Senin, 18 April 2011

Rumah Idaman “Besar, Minat Kawasan Industri Bangun Rusunawa” plus 2 more

Rumah Idaman “Besar, Minat Kawasan Industri Bangun Rusunawa” plus 2 more


Besar, Minat Kawasan Industri Bangun Rusunawa

Posted: 19 Apr 2011 05:57 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jamsostek memberi kesempatan kepada semua kawasan industri yang memenuhi syarat di semua provinsi untuk mengajukan kerja sama pembangunan rumah susun sejahtera sewa bagi pekerja.

PT Jamsostek akan membangun rusunawa jika ada dukungan penuh dari pengelola kawasan dan pemerintah daerah

Dirut PT Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan pihaknya akan membangun jika ada dukungan penuh dari pengelola kawasan dan pemerintah daerah. Saat ini terdapat dua daerah yang mengajukan pembangunan rusun sewa bagi pekerja yakni Surabaya dan Cibitung.

"Yang di Surabaya sudah tahap studi kelayakan dan di Cibitung sudah ada pembicaraan awal dengan Rahmad Gobel sebagai pengelola kawasan industri," kata Hotbonar.

Dijelaskannya, kendala yang selalu ditemukan adalah dukungan dari pengelola kawasan industri sendiri, misalnya, kepenilikan tanah yang harus jelas, yakni harus dimiliki oleh PT Jamsostek. "Kami sebagai BUMN tidak bisa membangun rusun pekerja di atas tanah yang bukan menjadi milik PT Jamsostek," katanya.

Kendala selanjutnya, dukungan fasilitas seperti fasilitas umum dan fasilitas sosial bagi penghuni, kelancaran surat menyurat. Begitu juga dukungan dan komitmen pemda, seperti membantu proses pengeluaran ijin, IMB dan lainnya. "Jika ditanya, komitmen yang terbaik yang pernah diberikan, maka KITK adalah contohnya," kata Hotbonar.

Kawasan ini membantu semua proses dengan cepat, termasuk kepemilikan lahan seluas 10 hektar untuk 10 blok kembar rusun sewa, begitu juga dengan Pemda Batam dalam pengurusan surat menyurat, IMB dan hal lainnya.

Pembanguna rusun sewa di Surabaya sudah pada tahap studi kelayakan dan hasilnya layak dibangun. PT Jamsostek mengalokasi dana Rp30 miliar untuk dua blok kembar yang terdiri dari 100 kamar yang dapat menampung 400 jiwa.

Hanya saja rusun sewa di Surabaya itu akan agak berbeda karena ada permintaan agar bisa digunakan bagi pekerja dan keluarganya, sementara rusun sewa yang ada semua diperuntukan bagi pekerja bujang. "Ini agak berbeda dan perlu perhitungan tersendiri," kata Hotbonar.

Minat pembangunan rusun sewa oleh pengelola kawasan industri cukup besar. Di Batam sudah tiga kawasan industri yang membangun rusun sewa, yakni di Lancang Kuning, Muka Kuning dan KITK.

Sebelumnya PT Jamsostek sudah menandatangani MoU dengan himpunan kawasan industri Indonesia, tetapi hingga kini belum ada realisasi dari MoU itu.

Sementara bagi PT Jamsostek pembangunan rusun sewa merupakan bentuk dari peningkatan kualitas pelayanan bagi pekerja karena dari segi investasi diperlukan waktu 30 tahun baru dananya kembali. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Rusunawa di Kaltim Kosong, DPR Prihatin

Posted: 19 Apr 2011 05:43 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Delegasi Komisi V DPR RI yang melakukan kunjungan kerja masa reses ke Kalimantan Timur (Kaltim) prihatin terhadap Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Jalan Ujang Dewa Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kaltim, tidak berpenghuni.

Rusunawa itu kosong tidak berpenghuni, padahal sudah dibangun sejak 2005. Kami betul-betul terkejut dan prihatin.

-- Yoseph Umarhadi

Dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, kunjungan kerja dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yoseph Umarhadi terkait peninjauan ke lokasi Rusunawa. "Rusunawa itu kosong tidak berpenghuni, padahal sudah dibangun sejak 2005. Kami betul-betul terkejut dan prihatin," ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Yoseph menilai pembangunan Rusunawa yang memakai dana APBN itu menjadi mubazir. Dua blok Rusunawa ini dibangun oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PU dan Kementerian P erumahan Rakyat.

Komisi V DPR mendesak pemerintah melalui Asisten Menpera yang dihubungi langsung melalui telepon selular, agar segera menyelesaikan persoalan ini. Joseph meminta agar Rusunawa ini dapat dimanfaatkan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. "Mengapa bangunan ini dibiarkan sampai rusak, tanpa ada yang memanfaatkan," kata Yoseph.

Pada awalnya rencana pembangunan Rusunawa ini diperuntukkan bagi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di Malaysia, mengingat Nunukan adalah salah satu kota terdekat dengan perbatasan. Pada saat itu TKI yang datang di Nunukan sempat membludak hingga mencapai 100 ribu orang lebih.

Namun setelah pembangunan berjalan, ada kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah pusat yang memindahkan tempat pengurusan perpanjangan dokumen keimigrasian TKI yang sebelumnya di Nunukan ke Konsulat Jenderal RI di Tawau, Malaysia.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Metland IPO, Tawarkan 2,2 Miliar Lembar Saham

Posted: 19 Apr 2011 05:34 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Metropolitan Land Tbk (Metland) berencana melakukan penawaran umum perdana sebanyak-banyaknya 2,2 miliar lembar saham atau 30 persen dari modal disetor dengan nilai nominal Rp 100 per lembar saham.

Dalam prospektus ringkas yang dimuat di salah satu surat kabar, Selasa (19/4) masa penawaran awal akan berlangsung 19-27 April 2011 dengan perkiraan tanggal efektif 5 Mei 2011.

Manajemen perseroan mengungkapkan 48,5 persen dari dana IPO akan digunakan untuk pembangunan Metropolitan Mal. Sebanyak 5,25 persen untuk pembangunan apartemen. Sisanya, 13 persen untuk pembukaan Hotel Horison Bekasi Extension.

Adapun pelaksana penjamin emisi adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT DBS Vickers Securities Indonesia. Masa penawaran akan berlangsung pada 9-10 Mei 2011. (Astri Karina Bangun/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar