Sabtu, 07 Mei 2011

Rumah Idaman “Bijak Mengaplikasikan Warna-warna Lolipop” plus 2 more

Rumah Idaman “Bijak Mengaplikasikan Warna-warna Lolipop” plus 2 more


Bijak Mengaplikasikan Warna-warna Lolipop

Posted: 07 May 2011 09:32 AM PDT

KOMPAS.com -   Warna-warna Lolipop di kamar tidur anak, harus diaplikasikan dengan bijaksana. Jika terlalu berlebihan, dapat memberi efek negatif.

Suka permen lolipop? Permen gula berbentuk bulat pada stik ini, mungkin saja cemilan kegemaran Anda di masa kecil. Gabungan warna-warna mencolok seperti merah, kuning, biru, ungu dan pink adalah salah satu ciri permen yang mulai dijual di Eropa sejak 1908. Dan tahukah Anda, semula permen lolipon ini ditujukan untuk pasar anak-anak!

Dari tujuan itulah kemudian terbangun image warna lolipop identik dengan anak-anak. Tidak heran, karena image itu paduan warna-warna ini banyak dipakai untuk kamar tidur anak . Warna-warna lolipop yang cerah, dipercaya dapat memancing kreativitas dan menambah keceriaan anak.

Namun hati-hati, terlalu banyak warna cerah yang saling bertabrakan akan membuat anak susah tidur. Saat anak-anak cemas, efek paduan warna-warna kuat itu bisa menambah kecemasan anak. Sehingga anak justru sulit mendapatkan ketenangan di kamar tidur mereka.

Sebaiknya, hindari mengaplikasikan warna-warna lolipop pada seluruh elemen ruang. Gunakan warna-warna netral semisal putih, krem dan coklat muda pada lantai, dinding dan plafon. Ranjang atau lemari pakaian yang berukuran besar, juga sebaiknya memakai warna yang netral, coklat atau putih. Warna-warna "aman" itu jadi penyeimbang yang membuat tampilan ruang tak berlebihan.

Lalu, di mana warna-warna lolipop diaplikasikan? Furnitur berukuran kecil, seprai, bantal, dan karpet, adalah sasaran yang tepat untuk warna-warna lolipop. Dengan demikian, jika sewaktu-waktu anak membutuhkan suasana ruang tidur yang menenangkan, dengan mudah kita tinggal mengganti warna seprai, bantal, dan karpet dengan warna yang netral. (Dewi Kartini/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Bikin Taman yang Perawatannya Tidak Merepotkan

Posted: 07 May 2011 09:28 AM PDT

KOMPAS.com - Taman itu harus rimbun, diberi pupuk, dan tidak lupa disiram setiap hari. Terdengar merepotkan, ya ? Padahal tidak harus semerepotkan itu, kok .

Anggapan bahwa memiliki taman akan menambah repot mengurus rumah, seringkali membuat kita enggan membuat taman. Akhirnya lahan kosong dibiarkan terbengkalai, atau justru ditutup semen untuk dijadikan ruangan tambahan.

Padahal keberadaan taman sangat banyak fungsinya. Selain untuk mempercantik hunian, juga sebagai penyejuk udara. Sudah bukan rahasia, kan , bahwa tanaman bisa menghasilkan oksigen dari hasil fotosintesa. Oksigen yang dilepaskan ini tentunya akan sangat membantu agar udara di sekitarnya menjadi lebih segar.

Punya lahan, biarpun kecil, di sudut rumah, mengapa tidak dimanfaatkan menjadi taman mungil? Cukup tutup dengan rumput, tempatkan beberapa tanaman - boleh juga tanaman pot, kemudian tempatkan juga beberapa hardscape sebagai percantikan, jadilah sebuah taman sederhana.

Taman sesimpel ini membutuhkan perawatan yang sama simpelnya. Tidak perlu menyiramnya setiap hari, lakukan penyiraman hanya ketika media tanamnya sudah mulai kering. Jumlah tanaman yang tidak terlalu banyak juga mempersingkat waktu kita menyiangi daun-daun kering, dan memberi pupuk jika memang perlu.

Walaupun tidak banyak tanaman, bukan berarti taman tidak bisa dinikmati kecantikannya. Salah satu buktinya, taman di foto ini. Hamparam rumput dan beberapa tanaman sudah bisa jadi taman, dipercantik dengan adanya beberapa stepping stone dan taburan koral putih. Mulai termotivasi untuk membuat taman juga? Selamat mencoba! (Anissa Q. Aini/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Jalan Tol Batang-Pemalang Beroperasi 2014

Posted: 07 May 2011 09:16 AM PDT

BATANG, KOMPAS.com  - Panitia pengadaan tanah (P2T) tol Batang-Pemalang memperkirakan proyek pembangunan jalan bebas hambatan yang kini masih dalam tahapan pembebasan lahan akan selesai pada tahun 2014.

Anggota Sekretaris Panitia Pengadaan Tanah Tol Batang-Pemalang, Fauzi Arief di Batang, Sabtu, mengatakan hingga kini jumlah lahan milik warga yang telah diukur untuk proyek pembangunan jalan tol telah mencapai 27,7 hektare. "Namun, untuk tahapan pembebasan lahan milik warga masih menunggu keputusan dari tim pengadaan tanah yang rencananya dilakukan Mei 2011," katanya.

Menurut dia, dari 27,7 hektare lahan yang sudah diukur, yaitu di Desa Sawahjoho seluas 6,78 ha, Cepagan 3,47 ha, Banjiran 1,22 ha, Pasekaran 2,98 ha, dan Rowobelang seluas 13,25 ha. "Kami sudah melakukan pengukuran lahan di lima desa itu sedangkan tiga desa lainnya, yaitu Masin, Candiareng, dan Kalibeluk akan menyusul," katanya.

Ia mengatakan proses pembangunan fisik jalan tol Batang-Pemalang tidak terlalu menimbulkan persoalan karena bersifat teknis dan bisa dihitung. "Justru yang kemungkinan menjadi permasalahan adalah saat pembebasan lahan karena masyarakat bisa saja tidak sepakat dengan harga lahan, apalagi jika ada keterlibatan calo atau oknum provokator," katanya.

Ketua Tim Pengadaan Tanah Ruas Jalan Tol Batang-Pemalang, Rasbadi mengatakan timnya segera mengadakan pertemuan dengan P2T dan berkoordinasi ke tingkat kabupaten untuk membahas proses pembebasan lahan.

"Dari informasi, rencananya TPT akan mengundang tim P2T yang terdiri atas sekeretaris daerah dan kepala desa untuk membahas masalah pembebasan lahan untuk proyek jalan tol tersebut," katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar