Senin, 11 April 2011

Rumah Idaman “Teguh Satria: Kebijakan Perumahan Tidak Didukung Menkeu” plus 2 more

Rumah Idaman “Teguh Satria: Kebijakan Perumahan Tidak Didukung Menkeu” plus 2 more


Teguh Satria: Kebijakan Perumahan Tidak Didukung Menkeu

Posted: 12 Apr 2011 01:29 AM PDT

KOMPAS.com - Kebijakan perumahan yang diluncurkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) saat ini tidak didukung oleh Menteri Keuangan.

"Kondisi ini sungguh sangat ironis. Di satu pihak, Kemenpera ingin menyediakan rumah murah melalui kebijakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), namun di pihak lain kebijakan Menteri Keuangan tidak mendukung itu," kata Teguh Satria, Ketua Umum DPP REI (2007-2010) dan President FIABCI Asia Pasifik (2011-2012) dalam percakapan dengan Kompas.com di sebuah hotel di kawasan Thamrin, Jakarta, Senin (11/4/11).

Teguh Satria memang blak-blakan bicara soal perumahan. Ia sudah makan asam garam di dunia perumahan. Lelaki kelahiran Pati, Jawa Tengah, 5 Juni 1953 ini mengenyam pendidikan dasar dan menengah di Pati dan Salatiga, dan melanjutkan pendidikan Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung tahun 1972.

Setelah lulus tahun 1978, Teguh sempat bekerja di perusahaan kontraktor selama satu tahun (1979). Lalu pada tahun 1980-1989, Teguh bekerja di perusahaan pengembang di Bandung, PT Margahayu Raya.

Tahun 1990 sampai sekarang, Teguh mendirikan perusahaan pengembang sendiri, yang menyasar pada perumahan menengah dan menengah bawah di Bandung, khususnya di daerah Bandung selatan, Banjaran, di bawah nama Sanggar Indah.

Teguh aktif di REI Jawa Barat sejak tahun 1985 ketika REI Jawa Barat dipimpin MS Hidayat, pemilik Putraco. Teguh juga pernah menjabat Wakil Sekretaris REI Jabar selama dua periode 1989-1992 dan 1992-1995. Teguh juga pernah menjabat Sekretaris REI Jabar 1995-1999, saat itu ketuanya Paskah Suzetta.

Lama berkecimpung di REI Jabar, akhirnya membuat Teguh Satria terpilih sebagai Ketua REI Jabar pada periode 1999-2002. Selain itu Teguh juga terpilih sebagai Wakil Ketua Umum DPP REI (2001-2004) saat DPP REI dipimpin Yan Mogi.

Aktivitas Teguh dalam DPP REI berlanjut. Tahun 2004-2007, Teguh menjabat Sekjen DPP REI, pada saat DPP REI dipimpin Lukman Purnomosidi. Pada periode berikutnya, 2007-2010, Teguh terpilih sebagai Ketua Umum DPP REI.

Teguh Satria juga aktif dalam FIABCI Asia Pasifik. Selama dua periode, pada tahun 2009-2011, Teguh menjabat Vice President FIABCI Asia Pasifik.

Dalam business meeting FIABCI di Brussels, Belgia, Desember 2010, Teguh Satria terpilih sebagai President FIABCI Asia Pasific 2011-2012.

"Tugas sebagai President FIABCI Asia Pasific, membangun networking antaranggota di kawasan Aspas. Dan mendorong supaya organisasi makin berkembang. Memang agak berbeda dibandingkan REI, Kalau REI buka peluang usaha di bidang peraturan," kata Teguh.

Orang Indonesia yang pernah menjabat President FIABCI Asia Pasifik adalah Eric Samola, Ciputra, Pingky Pangestu, dan Teguh Satria, sedangkan yang pernah President FIABCI dunia adalah Ciputra dan Ferry Soeneville.

Berikut ini wawancara dengan Teguh Satria, mantan Ketua Umum DPP REI dan Presiden FIABCI kawasan Asia Pasifik oleh Robert Adhi Kusumaputra.

Persoalan mendasar apa yang dihadapi pengembang REI saat ini? Persoalannya tidak sama setiap periode, berbeda-beda, Tetapi dihadapi para pengembang. Kalau bicara properti banyak. Tapi bicara perumahan, artinya problem menyediakan rumah menengah bawah, tetap jadi problem sampai sekarang.

Sebenarnya, akar masalahnya, bagamana mendudukkan persoalan bangsa. Tak bisa dibebankan pada REI atau pelaku perumahan. Penyediaan rumah bagi masyarakat. Sampai hari ini, problem ini masih ada, bukan bisnisnya tapi problem besarnya.

Saya melihat, filosofi memandang penyediaan rumah yang tidak tepat. Sepertinya seolah-olah dibebankan pada pelaku. Contohnya, ditanya kapan target dan kenapa tidak tercapai.

Padahal REI bukan yang bertanggung jawab. Sekarang tercermin dalam UU. Contohnya pasal UU Perkim (PKP), ada kewajiban pengembang menyediakan rumah berpenghasilan rendah Yang disebut hunian berimbang. Bagaimana pandangan parlemen, meninisiasi UU. Selama masih begini, sulit. Bukan berarti REI menghindar.

Seharusnya tidak seperti ini. Yang bertanggung jawab, semua pihak. Tapi bukan hanya pengembang. Mengapa pengembang dibebankan membangun hunian menengah bawah?

Sebenarnya siapa yang bertanggung jawab dalam penyediaan rumah bagi rakyat? Semua pihak harus ikut bertanggung jawab dalam penyediaan rumah bagi masyarakat, khususnya menengah bawah. Dalam urusan pekerjaan, seharusnya para pemberi kerja juga bertanggung jawab, menyediakan rumah untuk pegawainya seperti dilakukan di Singapura. Dalam tabungan ini, ada sharing pekerja dan pemberi kerja. Filosofi seperti inilah yang sebenarnya harus dipakai.

Di Indonesia, ironisnya, pemerintah tidak memberi contoh. Ada Bapertarum PNS, tapi hanya one way traffic. Yang dipotong hanya PNS, dimasukkan ke tabungan perumahan. Seharusnya pemberi kerja PNS, pemerintah juga ikut sharing. Komposisinya terserah bisa 50:50, tapi ada kewajiban pemberi kerja, yang pada nantinya diwujudkan dalam penyediaaan perumahan.

Bagaimana dengan rumah untuk TNI dan Polri? Negara sharing juga dong. Pekerja swasta, juga sama. Sebagian gaji dipotong untuk tabungan perumahan, dan pemberi kerja juga diwajibkan bertanggung jawab. Jadi gotong royong semua pihak.

Menurut Anda, mengapa pemerintah seakan tidak peduli dengan persoalan perumahan rakyat? Ketidakpedulian itu tercermin dari kebijakan Menpera yang tidak sinkron dengan kebijakan menteri lain. Misalnya, Menpera membuat FLPP, mendukung masyarakat memiliki memiliki rumah dan bisa mengakses kredit sampai Rp 80 juta. Masalahnya, mengapa Menkeu mengeluarkan kebijakan bebas PPN hanya sampai rumah senilai Rp 70 juta?

Ada pengertian yang tidak sinkron. Dalam UU tercantum, pengembang harus membangun rumah minimal 36 m2. Tetapi Menkeu mengatakan, rumah bebas PPN itu maksimal tipe 36 m2. Jadi benar-benar tidak sinkron antarinstansi pemerintah sendiri. Ini tidak jelas. Jadi yang hanya bisa dibangun hanya rumah tipe 36 m2, tak bisa ke bawah dan ke atas.

Ketidakpedulian pemerintah dalam urusan perumahan lainnya terlihat jelas pada banyaknya rusunawa yang kosong. Ini akibat antarsektor dan antarinstansi tidak sinkron.

UU Perumahan dan Permukiman yang sudah disahkan, dan juga UU Rumah Susun yang sedang digodok adalah produk DPR. Apakah DPR tidak melibatkan para pengembang ketika menyusun UU ini? Para pengembang hingga kini mempertanyakan, mengapa seolah-olah dibebankan pada pengembang dengan kewajiban membangun.

Pertama, kalau pengembang besar diwajibkan bangun tipe rumah kecil, lalu pengembang kecil bangun apa? Di mana lahan pengembang kecil? Mana bisa pengembang kecil bersaing dengan pengembang besar?

Jadi ada kesan seolah-olah DPR ini hanya membebankan pengembang besar tapi tidak paham bahwa ini akan mematikan pengembang kecil.

Kedua, filosofi UU Perumahan dan Permukiman ini menakut-nakuti dengan ancaman pidana. Saya melihat, pidana kan ada yang mengatur? Mengapa urusan membangun rumah harus berakhir dengan pidana? Jika membangun rumah tidak sesuai, dipidana. Bupati salah mengeluarkan izin, sanksinya pidana. Seharusnya terbalik, orang yang menghambat membangun rumah itu lah yang harus dipidana, bukan pelaku pembangunan.

Jadi aneh sekali. Kalau bupati atau walikota tidak mengeluarkan IMB bagaimana? Apa yang terjadi? Jadi filosofinya ini terbalik-balik.

Dalam RUU Rumah Susun disebutkan pengembang harus membangun 20 persen dulu baru bisa menjual. Menurut Anda? Pengembang baru boleh menjual kalau sudah membangun 20 persen dari jumlah unit. Ini seperti bertanya, telur atau ayam? Untuk membangun rumah susun sederhana, ada persyaratan bank. Bank baru setuju memberi kredit kalau ada konsumennya.

Pengembang kan butuh uang untuk membangun? Tapi ketika minta kredit ke bank, bank bertanya pada pengembang, ada konsumennya nggak? Agar ada konsumen, pengembang kan harus menjual. Tapi agar bisa terjual, pengembang harus membangun. Dan agar bisa terbangun, butuh duit. Tapi kalau bank nggak ngasih kredit, bagaimana? Pengembang kecil mati.

Kami paham substansi UU itu agar masyarakat tidak tertipu. Tapi apakah para wakil rakyat yang membuat UU ini memikirkan dampaknya? Hanya pengembang yang kuat yang bisa membangun, sedangkan pengembang kecil harus pinjam dari bank.

Dalam draft UU Rusun, ada pasal yang mengatur, untuk menjual, harus ada garansi bank. Apa bisa bank beri garansi kepada developer bahwa ia akan membangun? Bagaimana mekanismenya?

Dalam draft UU Rusun, untuk melakukan PPJT, harus ada garansi bank atau asuransi. Beranikah bank kasih garansi bahwa Anda membangun? Bagaimana caranya asuransi? apa asuransi yang bayari konsumen? Mekanismenya sulit.

UU ini kok kesannya membatasi segala macam. Mengapa tidak diatur dalam aturan turunannya? PP atau Permen? Kan lebih fleksibel. kalau garansi bank bagaimana? Bank nggak mau gimana? Bisa berhenti semua. Kalau nggak laku bagaimana?

Pada pembahasan UU Perumahan dan Permukiman, setahu kami, DPP REI hanya dimintai pendapat satu kali, dan itu hanya saat awal dan kami tidak diberi draft UU. Kami hanya dimintai pendapat. Secara resmi, DPP REI sampaikan tertulis, hanya tidak diakomodir.

UU PKP dan UU Rusun semua hak inisiatif DPR, bukan Kemenpera. Dan Menpera sendiri, banyak ide dan terobosan yang brilian. Tapi kalau tidak didukung staf dan kementerian lain, jadi sulit.

Seperti FLPP, terobosan yang brilian, semua pihak diuntungkan Tapi kalau aturan lain tidak mendukung, ya susah juga.

Ada rencana pemerintah mendukung kepemilikan orang asing. Dan ada yang khawatir terjadi bubble. Menurut Anda? Kemenpera mendukung orang asing boleh miliki properti di Indonesia. Tapi tak bisa hanya Menpera. Tidak bisa berjalan dengan sempurna karena tak didkung, misalnya masalah pajak. Sinkronisasi kepemilikan asing itu dengan BPN. Kalau tidak sinkron, ya tidak bisa.   Di Indonesia kan ada pembatasan minimal harga? Orang asing hanya boleh membeli properti minimal seharga 150.000 USD. Jadi tidak mungkin pasar properti orang asing, bagaimana bisa mempengaruhi properti murah. Rakyat menengah bawah kan nggak mungkin membeli properti seharga Rp 1,4 miliar. Ini pasar terbatas. Pasar properti menengah bawah tidak akan terpengaruh. Pasar domestik jumlahnya jutaan unit, sedangkan pasar orang asing, jika jumlahnya 10.000 unit, itu sudah luar biasa.

Menurut saya, orang awam hanya memahami satu kalimat: "orang asing boleh beli properti di Indonesia". Padahal aturannya banyak. Harga minimal 150.000 USD. Jadi mengapa harus khawatir?

Properti untuk orang asing tidak bersaing pada tataran yang sam dengan properti masyarakat menengah bawah. Contoh, jumlah hotel bintang lima seperti Grand Hyatt ada seribu. Apakah hotel-hotel bintang lima sperti Grand Hyatt mempengaruhi hotel-hotel bintang tiga dan bintang dua, melati sehingga jadi kosong? Kan pasarnya beda-beda? Jadi masyarakat tak perlu khawatir. Segmennya tidak sama.

Harga properti Indonesia dengan Singapura, 1:11. Tapi kok orang Indonesia banyak yang beli di Singapura, Australia, Hong Kong, Los Angeles? Mengapa mesti takut?

Jadi kekhawatiran terjadinya bubble terlalu berlebihan. Pasar domestik di Indonesia sangat besar dibandingkan pasar asing. Yang laris kan apartemen Rp 500-600 juta yang laris, yang di bawah Rp 1 miliar. ***

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Bagaimana Fengshui Rumah Menghadap ke Timur?

Posted: 11 Apr 2011 11:46 PM PDT

 1. PERTANYAAN
Ibu Linda yang baik,
Nama saya Ida Bagus Gede, usia 30 tahun, tinggal di Bogor. Saya mau menanyakan rumah saya yang menghadap ke timur,dibangun pada tahun 2008. Nomor urut rumah 13. Saya kelahiran 18 Desember 1980. Bagaimana fengshui rumah saya untuk tahun 2011 ini? Terima kasih dan salam hangat.

Ida Bagus Gede, Bogor, Jawa Barat
 
JAWABAN LINDA KHO:
Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menganalisis baik buruknya feng shui sebuah bangunan. Metode delapan rumah, yang membagi mata angin ke dalam delapan arah, merupakan metode yang popular. Untuk memeriksa arah hadap yang baik/ sesuai dengan data lahir anda, silahkan cek di Www.fengshuikita.com. Metode yang lebih banyak saya gunakan adalah metode bintang terbang (Xuan Kong Flying Star), karena lebih detail, dan bisa menjelaskan lebih banyak peristiwa.
 
Dalam feng shui bintang terbang, setiap arah mata angin yang biasa kita kenal, seperti Timur, Barat, Selatan, Tenggara, dan seterusnya; terbagi menjadi 3 sektor. Jadi, sebutlah Timur, maka akan ada Timur sektor 1, Timur sektor 2, Timur sektor 3. Setiap sektor memiliki sebaran energi yang berbeda. Dengan demikian, berbeda sektor, feng shui sebuah bangunan pun berbeda.
 
Rumah anda menghadap ke Timur, perlu anda ukur dengan kompas, berapa derajat persisnya. Kalau jatuh pada sektor Timur 1, yaitu 67.5-82.5, maka secara umum rumah anda sudah diuntungkan dengan energi yang bagus. Namun jika berada di sektor Timur 2, atau Timur 3, (82.5-112,5), feng shui rumah anda jelek. Nomor urut rumah, tidak mempengaruhi baik-buruk nya feng shui nya. hal yang lebih penting untuk diperhatikan adalah landscape (air, gunung), letak bangunan lain, jalan raya. Salam.
 


2. PERTANYAAN
Ibu Linda yang terhormat,
Nama saya Servatius Frederikus Suri Luan, usia 31 tahun, tinggal di Atambua. Saya kelahiran 13 Mei 1978 dan istri saya kelahiran 7 Januari 1977. Pertanyaan saya: (1) usaha apa yang cocok untuk jalankan? (2) arah rumah yang cocok bagi keluarga kami? (3) bagaimana peruntungan kami pada tahun 2011 dan 2012? Terima kasih atas jawabannya.

Servatius Frederikus Suri Luan, Atambua, NTT 

JAWABAN LINDA KHO:
Anda berdua, sama-sama berelemen diri Kayu yang Lemah. Jika hendak menjalankan usaha sendiri, pilihlah usaha yang berelemen Kayu atau Air. Usaha yang berelemen Kayu, antara lain: toko buku, toko kertas, furniture kayu, dan lain-lain. Sementara yang berlemen Air, adalah usaha yang 'mengalir,' seperti distribusi, transportasi, kominikasi, air isu ulang, toko kelontong, dan lain-lain. Untuk arah hadap rumah, silahkan cek di www.fengshuikita.com.
 
 
3. PERTANYAAN
Ibu Linda yang baik,
Salam sejahtera. Nama saya Noer, usia 30 tahun, berdomisili di Jakarta. Saya lahir 27 Desember 1980 dan suami saya lahir pada 16 Desember 1980. Rumah saya rumah BTN tipe 29/66, dua kamar tidur, dengan ruangan tamu 2,75 meter, ada kamar mandi. Dapur belum dibuat, tapi saya ingin mengubah rumah itu. Ruang tamu akan saya lebarkan, dan halaman depan akan saya jadikan taman. Sedangkan halaman belakang, ada sisa lahan 3 m x 11 meter. Saya akan jadikan dapur separuh dan taman belakang plus kolam ikan. Bagaimana menurut Ibu Linda? Terima kasih atas jawaban Ibu.  

Noer, Jakarta
 
JAWABAN LINDA KHO:
Bung Noer yang baik, akan lebih mudah untuk menganalisis feng shui rumah Anda, jika disertai dengan denah rumah (floorplan), dan arah hadap rumah anda. Karena kalau tidak, sulit untuk dipajami, pemetaan bintang terbang nya.


3. PERTANYAAN
Dengan hormat,
Saya Bagus Yudiarto, usia 40 tahun, memiliki rumah menghadap selatan di ketinggian kurang lebih 900 mdpl.Luas tanah 335 m2 dan untuk bangunan cuma 90 m2. Sisanya masih berupa taman. Apa yang cocok saya kembangkan mengingat letak rumah saya di pojok dan terletak di pinggir jalan. Lokasi rumah di kawasan kota wisata yang banyak dibuatvila di kota Batu, Jawa Timur. Terima kasih atas perhatian Ibu Linda. 

Bagus Yudiarto, Surabaya, Jawa Timur

JAWABAN LINDA KHO
Mas Bagus yang baik, untuk menjawab usaha apa yang cocok untuk Anda, diperlukan data lahir anda (berikut dengan jam). Dari hasil analisis Ba Zi ini, baru dipertimbangkan/ disesuaikan dengan peluang yang ada dari lingkungan bangunan anda. Kalau dari informasi yang anda sampaikan lahan terletak di kawasan wisata (Batu), tentunya yang prospektif adalah usaha yang berhubungan dengan pariwisata.
 
4. PERTANYAAN
Ibu Linda yang terhormat, nama saya Daniel, lahir pada 8 Desember kira-kira jam 05 pagi menurut kalender China, shio Harimau. Saya tidak tahu kalender nasional. Pertanyaan saya, pekerjaan apa yang cocok untuk saya? Saat ini saya sedang mengembangkan usaha penanaman sawit. Terima kasih aats jawaban Ibu Linda.

Daniel, Sambas, Kalimantan Barat 
 
JAWABAN LINDA KHO
Bung Daniel yang baik. Data lahir yang Anda kirimkan kurang mencukupi untuk dianalisis, karena tahun lahir tidak jelas. Meskipun sama-sama ber-shio Harimau, tapi jika beda waktu (shio harimau tahun 2010, 1998, 1986, 1974, 1962) maka perhitungan ba zi nya sangat berbeda. Jadi mohon maaf, belum bisa memberikan saran mengenai pekerjaan yang anda tekuni. Salam.
 

Linda Lho, pakar fengshui

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Usaha Properti Kesehatan Apa yang Cocok Buat Saya?

Posted: 11 Apr 2011 11:26 PM PDT

PERTANYAAN

Pak Steven yang terhormat, Nama saya Reza Suzana, usia 31 tahun. Saya lahir tanggal 17 November 1979. Usaha apa yang cocok untuk saya? Saya berkeinginan mempunyai usaha di bidang kesehatan. Terima kasih.

Reza Suzana, Blitar, Jawa Timur

JAWABAN HOKIPLUS:

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Ini adalah pertanyaan yang sangat bagus dan kebenaran merupakan bisnis yang telah mengalami perkembangan sepanjang masa. Berkembangnya bisnis di bidang kesehatan tidak luput dari pantauan investor properti.

Kebutuhan akan kesehatan dalam diri setiap insan manusia menjadi prioritas berkembangnya bisnis kesehatan. Bahkan dalam syair China kuno, ajaran Konfusius mengatakan bahwa kekayaan terbesar sepanjang kehidupan manusia adalah sehat jasmani dan rohani.

Banyak rumah sakit dari kelas menengah ke bawah sampai dengan tarif menengah ke atas atau kelas mahal selalu penuh dengan pasien. Sakit dalam arti jasmani maupun rohani. Setiap ruangan dalam rumah sakit selalu terpenuhi dengan berbagai aktifitas yang mana kadangkala membingungkan di kala waktu berkunjung menjenguk saudara yang sakit atau terkena musibah. Apalagi kalau pasiennya yang sakit, menjadikan pasien harus mengunjungi beberapa ruangan untuk medical check up. Bila dihitung dari ilmu China dan Jawa kuno sesuai dengan kelahiran anda, maka Anda cocok sekali berbisnis di bidang kesehatan. Namun hal yang perlu menjadi perhatian adalah fokus bisnis kesehatannya.

Dalam dunia properti, bisnis kesehatan dikembangkan melalui beberapa jenis dengan metode penyajian yang berbeda. Bentuk pola bisnis kesehatan terdiri dari :

1. Mendirikan rumah sakit, lalu dalam rumah sakit tersebut tersedia dengan fasilitas dokter-dokter yang ahli dalam menangani penyakit berbeda – beda atau biasa disebut dengan dokter spesialis. Lalu rumah sakit juga menyediakan obat tertentu special racikan dokter yang dapat dibeli dirumah sakit tersebut. Rumah sakit dalam jaman modern sekarang ini mempunyai ciri khas, di mana biasanya rumah sakit tersebut biasanya terkenal dengan specialis dibidang tertentu. Seperti rumah sakit Jantung atau Kanker, Rumah sakit Syaraf dan sebagainya.

2. Rumah sakit 24 jam dengan konsep Ruko yang digabungkan. Ini adalah rumah sakit yang biasanya mengandalkan kecepatan fast moving dalam menangani kebutuhan pasien. Seperti menangani proses kehamilan yang ditangani mendadak atau serangan jantung mendadak. Biasanya posisi rumah sakit seperti ini berada didalam komplek perumahan.

3. Apotik lengkap yang menyediakan berbagai macam obat dan dapat meracik obat dengan resep dokter. Ada seorang apoteker yang bertugas mengatur dan mencampur racikan obat-obat yang mau diberikan kepada pasiennya. Apotik jenis ini biasanya berada di berbagai macam lokasi perkotaan dan lokasinya cendrung besar dan ramai dengan aktifitas lalu lalang kendaraan. Kadangkala buka 24 jam untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Untuk meningkatkan jumlah penggan yang dating, biasanya pihak apotik mengadakan lahan khusus untuk praktek dokter diarea tersebut, agar pasien bisa berada pada posisi one stop shopping. Sekali jalan semua kebutuhan terpenuhi.

4. Apotek rakyat yang berada di mal-mal atau pusat perbelanjaan. Biasanya tidak meracik obat untuk kebutuhan pasien. Obat – obat yang dijual adalah obat – obat kategori umum. Lazimnya disebut toko obat. Jenis obat yang tersedia umumnya dikonsumsi publik karena mengetahuinya melalui sarana promosi seperti iklan televisi dan flyer yang disebarkan oleh produsen obat. Food supplement, multivitamin dan herbal terbanyak ditemukan di toko obat ini. 

5. Toko obat ramuan tradisional jamu dan juga ramuan pengobatan China. Bisnis kesehatan jenis ini banyak ditemukan diberbagai daerah, tergantung banyaknya komunitas etnis yang hidup pada lokasi tersebut. Bisnis tersebut laku keras karena pada umumnya pasien yang sakit tidak memerlukan biaya yang sangat besar untuk menyembuhkan penyakitnya. Dan juga tersedia pakar – pakar pengobatan yang telah turun temurun mewarisi rahasia pengobatan keluarga. Antrean terlihat panjang apabila tabib atau sinshe tersebut mahir dalam mengobati pasien dengan cara dan ramuan tradisional, banyak yang sembuh alias terbukti khasiatnya. Bayar sesuai kemampuan tetapi resep obat dapat ditebus langsung beli di sana.

6. Bisnis kesehatan yang mana menjual kelengkapan seperti kursi roda dorong buat pasien, jarum suntik, alat deteksi tekanan darah, baju khusus pasien, dan perabot – perabot kesehatan. Jenis bisnis kesehatan ini juga mendapatkan prioritas dari sejumlah investor untuk meraih keuntungan.

Ini adalah gambaran daripada bisnis kesehatan. Berbagai jenis bisnis kesehatan selalu berkembang karena profit yang dihasilkan cukup memuaskan. Juga karena ditopang oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kesehatan yang optimal.

Kejelian memilih lokasi dalam mengembangkan bisnis kesehatan ini tidak begitu sulit. Hal ini disebabkan karena semakin lengkapnya fasilitas yang disediakan untuk khalayak ramai, maka semakin banyak orang – orang yang akan mengunjungi tempat tersebut. Perolehan keuntungan tidak bermasalah, meskipun banyak saingan sejenis yang berada pada satu lokasi.

Anda masuk dalam shio Kambing, elemen Api dan unsur Yin. Tahun ini adalah tahun kejayaan anda. Pergunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Jangan ragu dan kembangkan dalam bentuk inovatif. Hanya saja sifat keras kepala ada didalam diri anda. Usahakan memilih lokasi usaha menghadap ke timur untuk arah kejayaan. Banyak belajar dari teman – teman yang sukses dalam bisnis kesehatan. Anda juga dapat mengobati berbagai macam penyakit atau biasa disebut tulang tabib atau sinshe, bila dihitung dari kelahiran anda. You are on a right track. 2011 Happy Cuan 888.

The Steven Eric Lazuardi, konsultan Hokiplus

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar