Senin, 02 Mei 2011

Rumah Idaman “Apa Kaitan Tanggal Lahir dan Feng Shui Bangunan?” plus 2 more

Rumah Idaman “Apa Kaitan Tanggal Lahir dan Feng Shui Bangunan?” plus 2 more


Apa Kaitan Tanggal Lahir dan Feng Shui Bangunan?

Posted: 02 May 2011 11:29 PM PDT

oleh: Linda Kho 

Beberapa waktu belakangan ini, kolom Kompas.com/properti mendapat banyak pertanyaan seputar arah hadap bangunan yang bagus/ cocok, berdasarkan tanggal lahir. Untuk itu, perlu kiranya dibahas secara khusus, untuk memberikan pemahaman yang benar tentang keterkaitan antara tanggal lahir dengan penataan letak bangunan berdasarkan ilmu metafisika China (Feng Shui dan Ba Zi).

Ba Zi (baca: pa' che'), disebut dengan 8 Pillar Kehidupan (Delapan elemen/ Eight Characters) merupakan ilmu metafisika China yang menganalisis data lahir seseorang. Analisis dilakukan dengan mengkonversikan data lahir tersebut menjadi elemen-elemen yang membentuk formasi tertentu, dengan menggunakan sistem penanggalan matahari (Hsia Calendar – Kalender 10ribu tahun).Dari sini bisa dijelaskan berbagai aspek kehidupan seseorang.

Feng Shui, pada prinsip nya sama dengan Ba Zi, namun obyeknya adalah bangunan. Kalau untuk analisis Ba Zi dibutuhkan data lahir seseorang, maka dalam feng shui tidak hanya data lahir dari bangunan tersebut (tahun/ periode pembangunannya), tapi juga arah hadap struktur/ estetika bangunan. Dalam prkatik feng shui, ada dua pendekatan yang harus diaplikasikan secara paralel, yaitu feng shui bentuk dan feng shui kompas.

Feng shui bentuk, mengatur tata letak ruangan dan fungsi-fungsi yang ada dalam sebuah bangunan (pintu, jendela, tangga), tanpa memperhatikan arah. Misalnya, kamar tidur di lantai 2 sebaiknya tidak berada persis di atas dapur (lantai 1), posisi pintu depan dan pintu belakang tidak segaris lurus dan berhadapan langsung, hindari bangunan di T-junction (tusuk sate), dan lain-lain.

Feng shui kompas, mengatur penempatan ruangan terbaik, berdasarkan energi yang terbentuk karena arah hadap dan waktu pembangunannya. Salah satu aliran dalam feng shui kompas ini adalah Feng Shui Bintang Terbang (Xuan Kong Flying Star). Dibandingkan feng shui bentuk, feng shui bintang terbang ini lebih rumit (complicated).

Mana yang lebih penting, feng shui bentuk atau feng shui kompas? Jawabnya: keduanya sama-sama penting. Jika diibaratkan, feng shui bentuk adalah hardware sebuah komputer, dan feng shui kompas adalah software nya. Keduanya penting, saling melengkapi, dan harus saling menunjang. Prinsip ini persis sama dengan feng shui.

Sampai di sini, perlu ditegaskan, bahwa baik buruknya feng shui sebuah bangunan (ruangan-dalam skala mikro), semata-mata ditentukan oleh bangunan itu sendiri (prinsip feng shui bentuk/ kompas), tidak oleh data lahir seseorang (penghuni/ pemilik bangunan).

Penataan bangunan dengan memanfaatkan ilmu feng shui, harus menghasilkan tata letak yang bagus untuk siapapun yang menempatinya (terutama pintu utama, kamar tidur, dan dapur). Dengan kata lain, feng shui sebuah bangunan bagus atau buruk berlaku untuk siapapun yang menempati, terlepas kapan dia lahir, shio apa, kelompok apa (Barat atau Timur).

Lantas, bagaimana dengan data lahir penghuni (Ba Zi)? Kalau pada tahap sebelumnya, penataan feng shui masih 'mengabaikan' data lahir penghuni, itu diibaratkan pencarian gelombang radio pada posisi 'tuned.'

Pemanfaatan data lahir penghuni, adalah untuk 'fine tuned' nya. Artinya, untuk ruang-ruang dan perabot yang sifatnya personal (personalized), yaitu kamar tidur, meja kerja, tempat tidur, baru diatur sesuai dengan hasil analisis data lahir penghuninya. Feng shui rumah berpengaruh pada orang yang menempati, bukan pada siapa yang memiliki.

Kesimpulannya, sebenarnya kurang tepat menanyakan arah hadap bangunan, pintu, letak kamar yang cocok untuk seseorang yang lahir pada tanggal tertentu. Karena yang harus dianalisis adalah feng shui bangunan nya terlebih dahulu (arah hadap – 24 gunung, dan waktu pembangunan), bukan data lahir penghuni. Kiranya ulasan ini bermanfaat bagi segenap pembaca Kompas.com.

*) Linda Kho, pakar fengshui (www.fengshuikita.com), tinggal di Salatiga, Jawa Tengah

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Jaringan Hotel Centara dari Thailand Masuk ke Indonesia

Posted: 02 May 2011 02:37 PM PDT

KOMPAS.com — Centara Hotels & Resorts, yang sebelumnya bernama Central Hotels & Resorts, adalah jaringan hotel terkemuka dari Thailand dengan pengalaman lebih 30 tahun di industri hotel. Centara adalah unit bisnis utama The Central Group yang didirikan keluarga Chirathivat, salah satu pemilik utama perusahaan ini.

Centara berencana membangun empat sampai lima hotel setiap tahun. Kami akan mulai dua tahun ke depan. Dalam lima tahun ke depan, sudah ada 20 sampai 30 hotel dengan jaringan Centara di Indonesia.

-- Kevin Wallace

Central Plaza Hotel Public Company Limited (Centel) yang didirikan tahun 1980 adalah nama resmi dari Centara Hotels & Resorts. Mereka mengoperasikan hotel-hotel kelas satu di Thailand dan internasional. Centel juga berperan sebagai pengembang serta operator mal-mal komersial, bisnis ritel, dan Central Department Store. 

Selain mengoperasikan jaringan hotel-hotel di Bangkok dan resor destinasi wisata di Thailand, Centel juga mengoperasikan lima restoran cepat saji di Negeri Gajah itu. Centel adalah pemain utama dalam industri travel dan wisata, serta sektor bisnis makanan. Rebranding Centara Hotels & Resort diumumkan pada 26 Juni 2007 lalu oleh Suthikiati Chirathivat, Chairman of The Executive Board of Centrap Plaza Hotel (Public) Co Ltd.

Saat ini terdapat tiga brand berbeda yang diciptakan dengan segmen berbeda. Hotel bintang lima disebut "grand", misalnya Grand Centara Hotels & Resorts. Centara Hotels dan Centara Resorts untuk hotel bintang empat, sedangkan produk vila diberi nama Centara Villas. Salah satu tempat terbaru yang mereka bangun adalah Bangkok Convention Centre (BCC) seluas 10.000 meter persegi yang mampu menampung 6.000 peserta.

Di mancanegara, Centara beroperasi di Maldives, India, Mesir, hingga Himalaya. Di Indonesia, Centara mulai masuk dan mengelola Wuku Resort di Bali.

Berikut ini wawancara dengan Kevin Wallace, President Centara International Management, bersama Robert Adhi Kusumaputra, Senin (2/5/2011).

Bagaimana perkembangan Centara hingga saat ini (2011)? Sampai saat ini, Centara sudah memiliki 56 hotel dengan 9.000 kamar di seluruh dunia. Dari jumlah itu, sebanyak 13 di antaranya berlokasi di luar Thailand, dari Mesir, Bahrain, Malaysia, Maladewa, Vietnam, Filipina, dan India. Ada 14 hotel milik sendiri. Selebihnya kerja sama dengan investor. Centara saat ini masuk 25 besar operator hotel internasional.

Mengapa memutuskan mengoperasikan kondotel di Bali? Kami melihat Wuku Resort properti mewah dan lokasinya dekat pantai. Atmosfer dan suasananya sangat pas dengan konsep Centara. Kami akan mengoperasikan Wuku Resort dengan atmosfer Indonesia. Ini di Bali, bukan di Thailand. Namun, antara Bali dan Thailand memiliki kesamaan budaya pada masa lalu.

Kami membangun network di Indonesia, selain di negara-negara lainnya. Kami mengoperasikan hotel dengan segmen berbeda. Kami melihat iklim ekonomi di Indonesia kondusif dan positif.

Apakah Centara punya rencana mengoperasikan hotel di kota lain di Indonesia, setelah Bali? Indonesia punya potensi besar bagi industri hospitality. Indonesia memiliki banyak penduduk, sekitar 250 juta orang. Benar, kami sudah berencana membangun empat sampai lima hotel setiap tahun. Kami akan mulai dua tahun ke depan.

Kami akan membangun di Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, dan Bogor. Tidak semua hotel bintang lima, tetapi juga bintang empat dan bintang tiga. Dalam lima tahun ke depan, sudah ada 20 sampai 30 hotel dengan jaringan Centara di Indonesia.  Kami yakin tamu hotel datang untuk mendapatkan pengalaman baru, bukan sekadar tidur di kamar standar.

Anda juga berencana mengoperasikan "budget hotel"? Saya mengamati budget hotel sangat sukses di Indonesia, sama seperti di India, China, dan Thailand. Centara akan mulai membangun budget hotel atau hotel bintang dua dengan brand Cosi and Easi. Kami akan mulai dari Bangkok tahun 2011 ini. Setelah itu, baru ke mancanegara, termasuk Indonesia. (Robert Adhi Kusumaputra)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Razie Abdullah: DW2 Kembangkan Properti Berdesain Unik

Posted: 02 May 2011 12:53 PM PDT

KOMPAS.com -  Bagi Razie Abdullah, Presiden Direktur DW2 Property, terjun dalam bisnis properti merupakan passion-nya. "Produk-produk properti perusahaan kami bukan sekadar produk. Kami sangat peduli pada green property, pada desain, pada keunikan produk," kata Razie.

Kami membangun rumah tidak sekadar produk rumah. Kami membangun rumah butik dengan desain indah. Ini masalah passion. Jadi kami tidak sekadar mencari untung, tapi memberikan nilai tambah bagi pembeli.

-- Razie Abdullah

Produk terbaru pengembang DW2 adalah Wuku Resort yang dibangun di kawasan Pecatu, Bali. Kombinasi kondotel dan villa ini, menurut Razie, menjadi produk signature DW2.

Lahir di Jakarta, September 1972, Razie Abdullah anak kedua dari enam bersaudara ini, memyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Sipil Universitas Trisakti Jakarta (angkatan 1991). Ayah Razie, Ir Abdullah, pernah bekerja dengan Pak Ciputra di Grup Jaya, antara lain terlibat dalam pembangunan Ancol.

Sebelum aktif di dunia properti, Razie menggeluti industri shipping sampai menjadi Kepala Cabang Maersk Sealand di Jawa Tengah. Lalu ia pindah ke perusahaan minyak dan gas, menjadi Direktur Radian Utama Interinsco Tbk (2002-2008).

Tahun 2008, Razie mengikuti jejak adiknya Aliva Abdullah, master psikologi, yang sudah lebih dahulu terjun dalam bisnis properti. Aliva aktif di usaha properti sejak tahun 1998 lalu. Di Jakarta, pengembang DW2 sudah membangun lebih dari 10 proyek properti, terutama proyek perumahan. Salah satunya Nirvana Kemang, patungan bersama Loemongga Haoemasan.

Berikut ini wawancara dengan Razie Abdullah, Presiden Direktur DW2 Property bersama Robert Adhi Kusumaputra, Senin (2/5/11).

DW2 Property dikenal sebagai pengembang yang membangun produk-produk properti dengan desain unik dan berkelas. Produk terbaru mana saja yang dikembangkan DW2? Kami membangun empat proyek properti baru di Bali. Proyek pertama di Bali adalah Villa Paya-paya di kawasan Seminyak, yang kami bangun tahun 2007-2007. Villa ini sudah kami jual. Setelah itu tahun 2010, kami membangun proyek kondotel dan villa Taum, juga di Seminyak, dan akan dibuka tahun 2011 ini. Kami membangun 90 unit kondotel dengan 120 kamar di lahan seluas 7.500 meter persegi di tengah-tengah sawah. Meski demikian, suasana Taum tetap hip sesuai suasana Seminyak.

Tahun 2011 ini, kami memulai proyek properti baru, Wuku Resort di lahan seluas 1,5 hektar di Pecatu. Proyek ini akan dibangun bulan Agustus 2011 dan dijadwalkan beroperasi pada 12-12-12. Saya suka banget dengan lokasi Wuku Resort di Pecatu, bersebelahan dengan lapangan golf dan kawasan hijau, dan pemandangannya ke arah laut. Lokasinya premium.

Bagaimana dengan proyek-proyek DW2 Property di Jakarta dan sekitarnya? Di Jakarta, kami membangun klaster-klaster dengan jumlah rumah antara 8 unit dan 34 unit, sebagian besar di Kemang dan Kebayoran Baru. Yang terbesar, kami bangun klaster Alea di Cilandak dengan 34 unit rumah. DW2 juga ikut patungan proyek Senopati Suites bersama Loemongga Haoemasan.

Di masa depan, kami akan membangun kompleks perumahan di daerah Serpong, angerang dengan lahan lebih luas, 4 hektar sampai 5 hektar.

Apa keunikan produk properti DW2? Kami membangun rumah tidak sekadar produk rumah. Kami membangun rumah butik dengan desain indah. Ini masalah passion. Jadi kami tidak sekadar mencari untung, tapi memberikan nilai tambah bagi pembeli. Kalau memang desainnya memang banyak lahan kosong, ya dikosongkan. Jadi ini tergantung filosofi perusahaan. Kami menikmati proses ini.

Di Bali, Anda memilih konsep kondotel. Mengapa? Saya kira ini strategi pengembang. Kami berbagi dengan orang lain. Jangan semua dipegang sendiri. Tapi tentu tidak seratus persen produk ini kami jual. Kami senang dengan kondotel karena kami senang berbagi keberhasilan properti.

Proses pemerataan. Bayangkan, dengan uang sekitar Rp 1 miliar, orang sudah memiliki unit kondotel. Proyek hotel Sunset Road di Kuta tidak dijual. Konsepnya beda, bukan resort, dan di bawahnya ada lifestyle center.

Bagaimana Anda melihat properti di Indonesia saat ini? Yang kami lakukan adalah masuk ke segmen berbeda dengan membangun kondotel. Dan menuruts aya, tugas pemerintah adalah membangun infrastruktur di banyak daerah sehingga pihak swasta bisa membangun berbagai proyek properti.

Anda menggaet Centara, operator hotel dari Thailand, untuk mengoperasikan kondotel ini. Mengapa? DW2 adalah pemain di properti butik, demikian pula dengan Centara. Jadi klop ketika bicara soal konsep. Centara sangat berpengalaman dalam pengelolaan spa, restoran, dan industri hospitality. Centara mengelola hotel butik dan resort dari Himalaya sampai Mauritius. (Robert Adhi Kusumaputra)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar