Kamis, 14 April 2011

Rumah Idaman “Central Park Raih Penghargaan Ritel Terbaik” plus 2 more

Rumah Idaman “Central Park Raih Penghargaan Ritel Terbaik” plus 2 more


Central Park Raih Penghargaan Ritel Terbaik

Posted: 14 Apr 2011 11:42 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Central Park Mall baru saja memenangkan penghargaan The Asia Pacific Property Awards 2011, untuk kategori "Best Retail Development" di tingkat nasional.

Menang di penghargaan Asia Pacific Property Awards, pada penghujung tahun 2011 Central Park Mal akan maju dan bersaing dengan perusahaan pemenang lain. Seperti dari negara-negara di Eropa, Afrika, Amerika, dan Arab Saudi, untuk memperebutkan penghargaan International Award Property.

"International Property Awards 2011 merupakan penghargaan yang bergengsi dimana Central Park Mall sebagai salah satu flagship project PT. Agung Podomoro Land, Tbk," kata Veri Y. Setiady, Executive Director Central Park Mal lewat siaran persnya, yang diterima Kompas.com, Kamis (14/4/2011).

Veri menambahkan dengan penghargaan ini, pihaknya berusaha dan berinovasi menjadi pusat perbelanjaan terbaik sekaligus benchmark bagi pusat perbelanjaan lain di tingkat nasional maupun Asia Pasifik.

"Kami terus menghadirkan ratusan brand internasional dan perancang Indonesia. Dengan tujuan Central Park Mal sebagai ikon tujuan belanja keluarga berkelas dunia, serta tolok ukur perkembangan fashion di tanah air," paparnya.

Ajang kali ini menjadi tantangan bagi properti di Asia Pasifik mampu memecahkan rekor sebelumnya. Wilayah Asia Pasifik memiliki catatan prestasi yang tinggi untuk tingkat internasional setelah meraih tujuh penghargaan World's Best di final pada 2009 dan 2010. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

"Green Living" Itu Investasi

Posted: 14 Apr 2011 11:36 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Memilih dan menerapkan konsep eco-green living pada bangunan adalah investasi. Manfaat penerapan konsep akan terasa pada beberapa tahun ke depan.

Kalau orang menerapkan konsep green living pada bangunan, seperti investasi manfaatnya akan terasa 4-5 tahun ke depan. Saat itu akan terasa biaya operasional yang jauh lebih murah.

-- Moch Reffrajaya

"Kalau orang menerapkan konsep green living pada bangunan, seperti investasi manfaatnya akan terasa 4-5 tahun ke depan. Saat itu akan terasa biaya operasional yang jauh lebih murah," kata Wakil Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Moch Reffrajaya kepada wartawan seusai pembukaan pameran bahan bangunan dan jasa arsitektur 2011 di Jakarta Convention Center, Kamis (14/4/2011).

Mewujudkan konsep green living, kata Reffrajaya, dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pemilihan material dan pemilihan desain. Untuk bangunan baru, dua pendekatan ini lebih mudah diterapkan. Sementara untuk bangunan yang sudah jadi (existing building) dapat menggunakan pendekatan ekonomi dan bisnis, seperti pemakaian alat listrik hemat energi.

"Terkadang yang menjadi dilema dalam penerapan konsep green ialah harga material yang memang masih mahal, sekitar 30-40 persen. Kalau nanti banyak yang beralih, maka produk-produk ramah lingkungan akan semakin murah," ujarnya

Penerapan "eco green living" di rumah

Kalau selama ini konsep eco green living banyak didengungkan untuk bangunan-bangunan seperti perkantoran, mal, hotel, dan apartemen. Konsep serupa juga bisa diterapkan untuk bangunan seperti rumah tinggal (landed house).

"Penerapan bisa pada pemilihan material rumah. Misalnya pemilihan cat, pemilik rumah mesti cermat memilih cat yang ramah lingkungan, atau memilih alat-alat hemat listrik, misal lampu LED atau T5," katanya.

Reffrajaya menambahkan, selain pemilihan material untuk menerapkan konsep hijau pada rumah, yang tak kalah penting adalah mengubah perilaku. "Harus diimbangi juga dengan perubahan perilaku yang hemat energi dan ramah lingkungan," katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Pengembangan Kawasan Properti di Surabaya Bergeser ke Barat

Posted: 14 Apr 2011 12:23 PM PDT

SURABAYA, KOMPAS.com - Pengembangan kawasan properti, terutama kelas menengah atas, di kota Surabaya bergeser ke wilayah barat. Hal ini terlihat dari makin banyaknya pengembang besar yang membangun di Surabaya Barat, termasuk pengembang Grup Ciputra.

Surabaya barat paling berkembang di kota Surabaya saat ini. Kawasan timur dan utara tak bisa dikembangkan lagi karena arahnya ke laut. Yang masih terus dikembangkan adalah wilayah barat.

-- Harun Hajadi

"Surabaya barat paling berkembang di kota Surabaya saat ini. Kawasan timur dan utara tak bisa dikembangkan lagi karena arahnya ke laut. Yang masih terus dikembangkan adalah wilayah barat," kata Managing Director Grup Ciputra, Harun Hajadi di Surabaya, hari Kamis (14/4/11)

Menurut Harun, Jalan Mayjen Sungkono adalah jalan terpenting yang menghubungkan pusat bisnis dan kawasan hunian di Surabaya Barat. Pengembang Ciputra misalnya, membangun perumahan skala besar, CitraLand.

Catatan Kompas menunjukkan, pengembang besar lainnya yang membangun perumahan di Surabaya Barat adalah Intiland (Graha Famili), Bukit Darmo, Pakuwon, Sinarmas.

Menurut Harun, tahun 1993 lalu, ia mengembangkan Mal Ciputra di sana. "Jalan Mayjen Sungkono sepi sekali. Tapi waktu itu saya percaya wilayah properti akan berkembang ke arah barat. Dan untuk mewujudkan Ciputra World Surabaya, kami menggandeng mitra, yang salah satunya adalah Wenas Panwell, pemilik tanah ini," ungkapnya.

Harun menambahkan, saat ini kompleks gaya hidup sudah beralih ke Surabaya Barat. "Ibaratnya kalau Jakarta, kawasan Thamrin pindah ke Jakarta Selatan. Nah, di Surabaya, pusat gaya hidup pindah ke Surabaya Barat, terutama Jalan Mayjen Sungkono," katanya memberikan analogi.

Direktur Grup Ciputra Sutoto Yakobus mengatakan, selain membangun mal, Grup Ciputra juga membangun dua menara apartemen di sana. "Sampai April 2011, dari 413 unit, sudah terjual 80 persen. Harga apartemen di kawasan Jalan Mayjen Sungkono ini setiap tahun naik 15-20 persen," jelas Sutoto.

Pada akhir tahun 2007, harga apartemen di CWS mulai dari Rp 8 juta/m2, sekarang April 2011 harganya sudah Rp 12 juta per m2.

Harun Hajadi menambahkan, di Surabaya, tinggal di apartemen memang masih sesuatu yang baru.

"Orang Surabaya belum terbiasa tinggal di apartemen seperti di Jakarta. Tetapi melihat tren orang membutuhkan kenyamanan, akan banyak orang memilih tinggal di apartemen karena lebih simpel, terbebas dari kemacetan lalu lintas. Tinggal di apartemen di Surabaya akan menjadi tren baru. Dan yang kami bangun di Ciputra World Surabaya, bukan sekadar apartemen, tapi apartemen yang dilengkapi mal, hotel," katanya. (Robert Adhi Kusumaputra)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar