Selasa, 25 Oktober 2011

Rumah Idaman “Stres? Coba Bercocok Tanam di Rumah!” plus 2 more

Rumah Idaman “Stres? Coba Bercocok Tanam di Rumah!” plus 2 more


Stres? Coba Bercocok Tanam di Rumah!

Posted: 26 Oct 2011 06:03 AM PDT

KOMPAS.com - Hobi bercocok tanam diyakini banyak orang sebagai kegiatan yang bermanfaat untuk mengusir stres dan menghilangkan rasa suntuk. Yang dimaksud dengan hobi ini adalah bukan dalam konteks kegiatan pertanian, melainkan kegiatan memanfaatkan lahan kosong di halaman, dinding, atau atap rumah.

Di sisi lain, kegiatan bercocok tanam ini mampu mempercantik rumah Anda dengan nuansa hijau segar dari variasi tanaman. Kini, kegiatan ini tak hanya menjadi milik orang tua, namun anak muda pun banyak yang melakoninya.

Anda tidak usah membayangkan, bahwa hobi bercocok tanam identik dengan mengoleksi tanaman hias berharga mahal. Anda bisa menyiasatinya dengan tanaman buah yang ditanam di pot (berskala mini), tanaman bunga, sayur, atau tanaman hias sebagai pilihan menarik dengan harga terjangkau. 

Hobi satu ini pun terbilang cukup simpel dan tidak merepotkan. Saat ini, semakin beragam pupuk olahan instan dan media tanam dijual di pedagang tanaman. Anda tinggal menyesuaikan dengan selera dan lahan, baik itu hendak menanam langsung di tanah, memakai pot, atau dengan cara merambat di dinding, pagar, dan atap rumah.

Hanya, patut diingat, Anda jangan hanya tergiur warna dan keindahan tanaman semata. Sebaiknya, ketahui dengan tahu betul cara perawatannya, kebutuhan air dan pupuknya, serta kemampuan tanaman beradaptasi di iklim tropis. Oleh karena itu, jangan segan-segan bertanya kepada si penjual tanaman.

Sebagai contoh tanaman yang tahan dalam kondisi kering seperti aloevera, adenium, dan jenis-jenis teh. Sebagai penutup tanah, Anda bisa mencoba menggunakan rumput gajah mini.

Namun, meskipun hobi ini cukup simpel, bukan berarti Anda mengabaikan proses perawatannya. Misalnya saja, Anda rajin menyiram dan menyianginya, serta mencabut gulma yang kerap menumpang tanaman pot Anda.

Khusus untuk menyiram, saat di musim kemarau, Anda harus melakukan secara rutin dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Pasalnya, pada kedua waktu tersebut, tanaman membutuhkan asupan untuk berkembang paling banyak dibanding waktu-waktu lainnya. Sedangkan pada musim hujan, Anda cukup menyiraman hanya ketika tanah mulai terlihat mengering.

Untuk mendapatkan informasi lengkap tentang teknik penanaman, Anda bisa menemukannya di majalah atau buku, atau internet yang berisi bermacam tips bercocok tanam. Jadi, jangan ragu lagi memulai hobi seru ini. Siapa tahu, dari sekadar hobi justru bisa meraih peluang bisnis. (AJG)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Rapi dan Bersih dengan Furnitur Gantung

Posted: 26 Oct 2011 05:11 AM PDT

KOMPAS.com — Untuk hunian bertipe mungil, menyiasati bentuk dan peletakan furnitur yang efektif ternyata dapat menghemat tempat. Pemilihan furnitur tanpa kaki serta menempel pada dinding dapat menjadi pilihan menyiasati ruangan.

Seperti terlihat pada gambar, furnitur gantung berwarna putih coklat ini terletak di ruang makan dengan tempat-tempat penyimpanannya yang beragam. Tempat penyimpanan di sini bisa Anda fungsikan untuk menyimpan peralatan makan, koleksi pecah belah, atau bahan makanan kering.

Lemari penyimpanan pada desain ini dipadu dengan wastafel pada salah satu sisinya dan kulkas pada sisi yang lain. Karena berada di ruang makan, keberadaan wastafel sebagai tempat cuci tangan cukup bermanfaat, dan kulkas dimanfaatkan untuk penyimpanan makanan segar.

Menariknya, furnitur ini merupakan jenis menggantung atau tanpa kaki dengan cara ditempel ke dinding. Namun, meskipun tanpa kaki, furnitur ini terlihat tetap kuat lewat pemasangan pada bagian belakang yang menempel dinding.

Selain itu, furnitur ini tampak rapi dan bersih bukan? Bagian bawahnya juga mudah dibersihkan.

Nah, bila Anda tertarik menerapkan furnitur seperti ini pada hunian Anda, pastikan permukaan dinding ruangan dalam keadaan merata agar saat pemasangan furnitur berhasil rapi dan kuat. Bila Anda memesan produk furnitur seperti ini, maka pilihlah furnitur yang akan ditempel dari bahan multipleks.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Apartemen dan Kondominium, Apa Sih Bedanya?

Posted: 26 Oct 2011 04:48 AM PDT

KOMPAS.com - "Anda tinggal di apartemen mana?". "Oh, saya tinggal di kondo di seberang kantor?"

Percakapan di atas membuktikan, bahwa masih banyak orang yang sebetulnya masih dibingungkan dengan pemakaian istilah apartemen dan kondominium. Kondominium atau biasa menyebutnya secara singkat dengan kondo berasal dari kata bahasa Inggris, yakni condominium. Kata ini merupakan gabungan dari kata Latin "con" yang artinya bersama atau bergabung dan "dominium" atau kepemilikan atau pengendalian.

Berdasarkan asal-usul katanya, kondominium berarti lebih mengacu pada ihwal kepemilikan, bukan jenis hunian. Ada pula yang mengatakan, kondominium merupakan bentuk lain hak guna perumahan. Di Indonesia sendiri dikenal hak guna bangunan atas rumah susun.

Sementara itu, apartemen merupakan tempat tinggal yang modelnya berupa rumah susun. Jadi, yang membedakan adalah penekanannya, yang satu pada hak, sementara lainnya pada fisik bangunan.

Gaya hidup bertempat tinggal di kondominium sebenarnya bukan gejala baru, tetapi telah ada sejak zaman Romawi, kira-kira enam abad SM. Kondominium tidak mempunyai tanah, atap, atau jalan setapak sendiri, seperti halnya pada rumah biasa. Namun, pemilik unit kondominium mempunyai hak melakukan apa saja terhadap unit tersebut, seperti menyewakan atau menjual kepada orang lain.

Di kalangan pegiat properti, pembedaan arti kata kondominium dengan apartemen pun kerap dikaitkan dengan bentuk kepemilikannya. Apartemen dipakai untuk menunjukkan hunian vertikal (high-rise) yang disewakan, sedangkan istilah kondominium merujuk pada apartemen yang dijual untuk dimiliki oleh masing-masing penghuni.

Kendati begitu, sekarang sudah banyak apartemen yang statusnya hak kepemilikan. Selain itu, dikenal pula istilah apartemen sewa dan apartemen servis.

Apartemen servis adalah apartemen yang disewakan berikut layanan harian (daily service) layaknya hotel. Sementara itu, apartemen sewa (nonservis), yakni apartemen yang disewakan, baik fully furnish maupun non-furnish, tanpa daily service. (VAL)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar