Selasa, 19 April 2011

Rumah Idaman “Mal Berkonsep Entertainment Jadi Tren” plus 2 more

Rumah Idaman “Mal Berkonsep Entertainment Jadi Tren” plus 2 more


Mal Berkonsep Entertainment Jadi Tren

Posted: 19 Apr 2011 11:16 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat perbelanjaan atau mal yang menganut konsep lifestyle dan entertainment lebih diminati retailer. Konsep ini menarik karena tak hanya menangkap prilaku masyarakat ke mal untuk belanja.

Tren mal yang mengusung konsep entertainment lebih diminati, karena perilaku konsumen ke mal tak hanya belanja, tapijuga untuk hiburan.

-- Herully Suherman

"Tren mal yang mengusung konsep entertainment lebih diminati, karena perilaku konsumen ke mal tak hanya belanja, tapi juga untuk hiburan. Perilaku konsumen dibaca dan disediakan beragam fasilitas seperti lifestyle and dining, kidz world, dan night club di dalam mal," kata Herully Suherman, Associate Director Head of Research Procon kepada wartawan dalam laporan pasar properti kuartal I tahun 2011, di Jakarta, Selasa (19/4/2011).

Untuk mal yang akan ramai selama 2011, Herully mengatakan mal di kawasan CBD, non-CBD atau secondary, dan wilayah Selatan. "Di kawasan ini kepadatan traffic pengunjungnya tinggi, konsep retail center banyak dikunjungi pengunjung yang tertarik masuk pusat perbelanjaan untuk belanja atau sekadar hiburan," ujarnya.

Perkembangan ritel masih tumbuh subur di wilayah Jakarta. Sementara di kota-kota lain belum bisa menyaingi. Utami Prastiana, Associate Director Head of Strategic Consultancy Procon mengatakan agar mal di luar Jakarta diminati harus punya populasi atau komunitas.

Kota-kota yang memiliki pasokan ritel namun masih secondary brand seperti Surabaya, Ujung Pandang, Palembang, dan Medan. "Surabaya dan Bandung trennya mulai seperti Jakarta dengan banyak konsep entertainment. Beberapa developer merencanakan punya mal seperti ini di dua kota tersebut," ujarnya.

Menurut laporan Procon, pasokan ritel di Jakarta pada awal 2011 tumbuh 4,8 persen mencapai 3,63 juta meter persegi bila dibandingkan dengan angka di awal tahun 2010. Permintaan tumbuh sekitar 18,9 persen dibandingkan kuartal I 2010 dengan penyerapan di kuartal I 2011 sebesar 107,000 meter persegi.

Profil penyewa masih didominasi dengan retailer bergerak di bidang fashion dan makanan (F and B). Untuk kuartal I ini tidak ada pasokan baru ritel, namun tingkat hunian meningkat menjadi 84 persen. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Sentuh yang Kaku dengan Bunga

Posted: 19 Apr 2011 09:35 AM PDT

KOMPAS.com — Kecenderungan memasukkan unsur hidup, seperti bunga, bertujuan untuk menghadirkan nuansa segar di dalam rumah. Hidup! Itulah kesan yang akan muncul ketika Anda beri sentuhan kehidupan.

Memilih bunga untuk memberikan sentuhan kehidupan dalam ruangan memang perlu kejelian. Tetapi, kita beruntung memiliki banyak pilihan bunga karena tinggal dalam negara bersuhu tropikal.

Warna-warna alami bunga seperti merah, putih, ungu, atau kuning akan memancarkan rona kesegaran dalam ruang. Lihat saja ruang utama apartemen contoh The Tiffany di Kemang Village Residence, Jakarta Selatan, ini.

Ruangan menjadi lebih hidup karena bunga yang ditempatkan di meja. Warna ungu bunga mencairkan kekakuan di dalam ruangan, menggantinya dengan suasana hidup.

Efek yang sama bisa Anda lakukan di ruangan lainnya, seperti ruang makan, kamar tidur, atau kamar mandi. Anda juga bisa mengganti bunga dengan pilihan-pilihan lain di setiap harinya. Kalau Anda malas membeli bunga asli, rasanya bunga buatan atau artifisial yang banyak dijual bisa menjadi alternatif. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Wastafel Cantik Berhias Ukiran Laser Cut

Posted: 19 Apr 2011 08:46 AM PDT

KOMPAS.com - Dunia interior makin canggih inovasinya, salah satunya teknologi laser cut. Laser cut mampu mengukir desain nan rumit berbahan metal, akrilik, bahkan kain.

Dengan laser cut, bahan yang tadinya tak mungkin diukir menjadi mungkin. Lihatlah ukiran daun-daun yang ditata menarik di dinding wastafel ini. Ukiran rumit dan detail di tiap ujung daun dapat disempurnakan dengan bantuan laser cut.

Ukiran daun berwarna hitam dipilih sebagai background pada dinding tempat wastafel. Hasilnya, suasana di tempat wastafel yang umumnya terletak di kamar mandi menjadi lebih eksostis. Warna hitam ukiran di dinding memberi sentuhan hidup pada ruangan.

Teknologi ini bisa diaplikasikan untuk interior lainnya. Anda bahkan bisa memesan ukiran sesuai selera di tempat yang memberikan pelayanan laser cut. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar