Rabu, 25 Mei 2011

Rumah Idaman “Astrid Haryati, Gagasan Kebunnya "Ditiru" Michelle Obama” plus 2 more

Rumah Idaman “Astrid Haryati, Gagasan Kebunnya "Ditiru" Michelle Obama” plus 2 more


Astrid Haryati, Gagasan Kebunnya "Ditiru" Michelle Obama

Posted: 26 May 2011 03:14 AM PDT

KOMPAS.com - Michele Obama, Ibu Negara Amerika Serikat diketahui suka dengan kegiatan berkebun. Ia bahkan membuat kebun sayuran di dekat dapur Gedung Putih. Tapi, tahukah Anda darimana gagasan Michelle untuk berkebun sayur?

Cukup membanggakan, karena gagasan tersebut ternyata berasal dari ide Astrid Sri Haryati, arsitek lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang pada 2008 lalu menjabat sebagai Greening Director di San Fransisco, Amerika Serikat bersama dengan "Slow Food Nation", sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Internasional. Gagasan berkebun Astrid disebut "Victory Garden" atau bila dibahasakan Indonesia berarti Kebun Kemenangan. "Program Victory Garden sebenarnya sudah dikenal sejak jaman perang dunia. Waktu itu warga memakai lahan ruang luar perkotaan untuk dipakai sebagai lahan berkebun karena susahnya mencari bahan makanan," kata Astrid yang ditemui Kompas.com beberapa waktu lalu.

Keberadaan Victory Garden sejak awal untuk "melawan" beragam permasalahan. Bila jaman perang, kebun untuk mengatasi langkanya bahan makanan, di jaman modern, kebun sayur ini menanggapi perubahan iklim dan maraknya tempat makanan cepat saji. "Kalau di San Fransisco, misinya memberikan pemahaman agar masyarakat tidak hanya mengkonsumsi produk makanan cepat saji. Selain itu untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim yang berujung pada mahalnya bahan makanan seperti sayuran," ujarnya.

Menurut sulung dari empat bersaudara ini, adalah penting untuk memberi tahu darimanakah bahan makanan itu berasal berikut pengolahannya. "Yang paling penting mengetahui darimana makanan itu berasal apakah impor atau lokal? Makanan itu sebaiknya tidak didatangkan dari jauh karena semua kegiatan di bumi ini ada carbon footprint-nya. Carbon footprint korelasinya dengan pemborosan energi, emisi, bahan makanan yang tidak segar, juga mendorong harga makanan menjadi sulit dijangkau," ujarnya.

Kata Astrid yang kini telah kembali ke Indonesia, sangat penting bahan-bahan makanan bisa diproduksi dekat dengan rumah tinggal. "Saat peluncuran pertama kali, kami melakukannya di taman kota depan City Hall San Fransisco. Disini ada taman formal dan simbolik yang bergaya eropa tapi kita bentuk jadi kebun sayuran di depannya. Inisiatif ini juga meningkatkan aktifitas kegiatan-kegiatan di taman kota tersebut," ujar Astrid.

Bagaimana sambutan masyarakat San Fransisco dengan gagasan berkebun di tengah kota? Menurut perempuan yang juga pernah menata kota Chicago ini, masyarakat San Fransisco cukup antusias karena kebanyakan dari mereka mengenyam pendidikan tinggi dan peduli terhadap masalah sosial dan lingkungan. "Namun ini bukan masalah apakah mereka memiliki gelar tinggi dalam pendidikan, tapi ini masalah akses ke bahan makanan yang sehat tetapi juga cukup murah dimana strategi pencapaiannya masyarakat umum juga bisa dengan mudah menerapkannya, termasuk penanaman sayuran di lahan rumah tinggal masing-masing," jelasnya.

Astrid mengatakan kegiatan berkebun ini masuk ke kurikulum sekolah. Tujuannya memberi kegiatan pendidikan kepada anak-anak di bangku sekolah dasar. Anak-anak ini bisa mempelajari tanaman atau berkegeiatan berkebun di kebun-kebun kota. " Ini bukan semata-mata sekedar aktifitas simbolik, tapi ada banyak hal yang bisa dipelajari oleh anak-anak karena ini seperti laboratorium hidup," katanya.

Melihat misi yang dibawa Victory Garden, Michelle Obama tertarik dan membuat kebun sayuran di Gedung Putih. Michelle setuju dengan adanya kebun sayuran karena ia peduli pada pendidikan anak lewat kegiatan berkebun. Michelle juga peduli pada kecukupan gizi anak-anak terutama sebagai generasi muda lewat asupan sayuran yang sehat. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

PU Bangun Enam Blok Kembar Rusun di Batam

Posted: 25 May 2011 03:07 PM PDT

BATAM, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum membangun enam blok kembar rumah susun di Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada 2011 senilai lebih dari Rp72 miliar. "Tahun ini Kementerian Pekerjaan Umum membangun enam blok kembar rumah susun baru, masing-masing blok diperkirakan menelan biaya Rp12 miliar," kata Kepala Dinas Tata Kota (Distako) Kota Batam, Gintoyono Batong di Batam, Rabu.

Menurut Gintoyono, setiap blok kembar rusun mampu menampung 90 Kepala Keluarga (KK), dengan kata lain kalau ke enam bisa dibangun, mampu menampung 540 KK.

Pemerintah kota bekerja sama dengan Badan Pengusahaan Batam bertugas menyiapkan lahan untuk proyek yang dikerjakan Kementerian. Gintoyono mengatakan, saat ini sudah ada dua hektare lahan di kawasan Tanjunguncang yang siap bangun. "Untuk pembangunan dua lainnya kita segera siapkan lahan," ujarnya.

Selain menyiapkan lahan, Pemkot Batam juga berkewajiban menanggung fasilitas seperti air dan listrik dengan anggaran Rp1,7 miliar tiap blok kembar. Kementerian PU sedang melakukan proses lelang menentukan siapa yang akan melakukan pembangunan dan hingga saat ini Batam memiliki 47 rusun yang tersebar di seluruh wilayah Batam.

Pemerintah Kota Batam memperkirakan dibutuhkan setidaknya 761 rusun untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi para pekerja dan warga yang saat ini tinggal di rumah-rumah tidak berizin. "Setiap tahun kami akan membangun empat sampai enam rusun, sesuai anggaran," kata Gintoyono.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

PT Ciputra Surya Anggarkan Belanja Modal Rp 560 M

Posted: 25 May 2011 02:43 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) menganggarkan belanja modal perseroan tahun ini senilai Rp 560 miliar. Direktur CTRS Nanik Joeliwati S memaparkan, belanja modal tersebut akan digunakan untuk pembangunan proyek dan ekpansi lahan di Surabaya.

Rinciannya, senilai Rp 400 miliar untuk pembangunan Ciputra World Surabaya, dan Rp 100 miliar untuk kebutuhan akuisisi lahan CitraLand Surabaya, dan Rp 60 miliar untuk pembelian lahan baru CitraLand Surabaya.

CTRS memiliki fasilitas pinjaman perbankan sebesar Rp 480 miliar untuk mendanai proyek Ciputra World Surabaya. "Pinjaman ini baru ditarik Rp 255 miliar sampai akhir 2010," kata Nanik..

Sumber dana lainnya untuk belanja modal tahun ini bisa didapat dari hasil penjualan apartemen dan kas internal. Selain itu, masih ada fasilitas pinjaman modal kerja sebesar Rp 100 miliar. "Fasilitas ini yang outstanding sebesar Rp 25 miliar."

Salah satu anak usaha PT Ciputra Development Tbk (CTRP) ini menargetkan laba bersih tahun ini mencapai RP 100 miliar. Hingga kuartal pertama 2011, laba bersih CTRS sudah lebih dari seperempat dari target tersebut, yaitu Rp 34 miliar. (Astri Karina Bangun/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar