Kamis, 26 Mei 2011

Rumah Idaman “Void: Jitu Luaskan dan Sejukkan Ruang” plus 2 more

Rumah Idaman “Void: Jitu Luaskan dan Sejukkan Ruang” plus 2 more


Void: Jitu Luaskan dan Sejukkan Ruang

Posted: 26 May 2011 11:31 PM PDT

KOMPAS.com - Rumah terasa lebih lapang, dengan udara yang lebih sejuk pula, siapa tak suka?

Rumah mungil selalu identik dengan kata "sempit", padahal kalau tahu triknya rumah mungil pun bisa terasa lapang dan nyaman. Salah satu trik yang akan kita biacarakan kali ini adalah penggunaan void.Apa, sih , void itu?

Void biasa ditemui di rumah-rumah dengan lebih dari satu lantai, yaitu ruang kosong hyang menghubungkan antara lantai satu dan lainnya. Tapi bukan berarti rumah dengan satu lantai tidak bisa memiliki void, buat rumah berplafon tinggi, kemudian sisakan ruang untuk dibuat ruang kosong ke atas, inilah yang disebut void.

Sifat void yang terbuka dan menerus ke atas memberikan perasaan lebih lapang, pada ruangan. Untuk rumah-rumah yang berukuran relatif lebih besar, biasanya void dihias dengan lampu gantung yang memanjang dari lantai atas ke bawah. Untuk rumah mungil justru hal ini sebaiknya dihindari. Pasalnya, penempatan elemen dekoratif yang berukuran besar dan berkesan berat, akan membuat ruangan terasa semakin sesak.

Lebih baik lagi jika bagian atas void dibuat berlubang. Dengan demikian, udara panas dari dalam rumah akan mengalir ke atas, melalui void, untuk kemudian dikeluarkan. Jika siklus udaranya demikian lancar, makan udara di dalam rumah pun akan terasa lebih sejuk. Mau?  (Anissa Q. Aini/iDEA)

Foto: iDEA/ Dean Martin Saerang

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Rusunawa Gunungsari untuk Korban Penggusuran

Posted: 26 May 2011 11:19 PM PDT

SURABAYA, KOMPAS.com - Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Gunungsari, Kota Surabaya, untuk warga setren atau pinggiran Kali Jagir yang menjadi korban penggusuran, diresmikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo Jumat (28/5/11) ini.    Gubernur menjelaskan bahwa rusunawa itu diperuntukkan bagi warga setren kali yang terkena dampak dari penertiban bangunan di area bantaran sungai. Namun, tak semua korban penertiban dapat mengisi rusun karena Pemprov Jatim akan menyeleksi masyarakat miskin yang berhak menghuni rusun baru itu. Ia menjamin rusun yang berdiri di atas lahan seluas 7.000 meter persegi itu paling layak huni dibandingkan dengan rusun lain.

Gubernur menjelaskan Rusunawa Gunungsari itu telah memenuhi standar. Ruang kamar di rusun ini termasuk tipe 36 sehingga layak untuk dihuni empat orang. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim, Budi Susilo, mengatakan, sebelumnya dia bersama Sekdaprov Jatim Rasiyo sempat berkunjung ke Batam untuk melihat rusun yang dibangun oleh Jamsostek.

Dia menjamin Rusunawa Gunungsari memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan rusun yang dibangun Jamsostek di Batam. Pemprov Jatim berencana membangun dua rusun lain di Surabaya untuk warga setren kali, yakni di Karangpilang dan Sumur Welut. Di Karangpilang rusun akan dibangun di atas tanah seluas 2.000 meter persegi, sedangkan di Sumur Welut di atas tanah seluas 20.000 meter persegi.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Kawasan Konservasi Pamurabaya Dikuasai Pengembang

Posted: 26 May 2011 11:13 PM PDT

SURABAYA, KOMPAS.com — Kawasan konservasi di Pantai Timur Surabaya (Pamurabaya) saat ini telah banyak dikuasi investor atau pengembang untuk dijadikan perumahan, hotel, dan apartemen. Demikian dikatakan anggota Tim Konsorsium Rumah Mangrove Pamurbaya, Wawan Some.

Ditemui wartawan di Surabaya, Kamis (26/5/2011), ia mengatakan bahwa kawasan konservasi tersebut sudah lama menjadi incaran investor sehingga tidak heran jika saat ini lahan di kawasan itu mengalami penyusutan dan berubah menjadi berbagai bangunan.

Dari hasil temuan Konsorsium Rumah Mangrove Pamurbaya, lahan yang semula dikuasai masyarakat kini beralih ke tangan investor. Sejumlah investor yang menguasai lahan Pamurbaya, antara lain PT Dharmaland, PT SAC Nusantara, dan PT Pakuwon. Menurut informasi, PT Dharmaland dan PT Pakuwon menguasai 314 hektar, sementara PT SAC memiliki lahan 28 hektar.

"Semula ada 10 investor yang masuk untuk menjadikan kawasan Pamurbaya menjadi hunian dan hotel. Namun, yang masih bertahan ada tiga investor dan kini terus melakukan pembangunan di kawasan itu," ujar Wawan.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa berdasarkan masterplan Kota Surabaya tahun 2000, kawasan Keputih di Kecamatan Sukolilo merupakan kawasan konservasi. Namun, sekarang kawasan tersebut telah berubah menjadi perumahan. Untuk itu, Wawan Some meminta Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot Surabaya) segera membatalkan dan tidak memberikan izin terhadap para pengembang yang membuat perumahan di kawasan konservasi Pamurbaya.

"Saat ini sudah terjadi abrasi di beberapa lokasi akibat perubahan kawasan dan adanya pembalakan liar. Pemkot harus tegas untuk menyelamatkan kawasan konservasi," ungkap Wawan. Jika Pemkot tetap tidak bisa menjaga kawasan Pamurbaya, maka pihaknya siap mengajukan gugatan karena Pemkot dianggap lalai menjaga kawasan konservasi. "Kami siap melakukan gugatan terhadap Pemkot Surabaya terkait pengerukan lingkungan hidup," ucapnya.

Wakil Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono ketika dikonfirmasi terpisah mengatakan, perusahaan yang memiliki izin di Pamurbaya hanya satu, yakni PT Granting Jaya, dan tidak ada perusahaan lain yang memiliki izin pemanfaatan lahan itu. "Kalau ada perusahaan lain, saya kira tidak. Setahu saya, cuma ada satu itu saja (PT Granting Jaya)," ujarnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar