Kamis, 12 Mei 2011

Rumah Idaman “Tren Mebel Minimalis Masih Merajai Pasar” plus 2 more

Rumah Idaman “Tren Mebel Minimalis Masih Merajai Pasar” plus 2 more


Tren Mebel Minimalis Masih Merajai Pasar

Posted: 12 May 2011 11:07 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono mengatakan, tren mebel yang masih disukai pasar adalah minimalis. Tren ini diprediksi masih akan mendominasi sampai empat tahun ke depan.

Tren minimalis akan digemari karena bentuknya sederhana, tetapi banyak modelnya. Pasar Indonesia terpengaruh tren dunia yang tengah menggemari minimalis. Untuk mebel yang banyak ukirannya atau 'curving' kurang diminati.

-- Ambar Tjahjono

Ambar mengatakan, tren mebel atau furnitur minimalis karena terpengaruh tren mebel global. "Tren minimalis akan digemari karena bentuknya sederhana, tetapi banyak modelnya. Pasar Indonesia terpengaruh tren dunia yang tengah menggemari minimalis. Untuk mebel yang banyak ukirannya atau curving kurang diminati," kata Ambar kepada wartawan di kantor pusat Asmindo, Jakarta, Kamis (12/5/2011).

Selain minimalis, desain lain yang disukai pasar adalah gaya yang antik. Misalnya dengan menggunakan kayu-kayu bekas, seperti kayu bantalan kereta api. "Kenapa mereka menyukai material dari kayu bekas karena orang merasa kembali ke masa lalu. Kayu juga lebih kuat dan orang menganggap menggunakan kayu bekas berarti tidak memotong pohon," ujarnya.

Berbicara mengenai bahan kayu, Ambar mengatakan, saat ini penggunaan kayu jati mulai dikurangi. Pemerintah mensyaratkan agar dalam membuat mebel tidak boleh memakai kayu dari pohon jati. "Namun, tetap memakai kayu yang kokoh juga, seperti kayu mindi, kayu mangga, kayu durian, dan lainnya," katanya.

Pembatasan ini disambut baik oleh Asmindo. Bahkan, kata Ambar, untuk kepentingan ekspor, kayu-kayu dari Indonesia harus memiliki sertifikat. "Indonesia dipandang sebagai negara dengan tingkat penebangan pohon tinggi. Negara-negara seperti di Eropa menekan kita agar kayu bersertifikat. Kayu bersertifikat itu artinya legal, kita tidak bisa menolak itu," paparnya.

Sertifikasi yang dimaksud adalah penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan. Sertifikasi mencakup kelegalan, seperti kayu berasal dari hutan mana, tanggal berapa, dan petak mana itu bisa dibuktikan. Kendalanya untuk sertifikasi ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi. 

"Asmindo tidak menolak ini, tetapi patut dipikirkan, terutama pengusaha yang kecil agar mendapat insentif atau perhatian pemerintah karena biaya sertifikasi ini mahal," ujarnya. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Gubernur Harus Punya Inisiatif Program Perumahan

Posted: 12 May 2011 10:10 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Para Gubernur sebagai pemimpin pemerintah daerah memiliki inisiatif terkait program perumahan di daerah. Pasalnya, saat ini pembangunan perumahan merupakan urusan wajib pemerintah daerah.

Inisiatif program pembangunan perumahan harus berasal dari provinsi-provinsi di Indonesia khususnya Gubernur.

-- Suharso Monoarfa

Hal itu diungkapkan Menpera Suharso Monoarfa saat menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara, Thaib Armaiyn di Kantor Kemenpera, Jakarta, Rabu kemarin. "Inisiatif program pembangunan perumahan harus berasal dari provinsi-provinsi di Indonesia khususnya Gubernur," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, tampak hadir Deputi Bidang Pengembangan Kawasan Kemenpera, Hazaddin TS, Deputi Bidang Perumahan Swadaya, Jamil Anshari, Ketua DPRD Provinisi Maluku Utara, Syaiful Bachry dan Asisten II Pemprov Maluku Utara, Amran Mustary.

Adanya inisiatif itu, kata Suharso Monoarfa, secara tidak langsung akan mendorong peningkatan pembangunan perumahan di daerah. Selain itu, kebutuhan perumahan bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang membutuhkan rumah yang layak huni akan terpenuhi. Apalagi saat ini jumlah kebutuhan rumah di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Menurut Menpera, masih tersedianya lahan yang cukup luas di daerah harus dimanfaatkan dan dikelola sedemikian rupa oleh Pemda setempat. Kalau saat ini masih banyak pembangunan rumah tapak, maka Pemda ke depan juga harus memikirkan alternatif serta lokasi untuk pembangunan hunian vertikal atau Rusun. Hal itu dikarenakan lahan yang ada saat ini akan semakin berkurang karena perkembangan sebuah daerah karena maraknya pembangunan.

"Masih banyak target grup yang membutuhkan perumahan di daerah seperti PNS serta masyarakat yang tinggal di kawasan-kawasan kumuh. Dan pembangunan rumah maupun Rusun bagi PNS serta revitalisasi kawasan kumuh harus mendapat perhatian Pemda setempat sehingga mereka ke depan tidak harus mengontrak rumah lagi," harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Malut, Thaib Armaiyn menyatakan, pihaknya sangat memberikan terkait program perumahan bagi masyarakat didaerahnya. Sebab, jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya juga berdampak pada peningkatan kebutuhan rumah pula.

Adanya pemekaran wilayah di daerah, terangnya, secara tidak langsung juga mengakibatkan melonjaknya kebutuhan rumah bagi masyarakat. Para PNS di daerah hingga saat ini juga memerlukan bantuan dalam penyediaan rumah mengingat penghasilan mereka juga tidak terlalu besar.

Guna mengantisipasi hal itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara saat ini juga tengah mengupayakan tersedianya lahan-lahan yang cukup luas atau bank tanah guna sebagai lokasi pembangunan perumahan bagi PNS dan masyarakat. Salah satunya adalah dengan membebaskan lahan sekitar 35 hektar dari sekitar 70 hektar yang direncanakan.

"Lahan yang tersedia hingga saat ini baru sekitar 35 hektar. Rencananya di atas lahan tersebut akan dibangun perumahan bagi sekitar 3.500 PNS di daerah. Kami berharap Kemenpera bisa ikut membantu pelaksanaan pembangunan perumahan di daerah Maluku Utara," ungkapnya. (*/KSP)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Bone Balango Bakal Jadi Kota Satelit Baru di Gorontalo

Posted: 12 May 2011 10:05 AM PDT

GORONTALO, KOMPAS.com - Menpera Suharso Monoarfa melakukan pencanangan pembangunan kawasan siap bangun (Kasiba) seluas 500 hektar untuk sekitar 5.000 unit rumah di Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Pembangunan Kasiba tersebut diharapkan dapat menampung 15.000 penduduk dan menjadi kota satelit baru di Gorontalo.

"Pencanangan Kasiba di wilayah Bone Bolango untuk 5000 unit rumah ini diharapkan dapat memunculkan sebuah komunitas baru dan menampung sekitar 15.000 penduduk," ujar Suharso Monoarfa di Bone Bolango, Gorontalo beberapa waktu lalu.

Suharso Monoarfa menjelaskan, saat ini jumlah Kasiba di Indonesia memang belum terlalu banyak. Oleh karena itu, dirinya sangat bersyukur bisa mencanangkan Kasiba untuk kawasan perumahan dan permukiman di Gorontalo.

Suharso Monoarfa optimistis Kasiba di Kabupaten Bone Bolango ini bisa lebih dikembangkan menjadi kota satelit baru. Adanya pembangunan jalan lingkungan, drainase, pemancangan tiang listrik, pembangunan saluran air minum dan saluran air buangan yang tertata dengan baik dapat membuat Kasiba ini ke depan menjadi sebuah kota satelit. Untuk itu, dirinya meminta pemerintah daerah setempat untuk memberikan perhatian khusus mengingat kebutuhan rrumah bagi masyarakat akan terus meningkat.

"Adanya Kasiba ini menunjukkan adanya perhatian Pemda terhadap kebutuhan lahan untuk perumahan bagi masyarakat. Saya juga minta kalau Pemda memiliki sisa anggaran lebih jangan dibelanjakan tidak karuan. Belanjalah tanah sebab itu tanah itu tidak akan pernah bertambah dan bisa dibukukan dalam neraca daerah kekayaan daerah menjadi Barang Milik Daerah," katanya.

Suharso Monoarfa juga mengingatkan agar pembangunan perumahan tidak mengikis lahan-lahan yang produktif yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam hal pembangunan kasiba, Kemenpera juga akan membantu pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) dan melakukan bedah kampung nelayan sehingga mampu membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Plt.Bupati Bone Bolango, Hamim Pou menyatakan, sebagian besar masyarakat di Kabupaten Bone Bolangi belum memiliki rumah yang layak huni. Secara keseluruhan jumlah penduduk yang menempati rumah berjumlah 22.529 KK. Rata - rata satu rumah dihuni oleh 2 KK.

Berdasarkan data hingga tahun 2010 lalu, kondisi fisik bangunan rumah di Bone Bolang terbagi menjadi tiga. Pertama, rumah permanen berjumlah 14.900 unit rumah, rumah semi permanen 7.027 unit, dan rumah tidak Permanen sebanyak 700 rumah. Saat ini masih terdapat hampir 13.000 rumah yang dihuni lebih lebih dari 1 KK dan 9700 rumah yang dihuni oleh 1 KK.

"Kami sangat berterimakasih atas pencanangan Kasiba Perumahan ini. Dan desain perencanaan Kasiba ini dilakukan oleh Pemkab Bone Bolango sejak tahun 2007 lalu dengan dukungan pihak Kemenpera," terangnya. (*KSP) 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar