggunakan jasa peminjamnnya. Ajak mereka berbagi pengalaman dan mereferensikan Anda pada bank yang memang punya kredibilitas.

Hal penting lainnya, jika ada rencana pembangunan jalan tol di kawasan perumahan yang Anda cari, jangan ragu membeli rumah tersebut sebelum harganya melambung naik. Maklum, beberapa perumahan memang menetapkan harga rumah yang selangit karena infrastrukturnya sudah lengkap.

Pembangunan jalan tol, misalnya, bisa membuat harga rumah naik 50 persen. Jika semuanya sudah beres, Anda jangan lupa juga menyisihkan alokasi biaya tambahan, seperti untuk dana asuransi, pajak, dan juga biaya konsultasi atau administrasi. Jumlah ini harus dianggarkan sebagai pembayaran tambahan setiap bulan, selain jumlah yang harus Anda bayarkan untuk angsuran rumah. Jangan lupa, siapkan juga dana perbaikan dan perawatan rumah.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Raih Estetika Melalui Tangga

Posted: 28 Oct 2011 08:37 AM PDT

KOMPAS.com - Dengan penataan tepat, tangga bisa menjadi fokus desain dalam ruang, yang memberi esensi lebih pada penataan ruang secara keseluruhan. Dalam hal ini, faktor utama harus diperhatikan adalah ketersediaan ruang untuk dijadikan area tangga.

Mendandani rumah bisa menjadi pekerjaan yang tak kunjung usai. Area tangga, sebagai penghubung dua lantai, tentu bisa menjadi bagian yang ditata seapik mungkin demi meningkatkan estetika rumah. Berikut tips untuk Anda melakukan penataannya:

Bentuk

Banyak desain tangga bisa dijadikan inspirasi untuk mencapai nilai estetika yang Anda inginkan. Anda bisa memilihnya, baik itu desain tangga berbentuk lurus, setengah lingkaran, spiral, atau menyerupai huruf "U", dan sebagainya.

Faktor keamanan

Demi estetika bukan berarti Anda melupakan begitu saja faktor keamanan. Hal itu terutama dengan pertimbangan anak balita atau lansia di rumah Anda. Untuk itulah, keberadaan handrail mutlak diperlukan, terutama pegangan tangga dengan bagian sisi yang juga tertutup demi melindungi anak tak terjatuh saat meniti anak-anak tangga.

Tinggi

Masih terkait faktor keamanan dan kenyamanan, sebaiknya tinggi anak tangga sekitar 20-25 cm. Lebih dari itu, titian anak tangga membuat kaki cepat lelah saking tingginya. Sementara untuk lebar, setidaknya tak lebih dari 25 cm. Hal ini agar tangga tetap memberi kenyamanan bagi kaki saat menapak.

Bordes

Ada baiknya, apabila jumlah anak tangga banyak, Anda membuat area bordes atau tempat berhenti sementara. Area ini jamak dipersiapkan untuk menyiasati agar tak cepat lelah saat menaiki anak tangga.

Penutup tangga

Tanpa mengurangi estetika, langkah selanjutnya perlu disiapkan adalah menentukan jenis penutup anak tangga dan warnanya. Berhubung tangga menjadi area peralihan yang menghubungkan lantai atas dan bawah, harmonisasi desain secara keseluruhan perlu diperhatikan. Pemakaian warna-warna netral tentu lebih "aman", karena cenderung cocok disandingkan dengan beragam warna lain, sebutlah seperti putih, abu-abu, atau cokelat.

Bahan penutup

Bahan penutup anak tangga pun sangat beragam, tergantung gaya desain yang Anda inginkan. Biasanya, agar memberi kesan mewah, lantai berbahan marmer atau lantai keramik berlapis glossy banyak digunakan.

Namun, tak ada salahnya menggunakan karpet yang lebih aman karena tidak licin. Sementara, motif kayu mampu memberi kesan hangat sekaligus mengentalkan gaya natural di rumah.

Tentunya, masih banyak lagi gaya desain tangga yang bisa Anda terapkan di rumah. Hanya saja, semua itu berpulang pada kebutuhan tempat, dana, serta tampilan yang ingin dihasilkan.

Selamat berimprovisasi!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar