Jumat, 06 Mei 2011

Rumah Idaman “Michael Widjaja: BSD Bakal Punya Lifestyle Mall” plus 2 more

Rumah Idaman “Michael Widjaja: BSD Bakal Punya Lifestyle Mall” plus 2 more


Michael Widjaja: BSD Bakal Punya Lifestyle Mall

Posted: 06 May 2011 12:12 PM PDT

KOMPAS.com - Michael Widjaja (26) adalah generasi ketiga keluarga Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinarmas. Ia anak ketiga Muktar Widjaja, Chairman Sinarmas Land.

Saya sangat percaya bahwa aset utama perusahaan ini adalah karyawan, sumber daya manusia. Tanpa mereka, tak ada artinya. Jadi uang bukan modal yang terutama, tapi manusia-manusia yang menjalankan perusahaan ini.

-- Michael Widjaja

Bulan Juli mendatang, Michael Widjaja akan menjabat Group CEO Sinarmas Land dan membawahi pengembang BSD dan Duta Pertiwi. Michael yang lahir di Surabaya, 9 Juli 1984 ini menghabiskan masa kecil dan remajanya di Singapura. Tahun 2002-2006, Michael melanjutkan pendidikan tinggi di University of Southern California, Los Angeles, Amerika Serikat, mendalami International Relation Global Business.

Tahun 2007, Michael kembali ke Indonesia, bekerja di Duta Pertiwi. Tahun 2008, Michael bekerja di BSD. Selama dua tahun itu, Michael belajar banyak dari Presiden Direktur BSD Harry Budi Hartanto dan Presiden Direktur Duta Pertiwi Ridwan.

"Keduanya memberi waktu mereka untuk memandu saya dalam bidang properti. Dan inilah saatnya saya memimpin perusahaan properti Sinarmas Land," kata Michael Widjaja dalam percakapan dengan Kompas.com di kantornya di Plaza BII, Jumat (6/5/11).

Cucu taipan Eka Tjipta Widjaja Michael, dan anak ketiga keluarga Muktar Widjaja ini membawahi sejumlah proyek properti di Indonesia dan luar negeri. Yaitu kota satelit BSD City (6.000 hektar) dan Kota Delta Mas (3.000 hektar), resort Kota Bunga Puncak (Jawa Barat) dan Palm Spring Golf & Resort Batam (Riau).

Selain itu, Sinarmas Land juga menangani Hotel Grand Hyatt Jakarta, Le Grandeur Jakarta, dan Le Grandeur Balikpapan. Juga tujuh gedung perkantoran yaitu ITC Mangga Dua, Plaza BII, Wisma BII Jakarta, Wisma BII Medan, Wisma BII Surabaya, Wisma Eka Jiwa, dan Wisma BCA @ BSD City.

Sinarmas Land juga membawahi 10 mix-used property developments, yaitu DP Mall Semarang, ITC Depok, ITC Sarabaya Mega Grosir, kompleks Plaza Indonesia, superblok Ambassador Kuningan, superblok Cempaka Masm superblok Fatmawati Mas, superblok Mangga Dua, superblok Permata Hijau, dan superblok Roxy Mas.

Tidak hanya itu. Sinarmas Land juga mengelola tiga kawasan industri (industrial estates) yaitu KIIC, Deltasmas, dan BSD Technopark. Serta membawahi 11 kawasan perumahan (residential estates), enam di Jabodetabek (Banjarwijaya, Telaga Golf, Grand Wisata, Kota Wisata, Legenda Wisata, Taman Permata Buana), dua di Surabaya (Wisata Bukit Mas dan Villa Bukit Mas), dua di Balikpapan (Balikpapan Baru dan Grand City), serta satu di Batam (Taman Duta Mas).

Di samping itu, tiga perusahaan yang terdaftar dalam bursa efek adalah BSD, Duta Pertiwi, dan Plaza Indonesia Realty.

Berikut ini wawancara eksklusif dengan Michael Widjaja, CEO Grup Sinarmas Land bersama Robert Adhi Kusumaputra dari Kompas.com.  Inilah wawancara pertama Michael Widjaja dengan media.

Pertengahan tahun 2011 ini, Anda mulai menjabat CEO Grup Sinarmas Land. Apa tugas Anda di sini? Tahun 2007, saya kembali ke Indonesia, langsung bekerja di Duta Pertiwi. Setahun kemudian, saya ke BSD. Saya belajar soal properti dari Pak Harry Budi Hartanto dan pak Ridwan. Mereka memandu saya.

Bisa saja saya kembali, saya langsung memimpin Sinarmas Land. Tapi saya tidak mau. Saya ingin belajar dulu. Sekarang saya sudah siap. Sudah tiba saatnya saya memimpin Sinarmas Land. Ini merupakan proses waktu. Dan saya siap memimpin perusahaan properti ini untuk masa kini dan masa depan.

Anda sendiri yang meminta masuk ke dunia properti atau siapa yang meminta Anda terjun dalam dunia ini? Yang meminta saya masuk ke dunia properti adalah ayah saya dan paman saya. Mereka ingin saya memimpin dan mengawasi Sinarmas Land.

Sebelumnya banyak brand properti di Sinarmas. Duta Pertiwi membawahi Legenda Wisata, Kota Wisata, Bukit Mas, dan ITC-ITC. Lalu ada PT BSD yang mengelola kota mandiri BSD City seluas 6.000 hektar. Terlalu banyak brand tidak bagus bagi kesadaran publik akan brand.

Melihat banyak brand ini, muncul kesepakatan untuk menggabungkan BSD dan Duta Pertiwi. Akhir tahun 2010, BSD mengakusisi Duta Pertiwi. Dan setelah itu, Juli 2011 nanti, semua produk properti berada di bawah satu manajemen dengan bendera Sinarmas Land. Sinergi ini menjadikan Sinarmas Land perusahaan yang lebih besar dan punya potensi.

Duta Pertiwi sudah 20 tahun berpengalaman membangun strate tite mall, membesarkan 13 ITC di banyak kota di Indonesia. Duta Pertiwi memulainya sejak tahun 1989 dengan membangun ITC Mangga Dua dan apartemen. Kini banyak pengembang yang ingin mencontoh konsep ini. Tapi sukses bagi pengembang, belum tentu sukses untuk pembeli dan pelanggan. Kami ingin semuanya menikmati sukses, keramaiannya, keuntungannya.

Bagaimana strategi Sinarmas Land untuk tetap menjadi perusahaan properti yang unggul? Saya ingin Sinarmas Land memimpin di kawasan Asia Tenggara. Dan kunci utamanya kepercayaan. Bagaimana kepercayaan ini membawa konsumen kembali memilih produk-produk properti Sinarmas Land. Kami berusaha memuaskan pembeli dan konsumen. We are creating home, not house. Bagaimana penghuni rumah merasa nyaman tinggal di perumahan kami.

Strategi Sinarmas Land saat ini tidak mau terlalu agresif. Kami membangun secara bertahap. Dan rencana masa depan terbesar adalah membangun di lahan terluas milik Sinarmas Land di BSD. Kami membangun perumahan lengkap dengan berbagai fasilitasnya, termasuk fasilitas pendidikan. DI BSD saat ini sudah ada Swiss German University dan Universitas Prasetiya Mulya.

Kami membangun sustainable life cycle. Kami fokus pada peningkatan kualitas hidup, quality of living. Kami ingin orang bekerja dan menikmati hari-harinya di kawasan ini, tidak perlu ke Jakarta lagi. Penghuni dapat meluangkan waktu lebih banyak untuk keluarga. Dari kantor ke rumah dalam hitungan menit, tidak perlu sampai dua-tiga jam. Dan waktu luang untuk keluarga merupakan sesuatu yang mahal di kota-kota besar.

Kami memprediksi 60 persen pembeli rumah di BSD adalah keluarga muda. Dan ini cocok dengan data populasi yang dikeluarkan pemerintah.

Dalam lima tahun ke depan, apa yang akan dibangun di BSD? Kami sedang membangun gedung Sinarmas Land di BSD Green Office Park, yang sudah mendapat sertifikat Gold dari lembaga green building BCA dari Singapura. Ini bukti kami peduli pada lingkungan.

Kawasan Green Office Park seluas 25 hektar ini akan digarap serius dalam lima tahun ke depan. Kami berharap sampai tahun 2013, dibangun tiga sampai empat gedung perkantoran yang ramah lingkungan. Dari 25 hektar ini, kami hanya memanfaatkan 30 persennya untuk bangunan. Selebihnya menjadi ruang terbuka hijau.

Saat ini Unilever sedang membangun gedung yang akan menjadi kantor pusat mereka di Indonesia di BSD Green Office Park ini. Gedung perkantoran di sini hanya 5-6 lantai. Tapi ada ruang yang luas bagi angin bertiup dan bisa dinikmati warga.

Kami juga akan tetap memperhatikan infrastruktur. Meskipun biayanya mahal, tapi infrastruktur sangat penting.

Seperti kita ketahui, pengembang-pengembang besar di Serpong membangun mal. Summarecon membangun SMS yang kini diperluas ke tahap II. Alam Sutera sedang menyelesaikan Mall @ Alam Sutera, meskipun kini sudah dibangun Living World oleh Grup Kawan Lama. Nah di BSD sendiri, apakah ada rencana ke arah sana? Kami sudah punya rencana membangun mal gaya hidup di lahan seluas 2,5 hektar di BSD Green Office Park, yang kami namakan The Breeze. Lokasinya di tepi danau buatan dan juga di tepi Sungai Cisadane. Saya kira sudah waktunya BSD memiliki gaya hidup yang sesuai kebutuhan komunitas BSD.

Kami belajar banyak dari kesalahan BSD Junction dan mal-mal lainnya yang tidak terlalu berhasil. Di BSD Junction, lantai pertama disewakan, tapi lantai di atasnya dijual. Jadi itu milik 400-an orang. Kapten kapalnya bukan Sinarmas Land. Sulit bagi kami untuk membenahinya lagi.

Kali ini kami ingin The Breeze berhasil. Karena itu kami membangun mal gaya hidup, yang mengedepankan food and beverage dengan suasana alfresco dining. Orang bisa menikmati suasana dalam suasana alam terbuka dan angin sepoi-sepoi.

Kami merencanakan The Breeze beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2012. Ini akan menjadi lifestyle mall. Saya terinspirasi dari mal-mal gaya hidup di Los Angeles, Amerika Serikat. Di sini kami memfokuskan pada lanskap. Di Jakarta, kita bisa menyebut mal gaya hidup seperti Citos (Cilandak Town Square). Kira-kira seperti itulah yang akan kami bangun di BSD Green Office Park.

Ada semacam mitos dalam masyarakat China bahwa generasi ketiga menghancurkan perusahaan yang didirikan sang kakek. Nah, sebegai generasi ketiga keluarga Eka Tjipta Widjaja, Anda punya tanggung jawab yang besar. Bagaimana Anda membuktikan mitos itu tidak benar? Anda kan tahu saya masih sangat muda. Saya lahir tahun 1984. Saya tahu bahwa saya harus belajar banyak. Dan saya bisa belajar dari siapa saja, termasuk dari sopir taksi. Saya bisa belajar dari Pak Ciputra, Pak Mochtar Riady, juga dari kakek saya Pak Eka Tjipta Widjaja.

Kalau Anda tanya soal mitos generasi ketiga yang menghancurkan perusahaan yang didirikan kakek, saya kira itu karena mereka satu sama lain tidak kompak. Tapi keluarga Eka Tjipta Widjaja sejauh ini tetap satu suara.

Ini baru awal. Tapi saya punya kepercayaan diri untuk mengembangkan Sinarmas Land ini berkibar sepanjang masa. Saya selalu melakukan yang terbaik setiap hari. Saya percaya pada filosofi hidup: jika saya memberikan 90 persen usaha terbaik saya, 10 persennya adalah urusan Tuhan. Yang terpenting, saya melakukan yang terbaik.

Sinarmas Land meneruskan nilai-nilai yang ditanamkan kakek saya Pak Eka Tjipta Widjaja. Integritas, Kepercayaan, kepandaian, peningkatan kualitas diri setiap hari, dan peduli pada konsumen.

Saya selalu bilang pada karyawan, jika kalian sudah merasa menjadi orang paling pandai di dunia, berarti Anda orang paling berbahaya di dunia. Mengapa? Karena satu orang pandai, tak ada artinya apa-apa. Sebagai tim, kita harus kompak. Seperti tim basket, semua pemain kompak. Setiap orang punya peran masing-masing. Tidak bisa sendirian.

Saya sangat percaya bahwa aset utama perusahaan ini adalah karyawan, sumber daya manusia. Tanpa mereka, tak ada artinya. Jadi  uang bukan modal yang terutama, tapi manusia-manusia yang menjalankan perusahaan ini. Saya meneruskan nilai-nilai perusahaan yang diwariskan kakek saya, ayah saya, sesuai perkembangan zaman dan kondisi lingkungan kerja.

Apa rencana Sinarmas Land di masa depan? Kami punya landbank di Malaysia dan Singapura. Di Johor, Malaysia, kami punya Palm Resort seluas 300 hektar, lapangan golf 54 holes dan Hotel Le Grandeur. Demikian pula di Singapura.

Ke depan, Sinarmas Land akan membangun di banyak kota di Indonesia. Kami sudah punya proyek-proyek properti di Balikpapan, Surabaya, Batam, selain di Jabodetabek.

Saya melihat GDP Indonesia melesat beberapa tahun terakhir ini. Di seluruh Indonesia dengan 250 juta jiwa, GDP sudah 3.800 dollar AS. Di Jakarta sendiri bisa lebih dari 6.000 dollar AS. Kelas menengah di Indonesia terus tumbuh dan kami harus mengambil peluang emas ini.

Sinarmas Land juga berencana membangun proyek-proyek properti baru di mancanegara, di Singapura, Malaysia, Vietnam, Kamboja, sampai China. Kami juga akan meramaikan industri hospitality, membangun budget hotel yang diminati sebagian besar masyarakat Indonesia. (Robert Adhi Kusumaputra)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Rak Buku Jadi Penyekat Dua Ruang

Posted: 06 May 2011 10:57 AM PDT

Roderick Adrian M/KOMPAS.com

Ruang Baca Dipisahkan Rak Buku. Properti: The Infinity, Kemang Village Residence Jakarta

Roderick Adrian M/KOMPAS.com

Ruang Makan Dipisahkan Rak Buku. Properti: The Infinity, Kemang Village Residence Jakarta

KOMPAS.com - Dengan sentuhan modern, pemisahan ruang-ruang di dalam rumah tak harus dengan dinding. Ada banyak solusi pemisahan yang tetap bergaya modern namun tetap sesuai fungsinya, salah satunya menyekat dua ruangan dengan rak buku.

Coba Anda lihat, rak buku yang berfungsi sebagai penyekat di Apartemen Contoh The Infinity, Kemang Village Residence ini. Rak buku yang dibangun seperti dinding ini memisahkan antara ruang makan dengan ruang baca. Selain sebagai pembatas antar ruang, rak buku menjadi lebih bermanfaat untuk penempatan koleksi buku ataupun aksesoris lainnya. Sehingga ruangan pun menjadi makin cantik dan menarik.

Rak Buku ini seolah memisahkan dua rasa berbeda pada ruang makan dan ruang baca. Pada ruang makan, lebih menghadirkan nuansa kesegaran yang hadir lewat aksesoris dengan dominasi oranye. Sementara, pada ruang baca hadir dengan suasana hangat karena desain yang banyak menggunakan parket kayu pada lantai, dinding, juga langit-langit.

Cara unik ini bisa menjadi solusi bagi Anda yang memiliki rumah atau apartemen yang terbatas ukurannya. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Pembangunan Kota Baru Peluang Investasi Bagi Pengembang

Posted: 06 May 2011 08:54 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan perkotaan baru akan menjadi peluang investasi bagi pengembang. Sebab, potensi properti di kota besar mulai mencapai titik jenuh.

Pengembang harus mulai tidak terpaku di Jakarta, tapi lihat di daerah pinggiran. Penyangga kota-kota besar. Kebutuhan rumah semakin besar, tapi Jakarta sudah sangat padat. Pasti akan jadi peluang investasi yang bagus untuk pengembangan kota baru.

--

"Pengembang harus mulai tidak terpaku di Jakarta, tapi lihat di daerah pinggiran. Penyangga kota-kota besar. Kebutuhan rumah semakin besar, tapi Jakarta sudah sangat padat. Pasti akan jadi peluang investasi yang bagus untuk pengembangan kota baru," kata Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, Kamis (5/5).

Kebutuhan rumah bagi masyarakat dan pendatang di kota besar terbilang besar. Hal itu memberikan celah peluang kerja sama investasi di sektor perumahan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), dan pengembang.

Kerja sama itu dapat tergambar pada pola pembagian tugas. Pemerintah pusat memberikan insentif, pemda memudahkan akses pembebasan tanah, pengembang menjadi produsen. "Sudah saatnya pemda dan pengembang jemput bola penuhi kebutuhan perumahan. Jangan hanya di Jakarta, lihatlah peluang di daerah," ucap dia.

Namun, dia mengingatkan, agar pemda menyusun perencanaan pembangunan kota baru dengan baik. Hal tersebut dimaksudkan agar program kerja sama dengan pengembang itu dapat menyelesaikan masalah perumahan dan kawasan permukiman.

"Jika terintegrasi dan bersolusi bagi masalah permukiman tentunya nanti akan menjadi pembentukan kota besar baru," ucap dia.

Pemerintah pusat pun akan mempermudah regulasi agar pengembang pun tertarik membangun daerah penyangga kota besar. Misalnya dengan memberikan kelonggaran dalam pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami).

Contohnya saja di Tangerang, pengembang diperbolehkan membangun rusunami dengan variasi ukuran luas. Rusunami dengan ukuran luas 27 meter persegi, 36 meter persegi, dan 45 meter persegi dibangun dalam satu gedung. "Mereka bisa menawarkan rusunami di-mix dalam satu bangunan. Harganya bervariasi, tapi masih di bawah ketentuan," jelasnya. (Dani Prasetya/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar