Minggu, 09 Oktober 2011

Rumah Idaman “Tiga Kunci Dasar Padu Padan Gaya Ruangan” plus 2 more

Rumah Idaman “Tiga Kunci Dasar Padu Padan Gaya Ruangan” plus 2 more


Tiga Kunci Dasar Padu Padan Gaya Ruangan

Posted: 10 Oct 2011 05:12 AM PDT

KOMPAS.com - Anda menginginkan paduan beberapa gaya dalam ruangan namun bingung mengurus peletakannya, paduannya dengan furnitur lama, atau bagaimana kecocokannya? Keiza Amorani dalam bukunya 'Ide-Ide Segar Menata Rumah', terbitan PT Gramedia Pustaka Utama memberikan tiga tips padu padan gaya desain yang bisa Anda terapkan. Simak di sini:

Pilihlah fokus Anda

Kunci nomor satu adalah memilih fokus. Maksudnya, dalam satu ruangan harus ada furnitur yang menjadi fokus utama. Sebutlah misalnya, dalam kamar tidur, pasti yang menjadi fokus adalah tempat tidur.

Setelah dipilih jadi fokus, pilih satu sudut untuk meletakkan benda pilihan tadi. Aturlah sudut tersebut secara maksimal dengan pilihan gaya desain utama Anda. Untuk sudut lainnya, Anda dapat memberikan sentuhan lebih lembut agar tetap menarik namun tidak terjadi "tabrakan" gaya.

Ruang bertema

Kunci nomor dua adalah menciptakan ruang bertema. Anda harus memberi tema utama pada rumah Anda. Misalnya, Anda menyukai gaya retro sebagai gaya utama interior rumah, lalu tambahkan tema sekunder sebagai akses, misalnya gaya elektik.

Elemen retro ini bisa Anda terapkan pada furnitur-furnitur berukuran besar seperti sofa, meja, kursi, tempat tidur, dan pada bidang dinding lebar. Sementara, elemen elektik bisa Anda tampilkan lewat nakas, konsol, dan aksesori interior lainnya. Lalu, pakailah perbandingan 3:1 untuk kedua gaya ini.

Lay out baru

Kunci padu padan ketiga adalah lay out baru. Perhatikanlah lay out ruangan Anda dan mulailah berimajinasi mengatur ulang peletakan setiap benda yang sudah ada.

Dalam membuat lay out baru, perhatikan fokus Anda tidak terhalang oleh jendela dan pintu. Tentukan mana yang hendak diperbarui atau tetap dipertahankan. Jangan lupa, perhatikan sirkulasi udara di ruangan baru ini.

Nah, selamat mencoba!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Kondominium Segmen Menengah Kian Digandrungi

Posted: 10 Oct 2011 04:39 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang kuartal ketiga tahun 2011, aktivitas penjualan kondominium di wilayah Jakarta banyak didominasi oleh segmen menengah. Jumlah unitnya mencapai 80 persen dari total serapan pada periode tersebut.

Demikian disampaikan dalam laporan Pasar Kondominium Jakarta oleh Cushman & Wakefield Indonesia yang diterima KOMPAS.com, Senin (10/10/2011). Melihat kondisi permintaan, tingkat serapan kumulatif mencapai 79.873 unit pada akhir kuartal tiga.

Segmen menengah mendominasi jumlah tersebut, namun tidak tertera jumlah ataupun persentasenya. Sementara pada tingkat penjualan, khususnya pre sales naik 2,4 persen menjadi 65,5 persen atau sebanyak 25.626 unit terjual.

Sejumlah proyek yang dibangun oleh pengembang terpercaya pun kian diminati. Hal ini dibuktikan dengan banyak unit yang terserap meskipun masih early bird, di antaranya Ciputra World 2 di Jalan Satrio, Setiabudi SkyGarden di kawasan Setiabudi, serta Botanica di Simprug. Rencananya, ketiga proyek ini akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Bahkan, dengan kondisi permintaan yang baik, sejumlah proyek baru pun sudah diluncurkan selama kuartal tiga lalu. Mulai pembangunan Ciputra World di Satrio, Belmont Residence (Tower Montblanc) di Meruya, Kubikahomy dengan konsep asrama strata di Bumi Serpong Damai, Park View Condominium di atas Depok Town Square Mall di Depok, Titanium Square di Pasar Rebo, Kebagusan City (Tower Grand Royal) di Kebagusan, Pakubuwono Terrace (Tower South) di Cipulir, hingga H Residence di Cawang.

Kedelapan proyek baru tersebut akan menjadikan total pasokan kondominium Jakarta menjadi 39.123 unit ke depannya. Hanya satu yang merupakan kondominium segmen atas, yaitu Raffles Residence, sedangkan yang lainnya merupakan segmen menengah.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tanda-tanda Awal Dapur Anda Sehat

Posted: 10 Oct 2011 01:44 AM PDT

KOMPAS.com - Salah satu ciri dapur sehat adalah adanya sirkulasi. Ini bahkan menjadi syarat awal dari dapur yang dikategorikan sehat menurut Dina Hartadi, selaku Wakil Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Jakarta.

Baik bau, asap, ataupun gas itu berbahaya jika hanya berkutat di dalam ruangan. Atau, berdampak buruk bagi kesehatan dan keamanan pemilik rumah.

-- Dina Hartadi

"Dapur sehat, (kriteria) pertama, pastikan harus ada sirkulasi udara luar masuk ke dalam," ungkap Dina kepada KOMPAS.com, di Jakarta, Jumat (8/10/2011) lalu.

"Karena apa? Baik bau, asap, ataupun gas itu berbahaya jika hanya berkutat di dalam ruangan. Atau, berdampak buruk bagi kesehatan dan keamanan pemilik rumah. Jadi, harus punya akses ke luar (rumah)," ucap Dina.

Oleh sebab itu, penempatan dapur baik di depan dan belakang rumah, harus dekat dengan akses ke luar rumah. Dapur tidak bisa berada di ruang tertutup. Apalagi, dengan penggunaan gas sebagai sumber energi untuk memasak yang rentan terhadap kebakaran, menjadi satu hal yang penting untuk dipertimbangkan. Dengan letaknya dekat dengan luar rumah, lanjut Dina, maka menjadi tambahan tersendiri bagi pemilik rumah ketika sedang memasak.

"Selain itu, kalau kita (punya) view keluar lebih bagus. Jadi, selain sirkulasi udara, kalau dia punya jendela keluar lebih bagus. Jadi, orang yang bekerja di dapur bisa tahu pergerakan (hari apakah) sudah siang atau belum," jelasnya.

Nah, selain kedua kriteria tersebut, kebersihan dapur juga tak bisa luput dari perhatian pemilik rumah. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah bahan bagian atas meja untuk meracik masakan itu. Dina berpendapat, lebih aman dan nyaman, jika menggunakan bahan dari marmer atau batu alam yang pori-porinya kecil.

"Atau, sekarang trennya solid surface atau artificial marmer," ungkap Dina.

Pokoknya, jangan pilih atau gunakan kayu karena lapisannya berpori. Selanjutnya, warna dinding dapur pun harus terang. Ini harus dilakukan supaya bagian yang kotor di dapur pun terlihat jelas.

"Malah jangan pilih yang gelap, apalagi kalau dapur basah. Kalau dapur kering masih oke. Tapi kalau dapur basah harus terang, ini supaya (bagian) yang kotor bisa terlihat," kata dia.

Pada dapur, pemilik rumah juga perlu memerhatikan ergonomis untuk kesehatan. Maksudnya, jangan sampai orang yang bekerja di dapur banyak terlalu "bongkok" untuk mengambil peralatan memasak, ataupun sampai menjangkau terlalu tinggi. Terhadap hal ini, Dina menyampaikan, sebenarnya sudah banyak peralatan dapur yang bisa memerhatikan ergonomis pemakainya.

"Kalau terlalu bungkuk, dia capek kan. Untuk ngangkat berat. Kalau piring-piring itu semua ditaruh pada bagian bawah, biar ngangkatnya gampang," sebutnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar