Kamis, 05 Mei 2011

Rumah Idaman “Tauzia Gandeng Worldhotels Operasikan Hotel Bintang Lima” plus 2 more

Rumah Idaman “Tauzia Gandeng Worldhotels Operasikan Hotel Bintang Lima” plus 2 more


Tauzia Gandeng Worldhotels Operasikan Hotel Bintang Lima

Posted: 05 May 2011 10:46 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Tauzia Hotel Manegement yang selama ini dikenal dengan brand Harris, menggandeng Worldhotels, mengoperasikan hotel bintang lima dengan brand Worldhotels.

Presiden Direktur Tauzia Hotel Management Marc Steinmeyer dan Wakil Presiden Worldhotels Roland Jegge mengungkapkan hal ini kepada pers hari Kamis (5/5/11) sore.

Menurut Marc, hotel bintang lima dengan brand Worldhotels pertama akan beroperasi di Bali, namun Marc enggan menyebutkan lokasi persisnya.

"Kami akan mengoperasikan tiga hotel dengan brand Worldhotels di Bali, tiga di Jakarta dan satu di Surabaya," jelas Marc. Di Jakarta, Marc lebih suka kawasan lama seperti Menteng. "Kawasan Menteng lebih baik dibandingkan Jakarta Kota, yang terkesan tidak aman dan lalu lintasnya macet," kata Marc.

Sememtara Roland Jegge berharap Worldhotels dapat sukses bersama Tauzia Hotel Management. "Saya melihat Tauzia sudah berpengalaman dalam manajemen hotel, terutama sosok Marc Steinmeyer. Dia pernah menjadi CEO Accor untuk wilayah Asia Pasifik dan berpengalaman dalam pengelolaan hotel," kata Roland.

Dijelaskan, Worldhotels didirikan tahun 1970 di Frankfurt, Jerman. Hotel pertama adalah Steinberger Frankfurter Hof dengan 100 kamar. Saat ini, kata Roland, Worldhotels beroperasi di 65 negara, memiliki 26.000 kamar di Amerika, 42.000 kamar di Eropa, dan 39.000 di Asia. Di Eropa, Worldhotels antara lain beroperasi di Belanda, Belgia, Jerman, Inggris.

Menurut Roland, kliennya 56 persen korporat, 33 persen leisure, dan 11 persen MICE. Worldhotels juga memiliki 19 mitra maskapai penerbangan. "Kami memiliki 32 juta tamu setiap tahun," jelasnya. Tahun 2010, ada 73 hotel afiliasi dengan 20.000 kamar. Antara lain di Almaty (Kazhakstan), Munich dan Hamburg (Jerman), Singapura, Phuket (Thailand), Mumbai, Bangalore (India), Yokohama, Osaka (Jepang).

"Kompetitor kami adalah Hilton, JW Marriott, Sheraton, Crowne Plaza, dan Intercontinental. Di antara hotel-hotel bintang lima ini, Worldhotels berada di posisi ke-4," urai Roland.

Tauzia sendiri, kata Marc, sampai akhir tahun 2012, sudah mengoperasikan 48 hotel bintang dua, tiga, dan empat di berbagai kota di Indonesia.

"Worldhotels adalah brand bintang lima. Kami lebih percaya diri berkompetisi dalam bintang lima. Setelah Indonesia, kami akan masuk Vietnam dan Malaysia," kata Marc. "Pada era globalisasi, waralaba dan afiliasi itu sangat penting," tambahnya. (Robert Adhi Kusumaputra)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Inilah Tanaman Rekomendasi NASA

Posted: 05 May 2011 07:11 AM PDT

KOMPAS.com — Jauh sebelum Pemerintah Indonesia, terutama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, berkonsentrasi menciptakan dan membangun gedung-gedung yang sehat, Pemerintah Amerika Serikat telah meminta Badan Penerbangan dan Antariksa AS  (NASA) melakukan penelitian.

Penelitian ini dilakukan karena melihat fakta-fakta turunnya produktivitas kerja para karyawan di AS. Akhirnya diketahui, penyebab turunnya produktivitas adalah sindrom bangunan sakit (sick building syndrome), yang menyebabkan penyakit legoinesellesis dengan gejala pusing, iritasi pada mata dan hidung, gamang, lelah, dan sesak napas.

Ada beragam cara untuk mencegah sindrom bangunan sakit, salah satunya dengan menempatkan tanaman di dalam ruangan. Dalam sebuah kesempatan, Yanu Aryani dari Green Building Council Indonesia mengatakan bahwa tanaman dapat membantu menghadirkan udara segar dalam ruangan karena setiap hari karyawan menghirup bermacam-macam polutan di dalam ruangan.

Bintang Nugroho dari Green Building Council Indonesia mengatakan, inilah yang dilakukan NASA, yaitu melakukan penelitian mengenai tanaman yang mampu hidup dalam ruangan serta mampu mereduksi polutan. "Penelitian tersebut sudah dilakukan tahun 1989. Ada sekitar 50 jenis tanaman yang mampu mengurangi polutan, terutama tiga polutan utama, yaitu benzena, trikloroetilen (TCE), dan formaldehid. Berita gembiranya, sekitar 10 jenis dari tanaman itu bisa hidup di Indonesia," ujarnya.

Ketiga polutan ini ada dalam ruangan, baik bebas di udara maupun pada material di dalam ruangan, seperti pada kayu lapis, tisu, kertas pembersih, cairan penghalus kain, lapis bawah karpet, dan asap rokok.

Tanaman-tanaman tersebut adalah:
1. Gerbera daisy (Gerbera jamesonii)
2. Pot mum atau krisan atau seruni (Chrysanthemum morifolium)
3. English ivy (Hedera helix)
4. Mother in law's tounge atau lidah mertua (Sansevieria laurentii)
5. Warneckei (Dracaena deremensis "warneckei")
6. Peace lily (Spathiphyllum mauna loa)
7. Chinese evergreen (Aglaonema "Silver queen")
8. Marginata (Dracaena marginata)
9. Palem bambu (Chamaedorea seifritzii)
10. Lidah buaya (Aloe vera)
11. Kuping gajah (Philodendron domesticum)

(Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Sensasi Air Terjun Gantung

Posted: 05 May 2011 07:00 AM PDT

KOMPAS.com - Tahukah Anda, bahwa kejenuhan seringkali datang saat kita selalu berkutat pada hal yang standar. Air mancur gantung, benar-benar jadi solusi penghilang jenuh di rumah ini.

Menikmati teh di sore hari, menerima tamu, dan menikmati penganan buatan istri, adalah salah satu bentuk aktivitas yang berkualitas. Kualitas itu harus terwadahi pula dalam ruang-ruang dengan elemen penyusun ruang yang berkualitas. Itulah kualitas yang dimiliki oleh Angga Prasetya, pemilik rumah ini. Angga seringkal menghabiskan waktu di ruang makan yang berada di balik jendela samping kolam mini.

Kolam yang berfungsi sebagai "pendingin" aliran udara yang masuk kerumah, juga memiliki fungsi visual sebagai penghilang kejenuhan. Kolam berada di samping innercourt berukuran 4mx6m di bagian tengah rumah. ­­ ­Ada hal unik terlihat dari kolam. Kolam memiliki air terjun yang keluar dari balok yang menggantung. Air terjun ini terlihat seperti mata air yang keluar dari padatnya beton berukuran 300cmx30cmx20cm.

Komposisi menggantung sebenarnya juga terdapat di bagian ruang makan, tepatnya pada mejanya. Meja makan tergantung pada balok di bagian atas jendela. Jadi konsep ini masih menjadi satu ikatan dengan konsep air terjun yang berada di taman. Inilah konsep yang ditawarkan oleh Faizal Syamsalam, arsitek dari rumah ini.

Bermain dengan komposisi melayang dan menggantung, adalah sensasi bagi visual sebuah ruangan. Layak untuk Anda coba! (Indra Zaka Permana/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar