Senin, 04 April 2011

Rumah Idaman “Pemerintah Diminta Serius Tata Ulang Permukiman Padat” plus 2 more

Rumah Idaman “Pemerintah Diminta Serius Tata Ulang Permukiman Padat” plus 2 more


Pemerintah Diminta Serius Tata Ulang Permukiman Padat

Posted: 05 Apr 2011 02:53 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah didesak lebih serius menata ulang permukiman padat penduduk yang erat kaitannya dengan kebakaran.

"Kebakaran hebat yang melanda permukiman padat penduduk di Muara Angke dan Kampung Bandan, Jakarta Utara, Senin kemarin, menunjukkan rawannya bahaya di permukiman padat. Dengan penataan ulang, semua peralatan yang dibutuhkan untuk mencegah kebakaran bisa disediakan sekaligus," kata anggota Komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia lewat siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (5/4/2011).

Yudi mengatakan ada banyak pilihan penataan permukiman padat, bisa dengan membangun menara rumah susun (Rusun) atau model yang lebih sederhana seperti bangunan dua lantai, yang terdiri dari 8-10 pintu untuk menampung 8 atau 10 keluarga.

Hal yang tidak kalah pentingnya, kata Yudi, adalah perbaikan sistem pemipaan serta ketersediaan hidran dan polder atau penampung air. "Polder dibutuhkan minimal di setiap lingkungan yang dihuni 50 keluarga. Jalur dan tempat evakuasi juga wajib disediakan," katanya.

Yudi melihat momentum penataan seharusnya diambil oleh pemerintah pusat. Sejumlah kementerian maupun pemerintah daerah yang memiliki program penataan kawasan kumuh dan padat harusnya berkoordinasi. "Ini merupakan masalah sistem yang perlu diselesaikan secara komprehensif dan lintas sektoral," ujarnya.

Visi Bebas Kumuh 2020 Yudi menyayangkan selama ini penataan permukiman kumuh identik dengan penggusuran dan relokasi. Hal tersebut terbukti tidak menyelesaikan masalah karena masyarakat dengan mudah akan pindah ke kawasan kumuh lainnya.

"Saya berharap pemerintah memiliki visi misi dan tujuan besar dalam mewujudkan visi Indonesia bebas kumuh tahun 2020," ujar Yudi. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Banyak Investor Ingin Danai Pengembangan Bandara Soeta

Posted: 05 Apr 2011 02:34 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II (persero) optimistis Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, mulai dibangun tahun 2012. Kini, disusun detail desain, termasuk penghitungan biayanya.

"Kami optimistis dengan pengembangan Soekarno-Hatta sesuai desain baru. Nilai investasinya, belum dapat diungkapkan karena belum ada detail desainnya. Bila nilainya rendah nanti malah dinilai mark-up saat angka sebenarnya keluar," kata Direktur Utama Angkasa Pura II Tri Sunoko, Senin (4/4) di Jakarta.

Di dalam dokumen Angkasa Pura, sebenarnya tertulis kebutuhan Rp 8,7 triliun untuk pengembangan Soekarno-Hatta. Angka itu dibantah Tri Sunoko.

Dalam rencana induk itu nantinya Soekarno-Hatta memiliki empat terminal penumpang dan satu terminal kargo. Serta ada satu gedung parkir berlantai empat berkapasitas 20.000 unit kendaraan, di antara Terminal 1 dan 2, yang terkoneksi kereta bandara.

Oleh karena lalu lintas penerbangan yang makin meninggi, maka juga akan dibangun landasan pacu (runway) ketiga. Landasan pacu ini akan dibangun di sisi utara landasan pacu Terminal 2. Angkasa Pura II akan membebaskan lahan seluas 300 hektar, untuk landasan pacu 3 dan terminal 4 itu.

Dalam rencana induk baru, ada sejumlah modifikasi desain. Salahudin Rafi, Direktur Operasi dan Teknik Angkasa Pura II, mengatakan, Terminal 4 tak jadi dibangun di eks area kargo namun dekat landasan pacu 3. Dari lanskapnya, Terminal 4 akan berbentuk huruf H, seperti halnya Bandara Changi di Singapura.

Adapun Terminal Kargo, yang ada di sisi timur Terminal 1, akan dipindah ke utara dari Kantor Pusat Garuda Indonesia. Saat ini, area di sisi barat dari landasan pacu Terminal 2 itu masih kosong. Hanya ada Kantor Pusat Pemadam Kebakaran untuk Bandara Soekarno-Hatta dan hanggar.

Banyak investor
Tri Sunoko mengatakan, hal pertama yang dibangun adalah meneruskan pembangunan Terminal 3. Kini, terminal itu hanya mampu melayani 4-5 juta orang, nantinya mampu melayani 25 juta penumpang per tahun. Lanskap Terminal 3 pun diubah seperti huruf U, tak lagi berbentuk lima pier (dermaga).

Kemudian paralel dengan itu, dibuat area perparkiran sementara di kawasan bundaran antara Terminal 3 dan Kargo. Pemindahan perparkiran itu supaya perparkiran di Terminal 1 dan 2, yang telah dikosongkan, pun dapat segera dibangunkan gedung parkir berlantai empat itu.

Setelah Terminal 3 jadi, maka aktivitas di Terminal 1 untuk sementara dipindahkan di Terminal 3. Tujuannya, supaya Terminal 1 dapat direnovasi total. Dan setelah Terminal 1 selesai direnovasi, maka aktivitas di Terminal 2 dipindahkan ke Terminal 1 supaya Terminal 2 juga dapat direnovasi.

Akhirnya, setelah seluruh Terminal beroperasi dan daya tampung tak lagi mencukupi, maka Angkasa Pura II segera membangun Terminal 4. Hal itu setelah sebelumnya membangun secara bertahap landasan pacu 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Meskipun belum ada lampu hijau dari Kementerian BUMN mengenai rencana penawaran saham perdana kepada publik (initial public offering/IPO) Angkasa Pura II, Tri Sunoko mengakui tak terlalu khawatir soal pendanaan rencana pengembangan Bandara Soekarno-Hatta.

"Banyak investor yang mendatangi kamu untuk ikut mendanai. Ini sekarang yang terpenting tak ada dulu masalah dengan masterplan-nya," kata Tri. Pekan lalu, Bank Mandiri juga sudah menggelar pertemuan dengan Angkasa Pura II untuk menjajaki pendanaan bagi proyek itu.

Pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk bandara, dalam lima tahun ke depan membutuhkan anggaran 200 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.800 triliun. Pemerintah hanya bisa menyiapkan 60 miliar dollar AS.

Pengamat penerbangan, Dudi Sudibyo, mengatakan, seharusnya Soekarno-Hatta secepatnya dibangun. "Paralel dengan itu, bandara kedua di Jakarta harusnya juga segera dibangun untuk tahun 2025," ujarnya.

Dudi menegaskan, di sejumlah kota besar di dunia, selalu ada dua bandara. Tokyo punya Bandara Narita dan Haneda, sementara London punya Bandara Heathrow dan Gatwick.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Telkom Perkenalkan Konsep Gedung Ramah Lingkungan

Posted: 05 Apr 2011 02:16 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) merambah bisnis penyediaan layanan gedung teknologi dan komunikasi informasi (ICT). Perusahaan ini mempromosikan konsep gedung ICT ramah lingkungan dan memberi nama Smart Building Solution.

Akhir Maret lalu Telkom menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan kawasan industri MM2100, KIIC, BIC, dan Lippo Cikarang dalam penyediaan gedung ICT ramah lingkungan tersebut. "Dalam hal ini, Telkom dan kawasan industri bekerjasama dalam penyediaan jasa layananan dan pengembangan bisnis ICT," ujar Arief Yahya, Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom .

Dalam kerja sama ini, Telkom juga menggandeng konsultan mechanical engineering untuk membantu mendesain gedung ramah lingkungan. Menurut Arief, penyediaan layanan ini merupakan bagian bisnis Telkom yang meliputi telecommunication, information, multimedia, dan edutainment (TIME).

Arief mengklaim bahwa layanan ini akan menolong pengembang dan pemilik gedung menyediakan fasilitas kepada para penyewa, dengan pemakaian energi yang efisien, tidak memberikan dampak buruk bagi lingkungan, serta menyediakan kenyamanan dan kesehatan lingkungan. Telkom mendukung layanan Smart Building Solution tersebut dengan jaringan internet provider berbasis fiber optic. "Hal ini dapat memberikan solusi paling efektif dan efisien untuk mewujudkan gedung ramah lingkungan," ungkap Arief bernada promosi. (Gloria Haraito/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar