Senin, 16 Mei 2011

Rumah Idaman “Pakai Ambalan, Ruang Sempit Jadi Cantik” plus 2 more

Rumah Idaman “Pakai Ambalan, Ruang Sempit Jadi Cantik” plus 2 more


Pakai Ambalan, Ruang Sempit Jadi Cantik

Posted: 17 May 2011 01:49 AM PDT

KOMPAS.com — Memiliki rumah yang luas dengan beragam ruang menjadi dambaan setiap orang. Apalagi bila Anda seorang yang senang memajang benda-benda unik, pernak-pernik, piala, foto-foto, atau benda koleksi pribadi lainnya. Kalau ternyata Anda memiliki rumah yang mungil, lantas hobi memajang barang ini apakah tidak terwujud?

Jangan khawatir, Anda tetap bisa memberikan sentuhan pemanis ruangan dengan memanfaatkan ambalan di ruang yang sempit. Ambalan berbeda dengan lemari, yakni material yang berbentuk panel-panel dan dilekatkan pada dinding. Penerapannya dalam ruang sempit, Anda memilih ruang mana dalam ruang yang hendak dipermanis, misalnya saja ruang tamu atau ruang keluarga. Pilih salah satu sudut yang Anda suka dan mulai mengolah.

Karena ambalan fungsinya sebagai pemanis dalam ruangan, sebaiknya tidak usah dibuat terlalu "menarik perhatian" dalam penempatan pajangannya. Pilihlah bahan material ambalan, ada banyak pilihan, seperti dari kayu solid, kayu lapis, plastik, hingga kaca. Tentukan tebal tipisnya ambalan, warna apa yang ingin dipakai, serta kesan apa yang ingin Anda tampilkan.

Perhatikan juga penempatan benda-benda di atas ambalan. Bisa sekedar pernak-pernik lucu, foto-foto keluarga, keramik, atau bisa juga majalah atau mainan anak. Penataan yang asimetris akan lebih menarik ketimbang penataan simetris. Penataan pajangan sebaiknya tetap rapi sehingga fungsi mempermanis ruangan tetap terlihat. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Ini "Kursinya" John F Kennedy

Posted: 17 May 2011 01:42 AM PDT

KOMPAS.com — Dalam pameran desainer asal Denmark, Niki Nasr, yang digelar 14 Mei-14 Juni 2011, terdapat satu kursi yang dulunya pernah dipakai oleh salah satu presiden di Amerika Serikat, John F Kennedy.

Kursi ini merupakan karya Niki Nasr yang terinspirasi gaya Skandinavia. Tentu saja kursi ini bukan kursi yang sebenarnya dipakai oleh Kennedy. Namun, Niki ingin mengangkat desain yang dulunya telah ada menjadi menarik ketika disodorkan saat ini.

"Kursi ini gaya Skandinavia juga, dulu kursi seperti ini pernah dipakai oleh John F Keneddy. Di Skandinavia, desain itu sangat maju, kalau tidak salah setelah 50 tahun karya desainer boleh diadaptasi publik," kata Pincky SR Sudarman dari Alun-alun Indonesia di Jakarta pada pembukaan pameran Niki Nasr, akhir pekan lalu.

Gaya Skandinavia cukup memesona Niki Nasr untuk menerjemahkannya dalam karya. Sederhana, menarik, dan dapat digunakan kapan saja adalah inti yang ingin disampaikan. Desain ini cukup menghargai alam karena tak banyak menggunakan material kayu dalam pembuatannya.

"Cenderung tidak ada ukiran, tetapi memiliki garis-garis murni yang utuh, jujur, dan tidak rumit. Cocok untuk digunakan dari waktu ke waktu. Desain ini tak usang dimakan waktu," ujarnya. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Dunia Niki Nasr dan Tangan Perajin Jepara

Posted: 17 May 2011 01:36 AM PDT

KOMPAS.com — Niki Nasr, desainer asal Denmark, telah lama mengetahui kualitas karya para perajin dari Jepara, Jawa Tengah. Selama sembilan belas tahun, karya-karyanya yang telah masuk pasar internasional tercipta dari tangan perajin kota ukiran itu.

Niki telah lama berkecimpung dalam pasar furnitur tingkat internasional, sebut saja Italia, Meksiko, Skandinavia, Jerman, Yunani, Spanyol, dan negara-negara lainnya. Niki melanjutkan bisnis produksi furnitur milik keluarganya.

Ketika menjalankan bisnis keluarganya, Niki, seorang sarjana lulusan antropologi sosial, telah mengetahui keunggulan para perajin di Jepara. Ia pun bekerja sama dengan para perajin dari Jepara untuk mengerjakan desain-desainnya yang mendunia. Apa yang membuat Niki begitu mengagumi para perajin dari Jepara ketimbang daerah lain di Indonesia, Bali misalnya?

Menurut Pincky S.R. Sudarman dari Alun-Alun Indonesia, kekaguman Niki akan perajin Jepara karena mereka memiliki tingkat kesabaran luar biasa dalam mengukir. "Mungkin karena kita ini sebenarnya bangsa agraris. Ketika musim tanam belum tiba, nenek moyang kita mengerjakan hal lain seperti mengukir. Lihat, alat panen seperti ani-ani saja diukir dengan indah. Betapa kesabaran dan kehalusannya terlihat. Itu yang menjadi alasan Niki memilih perajin Jepara," katanya.

Kayu yang dipilih untuk desain Niki seperti kayu jati, mahoni, akasia, sungkai, mindi, dan kayu impor dari Perancis, kayu oak. Sementara untuk desain-desain karyanya, Niki terinspirasi desain dari Skandinavia, dengan gaya yang mempunyai napas sederhana, klasik, namun tak terbatas atau tak lekang oleh waktu. "Desain Skandinavia memiliki garis-garis murni yang utuh, jujur, sederhana, tidak terlalu rumit, dan bisa digunakan kapan saja, tak tergantung zaman," ungkap Pincky.

Keunggulan para perajin Jepara yang ditangkap jeli oleh Niki menjadi semacam pengingat bahwa bangsa ini kaya dengan talenta. "Ketika di tangan orang asing hasil kerajinan bisa menjadi indah seperti ini, tentu ini menjadi tantangan bagi desainer Indonesia untuk lebih maju. Jangan mau kalah karena ini adalah kekuatan kita," kata Pincky.

Niki Nasr mengadakan pameran pertamanya di Indonesia, bertajuk "Furnishing Your World by Niki Nasr", di galeri Alun-alun Indonesia Grand Indonesia pada 14 Mei-14 Juni 2011. Ada sekitar 80 karya yang dipamerkan. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar